-
-

Tuesday, May 31, 2011

German E. coli toll rises to 14; outbreak expected to worsen

BERLIN — An E. coli outbreak that has killed 14 people and made more than 300 seriously ill in Germany has spread to other north European countries and is expected to worsen in the coming week.

Don't miss this on TODAY Health










How do they do it? Celebrity diet secrets



Jill Martin of Us Weekly and TODAY nutritionist Joy Bauer talk about celebrity lifestyle tidbits and how the stars keep slim with certain diets.




Top sunscreen? Cheapest is best, report finds



7 worst supermarket rip-offs



Joy Fit Club: Share your inspirational weight-loss story



Home births up, driven by natural birth trend



"We hope that the number of cases will go down but we fear that it will worsen," said Oliver Grieve, spokesman for the University Medical Center Schleswig-Holstein in north Germany, where many of those afflicted are being treated.
The source of the virulent strain of the bacteria is unknown, German authorities said on Monday ahead of a crisis meeting of federal and state officials in Berlin. Most of the deaths have been in northern Germany.
The E. coli pathogen has been identified on cucumbers imported from Spain but it is unclear if they were contaminated there, during transport, or in Germany.
There are 36 cases of suspected E. coli in Sweden, all linked to travel in northern Germany, authorities said. A small number of cases have been reported in Britain, Denmark, France and the Netherlands, all linked with travel to Germany.
Rare strain causes serious complications
The German government has identified the pathogen as a relatively rare strain of Shiga toxin-producing E. coli, or STEC. The virulent bug has caused many cases of hemolytic-uremic syndrome, or HUS, a potentially life-threatening complication of E. coli infection.
The European Center for Disease Prevention and Control said in a risk assessment that the HUS/STEC outbreak is the largest ever in the world of its kind.

Monday, May 30, 2011

Tubuh akan Terus Tumbuh ke Samping


(Foto: thinkstock)Jakarta, Sering kita dengar bahwa pada usia tertentu pertumbuhan seseorang bukan bertambah tinggi tapi akan ke samping. Ternyata anggapan itu benar adanya karena tulang panggul akan terus tumbuh hingga usia 70 tahun.

Selama ini orang berpikir pertumbuhan seseorang akan terhenti saat ia berusia awal 20-an tahun. Padahal pertumbuhan ini tidak hanya sebatas bertambah tinggi, tapi juga termasuk melebar ke samping.

Peneliti dari University of North Carolina di Chapel Hill School of Medicine menemukan bahwa tulang panggul atau pelvic bones (hip bones) akan terus tumbuh setelah seseorang mencapai kematangan tulang. Hasil akhirnya adalah adanya penambahan ukuran pinggang dan berat badan pada skala tertentu.

"Temuan kami menunjukkan bahwa pertumbuhan panggul mungkin menyebabkan orang melebar dan memiliki ukuran pinggang lebih besar saat ia lebih tua," jar Dr Laurence E Dahners, seorang profesor ortopedi di UNC, seperti dikutip dari HealthDay, Senin (30/5/2011).

Dr Dahners menuturkan tubuh akan mengalami pelebaran akibat pertumbuhan dari tulang pinggul, maka ini mungkin menjelaskan adanya sebagian besar peningkatan berat badan sekitar 0,5 kg setiap tahunnya.

Studi yang hasilnya dilaporkan dalam Journal of Orthopaedic Research menggunakan alat CT-scan untuk mengukur lebar dan tinggi badan dari 246 pasien dalam berbagai kelompok umur.

Hasil yang didapatkan peneliti adalah lebar dari tulang panggul pasien terus tumbuh bahkan setelah mencapai kematangan tulang pada usia 20 tahun. Secara khusus peneliti mencatat bahwa pelvic inlet melebar yang merupakan bukti dari pertumbuhan panggul yang sebenarnya.

Rata-rata lebar panggul dari pasien tertua dalam penelitian ini hampir 1 inci (2,54 cm) lebih besar dari lebar panggul pasien termuda. Peningkatan lebar tulang panggul ini bisa mencapai 1-3 inci (2,54-7,62 cm) antara usia 20-79 tahun.

Adanya pertumbuhan yang terus terjadi pada tulang panggul ini menjadi bukti bahwa pada usia tertentu seseorang tidak akan tumbuh menjadi lebih tinggi melainkan badannya justru melebar ke samping.
ver/ir)

Redaksi: redaksi[at]detikhealth.com
Informasi pemasangan iklan
Ines - 7941177 ext.523
Elin - 7941177 ext.520
email : iklan@detikhealth.com

Wanita Ditakdirkan Punya Lebih Banyak Kolesterol Baik


(Foto: thinkstock)Jakarta, Dari beberapa indikator, pria memiliki status kesehatan yang lebih buruk dibandingkan wanita. Angka kematian pria pun lebih tinggi dibandingkan wanita. Salah satu penyebabnya adalah karena wanita ditakdirkan memiliki kadar kolesterol baik (HDL) lebih banyak ketimbang pria.

Secara biologi, perilaku dan sosial, lebih banyak pria yang mati muda ketimbang wanita. Dr Edy Rizal Wahyudi, SpPD, dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM, juga pernah menyatakan bahwa angka harapan hidup pria cenderung lebih pendek, berkisar 4 hingga 6 tahun lebih pendek dibandingkan wanita.

Kesenjangan hidup berdasarkan gender juga terjadi di sebagian besar negara di seluruh dunia. Bila dibandingkan, ada 9 wanita yang mencapai usia 100 tahun dibandingkan dengan hanya 1 pria.

Di masa lalu, wanita diketahui memiliki harapan hidup yang lebih pendek dibandingkan pria karena angka kematian yang tinggi dalam melahirkan. Tetapi setelah angka kematian ibu semakin menurun, maka harapan hidup wanita pun melampaui pria.

Pria dari segala usia kebanyakan meninggal karena memiliki peluang kanker, penyakit jantung, penyakit paru-paru, stroke dan kecelakaan yang lebih tinggi daripada wanita.

Salah satu penyebabnya adalah karena wanita ditakdirkan memiliki kadar kolesterol baik (High Density Lipoprotein atau HDL) dibandingkan pria. Mengapa demikian?

Pria dan wanita keduanya memiliki hormon testosteron dan estrogen. Bila testosteron lebih dominan pada pria, maka hormon estrogen lebih dominan terdapat pada tubuh wanita.

Estrogen cenderung meningkatkan aktivitas sistem kekebalan tubuh sedangkan testosteron justru meredamnya. Selain itu, estrogen menyebabkan wanita rata-rata memiliki lebih banyak HDL (kolesterol baik) dan lebih sedikit kadar LDL (Low Density Lipoprotein atau kolesterol jahat) dibandingkan pria, seperti dilansir Time.com, Senin (30/5/2011).

Lebih banyak kolesterol baik dan sedikit kolesterol jahat tentunya dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke. Namun, meski secara biologis wanita ditakdirkan memiliki kolesterol baik lebih banyak, faktor gaya hidup seperti pola makan yang tidak sehat dan kurang olahraga dapat membuatnya tetap berisiko mengalami penyakit jantung, stroke atau penyakit metabolisme lainnya.

Hal serupa juga berlaku pada pria. Olahraga teratur dan pola makan yang sehat dapat meningkatkan kadar HDL (kolesterol baik) dan menurunkan LDL (kolesterol jahat).


mer/ir)

Redaksi: redaksi[at]detikhealth.com
Informasi pemasangan iklan
Ines - 7941177 ext.523
Elin - 7941177 ext.520
email : iklan@detikhealth.com

Alat Musik Tiup Bisa Menularkan Penyakit?


foto: ThinkstockJakarta, Karena bersentuhan dengan mulut, alat musik tiup seperti seruling dan terompet dikhawatirkan bisa menularkan penyakit melalui bercak air liur yang menempel. Anggapan ini bisa saja benar, namun ada beberapa faktor yang mempengaruhinya.

Salah satunya adalah lama waktu sebelum alat musik tersebut dipakai orang lain. Berbagai penelitian membuktikan, tidak semua kuman yang menempel pada alat musik tiup bisa bertahan hidup hingga lebih dari 1 atau 2 hari sejak terakhir kali digunakan.

Ilmuwan dari Tufts University baru-baru ini melakukan pengamatan pada 20 jenis alat musik tiup, antara lain seruling, klarinet, trompet dan saksofon. Dari hasil pengamatan, jenis kuman yang bisa bertahan hingga beberapa hari umumnya berupa jamur.

Faktor lainnya adalah bahan, karena jenis alat musik yang paling banyak ditumbuhi jamur adalah alat musik yang bagian moncongnya terbuat dari bahan kayu. Bakteri jarang ditemukan karena biasanya akan mati dalam 1-2 hari jika suhu dan kelembaban di ruang penyimpanan tidak mendukung.

Hingga saat ini tidak banyak data resmi mengenai tingkat penularan penyakit melalui alat musik tiup. Namun seperti dikutip dari NY Times, Senin (30/5/2011), beberapa kasus infeksi dan penularan kuman melalui alat musik tiup sering dilaporkan di berbagai jurnal ilmiah.

Salah satunya di jurnal Chest, seorang pria dewasa selalu batu-batuk setelah memainkan trombon. Ia mengalami keluhan tersebut selama 15 tahun berkarir sebagai pemain trombon, namun hilang begitu saja setelah ia rajin mencuci alat musiknya dengan alkohol.

Pada kasus lain, pemain saksofon berusia 67 tahun sering mengalami sesak nafas seusai bermain musik. Gejala yang semula tak diketahui sebabnya ini juga langsung hilang setelah ia mulai membiasakan diri membersihkan ujung saksofon yang bersentuhan dengan mulut.

Beberapa ahli mengatakan, infeksi dan penularan kuman bisa dicegah dengan rajin membersihkan bagian moncongnya dengan alkohol. Selain itu, tiap beberapa kali pemakaian sebaiknya dicuci juga dengan sabun terutama jika alat musik tersebut dipakai bergantian dengan orang lain.
up/ir)

Redaksi: redaksi[at]detikhealth.com
Informasi pemasangan iklan
Ines - 7941177 ext.523
Elin - 7941177 ext.520
email : iklan@detikhealth.com

Alasan Penderita Wasir Harus Hindari Apel dan Jeruk


(Foto: thinkstock)Jakarta, Penderita wasir memang disarankan untuk mengonsumsi banyak serat. Tapi sebaiknya hindari konsumsi apel hijau dan juga jeruk karena bisa memperburuk gejala wasir yang muncul.

Beberapa makanan tertentu sebaiknya dihindari oleh penderita wasir karena bisa menimbulkan ketidaknyamanan, nyeri dan gatal-gatal yang intensitasnya semakin meningkat.

Makanan atau buah yang bisa meningkatkan keasaman dalam sistem pencernaan bisa menyebabkan gejala-gejala wasir menjadi bertambah buruk, karena makanan atau buah yang asam bisa mengiritasi wasir seperti dikutip dari safe-hemorrhoid-treatment.com, Senin (30/5/2011).

Makanan yang harus dihindari tersebut adalah apel hijau (karena memiliki tingkat keasaman lebih tinggi dibanding apel merah), buah jeruk dengan keasaman tinggi, minuman berkarbonasi, minuman berkafein seperti kopi dan alkohol.

Selain itu hindari pula makanan olahan serta yang rendah serat seperti keju dan juga daging merah karena bisa membuat feses menjadi keras sehingga sulit untuk dikeluarkan dan menimbulkan rasa sakit.

Wasir atau ambeien juga dikenal dengan nama hemoroid yang merupakan penyakit atau gangguan pada anus, yaitu penurunan bantalan anus (anal cushion) yang disebabkan oleh banyak hal. Bantalan anus ini terdiri dari mukosa, jaingan otot polos anus, jaringan ikat longgar dan jaringan pembuluh darah.

Penyebab wasir sendiri bisa bermacam-macam seperti:

Kesalahan dalam melakukan gerakan pada olahraga tertentu misalnya pada olahraga angkat beban Terlalu banyak duduk atau berdiri Faktor genetika (keturunan) Mengejan terlalu keras saat buang air besar, biasanya akibat konstipasi Dapat terjadi juga pada wanita hamil.
Pengobatan yang dilakukan untuk wasir tergantung pada stadium yang dialaminya. Hal terpenting adalah pasien dapat selalu buang air besar secara teratur dengan feses yang lunak, banyak minum dan mengonsumsi makanan kaya serat.

ver/ir)

Redaksi: redaksi[at]detikhealth.com
Informasi pemasangan iklan
Ines - 7941177 ext.523
Elin - 7941177 ext.520
email : iklan@detikhealth.com

Kenapa Kalau Berenang Harus Pakai Baju yang Ketat?


(Foto: thinkstock)Jakarta, Kolam renang umum biasanya akan melarang orang yang berenang tapi tidak menggunakan pakaian renang. Baju renang adalah baju yang pas di badan. Penggunaan baju renang yang pas di badan ini ternyata ada manfaatnya.

Pakaian yang ketat akan membuat seseorang menjadi hydrodinamic, sehingga pakaian ini tidak akan menghalangi gerakan tubuh di dalam kolam renang atau menghambat kemampuannya untuk mengambil napas dalam-dalam, seperti dikutip dari Livestrong, Senin (30/5/2011).

Para ahli mengungkapkan pakaian renang yang ketat juga mengurangi daya hambat ketika ia bergerak di dalam air. Dalam studi tentang biomekanik serta dinamika fluida mengungkapkan bahwa mengompresi dan membentuk tubuh akan membuat seseorang lebih cepat saat berenang.

Pengurangan daya hambat tersebut tidak hanya membuat seseorang lebih cepat, tapi juga membuatnya lebih mudah berenang pada kecepatan yang sama. Sedangkan jika menggunakan pakaian yang longgar akan membuat daya hambatnya lebih tinggi sehingga menghambat pergerakannya di dalam air.

Selain itu pakaian renang umumnya terbuat dari bahan lycra atau spandex dan bukan bahan katun. Hal ini karena kedua bahan tersebut bisa melindungi tubuh terutama kulit dari zat kaporit yang biasa ditambahkan ke dalam air di kolam renang.

Penambahan kaporit berfungsi untuk mematikan berbagai bakteri patogen yang ada di dalam air. Tetapi jika senyawa tersebut bercampur dengan bahan organik lain seperti urine dan keringat, maka klorin bisa melepaskan produk campuran yang dapat mengiritasi mata, kulit (membuat kulit jadi kering) dan saluran udara atas.

Nah, bahan lycra dan juga spandex ini selain bisa melindungi tubuh dari paparan kaporit juga diketahui bisa melindungi tubuh dari sinar UV yang bisa berbahaya bagi kulit. Kondisi ini yang menjadi alasan mengapa seseorang harus menggunakan pakaian khusus renang dan tidak boleh menggunakan baju biasa seperti dari bahan katun.
ver/ir)

Redaksi: redaksi[at]detikhealth.com
Informasi pemasangan iklan
Ines - 7941177 ext.523
Elin - 7941177 ext.520
email : iklan@detikhealth.com

Anak-anak Tak Menyukai Adegan Kekerasan dalam Film Kartun


foto: ThinkstockBloomington, Indiana, Secara naluriah anak-anak akan memilih dan menyukai tontonan yang dianggapnya paling menghibur. Film kartun yang menampilkan adegan baku hantam atau saling pukul kurang diminati anak-anak, meski kadang dianggap lucu oleh orang dewasa.

Fakta mengejutkan ini terungkap dalam penelitian Andrew J Weaver, seorang profesor komunikasi dari Indiana University. Penelitian yang melibatkan 128 anak dengan rentang usia 5-11 tahun ini dipublikasikan di jurnal Media Psychology edisi terbaru.

Dalam penelitian tersebut, ia mendapati bahwa anak-anak baik laki-laki maupun perempuan kurang meminati film kartun yang berisi adegan slaptik atau lelucon kasar meski dikemas agar tampak lucu. Contohnya saling pukul, jatuh lalu tertimpa sesuatu maupun adegan kasar lainnya.

Berdasarkan jawaban yang disampaikan melalui kuisioner, tampak bahwa adegan slaptik membuat anak-anak kurang 'terhubung' dengan tokoh-tokoh di dalamnya. Tokoh-tokoh yang digambarkan kurang agresif justru lebih membuat anak-anak menikmati jalan cerita dalam film kartun.

"Agak mengejutkan memang. Kebanyakan orang mengira anak laki-laki lebih agresif dan suka kekerasan, dengan alasan apapun baik sosial maupun biologis. Nyatanya mereka lebih menikmati film yang tidak ada adegan kekerasan," ungkap Weafer seperti dikutip dari HealthDay, Senin (30/5/2011).

Bagi Weaver, fakta ini berseberangan dengan kecenderungan para produser film kartun masa kini. Hampir 70 persen film kartun menampilkan adegan slaptik dengan derajat tertentu yang disesuaikan agar tampak lucu dan menghibur di mata anak-anak.

Weaver menambahkan, aksi laga dalam film kartun tidak selalu harus ditampilkan dalam bentuk adegan kekerasan. Penggambaran tokoh kartun yang bergerak cepat, tangkas dan cekatan cukup efektif untuk meningkatkan alur cerita dan akan lebih sesuai untuk anak-anak.
up/ir)

Redaksi: redaksi[at]detikhealth.com
Informasi pemasangan iklan
Ines - 7941177 ext.523
Elin - 7941177 ext.520
email : iklan@detikhealth.com

Virus Misterius Serang Warga Korsel, Diduga Sejenis Flu


foto: ThinkstockSeoul, Serangan virus misterius menjangkiti 8 warga Korea Selatan, sebagian besar adalah ibu hamil. Korban tewas hingga kini mencapai 2 orang. Belum bisa dipastikan jenis virusnya, namun diduga masih terkait dengan flu babi atau H1N1.

Badan pencegahan penyakit Korea Selatan, Korea Center for Disaster Control and Prevention (KCDC) saat ini tengah memeriksa spesimen yang diambil dari pasien untuk diperiksa secara genetis. Diperkirakan jenis virus tersebut baru bisa diketahui 8 pekan ke depan.

"Virus yang kami dapat dari spesimen tersebut lebih dari virus flu biasa. Kami butuh waktu lebih lama untuk melihat penyebab gangguan pada paru-parunya," ungkap Yang Byoung-goog, juru bicara KCDC seperti dikutip dari Recombinomics, Senin (30/5/2011).

Belum ada penjelasan lebih rinci, namun komentar Byoung-goog menyiratkan adanya keterlibatan sejenis virus flu yakni H1N1. Terlebih secara demografi, Byoung-goog menilai kedelapan pasien memenuhi kriteria untuk dicurigai sebagai pasien H1N1.

Seperti dikutip dari Xinhua, 7 dari 8 pasien yang terjangkit virus misterius tersebut merupakan ibu hamil dan rata-rata sudah hampir melahirkan. Sisanya adalah seorang pria berusia sekitar 40 tahun yang tengah dirawat intensif di ibukota negara, Seoul.

Kedua korban tewas merupakan ibu hamil, salah satunya perempuan berusia 36 tahun dengan usia kandungan mencapai 9 bulan. Ia tewas hanya berselang 15 hari dari kematian korban pertama yang juga hamil, namun dokter berhasil menyelamatkan bayi yang dikandung oleh keduanya.

Para korban tewas umumnya mengalami gejala awal mirip flu, namun berlanjut dengan pulmonary fibrosis yakni sejenis perlukaan pada jaringan paru-paru. Perlukaan yang disertai penebalan jaringan tersebut memicu kegagalan multiorgan yang mematikan.

Sementara itu, 5 dari 6 korban yang masih hidup kini tengah menanti saat-saat kelahiran bayinya sambil terus menjalani perawatan intensif. Dua pasien sudah boleh pulang setelah mendapatkan donor untuk transplantasi atau cangkok jaringan paru-paru.
up/ir)

Redaksi: redaksi[at]detikhealth.com
Informasi pemasangan iklan
Ines - 7941177 ext.523
Elin - 7941177 ext.520
email : iklan@detikhealth.com

Cara Mengatasi Perut Sensitif


(Foto: thinkstok)Jakarta, Beberapa orang kadang memiliki perut yang sensitif sehingga tidak semua yang masuk ke dalam perut bisa cocok. Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Terkadang perut memberikan sinyal negatif dalam mengekspresikan kepekaan atau sensitifnya terhadap sesuatu yang masuk ke dalam tubuh. Sensitivitas perut ini bisa menyebabkan seseorang merasa kembung atau bisa juga jadi diare.

Meski begitu ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasinya, seperti dikutip dari Lifemojo, Senin (30/5/2011) yaitu:

1. Kenali pemicunya
Lebih baik ketahui jenis makanan yang bisa memicu sensitivitas perut tersebut. Cobalah membuat catatan tentang bagaimana tubuh mentolerir suatu makanan. Beberapa makanan diketahui bisa menjadi pemicu seperti produk susu, makanan yang terlalu dingin dan rempah-rempah.

Selain itu biji-bijian atau sayuran mentah juga bisa menyebabkan iritasi pada lapisan tersebut yang disebabkan oleh serat, serta sayuran seperti kol, brokoli kembang kol dan bawang bisa menimbulkan gas di perut yang dapat memicu sensitivitas perut.

2. Selalu sediakan obat saat bepergian
Jika ingin bepergian jauh dan mengharuskan untuk makan di luar, maka sediakan selalu obat-obatan untuk mengatasi perut sensitif tersebut sehingga dapat menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

3. Cukupi waktu tidur dan kurangi stres
Kedua kondisi ini adalah situasi yang bisa memicu perut sensitif. Untuk itu usahakan tidur minimal 7 jam sehari serta pelajari teknik-teknik menekan stres seperti meditasi, yoga atau mendengarkan musik tertentu.

4. Makan secara perlahan-lahan
Makan secara perlahan dan mengunyah makanan dengan baik sangat penting bagi orang dengan perut sensitif. Hal ini memungkinkan air liur bercampur secara menyeluruh dengan makanan, sehingga membantu proses pencernaan dan memecah makanan menjadi lebih kecil sebelum masuk ke perut.

5. Menjaga tubuh tetap terhidrasi
Pastikan tubuh mengonsumsi 2-3 liter air untuk mengurangi kadar keasaman di perut, karena salah satu penyebab seseorang sering mengalami gangguan pencernaan adalah akibat kekurangan cairan.
ver/ir)

Redaksi: redaksi[at]detikhealth.com
Informasi pemasangan iklan
Ines - 7941177 ext.523
Elin - 7941177 ext.520
email : iklan@detikhealth.com

Sunday, May 29, 2011

Air Kolam Renang Bisa Merusak Gigi


(Foto: thinkstock)Jakarta, Berenang di kolam renang yang mengandung klorin tidak hanya meningkatkan risiko anak terkena asma dan alergi. Baru-baru ini, peneliti menemukan air kolam renang yang mengandung klorin juga bisa menyebabkan kerusakan gigi.

Penggunaan desinfektan seperti klorin bisa berfungsi untuk mematikan berbagai bakteri patogen yang ada di dalam air. Tetapi jika senyawa tersebut bercampur dengan bahan organik lain seperti urine dan keringat, maka klorin bisa melepaskan produk campuran yang dapat mengiritasi mata, kulit dan saluran udara atas.

Temuan terbaru yang diteliti oleh Dr Leila Jahangiri dari New York University College of Dentistry's Department of Prosthodontics, menemukan bahwa tingkat klorin dan batas pH yang tinggi bisa mempengaruhi terjadinya pengikisan yang cepat dan permanen dan enamel (lapisan luar) gigi seseorang.

Kasus yang ditemukan Dr Leila ini terjadi pada pria usia 52 tahun yang mengalami masalah gigi sangat sensitif, gigi menguning dan berwarna makin gelap karena kehilangan enamel yang cepat selama 5 bulan. Kehilangan enamel gigi memang bisa dipicu oleh penyakit medis seperti bulimia atau refluks asam, namun pada pria baya tersebut pemicunya adalah kegiatan renang setiap hari yang dilakukannya selama 90 menit.

Selain masalah gigi yang sangat sensitif karena enamel giginya terkikis, pria itu juga mengalami masalah gangguan kulit. Setelah melakukan pemeriksaan terus menenerus akhirnya diketahui tingkat keasaman kolam renang menjadi pemicu kerusakan gigi pria tersebut.

Penemuan kasus ini, menurut Dr Leila bukan berarti orang tidak boleh berenang tetapi harus menjadi perhatian khusus pengelola atau pemilik kolam renang untuk memantau rutin penggunaan klorin dalam batas yang aman dan tingkat pH air kolam yang seimbang.

"Saya tidak ingin memberikan peringatan untuk berenang, tapi perlu ada kesadaran dan pencegahan dari pengelola kolam renang agar masyarakat tidak panik," kata Dr Leila seperti dilansir dari healthzone.ca, Minggu (29/5/2011).

Menurut Dr Leila, kolam renang harus memiliki kadar pH netral antara 7,2 sampai 7,8. Sedangkan pemakaian klorin yang harus digunakan agar tidak menjadi polutan menurut American Chemistry Council antara 2,0 sampai 4,0 ppm (parts per million) dan tidak perlu di bawah 1,0 ppm.

"pH seimbang dalam kolam renang sangat mudah hilang, dan memang pemeliharaan kolam renang itu tidak semudah yang orang pikirkan, tetapi tetap pemeliharaan menjadi unsur yang sangat penting untuk menjaganya," kata Dr Leila.

Ia mengingatkan agar orangtua waspada jika anak-anaknya mengeluhkan kulit panas, kulit sakit, mata perih atau giginya terasa sangat bersih setelah berenang. Dua dari keluhan yang dialami sudah menunjukkan klorin dan pH dalam kolam renang itu terlalu tinggi.

Jika iritasi mata bisa dikurangi dengan memakai kaca mata renang, maka keluhan gigi sensitif dan warna rusak akibat air kolam renang harus dilakukan oleh dokter gigi dengan melakukan veneers (melapisi) gigi dengan porselen.

Hal penting yang harus diperhatikan dalam menjaga kolam renang adalah mempertahankan nilai pH dengan benar, melakukan pembersihan atau filter secara rutin, memastikan sirkulasi air tetap berajaln serta menjaga nilai ambang batas dari klorin dan bahan organik lain.

Sedangkan cara mencegah tertular penyakit dari kolam renang bisa dilakukan:

Membilas diri dengan air dan sabun antiseptik sebelum dan sesudah berenang Jangan berenang jika mengalami diare atau infeksi saluran pencernaan beberapa hari sebelumnya Menggunakan baju renang yang ketat menempel di tubuh jangan yang longgar Usahakan untuk selalu buang air kecil di toilet Biasakan cuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun.  

 
ir/ir)

Redaksi: redaksi[at]detikhealth.com
Informasi pemasangan iklan
Ines - 7941177 ext.523
Elin - 7941177 ext.520
email : iklan@detikhealth.com

Bayi Bibir Sumbing Bukan Karena Ibu Hamil Pakai Steroid


(Foto: sheknows)Jakarta, Salah satu penyebab bayi bibir sumbing selama ini diduga karena penggunaan obat-obatan yang mengandung steroid oleh ibu hamil. Namun penelitian terbaru menemukan bahwa pemakaian steroid tidak bertanggung jawab terhadap lahirnya bayi bibir sumbing.

Penelitian sebelumnya, mengujicobakan pemakaian kortikosteroid pada binatang. Hasilnya hewan hamil yang menggunakan steroid membuat bayi-bayi hewan tersebut lahir dengan bibir dan mulut cacat. Namun risiko tersebut tidak berlaku pada manusia.

Penelitian yang dilakukan Dr. Anders Hviid dan Dr. Ditte Molgaard-Nielsen dari Statens Serum Institut Kopenhagen, Denmark telah menemukan bahwa steroid yang digunakan ibu hamil dengan sangat jelas tidak berhubungan dengan penyebab bibir sumbing.

Kandungan steroid terdapat pada obat-obatan seperti asma, eksim, alergi, penyakit autoimun dan Multiple Sclerosis.

Untuk riset tersebut, penelitian dilakukan selama 12 tahun pada periode 1996-2008 terhadap 832.636 kelahiran bayi hidup di Denmark. Hasilnya, tidak ada beda antara ibu hamil yang menggunakan steroid dan yang tidak menggunakan steroid pada triwulan pertama kehamilan terhadap kelahiran bayi sumbing.

Memang dalam kasus kelahiran 832.636 kelahiran bayi hidup tersebut terdapat 1.232 bayi lahir sumbing, namun itu bukan penyebab karena ibu hamil yang memakai steroid. Dari keseluruhan ibu hamil itu, pemakaian steroid hanya 6 persen karena ibu hamil mengalami sakit pernapasan yang menggunakan obat semprot steroid pada triwulan pertama kehamilan.

"Memang tidak ada obat yang aman 100 persen yang digunakan selama kehamilan, tetapi kejadian bibir sumbing terbukti tidak terkait dengan steroid," kata Dr Hviid seperti dilansir dari medindia, Minggu (29/5/2011).

Hal sama diungkapkan Dr. Ditte Molgaard-Nielsen yang mengatakan ibu hamil yang menggunakan steroid selama triwulan I tidak ditemukan kasus yang lebih banyak dibandingkan pada wanita hamil yang tidak menggunakan steroid. Namun ia mengingatkan ada beberapa kortikosteroid untuk kasus dermatologi yang dikaitkan dengan peningkatan risiko bibir sumbing pada bayi.

Namun kedua ilmuwan tersebut menyarankan agar ibu hamil yang mengalami masalah kesehatan hendaknya berbicara dengan dokter untuk penggunaan steroid agar diberikan dosis rendah saja untuk menyembuhkan penyakitnya.

Meski tidak terkait langsung dengan penyebab bibir sumbing, penggunaan steroid pada ibu hamil sebaiknya dihindari karena memang sulit untuk mengatakan aman terhadap pemakaian obat-obatan selama masa kehamilan.

Bibir sumbing adalah cacar lahir yang dialami ribuan bayi di dunia setiap tahunnya. Hingga kini penyebab bayi bibir sumbing masih belum jelas. Dugaan terbesarnya masih karena faktor genetik atau pembelahan sel yang tidak sempurna.

Bibir sumbing sudah terjadi pada janin usia 5-9 minggu yakni ketika mulai terjadi proses pembentukan mulut dan langit-langit mulut. Saat itulah diduga terjadi pembelahan sel tidak sempurna yang bisa akibat janin kekurangan zat besi atau mengalami radiasi.

Operasi bibir sumbing adalah jalan terbaik untuk memperbaiki kelainan ini. Bayi dengan bibir sumbing harus mendapatkan perawatan gigi khusus untuk membentuk kembali rahang atasnya sebelum dilakukan operasi perbaikan bibir.

Dengan operasi bibir sumbing anak akan memiliki ucapan yang baik, memperbaiki penampilan wajah dan memudahkan fungsi rahang dan gigi untuk menggigit.

 

ir/ir)

Redaksi: redaksi[at]detikhealth.com
Informasi pemasangan iklan
Ines - 7941177 ext.523
Elin - 7941177 ext.520
email : iklan@detikhealth.com

Obat Baru untuk Melupakan Kenangan Pahit


(Foto: thinkstock)Jakarta, Kabar gembira bagi yang memiliki masa lalu yang kelam, para ilmuwan baru-baru ini menemukan obat untuk melupakan semua itu. Kenangan pahit akan hilang dari ingatan dan efeknya mampu bertahan beberapa hari sejak pemberian obat dihentikan.

Obat yang dinamakan Metyrapone ini bekerja dengan menghambat produksi hormon kortisol. Selain memicu stres, hormon kortisol juga memegang peran penting dalam membangkitkan kembali kenangan-kenangan negatif yang tersimpan di dalam memori otak.

"Hasil penelitian menunjukkan jika hormon stres berkurang maka otak lebih sulit mengingat kengangan-kenangan negatif di masa lalu," ungkap Dr Sonia Lupien, peneliti dari University of Montreal seperti dikutip dari ScienceDaily, Minggu (29/5/2011).

Dr Lupien menyimpulkan hal itu setelah melakukan eksperimen pada 33 pria dewasa yang diminta untuk membaca atau mempelajari beberapa cerita. Ada 2 jenis cerita yang diberikan, yakni cerita dengan nuansa netral serta nuansa negatif dalam arti menyedihkan.

Setelah mempelajari cerita tersebut, para partisipan dibagi menjadi 3 kelompok. Kelompok pertama mendapat Metyrapone dosis tunggal, kelompok kedua mendapat obat yang sama dengan dosis ganda dan yang terakhir hanya diberi plasebo atau obat kosong.

Setelah minum obat secara rutin selama 3 hari, para partisipan diminta menuturkan kembali cerita sedih yang dibacanya. Partisipan yang minum Metyrapone dengan dosis ganda paling susah menceritakan kembali sedangkan yang minum plasebo paling bagus ingatannya.

Dalam eksperimen berikutnya, Dr Lupien menghentikan pemberian obat pada seluruh partisipan. Saat diamati kembali 4 hari kemudian, efeknya masih sama yakni partisipan yang mendapat Metyrapone tetap sulit mengingat cerita sedih meski sudah tidak minum obat.

Dr Lupien berharap suatu saat nanti hasil penelitiannya bisa bermanfaat untuk mengatasi berbagai masalah kejiwaan yang berhubungan dengan stres. Salah satunya pada orang-orang yang mengalami gangguan stres paska trauma.
up/ir)

Redaksi: redaksi[at]detikhealth.com
Informasi pemasangan iklan
Ines - 7941177 ext.523
Elin - 7941177 ext.520
email : iklan@detikhealth.com

Saturday, May 28, 2011

More Sleep May Cut Kids' Risk of Obesity

HealthDay

FRIDAY, May 27 (Health News) -- Youngsters who do not get enough sleep on a regular basis are more likely to be overweight, a new study has found.

Conversely, when children got more shut-eye, they had a reduction in body mass index (BMI) and a significant drop in their risk of being overweight, the researchers found. The investigators also found lower BMIs resulted from differences in fat mass (not any effect on fat-free mass, such as muscle), indicating that poor sleep has negative effects on body composition.

In conducting the study, Rachael Taylor, a research associate professor in the department of human nutrition at the University of Otago in Dunedin, New Zealand, and colleagues followed 244 children from the age of 3 years to 7 years.

Every six months the children's weight, height, BMI and body composition were measured, and their sleep and dietary habits were recorded. The children also wore accelerometers (devices that monitor body movement) to assess their level of physical activity. Additional factors known to be associated with BMI in kids were also taken into account, such as the children's birth weight and their mother's level of education and income.

The study, published online May 26 in BMJ, revealed that the children got an average 11 hours of sleep per day. Those who consistently slept less, however, had an increased risk of having a higher BMI by the time they turned 7 years old. On the other hand, among 3- to 5-year-olds, each extra hour of sleep per night was linked to a reduction in BMI of 0.49 and a 61 percent drop in the risk of being overweight or obese by the age of 7.

Taylor and colleagues concluded that sleep plays a critical role in children's body composition. Prolonged lack of sleep, they found, may cause children to eat more and exercise less. Based on these findings, the study's authors suggested that good sleep habits should be encouraged in children as a matter of public health.

However, more research is needed to determine whether more sleep or better sleeping patterns contribute to healthier children, they noted in a journal news release.

More information

The U.S. Centers for Disease Control and Prevention provides more information on childhood obesity.

Apa Jadinya Bila Mengunyah Makanan Terlalu Cepat?


(Foto: thinkstock)Jakarta, Tidak sedikit orang yang makan dengan hanya mengunyah makanan beberapa kali dan kemudian buru-buru menelannya. Cara ini mungkin bisa menghemat waktu makan tetapi tidak untuk tubuh Anda. Apa yang terjadi bila mengunyah makanan terlalu cepat?

Bila Anda dikejar waktu, makan bergegas atau terlalu cepat sesekali tentu tidak akan menimbulkan banyak masalah selain sakit perut. Namun jika makan cepat sudah menjadi kebiasaan Anda, maka ada beberapa masalah kesehatan yang mengintai.

Berikut beberapa masalah kesehatan yang terjadi bila orang terbiasa makan terlalu cepat, seperti dilansir MedlinePlus, Sabtu (28/5/20110:

1. Sakit perut (indigestion and upset stomach)
Bila Anda makan terlalu cepat akan meningkatkan risiko gangguan pencernaan seperti sakit perut atau upset perut. Upset perut dan pencernaan biasanya memiliki banyak gejala misalnya sensasi terbakar dengan perasaan berat di perut (rasanya seperti makan batu), rasa pahit di mulut dan sakit di bagian perut.

Bila gangguan pencernaan ini sudah sangat parah, kadang-kadang sering dikira serangan jantung. Ketidaknyamanan tersebut biasanya mereda ketika tubuh memiliki kesempatan untuk memecah makanan yang terlalu cepat ditelah tersebut.

2. Berat badan naik dan oberitas
Otak dan perut bekerja sama untuk mengendalikan nafsu makan dan proses tersebut tidak terjadi secara instan. Dibutuhkan waktu sekitar 20 menit bagi perut untuk berkomunikasi dengan otak dan memberi tahu bahwa Anda sudah merasa kenyang.

Jika Anda makan terlalu cepat, kalori akan menumpuk sebelum tubuh memiliki kesempatan memberitahu otak bahwa Anda sudah merasa kenyang. Karena mengandalkan ketidaknyamanan di perut (kepuasan emosional) dan bukan dari sinyal otak, maka orang yang makan terlalu cepat akan mengonsumsi terlalu banyak kalori yang membuatnya berisiko menjadi gemuk dan obesitas (kegemukan).

3. Tidak peka dengan sinyak lapar dan kenyang
Menurut Peace Health Medical Group of Washington, Alaska and Oregon, orang yang makan terlalu cepat tidak akan peka dengan sinyal rasa lapar dan kenyang. Dan bila kebiasaan makan terlalu cepat tidak diubah, maka Anda bisa kehilangan sinyal rasa lapar dan kenyang sama sekali. Bila hal ini terjadi, maka Anda dapat makan kapanpun sesuai dengan emosi bukan lagi sinyal dari tubuh dan otak.




mer/ir)

Redaksi: redaksi[at]detikhealth.com
Informasi pemasangan iklan
Ines - 7941177 ext.523
Elin - 7941177 ext.520
email : iklan@detikhealth.com

Makanan Manis Itu Bikin Cepat Haus


(Foto: thinkstock)Jakarta, Mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung banyak gula alias manis sering membuat orang harus menenggak banyak air karena kehausan. Mengapa makanan dan minuman manis bikin orang cepat haus?

Haus adalah bagian penting dari fisiologi manusia. Rasa haus dikendalikan oleh beberapa sinyal yang berbeda dan mengonsumsi makanan yang sangat manis adalah salah satu hal yang membuat orang cepat haus.

Orang yang mengonsumsi makanan yang mengandung banyak gula atau jenis karbohidrat sederhana, maka kadar gula darah akan cepat meningkat. Peningkatan jumlah glukosa dalam darah ini akhirnya akan meningkatkan osmolaritas dalam darah.

Osmolaritas adalah istilah kimia yang menggambarkan berapa banyak molekul yang dilarutkan dalam cairan. Jika makin banyak zat-zat yang dilarutkan dalam cairan, maka semakin tinggi osmolaritas tersebut.

Nah, peningkatan osmolaritas darah inilah yang akhirnya memicu dahaga ketika tubuh mencoba untuk mencairkan gula tambahan, seperti dilansir Livestrong, Sabtu (26/5/2011).

Otak adalah organ yang bertanggung jawab untuk memberitahu tubuh bahwa Anda merasa haus. Ada sel-sel khusus di bagian otak yang mendeteksi osmolaritas darah. Seiring dengan peningkatan osmolaritas, sel-sel ini mengirimkan sinyal ke bagian lain dari otak untuk memicu respons haus.

Peningkatan osmolaritas bukan satu-satunya hal yang memicu kehausan, penurunan tekanan darah juga dapat membuat orang merasa haus karena tubuh mencoba untuk meningkatkan volume darah.

Tapi meskipun haus adalah bagian normal dari fisiologi manusia, haus yang berlebihan bisa menjadi tanda dari masalah yang lebih besar. Sebagai contoh, kadar glukosa darah sangat tinggi dapat menyebabkan rasa haus berat dan kronis. Ini mungkin tanda diabetes yang dapat diperburuk oleh mengonsumsi gula.

Diabetes juga menyebabkan orang mengeluarkan urine lebih banyak karena kadar gula yang tinggi menyebabkan gula muncul dalam urine. Produksi urine yang berlebihan juga dapat menyebabkan rasa haus berat.
mer/ir)

Redaksi: redaksi[at]detikhealth.com
Informasi pemasangan iklan
Ines - 7941177 ext.523
Elin - 7941177 ext.520
email : iklan@detikhealth.com

Serious snorer? Home remedies really can help

Snoring can be a serious health issue, disrupting normal sleeping patterns and disturbing partners as they try to sleep through the noise. Snoring affects more than 90 million adults and their partners. One British survey found that if your spouse snores, by your 50th wedding anniversary you'll have lost about 4 years' worth of sleep.


Besides just feeling tired all the time, people who don't get enough sleep can develop memory and mood problems; they're even at a greater risk of car accidents. Moderate snorers include people who snore every night, but perhaps only when on their backs or only for part of the night. Heavy snorers should see a doctor to make sure they don't have a serious sleeping disorder called sleep apnea.
For light or moderate snorers, here are home remedies that can help youâ€"and your partnerâ€"sleep better.














Lose Weight With the Biggest Loser



100 Ways to Look Younger



7 Winter Cold & Flu Myths



Fight Diabetes With Food



Tennis ball

If you snore mostly when on your back, put a tennis ball in a shirt pocket cut from an old T-shirt and sew it to the mid-back of your tight pajama top. The discomfort forces you to roll over and sleep on your side, without waking you up.
Tired all the time? Take this quiz to help determine if you might have a serious health problem.
Extra pillows

Try propping your head up with an extra pillow to stop snoring. This opens your airway more, which prevents the back of the throat from collapsing and causing snoring. You can also raise the head of your bed by putting a couple of bricks under the legs of your bed, for example.

Friday, May 27, 2011

Baru 11 Daerah yang Punya Perda Tentang Rokok


(Foto: thinkstock)Jakarta, Beberapa daerah memang telah menetapkan regulasi mengenai kawasan tanpa rokok. Namun hingga saat ini baru diketahui hanya 11 kabupaten/kota yang memiliki perda tentang Kawasan Tanpa Rokok.

Pemerintah telah menetapkan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) untuk melindungi seluruh masyarakat dari bahaya asap rokok melalui Undang-undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009, yaitu pemerintah daerah wajib menetapkan dan menerapkan Kawasan Tanpa Rokok di wilayahnya.

"Saat ini ada 8 provinsi yang telah memiliki kebijakan KTR dan 11 kabupaten/kota yang telah memiliki peraturan daerah," ujar dr H Azimal, MKes selaku Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes dalam acara temu media menyambut Hari Tanpa Tambakau Sedunia dengan tema: Melalui Regulasi terbaik, Kita Lindungi Generasi Muda dari Bahaya Merokok di gedung Kemenkes, Jumat (27/5/2011).

Delapan provinsi dan 11 kabupaten/kota tersebut adalah Palembang, DKI Jakarta, Bogor, Tangerang, Bandung, Surabaya, Pontianak, Sragen, Padang Panjang, Payakumbuh dan Cirebon.

"Jumlah ini tentu saja masih sedikit sekali dibanding dengan jumlah keseluruhan kabupaten/kota yang ada di Indonesia. Hal ini karena untuk buat regulasi di daerah ada yang cepat larinya kaya Payakumbuh, tapi ada juga yang lambat," ungkapnya.

Sementara itu beberapa daerah lainnya ada yang masih sebatas peraturan gubernur, peraturan bupati atau peraturan walikota saja, serta ada juga yang masih dalam rancangan peraturan daerah.

dr Azimal menuturkan pada 28 Mei 2011 akan disampaikan sosialisasi tentang rokok dan penyakit tidak menular secara menyeluruh kepada semua walikota yang ada di Indonesia, acara tersebut akan dilaksanakan di Banda Aceh.

"KTR (Kawasan Tanpa Rokok) merupakan tanggung jawab seluruh komponen bangsa baik individu, masyarakat, parlemen maupun pemerintah untuk melindungi generasi sekarang dan masa datang," imbuhnya.

Penetapan Kawasan Tanpa Rokok ini untuk mengurangi paparan terhadap asap rokok yang bisa merugikan para perokok pasif, karena seperti diketahui bahwa asap rokok mengandung 4.000 jenis bahan kimia beracun dan 43 senyawa karsinogenik (penyebab kanker).
ver/ir)

Redaksi: redaksi[at]detikhealth.com
Informasi pemasangan iklan
Ines - 7941177 ext.523
Elin - 7941177 ext.520
email : iklan@detikhealth.com

Kenapa Asap Rokok Lebih Bahaya dari Asap Kendaraan?


(Foto: thinkstock)Jakarta, Kadang masyarakat bertanya kenapa asap rokok lebih diperhatikan dibanding dengan asap yang keluar dari kendaraan. Hal ini karena asap rokok lebih berbahaya dibandingkan asap kendaraan. Kenapa begitu?

"Tentu semua memang berbahaya, tapi polutan dari asap kendaraan lebih sedikit kandungan yang berbahayanya, kalau tidak salah tidak sampai 10 seperti karbon monoksida, sulfur dan nitrogen," ujar dr H Azimal, MKes selaku Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes dalam acara temu media menyambut Hari Tanpa Tambakau Sedunia dengan tema: Melalui Regulasi terbaik, Kita Lindungi Generasi Muda dari Bahaya Merokok di gedung Kemenkes, Jumat (27/5/2011).

Sedangkan berbagai studi menjelaskan bahwa di dalam asap rokok mengandung lebih dari 4.000 bahan kimia racun (toksik) dan 43 senyawa penyebab kanker (karsinogenik). Hal ini yang menjelaskan mengapa asap rokok lebih berbahaya dibanding asap kendaraan.

Selain itu bukti-bukti ilmiah juga telah menunjukkan hubungan antara rokok dengan terjadinya berbagai penyakit seperti kanker, penyakit jantung, penyakit sistem saluran pernapasan, penyakit gangguan reproduksi dan juga kehamilan.

"Asap rokok itu kalau ditiupkan ke meja agak susah hilangnya karena dia lengket, jadi bagaimana jadinya jika asap itu masuk ke dalam paru-paru yang makin lama bisa makin banyak jumlahnya," ungkapnya.

dr Azimal menuturkan lebih dari 43 juta anak Indonesia hidup serumah dengan perokok dan terpapar asap rokok atau sebagai perokok pasif. Jika anak-anak ini sering terpapar asap rokok maka ia bisa mengalami pertumbuhan paru yang lambat, lebih mudah terkena bronchitis, infeksi saluran pernapasan, telinga dan asma.

"Misalnya dalam satu rumah bapaknya merokok dan ada bayi, maka bayi tersebut bisa saja mengalami gangguan pertumbuhan," ujar dr Azimal.

Diperkirakan bau asap rokok yang susah hilang ini karena asap rokok terbuat dari rantai molekul yang panjang, sehingga butuh waktu yang lama atau sulit untuk dihilangkan terutama pada kain. Selain itu asap rokok yang dihasilkan umumnya mengandung banyak zat atau residu.

Banyaknya dampak negatif yang bisa ditimbulkan dari asap rokok bagi kesehatan seseorang itulah yang membuat asap rokok lebih mendapatkan perhatian, meski begitu bukan berarti asap kendaraan tidak berbahaya karena di dalamnya tetap mengandung senyawa yang beracun bagi tubuh.
ver/ir)

Redaksi: redaksi[at]detikhealth.com
Informasi pemasangan iklan
Ines - 7941177 ext.523
Elin - 7941177 ext.520
email : iklan@detikhealth.com

Teh Daun Jati Punya Khasiat Turunkan Berat Badan


(Foto: diolah)Jakarta, Selama ini, kegunaan daun pohon jati sudah dikenal sebagai pembungkus makanan tradisional seperti Nasi Jamblang khas Cirebon dan Gudeg khas Yogyakarta. Tak hanya sekedar jadi pembungkus, daun jati ternyata juga memiliki khasiat besar bagi orang yang ingin menurunkan berat badan.

Jati merupakan nama umum untuk tanaman tropis Tectona grandis yang banyak tumbuh di Asia Tenggara dan Selatan seperti Indonesia, Malaysia, India dan Myanmar.

Manfaat dari kayu jati sudah tidak diragukan lagi sebagai bahan baku perabot rumah seperti mebel, daun pintu dan jendela, serta perabot rumah lainnya.

Meski tak setenar kayunya, ternyata daun pohon jati juga memiliki manfaat besar untuk menurunkan berat badan secara alami bila diseduh sebagai teh herbal.

Berawal dari tradisi China, teh daun jati telah menjadi pelangsing alami yang aman untuk kesehatan. Menurut beberapa penelitian, teh daun jati bahkan bisa membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan kanker, seperti dilansir findteaonline, Jumat (27/5/2011).

Teh daun jati memiliki kemampuan utama untuk meningkatkan metabolisme lemak dalam tubuh. Hal ini menjadikannya sebagai pelangsing alami yang bisa membantu menurunkan berat badan, melancarkan sistem pencernaan dan buang air besar (BAB), mencegah obesitas (kegemukan), mengurangi selulit dan menurunkan kolesterol jahat.

Minum secangkir teh daun jati juga membantu menyegarkan tubuh dan membuat kulit tambah lebih segar.

Tak hanya menurunkan berat badan, sebagai minuman sehat teh daun jati juga mengandung antioksidan yang bisa membantu mencegah diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan penyakit lainnya.

Untuk mendapatkan manfaat yang sempurna, meski sudah minum secangkir teh daun jati secara teratur, sebaiknya tetap diimbangi dengan latihan yang tepat dan pola makan yang sehat.

Sayangnya hingga kini belum ada penelitian klinis dari manfaat daun jati. Khasiat daun jati yang bisa menurunkan berat badan hanya didapat dari tradisi turun temurun.

Beberapa orang yang melakukan tradisi minum daun jati mengaku menjadi lancar buang air besarnya (BAB) dan menurunkan nafsu makan.



mer/ir)

Redaksi: redaksi[at]detikhealth.com
Informasi pemasangan iklan
Ines - 7941177 ext.523
Elin - 7941177 ext.520
email : iklan@detikhealth.com

Pria Buta Gunakan Suara Gema untuk Naik Sepeda


Daniel Kish (Foto: detroitstreetpress)California, Meski tak bisa melihat, bukan berarti tidak bisa beraktivitas layaknya orang normal. Pria tunanetra yang tak bisa melihat bisa mengendarai sepeda gunung dengan bantuan suara gema untuk melihat layaknya kelelawar.

Daniel Kish masih berusia 13 bulan saat ia kehilangan matanya karena kanker retinoblastoma (kanker yang menyerang retina), tetapi hal tersebut tidak menghalangi dirinya untuk bisa mengenali lingkungan, berjalan-jalan bahkan mengendarai sepeda gunung layaknya pria normal.

Dengan membuat suara klik dengan lidahnya kemudian mendengarkan echo (gema suara), Kish tahu di mana ia berada dan apa yang ada di sekitarnya. Kemampuan yang dimiliki Kish bahkan membuat orangtuanya kebingungan.

Pada awalnya Kish merasa sendiri dan langsung mulai menggunakan suara untuk membantu navigasinya. Perilaku ini sebenarnya umum pada anak tunanetra tetapi hal ini sering tak didalami karena adanya stigma antisosial.

"Saya tidak tahu apakah (echo) benar-benar menunjukkan jalan yang benar. Echo hanya memberitahu saya untuk menemukan jalan saya," jelas Daniel Kish (45 tahun), seperti dilansir ABC News, Jumat (27/5/2011).

Kish menyebut tekniknya dengan Flash Sonar yang juga dikenal dengan ekolokasi manusia. Prinsipnya persis sama seperti yang digunakan beberapa hewan misalnya kelelawar.

Gelombang suara merambat dalam refleksi atau pantulan tiga dimensi. Karakteristik dari gelombang kembali membawa informasi tentang obyek yang baru saja berinteraksi dengannya. Kish telah melatih diri untuk mendengarkan perbedaan halus dari berbagai echo dan dapat membedakan antara mobil, SUV atau truk, pagar, pagar rantai atau dinding.

Kish mengatakan otaknya belajar untuk menginterpretasikan informasi yang terkandung dalam echo (gema) dan menggunakannya untuk membangun citra benda yang ada dihadapannya.

Sebagai presiden World Access for the Blind, organisasi non-profit yang membantu orang tunanetra belajar untuk menjalankan kehidupan dengan lebih besas yang berbasis di Long Beach, California, Kish juga mengajarkan orang tunanetra bagaimana cara untuk melakukan ekolokasi.

Dan untuk lebih memahami teknik kerjanya, ia bekerja sama dengan pada ilmuwan Kanada untuk studi pencitraan otak.

"Kish sangat ingin mengetahui dan mengeksplorasi kemungkinan yang ada menarik yang terjadi di dalam otak saat ia melakukan ekolokasi," jelas Mel Goodale, Direktur Pusat Otak dan Pikiran di University of Western Ontario di London, Kanada.

Menggunakan Magnetic Resonance Imaging (MRI), Goodale dan rekannya mempelajari pola aktivitas di otak Kish ketika ia mendengarkan klik lidah dan echo (gema).

Menurut peneliti, alih-alih mengaktifkan korteks pendengaran yang merupakan daerah yang bertanggung jawab untuk menafsirkan suara, klik lidah dan gema justru muncul untuk mengaktifkan korteks visual Kish.

"Ini benar-benar sangat menakjubkan. Ini terlihat seperti itu mengambil sebagian besar dari korteks visual primer di otak," ujar Goodale.

Kish mengatakan ia berharap penelitian ini menambahkan kredibilitas untuk pendekatan, yang dapat menarik sumber yang dibutuhkan untuk memberikan lebih banyak lagi bagi penyandang tunanetra.

"Orang tunanetra harus menyadari bahwa ini merupakan kesempatan yang dapat dilakukan cukup dengan sedikit ekolokasi. Saya pikir sangat penting untuk mendapatkan dan menerapkan di luar sana. Mungkin tidak untuk semua orang, tetapi patut dicoba," kata Goodale.

Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam PLoS One pada hari Rabu lalu.


mer/ir)

Redaksi: redaksi[at]detikhealth.com
Informasi pemasangan iklan
Ines - 7941177 ext.523
Elin - 7941177 ext.520
email : iklan@detikhealth.com

Sakit Tifus Tak Harus Makan Bubur


(Foto: thinkstock)Jakarta, Selama ini sakit tifus identik sekali dengan mengonsumsi bubur dan makanan yang lembek lainnya. Tapi ternyata orang yang terkena sakit tifus tak harus makan bubur dan bisa mengonsumsi makanan seperti biasa.

Umumnya orang dengan sakit tifus akan diberi bubur saring, lalu meningkat menjadi bubur kasar hingga akhirnya ia diberikan nasi sesuai dengan kondisi pasien. Tapi terkadang pasien yang sakit tidak menyukai bubur karena tidak sesuai dengan seleranya sehingga ia hanya akan makan sedikit, badannya lemas dan membuat masa penyembuhannya semakin lama.

"Orang dengan sakit tifus boleh makan seperti biasa atau nasi dan tidak harus makan yang lembek-lembek. Yang terpenting jangan terlalu banyak mengonsumsi sayuran berserat," ujar dr Dante Saksono H SpPD, PhD saat dihubungi http://hsa.blogspot.com, Jumat (27/5/2011).

dr Dante menjelaskan hal ini karena sayuran berserat sulit dicerna oleh usus, sedangkan pada saat orang terkena tifus maka ususnya sedang luka akibat infeksi sehingga pasien harus mengurangi makanan yang sulit dicerna.

"Misalnya saja ketika seseorang makan kangkung, kadang kangkung tersebut bisa terlihat di kotorannya. Hal ini karena kangkung tersebut sulit untuk dicerna," ungkap dr Dante.

Sedangkan untuk pengobatannya, pasien tifus akan diberikan antibiotik untuk mengobati infeksinya, serta disarankan untuk perbanyak istirahat dan mengonsumsi air putih yang cukup agar proses penyembuhannya cepat.

Tifus disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi yang berasal dari makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi bakteri tersebut dari kotoran orang yang sebelumnya terkena tifus. Karenanya penyakit ini bisa menular, untuk itu bagi orang yang terkena tifus kalau habis BAB (buang air besar) harus mencuci tangan hingga bersih.

Penyakit ini umumnya tidak mengenal usia atau status seseorang, siapapun bisa terkena penyakit tifus. dr Dante menuturkan umumnya setiap orang pasti pernah terkena tifus, tapi beberapa orang kalau strainnya berbeda bisa tidak menunjukkan gejala dan kadang seseorang sudah membangun antibodi secara alami di dalam tubuhnya.

dr Dante menyarankan untuk mencegah terkena penyakit tifus yang terpenting adalah menjaga kebersihan atau higienitas, membiasakan diri untuk selalu cuci tangan, memilih makanan dengan benar, membiasakan diri mengonsumsi makanan hangat (karena bisa membantu mematikan bakteri).

"Jika higienitas (kebersihan) seseorang bagus maka dia bisa menurunkan risiko infeksi," ujar dokter yang juga anggota Persatuan Dokter Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI).
ver/ir)

Redaksi: redaksi[at]detikhealth.com
Informasi pemasangan iklan
Ines - 7941177 ext.523
Elin - 7941177 ext.520
email : iklan@detikhealth.com

Manfaat Ikan Berkurang Jika Digoreng


foto: ThinkstockChicago, Banyak manfaat yang bisa didapat dengan makan ikan, namun cara memasaknya akan sangat berpengaruh. Manfaat ikan akan menjadi jauh lebih kecil ketika digoreng, dibandingkan jika dimasak dengan cara lain misalnya dipanggang atau dibakar.

Salah satu manfaat ikan adalah menjaga kesehatan jantung, karena mengandung asam lemak omega-3 yang baik untuk pembuluh darah. Berbagai penelitian selama ini telah membuktikan, konsumsi ikan bisa mengurangi risiko stroke dan serangan jantung.

Namun penelitian terbaru yang dilakukan Dr Donald Lloyd-Jones dari Northwestern University menunjukkan, manfaat itu dipengaruhi cara memasaknya. Manfaatnya paling tinggi jika dibakar atau dipanggang, karena bisa mengurangi risiko stroke hingga 30 persen.

Sementara jika dibakar, manfaatnya berkurang drastis dan bahkan pada beberapa orang justru bisa meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular. Jika minyak goreng yang digunakan tidak bagus, risiko stroke dan serangan jantung justru naik hingga 48 persen.

"Saat anda menggoreng ikan, Anda tak hanya mengurangi manfaatnya. Anda juga menambahkan sesuatu yang mungkin berbahaya," ungkap Dr Lloyd-Jones dalam laporannya di jurnal Circulation: Heart Failure seperti dikutip dari Times, jumat (27/5/2011).

Hasil penelitian ini sesuai dengan survei terbaru yang dilakukan otoritas kesehatan Amerika Serikat baru-baru ini. Survei tersebut dilakukan di wilayah-wilayah yang dikenal dengan Sabuk Stroke (Stroke Belt) yang terbentang dari Carolina, hingga Arkansas dan Lousiana.

Di wilayah yang kasus strokenya 20 persen lebih tinggi dari wilayah lain ini, konsumsi ikan masyarakatnya tercatat lebih rendah 17 persen. Ironisnya, warga di wilayah Sabuk Stroke yang makan ikan goreng lebih dari 2 kali/pekan justru teramati 32 persen lebih banyak.

up/ir)

Redaksi: redaksi[at]detikhealth.com
Informasi pemasangan iklan
Ines - 7941177 ext.523
Elin - 7941177 ext.520
email : iklan@detikhealth.com

Kerja Kantoran Efeknya Sama Seperti Banyak Makan


foto: ThinkstockNew York, Senam pagi tiap hari Jumat tampaknya perlu digalakkan lagi terutama bagi para pekerja kantoran. Kurangnya aktivitas di kantor memberi dampak yang sama seperti banyak makan, yakni kegemukan dan berbagai komplikasinya termasuk diabetes.

Menurut penelitian terbaru yang dimuat di jurnal PLoS ONE edisi bulan Mei, aktivitas fisik di kantor-kantor saat ini mengalami penurunan tajam. Akibatnya pembakaran kalori di dalam tubuh berkurang 120-140 kalori dalam 50 tahun terakhir.

Obesitas dan kelebihan berat badan (overweight) merupakan dampak langsung yang bisa dirasakan terkait kurangnya aktivitas fisik di kantor. Di Amerika Serikat, orang-orang yang masuk kategori gemuk jumlahnya mencapai 60 persen dari seluruh populasi.

Porsi makan yang lebih besar memang berpengaruh, namun kadang malah tidak menyebabkan gemuk jika diimbangi dengan olahraga. Parahnya selain kurang beraktivitas, para karyawan sering mengonsumsi junk food yang kurang berserat dan banyak mengandung kalori.

"Kegemukan adalah soal perbandingan antara asupan kalori dan pembakarannya. Kalori akan menumpuk jika kita tidak membakarnya," ungkap salah seorang peneliti, Dr Robert Graham dari Lenox Hill Hospital seperti dikutip dari HealthDay, Jumat (27/5/2011).

Penelitian tersebut mengungkap, saat ini hanya 1 dari 4 karyawan kantor yang aktivitas fisiknya bisa dikatakan seimbang. Panduan kesehatan merekomendasikan, seseorang harus berolahraga ringan minimal 150 menit/pekan atau olahraga berat 75 menit/pekan.

Berkurangnya aktivitas fisik dalam 50 tahun terakhir dipicu oleh perubahan minat memilih pekerjaan. Jika dahulu banyak yang suka bekerja di bidang pertanian, pertambangan, konstruksi dan manufaktur, kini peminatnya tinggal 20 persen karena banyak yang beralih ke jenis pekerjaan yang lebih banyak di kantor seperti bisnis dan pendidikan.

up/ir)

Redaksi: redaksi[at]detikhealth.com
Informasi pemasangan iklan
Ines - 7941177 ext.523
Elin - 7941177 ext.520
email : iklan@detikhealth.com

Nutrisi yang Pas Berdasarkan Umur Perempuan


(Foto: thinkstock)Jakarta, Nutrisi merupakan salah satu penunjang kehidupan dan mempengaruhi tingkat kesehatan seseorang. Untuk itu ketahui nutrisi penting yang diperlukan perempuan berdasar kelompok usianya.

Vitamin dan mineral tertentu menjadi sangat penting pada waktu kehidupan tertentu. Berikut ini nutrisi penting yang dibutuhkan perempuan berdasar kelompok usianya, seperti dikutip dari WebMD, Jumat (26/5/2011) yaitu:

Kelompok usia anak dan remaja



Pada usia ini penting mengonsumsi buah, sayuran, produk susu dan sumber protein. Sedangkan nutrisi khusus penting lainnya adalah: Kalsium, semua usia memang perlu kalsium tapi akan menjadi hal yang penting selama masa anak-anak dan remaja. Kondisi ini untuk membantu tulang tetap kuat dan tidak cepat keropos saat tua nanti. Zat besi, nutrisi ini sangat penting terutama ketika gadis mulai menstruasi untuk membantu produksi sel darah merah dan mencegah anemia. Mengurangi makanan berkalori tinggi, banyak anak-anak dan remaja sekarang yang konsumsi kalorinya berlebihan. Untuk itu hindari makanan berkalori tinggi dan perbanyak aktivitas fisik untuk menyeimbangkannya.
Kelompok usia dewasa



Beberapa nutrisi penting bagi perempuan selama dewasa terutama jika ia merencanakan untuk hamil atau sedang menyusui, yaitu: Asam folat, nutrisi ini penting untuk mencegah cacat tabung saraf yang bisa berakibat fatal pada janin yang dikandung. Vitamin B12, nutrisi ini memiliki peran hampir sama dengan asam folat yaitu penting bagi perkembangan sistem saraf dan fungsinya. Asam lemak omega 3, nutrisi ini berperan banyak dalam tubuh termasuk membantu otak dan sel-sel saraf tetap sehat. Pada ibu hamil bisa membantu mencegah kelahiran prematur, sedangkan untuk perempuan yang tidak berencana hamil bisa membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan kardiovaskular lainnya. Vitamin D, vitamin ini membantu menghasilkan sel-sel kulit ketika terkena sinar matahari serta membantu tubuh menyerap kalsium. Zat besi, selama seorang perempuan masih mengalami menstruasi maka ia membutuhkan zat besi yang cukup, sedangkan pada perempuan yang hamil memerlukan zat besi lebih banyak.
Kelompok usia lanjut (menopause)



Setelah menopuase maka tubuh mengalami perubahan lagi. Kebutuhan zat besi tak sebanyak saat ia masih menstruasi dan ada peningkatan nutrisi lain untuk membantu menyerap dan proses metabolisme. Berikut ini nutrisi penting yang patut dipertimbangkan: Kalsium dan vitamin D, meskipun terkadang tulang keropos tidak bisa dihindari seiring bertambah usia, tapi kondisi ini bisa diperlambat dengan mendapatkan asupan kalsium dan vitamin D yang cukup. Vitamin B12, vitamin ini berfungsi mencegah terjadinya penurunan fungsi otak seiring dengan usia yang bisa didapatkan dari makanan seperti ikan. Cairan, kebutuhan cairan perempuan meningkat seiring usia. Tapi umumnya saat tua kemampuan tubuh untuk mengenali sinyal haus berkurang sehingga ia cenderung mengonsumsi sedikit air.
Selain nutrisi, dibutuhkan pula aktivitas fisik yang teratur. Hal ini karena seiring bertambahnya usia perempuan ia akan mengalami kehilangan massa otot, dan aktivitas fisik bisa membantu menjaga otot.
ver/ir)

Redaksi: redaksi[at]detikhealth.com
Informasi pemasangan iklan
Ines - 7941177 ext.523
Elin - 7941177 ext.520
email : iklan@detikhealth.com

New Drug Extends Survival for Men With Advanced Prostate Cancer

HealthDay

THURSDAY, May 26 (Health News) -- For men with advanced hormone-resistant prostate cancer who have also failed chemotherapy, the new drug Zytiga (abiraterone acetate) along with the steroid prednisone appears to boost survival, researchers report.

Based on data from the ongoing clinical trial, Zytiga was approved by the U.S. Food and Drug Administration in April. It works by inhibiting the production of the male hormone testosterone, which promotes the growth of cancer cells. In this regard, the drug mimics hormone therapy.

Zytiga "prolonged overall survival in this patient population that had extremely limited therapeutic options after chemotherapy," lead researcher Dr. Fred Saad, chief of urology at Notre-Dame Hospital in Montreal, said during a Monday morning press conference.

Men taking the drug combination had an average survival of 14.8 months, compared with 10.9 months for men taking a placebo.

"Abiraterone represents a valuable treatment option for patients with metastatic, castration [hormone]-resistant prostate cancer who had been treated previously with chemotherapy, with very manageable treatment-related toxicity," Saad said.

The study was published in the May 26 issue of the New England Journal of Medicine. The findings had also been presented May 16 at the American Urological Association's annual meeting, in Washington D.C.

The study included 1,195 men with prostate cancer who did not respond to hormone therapy and had failed earlier chemotherapy. The researchers, from 147 hospitals across 13 countries, randomly assigned the men to take either Zytiga plus prednisone, or a placebo.

The drug combination was well tolerated and resulted in less fatigue, back pain and spinal compression among the men taking it, compared with the placebo, Saad said.

The most common side effects among those taking Zytiga and prednisone were lower levels of white blood cells, fluid retention, low potassium levels, abnormal liver function tests, high blood pressure and heart problems, the researchers noted.

A one-month supply of 120 pills of Zytiga costs $5,000, said Kelly McLaughlin, a spokeswoman for Centocor Ortho Biotech Inc., the drug's maker and a sponsor of the study.

"This study tells us that there is a form of hormonal therapy, abiraterone, that works in people who had standard hormonal therapy and chemotherapy," said prostate cancer expert Dr. Anthony D'Amico, chief of genitourinary radiation oncology at Brigham and Women's Hospital in Boston.

"It will provide people with late-stage disease with an opportunity for an extended survival that they didn't have before. I can't say it's a home run because it's only a few months improvement," he added.

Very aggressive prostate cancer may be able to make its own testosterone, which the cancer cells need to grow. "Zytiga blocks that," D'Amico explained.

"This drug provides longer life and better quality of life to men with very advanced prostate cancer," D'Amico said. "There are studies now to see if this drug will improve cure rates in men with advanced, but not metastatic [cancer that has spread to other organs], prostate cancer," he added.

More information

For more on prostate cancer, visit the American Cancer Society.

Thursday, May 26, 2011

Tanda-tanda Orang Gampang Kena Kanker Kulit


foto: ThinkstockJakarta, Menipisnya lapisan ozon di atmosfer dapat meningkatkan risiko kanker pada semua orang. Namun secara individual, beberapa orang punya kebiasaan dan faktor risiko yang membuatnya lebih rentan dari yang lain untuk menderita kanker kulit.

Beberapa kebiasaan dan faktor risiko yang bisa membuat orang lebih rentan kanker kulit adalah sebagai berikut seperti dikutip dari Menshealth.com, Kamis (26/5/2011).

1. Suka memakai celana pendek
Dermatolog dari MensHealth, Adnan Nasir, MD mengatakan betis bagian belakang merupakan tempat yang sering diserang kanker kulit. Bagian ini juga sulit dilindungi dengan tabir surya, karena sering bergesekan dengan paha saat dalam posisi duduk.

"Saat berjalan di bawah sinar matahari, radiasi sinar ultraviolet akan meningkatkan risiko kanker di bagian ini," ungkap Dr Nasir.

2. Sering bawa mobil
Sering bepergian dengan mengendarai mobil pribadi bisa meningkatkan risiko kanker di daerah punggung tangan. Alasannya sederhana, ketika memegang setir mobil maka bagian tersebut paling banyak terkena sinar matahari secara langsung karena kaca mobil bagian depan jarang dilapisi filter.

3. Memiliki potongan rambut pendek
Saat memakai topi, kulit wajah memang terlindung tapi biasanya telinga tetap kepanasan. Kulit di bagian atas telinga termasuk salah satu lokasi yang rentan diserang kanker, sehingga beruntunglah orang yang suka memanjangkan rambut karena bagian ini akan selalu terlindung.

4. Suka merokok
Racun dalam rokok bisa mencapai peredaran darah hanya dalam beberapa detik. Karena diedarkan ke seluruh bagian tubuh, racun rokok yang merupakan karsinogen (pemicu kanker) bisa memicu kanker di mana saja termasuk di kulit yang juga memiliki banyak pembuluh darah.

5. Berpenghasilan tinggi
Sebuah penelitian di Belanda yang dilakukan selama 16 tahun menunjukan status ekonomi berhubungan dengan risiko kanker kulit, karena gaya hidupnya berbeda. Makin tinggi penghasilannya, makin sering berlibur dan berolahraga di bawah terik matahari seperti main tennis dan golf sehingga lebih rentan kena kanker kulit.

6. Mengonsumsi obat tidur
Dalam penelitian di Journal of Sleep Research tahun 2008, Prof Daniel Kripke dari University of California menunjukkan bahwa konsumsi obat tidur bisa meningkatkan risiko kanker kulit. Beberapa senyawa yang terkandung di dalamnya bisa memicu kerusakan kromosom dan menjadi kanker.

7. Punya kutil
Orang-orang yang memiliki 2 hingga 3 jenis HPV atau Human Papilloma Viruses (virus penyebab kutil dan kanker serviks) memiliki risiko kanker kulit 1,4 kali lebih tinggi dari orang yang tidak memiliki HPV sama sekali. Menurut penelitian di Dartmouth Medical School, manusia bisa terinfeksi lebih dari 40 varian HPV.

8. Punya tahi lalat
Risiko kanker kulit terutama melanoma meningkat 2,5 hingga 5 persen pada pemilik tahi lalat, baik yang sudah ada sejak lahir maupun baru tumbuh saat dewasa. Tidak semua jenis tahi lalat meningkatkan risiko, namun jika punya banyak tahi lalat dianjurkan lebih sering memeriksakan kulitnya.

9. Rambutnya berwarna merah
Secara genetik, pemilik rambut berwarna merah (redhead) memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena kanker kulit. Pemicunya adalah kelebihan pigmen atau zat warna merah pada rambut, yang disebut phaomelanin.

10. Memiliki kulit berbintik dan mata pucat
Dr jennifer Stein dari New York University mengatakan, warna mata yang agak pucat bukan faktor risiko independen pada kanker kulit. Namun jika kulitnya juga pucat dan berbintik (freckles), maka efeknya sama seperti pada pemilik rambut merah.
up/ir)

Redaksi: redaksi[at]detikhealth.com
Informasi pemasangan iklan
Ines - 7941177 ext.523
Elin - 7941177 ext.520
email : iklan@detikhealth.com

Laki-laki Lebih Sensitif Terhadap Alergi


(Foto: thinkstock)Jakarta, Alergi merupakan penyakit yang disebabkan oleh banyak hal dan bisa menyerang siapa saja. Tapi studi menunjukkan bahwa alergi lebih mudah menyerang kaum laki-laki dibanding perempuan.

Sebuah penelitian besar yang melibatkan 14 juta tes darah menunjukkan bahwa laki-laki memiliki sensitivitas lebih tinggi terhadap 11 jenis alergen yang umum terjadi dibanding perempuan.

Tes darah yang dilakukan untuk menguji keberadaan dari immunoglobulin E (IgE) dalam mendeteksi 11 alergen umum tersebut, termasuk rumput, jamur, debu, bulu anjing, kucing, tungau dan lima jenis makanan yaitu putih telur, susu, kacang tanah, kedelai dan gandum.

Berdasarkan studi tersebut diketahui bahwa tingkat sensitivitas terhadap 11 alergen umum yang dievaluasi dalam darah sekitar 10 persen lebih tinggi pada laki-laki dewasa dibandingkan perempuan, untuk semua kelompok umur.

"Studi kami menunjukkan bahwa alergi pada laki-laki memang kurang lazim dibanding dengan perempuan, ada kemungkinan alergi yang terjadi pada laki-laki tidak terdiagnosis dengan baik," ujar peneliti Stanley J naides, MD, seperti dikutip dari Medicalnewstoday, Kamis (26/5/2011).

Menurut Asthma and Allergy Foundation of America (AAFF) menuturkan bahwa 51 persen orang yang mengalami gejala alergi telah salah didiagnosis sebagai sinusitis. Kondisi ini kemungkinan yang menyebabkan alergi pada beberapa orang tidak terdeteksi.

"Kami menduga beberapa orang menganggap dirinya terkena pilek, batuk dan gejala lain yang muncul karena alergi. Tapi jika alergi tersebut didiagnosis dengan tepat maka ia bisa diobati," ujar Harvey W Kaufman, MD.

Alergi terjadi ketika alergen tersebut masuk dan tubuh akan memproduksi suatu antibodi IgE. Jika kadar IgE dalam darah seseorang tinggi terhadap alergen tertentu, maka itu bisa menjadi indikasi bahwa kemungkinan ia memiliki alergi.

Untuk mendiagnosis jenis alergi yang diderita seseorang biasanya dokter akan menggunakan tes darah bersamaan dengan evaluasi dari gejala, riwayat kesehatan pasien serta faktor lain yang bisa mempengaruhi timbulnya alergi.
ver/ir)

Redaksi: redaksi[at]detikhealth.com
Informasi pemasangan iklan
Ines - 7941177 ext.523
Elin - 7941177 ext.520
email : iklan@detikhealth.com

Bocah Hobi Cabuti Alis & Rambut Karena Gangguan Mental OCD


Max Sherwood (dok: ABC News)Riverdale, Iowa, Kelainan obsesif kompulsif (OCD/Obsessive-Compulsive Disorder) adalah gangguan mental dan pikiran terhadap ketakutan yang tidak masuk akal sehingga membuat penderitanya melakukan perilaku yang berulang-ulang. Gara-gara OCD, rambut dan alis bocah 11 tahun ini habis karena dicabuti.

Max Sherwood, bocah laki-laki umur 11 tahun mengalami kebotakan akibat gangguan psikologis yang disebut trichotillomania. Gangguan yang termasuk salah satu bentuk obsessive compulsive disorder ini membuatnya hobi mencabuti rambutnya sendiri.

Dimulai sejak duduk di kelas 2 SD, bocah asal Riverdale, Iowa mulai hobi mencabuti alis matanya di kelas. Dalam beberapa bulan pertama, orangtua dan gurunya tidak menyadari kondisi Max sampai akhirnya pada suatu ketika alis matanya kedapatan sudah habis.

Makin hari kebiasaan Max bukan berkurang, malah belakangan tidak hanya mencabuti alis tetapi juga rambut di kepala. Akibatnya rambut Max lama-kelamaan menipis, persis seperti kebanyakan pria dewasa yang mulai menghadapi masalah kebotakan berpola.

Ibunya, Cancade akhirnya mendapat informasi tentang gangguan mental yang diderita anaknya ketika bergabung dengan Hair Club for Kids, organisasi yang membantu mengatasi masalah kebotakan pada anak. Sebagian anggotanya adalah pasien kanker yang menjalani kemoterapi.

Setelah berkonsultasi dengan organisasi tersebut, pada tahun 2009 Cancade mendapatkan rambut palsu yang didesain khusus untuk Max. Rambut palsu semi-permanen itu dibuat dari bahan serat sintetis yang sangat kuat dengan sedikit anyaman rambut asli.

"Berkat lem khusus dalam rambut palsu tersebut, Max tidak bisa lagi mencabuti rambutnya dan bisa mengalihkan perhatiannya agar bisa mengerjakan hal lain," ungkap Cancade seperti dikutip dari ABC News, Kamis (26/5/2011).

Dr Martin Franklin, psikolog dari University of Pennsylvania mengatakan trichotillomania seperti yang dialami Max bisa dipicu oleh depresi dan kegelisahan. Beberapa orang juga mengalaminya karena merasa bosan saat melakukan aktivitas yang tidak disukainya.

Menurut Dr Franklin, anak-anak dengan gangguan ini umumnya juga mengalami kesulitan belajar. Pergaulan juga terhambat karena umumnya lingkungan akan memberikan stigma negatif pada anak-anak yang suka mencabuti rambut seperti sedang stres atau mungkin gila.

Karena digolongkan sebagai salah satu bentuk obsessive compulsive disorder, solusi paling manjur untuk masalah ini biasanya dilakukan dengan terapi perilaku (behavior therapy). Prinsip dalam terapi ini adalah mengalihkan perhatian anak agar mau melakukan hal lain.
up/ir)

Redaksi: redaksi[at]detikhealth.com
Informasi pemasangan iklan
Ines - 7941177 ext.523
Elin - 7941177 ext.520
email : iklan@detikhealth.com

Hindari Serangan Jantung dengan Alat Monitor di Mobil


(Foto: thinkstock)Aachen, Jerman, Tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh serangan jantung saat mengemudi, membuat produsen mobil mengembangkan kursi mobil yang dapat memonitor aktivitas jantung pengemudinya.

Produsen mobil Ford di Amerika Serikat saat ini sedang mengembangkan kursi mobil yang dilengkapi dengan monitor aktivitas jantung.

Teknologi terbaru yang masih pada tahap prototipe awal ini menggunakan teknologi electrocardiograph (ECG) atau elektrokardiograf (EKG) untuk melacak impuls listrik di jantung pengemudi dan penyimpangan spot seperti tanda-tanda serangan jantung atau beberapa masalah kardiovaskular lain, misalnya untuk mengingatkan pengemudi untuk mencari pertolongan medis.

Biasanya, mesin EKG klinis harus terpasang di kulit melalui elektroda, tetapi dalam aplikasi ini kursi mobil memiliki 6 sensor EKG built-in 'contactless' yang dapat mendeteksi aktivitas jantung melalui pakaian.

Pihak Ford menyatakan dalam uji coba terakhir, sistem monitor jantung contactless menunjukkan kemampuan untuk memberikan pembacaan yang akurat untuk 98 persen waktu mengemudi pada 95 persen pengemudi yang diujikan.

"Monitor jantung pada kursi mobil ini juga akan mampu mendeteksi gejala kondisi lain, seperti tekanan darah tinggi atau ketidakseimbangan elektrolit," kata Dr Achim Lindner, petugas medis di Ford Research Centre, seperti dilansir medicalnewstoday, Kamis (26/5/2011).

Menurut Dr Lindner, teknologi ini bukan hanya menguntungkan pengemudi, tetapi juga bisa membuat jalan lebih aman untuk semua pengguna.

Ford juga berencana untuk menghubungkan kursi monitor jantung dengan sistem keselamatan lainnya. Mereka sudah menguji prototipe untuk melihat bagaimana hal itu mungkin bekerja dengan sistem yang memperingatkan pengemudi untuk menepi dan mencari bantuan medis atau bahkan memberikan peringatan pada petugas medis secara langsung.

Teknologi baru ini nantinya diharapkan dapat mengurangi kecelakaan jalan terkait dengan peristiwa kardiovaskular. Penelitian terbaru dari Uni Eropa selama tiga tahun, proyek Methods of Roadside Testing and Assessment for Licensing memperkirakan pengemudi dengan penyakit jantung rata-rata 23 persen lebih cenderung mengalami kecelakaan. Angka ini meningkat menjadi 52 persen untuk pengemudi dengan angina (gangguan kardiovaskular karena kelainan pembuluh darah koroner).

Inovasi kursi mobil EKG ini merupakan hasil kolaborasi antara insinyur dari Ford Eropa Research Centre di Aachen, Jerman, dan peneliti di Rheinisch-Westfalische Technische Hochschule di Aachen University.
mer/ir)

Redaksi: redaksi[at]detikhealth.com
Informasi pemasangan iklan
Ines - 7941177 ext.523
Elin - 7941177 ext.520
email : iklan@detikhealth.com

Hindari Kopi Jika Ingin Hamil


(Foto: thinkstock)Jakarta, Bagi perempuan yang sedang merencanakan hamil dan memiliki anak, sebaiknya kurangi konsumsi kopi. Studi menemukan kafein dalam kopi bisa membuat perempuan lebih sulit untuk hamil.

Para ilmuwan mengungkapkan bahwa stimulan yang terdapat dalam kopi yaitu kafein bisa merusak transportasi sel telur dari ovarium ke rahim, sehingga menganggu proses pembuahan dan membuat perempuan sulit hamil.

Dalam studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa terlalu banyak mengonsumsi kopi bisa mempengaruhi kesuburan perempuan. Studi yang melibatkan 9.000 perempuan Belanda itu menemukan bahwa mengonsumsi kopi lebih dari 4 cangkir dalam sehari bisa mengurangi kemungkinan hamil sekitar 25 persen.

Sedangkan dalam studi terbaru ini peneliti berhasil menemukan penyebabnya, yaitu stimulan atau kafein tersebut akan menghambat kontraksi saluran telur yang diperlukan untuk membawa sel telur ke rahim. Stimulan ini mendeaktifkan sel-sel alat pacu khusus yang berada di dinding tabung.

Sel-sel ini berfungsi mengkoordinasikan gelombang dari tabung yang berkontraksi dan menggerakkan sel telur menuju rahim, tapi akibat adanya stimulan tersebut membuat sel-sel ini tidak aktif.

Penelitian ini menunjukkan bahwa kontraksi memainkan peran lebih besar dalam transportasi sel telur menuju rahim, padahal sebelumnya hal tersebut tidak terpikirkan oleh para ilmuwan.

"Temuan ini semakin menjelaskan mengapa minum minuman berkafein bisa mengurangi kesempatan seorang perempuan menjadi hamil," ujar ketua studi Professor Sean Ward, dari University of Nevada, seperti dikutuip dari Dailymail, Kamis (26/5/2011).

Prof Ward menuturkan hasil studi ini memberikan penjelasan yang menarik kenapa perempuan yang senang sekali mengonsumsi kopi membutuhkan waktu lebih lama untuk hamil dibanding perempuan yang tidak mengonsumsi kafein.

Hasil temuan ini telah dipublikasikan dalam British Journal of Pharmacology. Untuk itu bagi perempuan yang sedang menjalani program untuk hamil sebaiknya hindari atau kurangi asupan minuman berkafein seperti kopi.
ver/ir)

Redaksi: redaksi[at]detikhealth.com
Informasi pemasangan iklan
Ines - 7941177 ext.523
Elin - 7941177 ext.520
email : iklan@detikhealth.com

Hal-hal Unik yang Dipercaya Bisa Memperpanjang Umur


(Foto: thinkstock)Jakarta, Pola makan sehat dan olahraga teratur adalah cara yang dapat dilakukan untuk memperpanjang kesempatan hidup dan usia manusia. Tapi selain cara tersebut, ada pula cara-cara aneh yang menurut penelitian dapat memperpanjang usia. Apa saja?

Cara memperpanjang usia berikut mungkin tampak aneh, tapi penelitian membuktikan bahwa cara-cara ini tampaknya benar-benar bekerja. Berikut beberapa cara aneh untuk memperpanjang usia, seperti dilansir Healthmad, Kamis (26/5/2011):

1. Makan apel
Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi rutin apel dapat memperpanjang hidup sebesar 10 persen. Peneliti mencatat bahwa makan apel setiap hari selama setahun dapat menurunkan kolesterol total sebesar 14 persen dan tingkat kolesterol jahat (LDL atau Low Density Lipoprotein) sebesar 23 persen.

2. Menjadi orang yang agamis
Sebuah studi tahun 2006 menemukan bahwa orang yang melakukan praktik keagamaan secara teratur dapat hidup rata-rata sampai tiga tahun lebih panjang daripada orang yang tidak menjalankan agama dengan baik.

3. Dekat dengan ibu
Penelitian di Harvard University menunjukkan bahwa 91 persen orang yang dekat dengan ibunya tidak memiliki masalah kesehatan yang serius pada usia pertengahan.

4. Rajin membersihkan gigi
Bakteri di mulut dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah, yang pada gilirannya menyebabkan penyakit jantung. Maka rajin membersihkan gigi juga dapat memperpanjang usia.

5. Tidak buru-buru mendaftarkan anak ke sekolah
Buru-buru mendaftarkan anak masuk sekolah bukanlah solusi yang baik untuk kesehatan anak. Menurut penelitian anak-anak yang memiliki usia sama dengan teman sekelasnya akan memiliki tingkat kesehatan yang lebih baik.

6. Memiliki bokong yang besar
Penelitian dari Oxford University menunjukkan bahwa wanita dengan bokong besar memiliki kesempatan yang lebih kecil untuk meninggal karena penyakit jantung atau masalah dengan metabolisme.

Berbeda dengan lemak di bagian perut yang berbahaya, penelitian menunjukkan bahwa lemak di bagian bokong dan paha justru dapat mengurangi risiko penyakit jantung, stroke dan diabetes.


mer/ir)

Redaksi: redaksi[at]detikhealth.com
Informasi pemasangan iklan
Ines - 7941177 ext.523
Elin - 7941177 ext.520
email : iklan@detikhealth.com

Usus Manusia Juga Bisa Malas


(Foto: thinkstock)Jakarta, Tidak hanya manusia saja yang bisa merasa malas untuk melakukan sesuatu, usus manusia pun bisa malas. Usus yang malas ini akhirnya membuat orang menjadi susah buang air besar (BAB).

"Susah BAB bisa disebabkan karena ususnya sendiri yang malas atau disebut dengan slow transit constipation," jelas dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH dari Divisi Gastroenterologi, Departemen Penyakit Dalam FKUI-RSCM, dalam acara Media Edukasi di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, seperti ditulis Kamis (26/5/2011).

Menurut dr Ari, konstipasi atau susah BAB secara patofisiologi dibagi menjadi konstipasi primer dan sekunder. Konstipasi primer merupakan konstipasi yang pada pemeriksaan tidak ditemukan adanya kelainan organik dan biokimiawi, sedangkan konstipasi sekunder merupakan konstipasi yang disebabkan oleh suatu penyakit organik atau kondisi lain.

Konstipasi primer dapat diklasifikasikan menjadi 3 kelompok, yaitu: Konstipasi dengan waktu transit normal (konstipasi fungsional) Konstipasi dengan waktu transit lambat (slow transit constipation) Konstipasi karena disfungsi anorektal (dasar panggul).
"Konstipasi fungsional kecepatan (waktu transit) masih biasa, masih ada rasa mulas (sensasi ingin BAB) tapi nggak bisa dikeluarkan karena fesesnya keras," jelas dr Ari yang juga menjabat sebagai Ketua Advokasi PB PAPDI (Perhimpunan Dokter Penyakit Dalam Indonesia).

Waktu transit merupakan waktu yang dibutuhkan makanan untuk melewati saluran pencernaan mulai dari mulut hingga usus. Waktu transit normal bervariasi dari 15 hingga 20 jam, dengan waktu transit di usus besar 12 hingga 72 jam.

Menurut dr Ari, konstipasi fungsional adalah konstipasi yang paling umum ditemukan pada pasien. Gejalanya antara lain kembung, rasa tidak nyaman pada perut.

"Sedangkan slow transit constipation itu karena ususnya sendiri yang malas, jadi tidak ada rasa mulas (sensasi ingin BAB). Biasanya lebih sering ditemukan pada wanita muda. Kalau disfungsi dasar panggul biasanya terjadi pada wanita yang sering melahirkan, jadi otot dasar panggulnya lemah," ujar dr Ari.

dr Ari menjelaskan gejala usus malas atau slow transit constipation antara lain kembung, rasa tak nyaman pada perut dan tidak ada sensasi keinginan buang air besar.

Apa yang menyebabkan usus menjadi malas?

"Secara alamiah fungsi usus kita adalah normal, jadi slow transit tidak terjadi sejak lahir. Ada micro environment yang menyebabkannya," jelas dr Herry Djagat Purnomo, SpPD-KGEH, staf Sub Bagian Gastro-hepatologi, Bagian Penyakit Dalam RSUP Dr Kariadi FK UNDIP, Semarang.

Menurut dr Herry, faktor-faktor kebiasaan dan gaya hiduplah yang menyebabkan gerakan usus menjadi lambat atau istilahnya 'usus malas'.

"Kebiasaan yang seharusnya cukup olahraga jadi jarang olahraga. Yang tadinya cukup serat jadi jarang makan sehat. Faktor-faktor ini akhirnya merubah ekosistem mikro flora yang ada di usus," ujar dokter yang juga Ketua Kelompok Kerja Probiotik dalam Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (Pokja Probiotik-PGI).

Tapi dr Herry mengatakan bahwa konstipasi yang disebabkan oleh melambatnya gerakan usus ini bisa kembali normal bisa si penderita mau kembali pada pola hidup sehat, seperti olahraga teratur, cukup konsumsi serat, perbanyak minum air putih dan minum probiotik.



mer/ir)

Redaksi: redaksi[at]detikhealth.com
Informasi pemasangan iklan
Ines - 7941177 ext.523
Elin - 7941177 ext.520
email : iklan@detikhealth.com

Karyawan Perempuan Lebih Sering Bolos Karena Sakit


foto: ThinkstockLondon, Dibandingkan laki-laki, karyawan perempuan rata-rata lebih sering bolos atau tidak masuk kerja dengan alasan sakit. Meski begitu, untuk keluhan yang sama perempuan lebih bisa menahan sakit untuk tetap masuk kerja dibanding laki-laki.

Menurut penelitian Lawrence Christensen dari Benenden Healthcare Society, dalam setahun perusahaan melayani permohonan izin tidak masuk kerja dengan alasan sakit rata-rata 3,5 hari. Jika dihitung sepanjang karirnya, diperoleh rata-rata tiap karyawan bolos 141 hari.

Pusing dan infeksi merupakan 2 alasan paling banyak disampaikan oleh karyawan kepada atasannya ketika sakit dan terpaksa tidak masuk kerja. Lebih spesifik, penyakit infeksi yang paling sering berujung bolos kerja adalah influenza dan masalah pencernaan.

Karyawan perempuan lebih sering bolos dengan alasan sakit yakni selama 189 hari sepanjang karirnya. Angka ini lebih besar dibandingkan pada karyawan laki-laki yang memiliki rata-rata jumlah hari tidak masuk kerja karena sakit hanya 140 hari sepanjang karirnya.

Meski begitu, penelitian yang melibatkan 2.000 responden di Inggris ini mengungkap bahwa perempuan lebih gigih melawan sakit agar bisa tetap masuk kerja. Sebanyak 9 dari 10 karyawan perempuan berusaha tetap hadir meski sakit, sementara pada laki-laki hanya 8 dari 10 karyawan.

Perasaan bersalah jika tidak hadir ke kantor karena sakit dialami oleh 2 dari 3 karyawan perempuan, sementara pada laki-laki hanya 1 dari 3 karyawan yang mengalaminya. Ironisnya, 25 persen laki-laki tetap dipanggil ke kantor meski sakit karena atasannya tidak percaya.

Rekam jejak (track record) yang buruk pada karyawan laki-laki membuat para atasan tidak mudah percaya. Dikutip dari Telegraph, Rabu (25/5/2011), karyawan laki-laki cenderung lebih mudah memutuskan untuk bolos hanya karena keluhan ringan seperti migrain dan radang tenggorokan.

Sebaliknya, perempuan lebih mampu menoleransi penyakitnya meski pada akhirnya tetap lebih sering bolos karena sakit dibandingkan laki-laki. Menurut penelitian ini, sebagian besar karyawan perempuan tetap masuk kerja jika keluhannya hanya mual muntah, flu dan demam.

up/ir)

Redaksi: redaksi[at]detikhealth.com
Informasi pemasangan iklan
Ines - 7941177 ext.523
Elin - 7941177 ext.520
email : iklan@detikhealth.com

Efek Samping Jika Sering Menelan Pasta Gigi


(Foto: thinkstock)Jakarta, Tanpa sengaja kadang seseorang menelan pasta gigi (odol) yang sedang digunakan. Tapi sebaiknya hal ini tidak menjadi suatu kebiasaan, karena menelan pasta gigi berflouride bisa menimbulkan efek samping.

Pasta gigi umumnya mengandung berbagai senyawa seperti deterjen, bahan kimia agar kesat dan gigi bersih, pewarna, kalsium dan juga perasa. Serta beberapa pasta gigi kini mengandung flouride. Bahan ini umumnya tidak aman jika terlalu sering tertelan dan jumlahnya berlebihan dalam tubuh.

Beberapa anak kadang menikmati rasa dari pasta gigi. Namun harus diketahui bahwa terlalu banyak menelan flouride dari pasta gigi berpotensi menyebabkan noda permanen di gigi yang disebut dengan fluorosis.

Fluorosis ini akan menyebabkan berbagai noda yang berbeda pada gigi seperti garis-garis kuning, coklat atau bintik. Anak-anak berusia 1-4 tahun rentan terkena kondisi ini, karena umumnya mereka menelan pasta gigi yang digunakannya.

Pada kasus yang lebih serius bisa menyebabkan bintik hitam dan abu-abu bahkan hingga lubang. Noda akibat fluorosis ini umumnya akan terus ada selama hidup seseorang, seperti dikutip dari Healthcentre.org.uk, Kamis (26/5/2011).

Selain itu jumlah flouride dalam tubuh yang terlalu banyak bisa menyebabkan terjadinya keracunan dan jika terus menerus bisa menyebabkan kerusakan organ tubuh. Selain flouride bahan lain di dalam pasta gigi yang bisa menyebabkan keracunan adalah triclosan.

Menelan sejumlah besar pasta gigi secara teratur bisa menyebabkan nyeri lambung dan kemungkinan mengakibatkan penyumbatan usus. Sementara itu gejala tambahan lain yang bisa terjadi adalah:

Kejang-kejang Diare Kesulitan bernapas Terasa asin atau seperti sabun di mulut Detak jantung yang melambat Gemetar dan mengalami shock Mual dan muntah Tiba-tiba merasa kelemahan
Untuk itu sebaiknya hentikan kebiasaan suka menelan pasta gigi meskipun rasanya enak untuk menghindari penumpukan flouride yang bisa berbahaya, dan gunakan pasta gigi yang mengandung bahan aman.
ver/ir)

Redaksi: redaksi[at]detikhealth.com
Informasi pemasangan iklan
Ines - 7941177 ext.523
Elin - 7941177 ext.520
email : iklan@detikhealth.com

Childhood Cancer Therapies Tied to Gastrointestinal Issues

HealthDay

WEDNESDAY, May 25 (Health News) -- Children who are successfully treated for cancer are at greater risk of developing mild to severe gastrointestinal problems down the road, a new study finds.

Researchers from the University of California, San Francisco analyzed the self-reported gastrointestinal (GI) problems of 14,358 patients who survived at least five years following treatment for cancers such as lymphoma, leukemia, brain tumors or bone tumors.

More than 40 percent experienced some type of GI problem -- including ulcers, esophageal disease, indigestion, polyps, chronic diarrhea, colitis, gallstones and jaundice -- within two decades of their treatment, the investigators found.

Moreover, people diagnosed with cancer at an older age and who had to undergo more rigorous therapy (chemotherapy, radiation, surgery) were more likely to experience long-term GI issues, according to the study in the May issue of Gastroenterology.

About one in 500 young adults in the United States is a survivor of childhood cancer, the study authors noted in a UCSF news release.

"While physicians continue to learn about the long-term consequences of pediatric cancer and its therapy, it is essential that we provide comprehensive follow-up care that appropriately addresses the complications cancer survivors may experience," lead study author Dr. Robert Goldsby, pediatric cancer specialist at UCSF Benioff Children's Hospital and director of the UCSF Survivors of Childhood Cancer Program, said in the news release.

"These are serious issues that can have a real impact on a person's quality of life," Goldsby added.

More information

The U.S. National Cancer Institute has more on childhood cancers.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | fantastic sams coupons