-
-

Monday, October 31, 2011

Cuci Tangan Bikin Pikiran Lebih Jernih


(Foto: thinkstok)Jakarta, Cuci tangan diketahui bisa menghilangkan kuman dan bakteri penyebab penyakit. Tapi ternyata cuci tangan juga bisa membantu membersihkan otak sehingga dapat berpikir lebih jernih.

Pada salah satu percobaan yang dilaporkan dalam Current Directions of Psychological Science diketahui bahwa penjudi yang mencuci tangan bisa bertaruh dengan lebih bijaksana dan sering menang.

"Ketika seseorang mengalami kemenangan beruntun maka Anda bisa menjadi terlalu percaya diri," ujar Spike Lee dari University of Michigan, seperti dikutip dari Menshealth.com, Sabtu (22/10/2011).

Lee menjelaskan ketika seseorang mencuci tubuh atau tangan maka ia mendapatkan efek secara mental seperti perasaan segar sehingga bisa memberikan penilaian yang lebih akurat dalam menilai sesuatu.

Selain itu mencuci juga bisa mempengaruhi perasaan sukses dan bahagia. Hal ini karena ada 1 studi yang menunjukkan orang yang menerima kabar baik dan segera mencuci tangan akan kehilangan sedikit rasa senangnya dibanding yang tidak dicuci.

Umumnya dalam kebanyakan kasus orang akan merasa lebih baik setelah melakukan pembersihan terhadap salah satu bagian tubuh mana pun, dan mencuci tangan adalah salah satu pembersihan diri yang mudah dilakukan.

Tangan bisa menularkan penyakit akibat aktifitasnya yang selalu bersentuhan dengan banyak hal sepanjang hari. Tapi dengan rajin cuci tangan, berbagai jenis penyakit ringan hingga mematikan yang disebabkan oleh kuman-kuman tersebut bisa dicegah.

Diketahui ada 6 titik kritis dimana orang harus membiasakan cuci tangan yaitu:
1. Sebelum mengolah makanan
2. Sebelum makan
3. Setelah BAB (buang air besar)
4. Sebelum mengurus bayi dan menyusui
5. Setelah menceboki anak
6. Setelah memegang hewan.


ver/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Sengaja Tidak Olahraga Karena Ingin Tahu Rasanya Jadi Gemuk


Drew Manning (Dailymail)Jakarta, Seorang pelatih fitness tak ingin hanya berteori ketika mengajarkan pentingnya menjaga berat badan. Agar benar-benar tahu rasanya jadi gemuk, ia mati-matian mengubah tubuh atletisnya jadi gendut seperti orang yang tak pernah olahraga.

Drew Manning (30 tahun), pelatih fitness asal Utah sengaja membiarkan tubuhnya rusak karena penasaran bagaimana rasanya bertubuh gemuk. Dari yang semula atletis dan sangat berotot, Manning mengubahnya jadi seperti kebanyakan bapak-bapak seusianya, yakni berperut buncit.

Dalam proyek tersebut, ia memberi waktu bagi dirinya sendiri selama 6 bulan untuk menaikkan berat badan sebanyak 80 lbs (36,29 kg). Dalam 6 bulan berikutnya, proyeknya dibalik yakni mengembalikan tubuh gemuknya menjadi atletis seperti semula.

Saat ini, dengan 2,5 bulan tersisa Manning sudah berhasil menaikkan berat badannya dari 193 lbs (87,5 kg) menjadi 263,3 lbs (119,3 kg). Meski masih kurang sekitar 4,5 kg lagi menju target, namun perutnya sudah mulai membuncit dan otot-ototnya menggelambir karena lemak.

Upaya yang dilakukan ayah dari 2 orang anak ini antara lain meliputi makan berbagai jenis makanan tidak sehat yang dipilihkan oleh penggemar melalui situs fit2fat2fit.com. Sehari-harinya ia juga lebih banyak bersantai, padahal sebelumnya ia sangat rajin berolahraga.

Selain perubahan fisik yang tampak dari luar, kesehatan Manning juga terganggu sejak badannya menggelembung. Menurut dokter yang selalu memantau kondisinya, tekanan darah Manning meningkat, hormon testosteron turun hingga selevel remaja yang sedang puber dan secara kejiwaan menjadi lebih labil dan gampang emosi.

"Tanggal 12 Oktober, saya kejar-kejaran di dapur dengan anak saya umur 2 tahun. Baru 15 keliling, saya sudah tidak sanggup. Sejujurnya, saya sangat depresi dengan keadaan ini," ungkap Manning seperti dikutip dari Dailymail, Jumat (21/10/2011).

Dengan perubahan yang sangat menyiksanya ini, Manning tentu ingin proyek pertamanya selesai yakni menggemukkan badan hingga 5 November. Sesudah itu adalah waktu yang ditunggu-tunggu, yakni diet ketat untuk mengembalikan tubuhnya yang berotot seperti semula.

Berikut ini perkembangan bentuk tubuh Manning:

Pekan ke-8







Pekan ke-12







Pekan ke-16







Pekan ke-20







Sebelum dan sesudah





up/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Sengaja Tidak Olahraga Karena Ingin Tahu Rasanya Jadi Gemuk


Drew Manning (Dailymail)Jakarta, Seorang pelatih fitness tak ingin hanya berteori ketika mengajarkan pentingnya menjaga berat badan. Agar benar-benar tahu rasanya jadi gemuk, ia mati-matian mengubah tubuh atletisnya jadi gendut seperti orang yang tak pernah olahraga.

Drew Manning (30 tahun), pelatih fitness asal Utah sengaja membiarkan tubuhnya rusak karena penasaran bagaimana rasanya bertubuh gemuk. Dari yang semula atletis dan sangat berotot, Manning mengubahnya jadi seperti kebanyakan bapak-bapak seusianya, yakni berperut buncit.

Dalam proyek tersebut, ia memberi waktu bagi dirinya sendiri selama 6 bulan untuk menaikkan berat badan sebanyak 80 lbs (36,29 kg). Dalam 6 bulan berikutnya, proyeknya dibalik yakni mengembalikan tubuh gemuknya menjadi atletis seperti semula.

Saat ini, dengan 2,5 bulan tersisa Manning sudah berhasil menaikkan berat badannya dari 193 lbs (87,5 kg) menjadi 263,3 lbs (119,3 kg). Meski masih kurang sekitar 4,5 kg lagi menju target, namun perutnya sudah mulai membuncit dan otot-ototnya menggelambir karena lemak.

Upaya yang dilakukan ayah dari 2 orang anak ini antara lain meliputi makan berbagai jenis makanan tidak sehat yang dipilihkan oleh penggemar melalui situs fit2fat2fit.com. Sehari-harinya ia juga lebih banyak bersantai, padahal sebelumnya ia sangat rajin berolahraga.

Selain perubahan fisik yang tampak dari luar, kesehatan Manning juga terganggu sejak badannya menggelembung. Menurut dokter yang selalu memantau kondisinya, tekanan darah Manning meningkat, hormon testosteron turun hingga selevel remaja yang sedang puber dan secara kejiwaan menjadi lebih labil dan gampang emosi.

"Tanggal 12 Oktober, saya kejar-kejaran di dapur dengan anak saya umur 2 tahun. Baru 15 keliling, saya sudah tidak sanggup. Sejujurnya, saya sangat depresi dengan keadaan ini," ungkap Manning seperti dikutip dari Dailymail, Jumat (21/10/2011).

Dengan perubahan yang sangat menyiksanya ini, Manning tentu ingin proyek pertamanya selesai yakni menggemukkan badan hingga 5 November. Sesudah itu adalah waktu yang ditunggu-tunggu, yakni diet ketat untuk mengembalikan tubuhnya yang berotot seperti semula.

Berikut ini perkembangan bentuk tubuh Manning:

Pekan ke-8







Pekan ke-12







Pekan ke-16







Pekan ke-20







Sebelum dan sesudah





up/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Sengaja Tidak Olahraga Karena Ingin Tahu Rasanya Jadi Gemuk


Drew Manning (Dailymail)Jakarta, Seorang pelatih fitness tak ingin hanya berteori ketika mengajarkan pentingnya menjaga berat badan. Agar benar-benar tahu rasanya jadi gemuk, ia mati-matian mengubah tubuh atletisnya jadi gendut seperti orang yang tak pernah olahraga.

Drew Manning (30 tahun), pelatih fitness asal Utah sengaja membiarkan tubuhnya rusak karena penasaran bagaimana rasanya bertubuh gemuk. Dari yang semula atletis dan sangat berotot, Manning mengubahnya jadi seperti kebanyakan bapak-bapak seusianya, yakni berperut buncit.

Dalam proyek tersebut, ia memberi waktu bagi dirinya sendiri selama 6 bulan untuk menaikkan berat badan sebanyak 80 lbs (36,29 kg). Dalam 6 bulan berikutnya, proyeknya dibalik yakni mengembalikan tubuh gemuknya menjadi atletis seperti semula.

Saat ini, dengan 2,5 bulan tersisa Manning sudah berhasil menaikkan berat badannya dari 193 lbs (87,5 kg) menjadi 263,3 lbs (119,3 kg). Meski masih kurang sekitar 4,5 kg lagi menju target, namun perutnya sudah mulai membuncit dan otot-ototnya menggelambir karena lemak.

Upaya yang dilakukan ayah dari 2 orang anak ini antara lain meliputi makan berbagai jenis makanan tidak sehat yang dipilihkan oleh penggemar melalui situs fit2fat2fit.com. Sehari-harinya ia juga lebih banyak bersantai, padahal sebelumnya ia sangat rajin berolahraga.

Selain perubahan fisik yang tampak dari luar, kesehatan Manning juga terganggu sejak badannya menggelembung. Menurut dokter yang selalu memantau kondisinya, tekanan darah Manning meningkat, hormon testosteron turun hingga selevel remaja yang sedang puber dan secara kejiwaan menjadi lebih labil dan gampang emosi.

"Tanggal 12 Oktober, saya kejar-kejaran di dapur dengan anak saya umur 2 tahun. Baru 15 keliling, saya sudah tidak sanggup. Sejujurnya, saya sangat depresi dengan keadaan ini," ungkap Manning seperti dikutip dari Dailymail, Jumat (21/10/2011).

Dengan perubahan yang sangat menyiksanya ini, Manning tentu ingin proyek pertamanya selesai yakni menggemukkan badan hingga 5 November. Sesudah itu adalah waktu yang ditunggu-tunggu, yakni diet ketat untuk mengembalikan tubuhnya yang berotot seperti semula.

Berikut ini perkembangan bentuk tubuh Manning:

Pekan ke-8







Pekan ke-12







Pekan ke-16







Pekan ke-20







Sebelum dan sesudah





up/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Sebab Punahnya Tanaman Obat Tradisional


(Foto: thinkstock)Jakarta, Diketahui ada banyak tanaman obat tradisional yang berkhasiat. Tapi sayangnya beberapa kondisi menyebabkan tanaman obat ini keberadaannya terancam punah. Apa saja penyebabnya?

"Saat ini ada beberapa tanaman obat yang hampir terancam punah sehingga harus dilindungi," ujar Kepala Balai Besar Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Indah Yuniprapti dalam acara press briefing di Gedung Kemenkes, Jakarta, Jumat (21/10/2011).

Indah menuturkan untuk di Indonesia sebab utamanya karena adanya alih fungsi dari lahan terutama di hutan seperti akibat penebangan liar. Hal ini karena ada tumbuhan yang butuh lindungan dari pohon besar.

Meski begitu ada pula beberapa penyebab lainnya yaitu:

Adanya alih fungsi hutan menjadi rumah tinggal Adanya bencana seperti kebakaran hutan atau banjir Adanya pemanenan yang sangat maksa tanpa diiringi dengan penanaman kembali Adanya global warming dan juga ekosistem yang tidak seimbang
"Penyebab lainnya ada juga tanaman yang sulit dibudidayakan atau susah ditanam di tempat lain (tanaman insitu)," ujar Indah.

Indah memberikan contoh beberapa tanaman di Indonesia yang hampir terancam punah seperti tanaman purwaceng yang tinggi permintaan tapi tidak ditanam lagi padahal tumbuhan ini butuh waktu setahun untuk tumbuh dan perawatan lainnya. Serta tanaman pasak bumi yang permintaannya tinggi dan tanaman ini dibutuhkan akarnya sehingga biasanya dicabut semuanya.

"Untuk itu diperlukan adanya riset tanaman obat dan inventaris untuk mengidentifikasi formula zat aktif dan finger printing agar tidak punah," ujar Kepala Pusat Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi Klinis Kemenkes dr Siswanto.

dr Siswanto menuturkan penggunaan tanaman obat dan obat tradisional ini akan banyak membantu dalam mengatasi dan mencegah terjadinya penyakit tidak menular serta diharapkan bisa selangkah lebih maju dibandingkan dengan negara-negara lain.


ver/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Ada 18.000 Pemasungan di Indonesia


(dok: detiksurabaya)Jakarta, Saat ini masih ditemukan adanya pemasungan pada orang dengan masalah kejiwaan di beberapa daerah. Diperkirakan ada sekitar 18.000 orang yang mengalami pemasungan di Indonesia.

Tidak mudah untuk mengetahui dengan pasti berapa jumlah orang yang mengalami pemasungan. Tapi jika diperkirakan ada 235 juta penduduk di Indonesia maka estimasinya ada 18.800 orang yang mengalami pemasungan.

"Itu bukan angka pasti tapi hanya perkiraan saja yang diambil dari sampel-sampel yang ada seperti sampel di daerah Samosir dan juga Bireun," ujar Direktur Bina Pelayanan Kesehatan Kejiwaan Kemenkes dr Irmansyah, SpKJ(K) dalam acara press briefing di Gedung Kemenkes, Jakarta, Jumat (21/10/2011).

dr Irmansyah menuturkan kalau kasus pemasungan sudah ditemukan biasanya pasien sudah bisa dibebaskan, tapi sayangnya masih banyak kasus pasung yang belum ditemui.

Kondisi yang ada sekarang jumlah gangguan jiwa berat yang besar sementara fasilitasnya kecil, sehingga cakupan pengobatannya masih sedikit. Serta adanya stigma, kurangnya kepedulian dan adanya pengabaian di masyarakat.

Masyarakat yang sakit belum tentu mau datang untuk berobat atau bahkan tidak tahu kalau kondisi yang dialaminya adalah suatu penyakit. Hal ini membuat banyak pasien yang tidak berobat, kalau berobat tidak secara efektif atau kontinu, terabaikan dan pasung.

"Pasung merupakan bentuk paling buruk atau ekstrem dari kondisi ini, padahal kesehatan jiwa adalah sesuatu yang bisa diobati," ujar dr Irmansyah.

dr Irmansyah menjelaskan pemasungan juga melanggar banyak undang-undang dan hak asasi manusia karena secara legalitas sangat dilarang serta harus dihindari. Selain itu semua penderita gangguan jiwa yang terlantar sebenarnya bisa tertanggulangi melalui jamkesmas.

Untuk itu saat ini ada roadmap menuju Indonesia bebas pasung yang membutuhkan integrasi dari pelayanan kesehatan jiwa di rumah sakit umum dan puskesmas serta mengembangkan pelayanan berbasis masyarakat.

Diketahui ada 7 langkah yang diperlukan menuju bebas pasung yaitu:
1. Penyiapan perundang-undangan kesehatan kejiwaan
2. Penguatan kapasitas sumber daya manusia
3. Peningkatan kualitas layanan kesehatan kejiwaan di fasilitas kesehatan dasar
4. Peningkatan kualitas layanan kesehatan kejiwaan di non sarana kesehatan
5. Mengintegrasikan masalah pembiayaan
6. Membangun komitmen dengan lintas program dan lintas sektor
7. Penguatan monitoring dan evaluasi

Layanan kesehatan jiwa juga sebaiknya ada dekat dengan masyarakat, serta bagaimana caranya agar semua masyarakat bisa melaporkan jika menemui adanya kasus pemasungan dan respons dari layanan kesehatan.

"Diharapkan tahun 2014 nanti jumlah kasus pasung sangat berkurang pelaporannya," ujar dr Irmansyah.



ver/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

18 Tanda dan Gejala Khas Migrain


(Foto: thinkstock)Jakarta, Migrain adalah sakit kepala berdenyut dan seringkali terjadi hanya pada satu sisi kepala. Gejala migrain dapat bervariasi pada masing-masing orang dan juga dapat bervariasi dari satu serangan ke serangan berikutnya. Berikut gejala khas dari migrain.

Wanita yang mengalami migrain hampir 3 kali lipat dibandingkan dengan pria yang mengalami migrain. Aktivitas fisik dapat menyebabkan rasa sakit migrain lebih intensif.

"Pada pasien yang mengalami migrain, kita akan memperlakukan semua gejala migrain sebagai potensi," kata Anne Calhoun, MD, pendiri Carolina Headache Institute, Chapel Hill, N.C.

Seperti dikutip dari Health, Jumat (21/10/2011), berikut adalah 18 tanda dan gejala yang dapat untuk mengidentifikasi migrain, antara lain:

1. Aura
"Beberapa orang dengan aura tertentu dapat mengalami migrain. Aura yang paling umum adalah visual, seperti lampu berkedip, noda, atau garis. Ketika seseorang melihat garis bergerigi yang kecil, setelah itu mungkin akan akan berkembang menjadi beberapa lintasan, seperti bergerak menjadi melengkung. Aura biasanya berlangsung antara 5 menit hingga 1 jam, dengan fase lompatan sekitar 60 menit sebelum migrain terjadi. Namun beberapa orang dengan aura tertentu tidak menyebabkan sakit kepala atau migrain," kata Dr. Calhoun.

2. Depresi, lekas marah, atau kegembiraan yang berlebihan
Perubahan mood dapat merupakan tanda migrain. "Beberapa pasien migrain akan merasa sangat tertekan atau tiba-tiba down tanpa alasan. Atau beberapa pasien juga dapat merasa sangat gembira. Peneliti Belanda baru-baru ini melaporkan kemungkinan depresi dan migrain yang berhubungan dengan genetik, terutama migrain pada seseorang yang memiliki aura," kata Dr. Calhoun.

Berdasarkan data yang telah dipresentasikan dalam pertemuan tahunan American Academy of Neurology tahun 2010 menunjukkan bahwa, depresi sedang atau berat dapat meningkatkan risiko migrain episodik menjadi kronis.

3. Kurang tidur nyenyak
Bangun tidur dengan merasa sangat lelah atau memiliki kesulitan untuk dapat terlelap merupakan masalah yang sering terjadi pada orang yang mengalami migrain.

Hasil studi telah menunjukkan bahwa, terdapat hubungan antara kurang tidur dan frekuensi serta intensitas migrain. Ketika migrain menyerang, sulit untuk mendapatkan tidur dengan kualitas baik pada malam harinya.

"Banyak orang akan menderita insomnia akibat migrain," kata Edmund Messina, MD, direktur medis dari Michigan Headache Clinic, East Lansing. Ketidakmampuan untuk tidur dapat menjadi awal dari migrain. Karena hasil penelitian menunjukkan bahwa, kurang tidur juga dapat memicu migrain.

4. Hidung tersumbat atau mata berair
"Beberapa orang dengan migrain memiliki gejala sinus, seperti hidung tersumbat, atau mata berair," kata Dr. Messina. Sebuah penelitian besar menemukan bahwa, di antara orang-orang yang mengeluhkan sakit kepala oleh karena gejala sinus, hampir 90 persennya memiliki migrain.

5. Menginginkan sesuatu seperti sedang ngidam
Sebelum serangan migrain terjadi, beberapa orang kadang menginginkan makanan tertentu. "Sebuah keinginan yang umum pada penderita migrain adalah cokelat," kata Dr. Messina.

6. Nyeri berdenyut pada satu atau kedua sisi kepala
Nyeri berdenyut pada kepala adalah tanda klasik migrain. Nyeri berdenyut tersebut sering dirasakan pada satu sisi kepala. Dalam sebuah survei pada pasien migrain yang dilakukan oleh National Headache Foundation ditemukan bahwa, 50 persen pasien selalu mengalami sakit berdenyut pada satu sisi kepala. Sedangkan 34 mengatakan bahwa, mereka sering mengalami gejala tersebut.

7. Nyeri pada mata
"Sakit migrain sering menyebar hingga belakang mata. Biasanya hal tersebut justru diduga disebabkan oleh ketegangan pada mata. Oleh karena itu, banyak yang memeriksakan kondisi matanya. Tetapi hal tersebut tidak akan membuat migrain menjadi lebih baik," kata Dr. Messina.

8. Nyeri leher
"Banyak orang yang mengatakan bahwa lehernya terasa kaku, lalu kemudian mengalami sakit kepala. Hal tersebut mungkin merupakan tahap awal migrain. Atau setelah migrain kadang orang akan mengalami rasa sakit berdenyut-denyut di bagian belakang leher mereka," kata Dr. Messina.

Dalam sebuah survei yang dilakukan oleh National Headache Foundation ditemukan bahwa, 38 persen dari pasien migrain selalu mengalami sakit leher dan 31 persen sering mengalami sakit leher pada saat migrain.

9. Sering buang air kecil
Jika seseorang sering buang air kecil, hal tersebut dapat merupakan tanda bahwa akan terjadi migrain. Sering buang air kecil merupakan salah satu gejala dari banyak orang yang mengalaminya hanya sebelum terjadi migrain. Tanda-tanda peringatan ini, juga dikenal sebagai fase prodome dari migrain, dapat terjadi sekitar 1 jam atau paling lama 2 hari sebelum mulai terjadi migrain.

10. Terlalu banyak menguap
Terlalu banyak menguap dapat merupakan tanda akan terjadi migrain. Dalam sebuah studi dalam journal Cephalalgia, sekitar 36 persen dari pasien migrain melaporkan menguap adalah salah satu tanda akan datangnya migrain.

11. Mati rasa atau kesemutan
Beberapa orang dengan migrain memiliki aura sensorik. Mereka mungkin akan mengalami sensasi mati rasa atau kesemutan yang biasanya terjadi pada satu sisi tubuh, dan bergerak dari ujung jari melalui lengan dan wajahnya.

12. Mual atau muntah
Menurut data dari survei yang telah dilakukan oleh American Migraine Study II, yang melibatkan 3.700 orang dengan migren menunjukkan hasil bahwa, 73 persen mengalami mual dan 29 persen mengalami muntah.

Sebuah analisis oleh Prevalensi Migrain American National Headache Foundation and Prevention study menemukan bahwa, orang yang sering migrain yang berhubungan dengan mual mengalami sakit lebih berat.

13. Cahaya, kebisingan, atau bau tertentu dapat memicu atau memperburuk migrain
Saat terjadi serangan migrain, penderita migrain cenderung mencari perlindungan di tempat yang gelap dan tenang. Lampu terang dan suara keras dapat memicu migrain atau mengintensifkan rasa sakit. Hal tersebut juga dapat berlaku pada bau tertentu.

14. Aktivitas fisik dapat memicu atau menyebabkan nyeri migrain memburuk
Kegiatan rutin seperti berjalan atau naik tangga dapat membuat nyeri migrain semakin parah. Beberapa migrain dapat dipicu oleh latihan fisik, seperti lari dan angkat berat.

Seseorang yang sering mengalami migrain dengan aktivitas fisik sebagai pemicunya, memerlukan pemeriksaan menyeluruh untuk menyingkirkan penyebab yang mendasari, seperti aneurisma otak.

15. Kesulitan berbicara
Tidak dapat mengungkapkan sesuatu dengan kata-kata, atau jika kata yang diucapkan tidak sesuai dengan yang akan disampaikan. Hal tersebut dapat merupakan tanda lain akan terjadinya migrain.

Namun jika mengalami kesulitan berbicara untuk pertama kalinya, segera hubungi dokter untuk memastikan masalah tersebut tidak terkait dengan masalah yang lebih serius, seperti stroke.

16. Kelemahan pada satu sisi tubuh
Ketika salah satu lengan sedikit tidak dapat berfungsi dengan normal, itu dapat menjadi tanda migrain. Beberapa orang mengalami kelemahan otot pada satu sisi tubuh sebelum serangan migrain. Namun hal tersebut juga dapat menjadi tanda stroke, sehingga konsultasikan ke dokter untuk memastikan penyebabnya.

17. Vertigo atau penglihatan ganda
Salah satu jenis migrain, disebut basilar type migraine. Tipe migrain tersebut dapat menyebabkan pusing, penglihatan ganda, atau kehilangan penglihatan. Beberapa orang dengan migrain mungkin mengalami masalah keseimbangan juga.

Dalam sebuah penelitian baru, Dr. Calhoun dan rekannya menemukan hubungan antara intensitas migrain dengan vertigo. Semakin kuat migrain, pasien lebih mungkin akan mengalami gejala vertigo. "Sehingga dapat disimpulkan bahwa, vertigo merupakan gejala migrain," kata Dr. Calhoun.

18. Kehilangan energi pasca migrain
Setelah migrain berlalu, seseorang mungkin merasa tubuhnya telah dipukuli. Dalam sebuah penelitian baru, peneliti mewawancarai pasien migrain dan menemukan bahwa mereka sering mengalami gejala seperti kelelahan, kesulitan berkonsentrasi, kelemahan, pusing, penglihatan kabur, dan kehilangan energi selama periode pasca migrain.


ir/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Ciri Fisik Anak Autis Terletak di Mata dan Bibir


(Foto: thinkstock)Jakarta, Autisme termasuk gangguan perilaku, sehingga agak susah dikenali secara fisik. Namun sebuah penelitian berhasil memetakan beberapa perbedaan bentuk wajah pada penyandang autis, terutama pada lebar bibir dan jarak antara kedua mata.

Penelitian yang dilakukan para ilmuwan dari University of Missouri ini menyimpulkan, perkembangan wajah dan otak terjadi bersamaan sejak di dalam kandungan. Keduanya juga saling mempengaruhi, namun tidak diketahui pasti bagaimana mekanisme sebenarnya.

Dengan memetakan perbedaan bentuk wajah pada penyandang autis, maka diharapkan orangtua bisa mendeteksi lebih dini jika ada anak-anak yang menunjukkan gejala autisme. Deteksi dini akan mempermudah pendampingan, sehingga pertumbuhan mental dan kecerdasannya bisa disesuaikan.

Berikut ini beberapa perbedaan pada wajah, yang membedakan anak-anak penyandang autis seperti dikutip dari Dailymail, Jumat (21/10/2011).

1. Memiliki jarak yang lebih lebar antara kedua mata
2. Bagian tengah wajah lebih sempit, termasuk daerah pipi dan hidung
3. Memiliki bibir dan philtrum (daerah antara hidung dengan bibir) yang lebih lebar.

Ciri-ciri ini diungkap oleh para ilmuwan setelah melakukan pengamatan terhadap 62 anak berusia 12 tahun yang didiagnosis mengidap autisme. Sebagai pembandingnya, para ilmuwan juga mengamati 41 anak yang tidak memiliki riwayat atau gejala klinis autisme.

Dalam pengamatan, para ilmuwan memotret wajah para partisipan dengan kamera khusus yang bisa menghasilkan gambar 3-dimensi. Berdasarkan gambar-gambar tersebut, perbedaan-perbedaan ciri fisik akhirnya ditemukan di 17 titik antara lain di ujung mata, philtrum dan bibir.

"Dari temuan ini kita bisa kembangkan untuk mengetahui pada titik mana gangguan autisme mulai terbentuk. Ini akan menjembatani spekulasi antara faktor genetik dengan lingkungan," ungkap Prof Kristina Aldridge yang memimpin penelitian itu.

Temuan ini sekaligus menguatkan dugaan bahwa gangguan koordinasi otak pemicu autisme sudah terjadi sejak dalam kandungan. Namun hingga kini, para ilmuwan belum menyimpulkan apakah autisme hanya dipengaruhi faktor genetik atau dipengaruhi juga oleh lingkungan.


up/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Sunday, October 30, 2011

Kurang Tidur Bisa Bikin Nilai Matematika Jeblok


Ilustrasi (foto: Thinkstock)Sevilla, Beberapa orang meyakini, belajar dengan sistem kebut semalam bisa membuat nilai ujian lebih bagus. Namun khusus untuk bidang studi matematika, sebaiknya tidur lebih awal sebab menurut penelitian bergadang justru bikin jeblok nilai ujian.

Kecenderungan ini teramati dalam sebuah penelitian di Spanyol, yang dilakukan para ilmuwan dari University of Granada dan Junta de Andalucia. Penelitian ini melibatkan 592 pelajar berusia 12-19 tahun di berbagai sekolah di kota Sevilla, Spanyol.

Pola tidur para partisipan diamati selama beberapa semester, lalu dikelompokkan berdasarkan lamanya waktu tidur dalam sehari. Para ilmuwan lalu membandingkannya dengan hasil pengamatan terhadap prestasi belajar para partisipan di sekolah untuk semua mata pelajaran.

Hasil pengamatan menunjukkan, lamanya waktu tidur dalam sehari sangat mempengaruhi nilai ujian khususnya untuk bidang studi matematika. Makin lama waktu tidurnya, makin baguis nilai matematikanya terutama jika dibandingkan dengan partisipan yang tidurnya kruang dari 6 jam.

"Bisa jadi ini dipengaruhi oleh sifat pelajaran itu sendiri, sebab kemampuan matematis biasanya sangat terpengaruh oleh pola tidur," tulis para peneliti dalam laporannya di International Journal of Clinical and Health Psychology, seperti dikutip dari Indiavison, Jumat (21/10/2011).

Penelitian ini juga mengungkap, partisipan yang memiliki waktu tidur rata-rata yakni 6-9 jam cenderung mendapat nilai ujian yang lebih bagus untuk bidang studi fisika. Kecenderungan pada bidang studi ini tidak teramati pada partisipan yang tidur kruang dari 6 jam maupun lebih dari 9 jam.

Selain oleh lamanya waktu tidur, prestasi belajar juga dipengaruhi oleh sleep latency atau waktu yang dibutuhkan untuk terlelap sejak pertama kali membaringkan badan. Angka ideal untuk sleep latency menurut penelitian ini adalah 15 menit karena akan memberi pengaruh paling kuat terhadap prestasi belajar.


up/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Cara Menurunkan Berat Badan untuk Penderita Diabetes


Ilustrasi (foto: Thinkstock)Jakarta, Menurunkan berat badan mungkin dapat terdengar begitu sederhana, yaitu dengan penurunan kalori, dan meningkatkan kalori yang terbakar. Bagi seseorang yang pernah berjuang untuk menurunkan berat badan mengetahui bahwa menurunkan berat badan dapat dengan menemukan keseimbangan yang tepat dari makanan dan olahraga. Jika memiliki diabetes, tentunya menghadapi tantangan tambahan untuk harus menjaga kadar gula darah dalam rentang normal juga.

Menurunkan berat badan merupakan upaya yang sangat baik ketika seseorang memiliki diabetes tipe 2. "Seseorang yang mengalami penurunan berat badan sekitr 5-10 persen dari berat awal, maka mereka juga sering melihat peningkatan besar dalam mengontrol diabetes dan risiko komplikasinya," kata Amanda Kirpitch, RD, CDE, dari Joslin Diabetes Center, Boston. Seseorang yang memiliki berat badan 200 pon, maka ketika mengalami penurunan berat badan 10-20 pon, mungkin cukup untuk menurunkan gula darah, tekanan darah, dan kadar kolesterol. Untuk menurunkan berat badan untuk penderita diabetes membutuhkan beberapa perencanaan. Tetapi hal tersebut dapat dilakukan dan tidak memerlukan banyak perubahan.

Seperti dikutip dari MSNHealth, Jumat (21/10/2011), berikut rencana penurunan berat badan yang benar-benar dapat efektif untuk diterapkan pada penderita diabetes, antara lain:

1. Aktivitas fisik secara teratur

Salah satu kunci untuk menurunkan berat badan dan menjaganya agar tetap stabil adalah dengan melakukan aktivitas fisik secara teratur. Tidak harus dengan banyak waktu setiap hari, namun lebih baik sedikit waktu untuk latihan fisik tetapi teratur. American Heart Association merekomendasikan pedoman latihan fisik untuk penderita diabetes tipe 2, yaitu:

a. Aktivitas jantung (cardio activities)
Seberapa sering: 3-7 kali seminggu.
Berapa banyak: 150 menit per minggu latihan intensitas sedang, atau 90 menit per minggu intensitas latihan kuat.

b. Latihan beban
Seberapa sering: 3 kali seminggu.
Berapa banyak: 2-4 set dari 8-10 pengulangan, menggunakan beban dengan berat sedang.

Pada tingkat ini, seseorang mungkin akan membakar setidaknya 1.000 kalori seminggu. Hal tersebut berarti seseorang tidak harus membatasi asupan makanan untuk menurunkan berat badan. "Latihan fisik juga dapat meningkatkan kontrol gula darah bahkan sebelum seseorang mulai kehilangan berat badan," kata Kirpitch.

2. Mengurangi jumlah asupan kalori

"Pengurangan jumlah asupan kalori yang realistis bagi kebanyakan orang adalah dengan mengurangi 500-1.000 kalori sehari," kata Kirpitch. Jika seseorang kehilangan berat badan sebanyak 1 pon seminggu, merupakan penurunan berat badan yang lebih mudah dan baik untuk dipertahankan dibandingkan dengan penurunan berat badan yang mendadak.

3. Menggunakan piring dengan ukuran yag lebih kecil

Banyak penderita diabetes yang menggunakan cara diet dengan piring yang lebih kecil. Kebanyakan orang yang menggunkan piring yang kecil, cenderung akan memilih diet seimbang yang tidak terlalu banyak kandungan karbohidrat. "Sebagai aturan yang praktis, dapat dengan menempatkan sayuran pada setengah bagian piring, seperempat pati, dan seperempat protein tanpa lemak," kata Constance Brown-Riggs, RD, CDE, juru bicara American Dietetic Association. Jika ingin mencoba untuk menurunkan berat badan, menggunakan piring denan ukuran yang lebih kecil merupakan cara yang mudah dan efektif.

4. Jangan menunggu terlalu lapar untuk makan

Porsi yang lebih kecil memang baik. Tetapi jika sedang terlalu lapar, tentunya makanan dengan porsi kecil tidak akan cukup. Untuk hal mencegah tersebut, Kirpitch merekomendasikan makan setiap 4-5 jam sekali. Juga sebaiknya memilih makanan tinggi serat, seperti sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Serat memperlambat tingkat pergerakan makanan melalui sistem pencernaan, sehingga dapat membantu merasa kenyang lebih lama.

5. Sesuaikan obat diabetes

Insulin dan obat diabetes tertentu dapat membuat kadar gula darah terlalu rendah jika seseorang berolahraga lebih banyak atau makan dengan porsi lebih sedikit. Obat-obatan tersebut, antara lain:

a. Glimepiride (Amaryl)
b. Glipizide (Glucotrol, Glucotrol XL)
c. Glyburide (Diabeta, Glynase, Micronase)
d. Nateglinide (Starlix)
e. Repaglinide (Prandin)

Berkonsultasilah dengan dokter yang meresepkan obat diabetes untuk memperbarui rencana pengobatan. "Seseorang mungkin perlu menyesuaikan obat yang dikonsumsi dan memonitor gula darah lebih sering," kata Brown-Riggs.

6. Ngemil untuk menstabilkan kadar gula darah

Pada seseorang yang memiliki risiko penurunan kadar gula darah secara drastis, ngemil sebelum atau selama berolahraga juga membantu menjaga kadar gula darah agar tetap stabil. "Namun solusi yang lebih efektf adalah dengan merencanakan asupan makanan sehingga tidak menambahkan lebih banyak makanan untuk dikonsumsi," kata Kirpitch.

Menurunkan berat badan pada penderita diabetes dapat untuk menurunkan gula darah, tekanan darah, dan kadar kolesterol. Untuk dapat menurunkan berat badan membutuhkan beberapa usaha, tetapi tidak harus menyita waktu dan fokus yang banyak. Dengan menjalankan perubahan yang realistis pada pola diet akan dapat efektif menurunkan berat badan secara perlahan tetapi pasti.



ir/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Ibu Hamil Punya Kemampuan Tentukan Waktu Kelahiran


Ilustrasi (foto: Thinkstock)New Haven, Connecticut, Agar anaknya lahir pada tanggal cantik atau hari-hari tertentu yang dianggap baik, ibu hamil biasanya memilih caesar. Namun menurut penelitian, sebagian besar ibu hamil punya kemampuan untuk menunda atau mempercepat kelahiran normal.

Adanya kemampuan untuk mengendalikan waktu kelahiran ditunjukkan oleh sebuah data tentang ibu melahirkan di Amerika Serikat. Meski tanpa bantuan operasi caesar, tingkat kelahiran pada tanggal-tanggal tertentu yang dianggap baik cenderung tetap meningkat.

Penelitian yang dilakukan para ilmuwan dari Yale University mengungkap, jumlah kelahiran normal pada Hari Valentine (14 Februari) meningkat 3,6 persen dari rata-rata hari biasa. Sebaliknya pada Hari Halloween (31 Oktober), jumlah kelahiran normal turun 5,3 persen.

Selama ini, kelahiran normal dianggap sebagai sebuah proses yang spontan dan tidak bisa direncanakan sehingga jika ingin anaknya lahir pada tanggal tertentu maka solusinya adalah operasi caesar. Namun data ini menunjukkan bahwa kelahiran normal tidak benar-benar spontan.

"Tampaknya ibu hamil bisa mempercepat atau menunda kelahiran spontan, dengan rentang waktu yang sangat terbatas tentunya, sebagai respons keterwakilan budaya," ungkap Prof Becca Levy yang memimpin penelitian itu seperti dikutip dari Telegraph, Jumat (21/10/2011).

Sebagai pembanding, kenaikan tingkat kelahiran melalui operasi caesar selalu mengalami peningkatan pada Hari Valentine meningkat 12,1 persen. Demikian juga pada Hari Halloween, jumlah kelahiran melalui operasi caesar juga turun sekitar 16,9 persen.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Social Science and Medicine ini dilakukan melalui pengamatan jangka panjang selama 11 tahun. Jumlah sertifikat kelahiran yang diamati dalam penelitian ini cukup banyak, kurang lebih 1,8 juta kelahiran.



up/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Distrofi Otot, Serat Otot yang Rentan Rusak


(Foto: thinkstock)Jakarta, Deskripsi

Muscular dystrophy atau distrofi otot merupakan penyakit otot turunan di mana serat otot sangat rentan terhadap kerusakan. Secara progresif serat otot menjadi lebih lemah. Serat otot sering digantikan oleh jaringan lemak dan jaringan ikat pada tahap akhir distrofi otot.

Beberapa jenis distrofi otot mempengaruhi otot-otot jantung dan otot-otot tak sadar lainnya.

Defisiensi genetik dari distrofin protein otot tampaknya menjadi penyebab paling umum dari distrofi otot. Perjalanan penyakit dapat diperlambat dengan terapi dan obat-obatan, namun tidak ada obat untuk distrofi otot.

Penyebab

Distrofi otot merupakan penyakit turunan yang melibatkan gen yang rusak. Sebuah mutasi genetik yang khusus untuk jenis penyakit ini adalah penyebab dari setiap bentuk distrofi otot. Defisiensi genetik dari distrofin protein otot ternyata penyebab paling umum jenis distrofi otot.

Dalam pola yang disebut X-linked resesif warisan, melalui salah satu gen ibu, Duchenne's and Becker's muscular dystrophies diteruskan dari ibu ke anak. Gadis mewarisi dua kromosom X, satu dari ibu mereka dan satu dari ayah mereka. Sedangkan anak laki-laki mewarisi kromosom X dari ibu dan kromosom Y dari ayah mereka.

Kromosom X merupakan pembawa gen cacat Duchenne's and Becker's muscular dystrophies. Wanita yang hanya memiliki satu kromosom X dengan gen cacat yang menyebabkan distrofi otot adalah pembawa dan kadang-kadang mengalami kelemahan otot ringan dan masalah otot jantung (kardiomiopati).

Dalam beberapa kasus Duchenne's and Becker's muscular dystrophies, penyakit ini timbul dari mutasi baru dalam gen bukan dari gen yang rusak diwariskan.

Gejala

Tanda dan gejala bervariasi menurut jenis distrofi otot. Gejala yang seringkali terjadi pada berbagai jenis distrofi otot, antara lain:
1. Kelumpuhan secara progresif, mengakibatkan fiksasi (kontraktur) otot di sekitar sendi dan hilangnya mobilitas
2. Kelemahan otot
3. Kurangnya koordinasi otot

Di antara berbagai bentuk distrofi otot, tanda-tanda spesifik dan gejala bervariasi. Setiap jenis berbeda mengenai kecepatan perkembangan, usia, onset, dan bagian dari tubuh juga terutama mempengaruhi gejala yang terjadi.

Pengobatan

Saat ini, tidak ada obat untuk segala bentuk distrofi otot. Untuk menghentikan perkembangan beberapa jenis distrofi otot, penelitian terapi gen akhirnya dapat memberikan pengobatan. Sehingga memungkinkan orang dengan distrofi otot dapat tetap bergerak selama mungkin dan mencegah atau mengurangi cacat pada sendi dan tulang belakang.

Berbagai jenis obat-obatan, alat bantu, terapi fisik, dan pembedahan dapat digunakan untuk mengurangi kecacatan akibat distrofi otot.

1. Obat-obatan

Untuk meringankan gejala dan memperlambat perkembangan distrofi otot, obat-obatab dapat diresepkan dalam beberapa kasus, antara lain:

a. Kerusakan otot
Perkembangan distrofi otot mungkin dapat tertunda dan kekuatan otot dapat ditingkatkan oleh obat anti inflamasi kortikosteroid prednison. Untuk menunda beberapa kerusakan pada sel-sel otot, obat-obatan imunosupresif azatioprin dan siklosporin kadang-kadang juga diresepkan.

b. Kejang otot, kekakuan, dan kelemahan (myotonia)
Baclofen, carbamazepine, mexiletine, dantrolene, dan fenitoin termasuk dalam obat yang dapat digunakan untuk membantu meringankan myotonia terkait dengan distrofi otot.

2. Alat bantu

Memperlambat perkembangan kontraktur, braces dapat membantu menjaga otot dan tendon dapat meregang dan fleksibel, serta memberikan dukungan untuk otot-otot kaki dan tangan yang melemah. Mobilitas dan kemandirian dapat dipertahankan dengan penggunaan perangkat lain, seperti tongkat dan kursi roda. Namun, dengan menggunakan ventilator mungkin menjadi perlu jika otot pernafasan juga menjadi lemah.

3. Terapi fisik

Fiksasi (kontraktur) dapat berkembang pada sendi sebagai keparahan dari distrofi otot dan otot-otot yang melemah. Sendi pinggul, lutut, siku, kaki, dan tangan dapat dipengaruhi oleh kontraktur tidak nyaman.

Melakukan latihan fisik secara teratur untuk menjaga persendian tetapi sefleksibel mungkin, mengurangi atau menunda kelengkungan tulang belakang, dan menunda perkembangan kontraktur adalah tujuan dari terapi fisik. Pasien dapat mempertahankan jangkauan gerak pada sendi dengan menggunakan air panas (hidroterapi).

4. Bedah

Sebuah operasi pelepasan tendon dapat dilakukan untuk melepaskan kontraktur yang dapat memposisikan sendi dengan cara yang menyakitkan. Tendon Achilles di bagian belakang kaki, serta tendon dari pinggul, dan lutut dapat lebih fleksibel dengan operasi. Untuk memperbaiki kelengkungan tulang belakang, pembedahan mungkin juga diperlukan.

5. Terapi lainnya

Sangat penting untuk melakukan vaksinasi pneumonia dan untuk tetap melakukan tindakan pencegahan agar tidak terkena influenza, karena infeksi saluran pernapasan dapat menjadi masalah dalam tahap selanjutnya dari distrofi otot.

Sumber: Epharmapedia


ir/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Mafenide, Obat Oles untuk Infeksi Bakteri dan Jamur


(Foto: thinkstock)Jakarta, Deskripsi

Mafenide yang digunakan untuk mencegah dan mengobati infeksi bakteri atau jamur. Obat ini mencegah pertumbuhan jamur atau bakteri. Krim mafenide dioleskan pada kulit dan atau daerah yang terbakar untuk mencegah dan mengobati infeksi bakteri atau jamur yang mungkin terjadi pada luka bakar. Untuk pasien dengan luka bakar yang besar harus dirawat di rumah sakit.

Dosis

Bentuk sediaan oles (krim)
1. Dewasa dan anak usia 2 bulan ke atas: Gunakan satu atau dua kali sehari.
2. Bayi dan anak-anak sampai usia 2 bulan: Penggunaan tidak dianjurkan.

Bentuk sediaan oles (larutan)
1. Dewasa dan anak-anak usia 3 bulan ke atas: Gunakan setiap 4 sampai 8 jam setiap hari.
2. Bayi dan anak-anak sampai usia 3 bulan: Penggunaan tidak dianjurkan.

Kemasan
Obat ini hanya tersedia dengan resep dokter dan tersedia dalam bentuk sediaan bubuk untuk suspensi, bubuk untuk larutan, krim

Efek Samping

Gatal Ruam kulit atau kemerahan Pembengkakan pada wajah atau kulit Mengi atau bermasalah pernapasan
Sumber: MayoClinic


ir/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Saturday, October 29, 2011

Vitamin D Senjata Ampuh Untuk Lawan TBC


(Foto: thinkstock)Jakarta, Vitamin D memainkan peran penting dalam perlawanan terhadap infeksi. Dan sekarang para ilmuwan mengatakan vitamin D dapat menjadi senjata ampuh untuk melawan tuberkulosis (TBC).

Para peneliti telah mempelajari bagaimana sel-T dapat sangat efektif melawan bakteri yang menyebabkan tuberculosis. Sel-T merupakan semacam sel darah putih untuk melawan infeksi. Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam journal Science Translational Medicine.

Telah diketahui bahwa, orang dengan kadar vitamin D yang rendah lebih rentan terhadap infeksi. Hal tersebut juga diketahui bahwa orang dengan kekebalan tubuh yang rendah (immunocompromised), seperti orang dengan HIV, lebih rentan terhadap TBC.

"Para peneliti telah mengamati hubungan antara vitamin D dan peningkatan daya tahan terhadap infeksi TBC," kata Robert Modlin, kepala dermatologi di University of California Los Angeles School of Medicine dan rekannya seperti dilansir dari VOANews, Kamis (20/10/2011).

"Dari penelitian tersebut kami menemukan bahwa, satu jenis tertentu dari sel-T merupakan salah satu yang disekresi oleh protein yang disebut interferon gamma. Interferon gamma mampu mengaktifkan sel-sel darah putih yang terinfeksi dengan bakteri TBC untuk kemudian membunuh bakteri tersebut. Orang-orang yang memiliki kadar vitamin D yang rendah dalam darah, mereka tidak mampu untuk menunjang mekanisme tersebut dan membunuh bakteri. Sehingga vitamin D sangat diperlukan," kata Modlin.

Pada percobaan laboratorium, para ilmuwan memakai sampel darah yang kekurangan vitamin D. Kemudian mengaktifkan sel-T untuk menghancurkan bakteri TBC.

"Hasil penelitian tersebut dapat berguna untuk dipertimbangakan menjadi terapi baru untuk mencegah TB atau membantu dalam pengobatan. Misalnya penggunaan suplemen vitamin D untuk membantu pengobatan TBC. Saya pikir itu dapat mengubah cara kita berpikir mengenai suplemen vitamin D," kata Modlin.

"Saya sarankan bahwa orang yang menderita TBC dapat berkonsultasi dengan dokter atau dokter ahli penyakit dalam terlebih dahulu. Dan mungkin sebaiknya melakukan pengukuran kadar vitamin D terlebih dahulu untuk menentukan dosis vitamin D yang akan dikonsumsi. Langkah berikutnya adalah untuk memulai uji klinis untuk mengetahui apakah suplemen vitamin D dapat meningkatkan resistensi terhadap TBC atau infeksi lainnya," jelas Modlin.

Masih diperlukan penelitian secara klinis untuk menunjang hasil penelitian tersebut. Sehingga apabila hasil uji klinis juga menunjukkan manfaat vitamin D dalam meningkatkan daya tahan terhadap berbagai infeksi khususnya TBC. Mungkin dimasa mendatang vitamin D dapat digunakan untuk membantu pengobatan atau terapi suportif untuk TBC.


ir/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Orang Bertubuh Tinggi Lebih Disukai Sebagai Pemimpin


(Foto: thinkstock)Jakarta, Orang yang tinggi tak hanya mencolok, namun juga ternyata lebih disukai sebagai pemimpin. Para psikolog percaya bahwa kecenderungan itu berasal dari pandangan evolusi terhadap fisik pemimpin yang dianggap bisa mendominasi musuh.

Kecenderungan tersebut bisa dilihat dari kemenangan Barack Obama (6 kaki 1inci) atas John McCain (5 kaki 8 inci). Sebuah penelitian juga pernah menegaskan bahwa kandidat Partai Republik dan Demokrat yang lebih tinggi menang dalam 58 persen pemilihan presiden AS antara tahun 1789 dan 2008.

Kecenderungan ini menggelitik rasa penasaran Dr Gregg Murray di Texas Tech University di Lubbock, Texas, dengan apa yang disebut 'indeks tinggi presiden' ini.

"Nenek moyang kita hidup dalam kelompok-kelompok yang terus-menerus terlibat dalam konflik yang diselesaikan melalui kekerasan fisik. Jika ada gerombolan musuh yang datang dari atas bukit, anggota kelompok ingin agar musuhnya melihat orang besar di depan sehingga musuh tahu bahwa mereka akan menghadapi pertempuran yang sulit," kata Dr Murray seperti dikutip dari The Guardian, kamis (20/10/2011).

Kajian Dr Murray ini dimuat dalam jurnal Social Science Quarterly. Ia meminta 467 orang mahasiswa di universitas AS untuk menjelaskan dan menggambarkan sosok 'pemimpin nasional yang ideal' dibandingkan dengan 'warga biasa'.

Hampir dua pertiga atau 64% di antara peserta penelitian menggambarkan sosok pemimpin lebih tinggi daripada rata-rata warga negara, yaitu rata-rata 12% lebih tinggi dari warga biasa. Peserta penelitian yang terlibat dalam penelitian ini adalah siswa dari Amerika, Afrika, Asia, Eropa dan Amerika Latin.

"Awalnya mungkin ada pendapat bahwa efek ini bisa saja disebabkan oleh budaya. Namun kami menemukan hasil yang sama pada budaya yang berbeda, menunjukkan bahwa evolusi adalah penyebabnya," kata Dr Murray.

"Beberapa sifat dan naluri yang telah diperoleh melalui evolusi terus menampakkan diri dalam kehidupan modern, yang tampaknya tidak rasional. Sebuah ketakutan yang universal ketika berhadapan dengan ular dan kesukaan terhadap makanan berlemak yang tidak sehat telah berkembang jauh sejak saat ular masih menjadi ancaman dan tidak pastinya asupan kalori. Kami percaya, ciri-ciri yang sama dijumpai pula dalam politik," jelas Dr Murray.

Dalam penelitian tahap kedua, 238 orang dari kelompok mahasiswa yang sama diminta untuk menilai kesesuaian mereka sendiri atas posisi kepemimpinan dan setelah terpilih dalam suatu organisasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pria tinggi melihat diri mereka sebagai pemimpin yang lebih baik dalam, tapi tinggi badan tidak mempengaruhi persepsi perempuan atas potensi kepemimpinan mereka sendiri.

Studi lain menunjukkan bahwa tubuh yang tinggi memicu pikiran bawah sadar yang positif, terutama bagi pria. Kebanyakan orang tampaknya melihat pria tinggi lebih persuasif, mengesankan dan lebih mampu dari rata-rata.

Suatu survei di Amerika menemukan bahwa 500 CEO laki-laki di dunia hampir 10 kali lebih disukai jika tingginya 6 kaki 2 inci atau lebih tinggi dibandingkan dengan pria Amerika rata-rata.

"Jelas ada beberapa penjelasan biologis bawaan mengenai bagaimana kita berperilaku, tetapi perspektif psikologi evolusioner tidak boleh berlebihan. Setidaknya orang akan berharap bahwa kemampuan kita untuk berpikir dan mengevaluasi argumen secara aktif juga memainkan peran yang signifikan," kata Richard Kwiatkowski, dosen senior psikologi organisasi di Cranfield University di Inggris.


ir/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Cara Alami Memerangi Alergi


Ilustrasi (foto: Thinkstock)Jakarta, Banyak penderita alergi yang mungkin tidak nyaman dengan penggunaan berbagai obat atau bahan kimia sintetik yang masuk ke dalam tubuhnya selama musim alergi. Untungnya, ada alternatif beberapa bahan alami yang memerangi dan mencegah reaksi alergi.

Beberapa bahan alami tersebut tetap dapat digunakan dengan baik meskipun bersamaan dengan obat alergi, sehingga dapat memiliki kontrol yang lebih baik pada alergi.

Menggunakan obat untuk meredakan alergi kadang menjadi sangat membosankan dan menghabiskan biaya yang tidak sedikit, apalagi untuk penggunaan yang sering. Beberapa bahan alami yang dapat digunakan untuk memerangi reaksi alergi seperti dikutip dari Healthy Times, Kamis (20/10/2011) antara lain:

1. Air garam untuk nasal spray

Untuk membuat sendiri saline nasal spray, dapat dengan membeli paket larutan garam di toko obat lokal. Atau dapat dengan membuat ramuan sendiri dari 1 liter air matang, 2-3 sendok teh garam yang tidak beryodium, dan 1 sendok teh baking soda. Setelah bahan-bahan tersebut digabungkan, tunggulah air hingga dingin.

Berdiri dengan kepala di atas baskom berisi air tersebut dan menekan cairan ke dalam satu lubang hidung dan biarkan mengalir keluar dari lubang lain. Hal tersebut berguna untuk membersihkan rongga sinus dan menghilangkan tumpukan alergen atau iritan.

2. Pengguanaan humidifier dan air purifiers

Humidifier berfungsi untuk menghilangkan kelembaban. Sedangkan air purifiers merupakan alat pembersih udara. Pada musim-musim tertentu, pastikan untuk menggunakan alat pembersih udara yang berjalan sepanjang waktu untuk menyaring partikel alergen dan iritan dari udara. Sehingga ketika bernapas alergen yang ada dalam udara tidak masuk ke dalam hidung.

Beberapa pembersih udara memiliki komponen untuk mengatasi kelembaban. Namun jika tidak, pastikan untuk memiliki humidifier terpisah untuk menghilangkan alergen serta kelembaban agar udara bersih dan mengurangi adanya alergen dan iritan.

3. Suplemen herbal

Biasanya tersedia di toko obat atau makanan. Suplemen herbal menawarkan cara yang mudah dan alami untuk mendapatkan asupan suplemen sehari-hari untuk dapat melawan alergi. Pastikan untuk mencari tahu mengenai suplemen. Seperti Quercetin, yang merupakan suplemen yang terbuat dari antihistamin alami yang ditemukan dalam bawang merah dan kulit apel.

Suplemen yang terbuat dari daun jelatang juga merupakan pilihan yang baik untuk memerangi alergi dan biasanya dapat ditemukan dalam bentuk teh, sehingga dapat lebih melegakan dan menyejukkan.

4. Madu

Meskipun tidak banyak penelitian ilmiah yang telah membuktikan, namun penderita alergi banyak yang mengklaim madu dapat meredakan reaksi alergi secara signifikan. Sehingga madu termasuk menu diet mereka sehari-hari.

Hal tersebut mungkin disebabkan oleh fakta bahwa, lebah yang menghasilkan madu biasanya hidup pada serbuk sari yang sama di wilayah tersebut. Sehingga mungkin membuat madu bertindak sebagai semacam anti alergi.

5. Uap dari larutan minyak esensial

Untuk meredakan hidung mampet, menghirup uap yang dicampur dengan minyak esensial adalah cara yang baik untuk bernapas dengan lebih mudah dan menikmati saat-saat relaksasi. Dokter menyarankan membawa panci berisi air mendidih dan mencampurkan sejumlah minyak esensial dari daun kayu putih, rosemary, murad, pohon teh, dan tanaman lainnya.

Tempatkan handuk di atas kepala dan bernapas di dalam uap. Uap yang berasal dari campuran tersebut dapat benar-benar melegakan pernapasan. Jika proses tersebut tampaknya terlalu repot, maka dapat dipertimbangkan untuk memiliki perangkat uap inhalasi yang murah dan efektif.

6. Probiotik

Probiotik sangat dikenal karena manfaatnya terhadap pencernaan. Tetapi probiotik juga dapat membantu meredakan alergi. Hal tersebut dapat terjadi karena probiotik membantu menyeimbangkan sistem kekebalan tubuh. Probiotik dapat ditemukan dalam makanan dasar, seperti yoghurt, tetapi juga dapat ditemukan dalam bentuk suplemen di toko obat dan makanan kesehatan.


ir/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Blind teen keeps on running, thanks to guide dog

Sami Stoner is running proof that adversity doesn’t have to keep you from the finish line.

A legally blind 16-year-old runner, Sami is traversing cross-country courses this season with her new guide dog, Chloe, and is believed to be the first high school athlete in her home state of Ohio to compete with an animal.

“I don’t run for time or place or anything, I just run because I love it, and I’m glad I can share my love of running with Chloe now,” says Sami, a junior at Lexington High School who’s on the junior varsity cross country team. “I love having Chloe. She’s helped me so much.”

Now in her fourth year running cross country, Sami won a waiver from the state high school athletic association that allows her to compete with a dog. The golden retriever puppy, who guides Sami through the crowded hallways at school, also takes her safely through the running trails of Ohio.

“She watches out for roots and she tries to pick the clearest path for me,” Sami says cheerfully. “The ways she moves, I can feel it in her harness, so she has little ways to signal which way to go and what to do.”

At the starting line, Sami and Chloe stay back 20 to 30 seconds so Chloe doesn’t get spiked by another runner, but they’re usually passing other competitors by the first mile on the 5-kilometer (3.1-mile) course. Sami is ineligible to score, and she must avoid finish-line chutes if they’re deemed too narrow, said Dale Gabor, the director of cross country and track and field for the Ohio High School Athletic Association.

“She gives a lot of hope to other kids,” said Gabor, who approved Sami's waiver and believes she's the first scholastic athlete in Ohio to compete with an animal.

Running with just some peripheral vision is scary, Sami says. But Chloe is highly focused, which has helped Sami feel secure enough to improve her personal record to 29:53.

“There is still a little element of being terrified you’re going to fall flat on your face,” Sami says. “She’s given me a lot more confidence in my running.”

Her dad, too, is wary when Sami, the youngest of his three girls, starts a race.

Blind teen baseball player excels on team  

“It’s an amazing, scary thing to see her take off and all you can do it pray that everybody comes back safely. This is my baby,” says Keith Stoner. “She’s not necessarily up there collecting a medal at end of the race, but in our heart she does win them all.”

Sami began running cross-country in eighth grade, and by the end of that school year, her vision deteriorated and she became legally blind. She was found to have the untreatable Stargardt disease, which is similar to sight-robbing macular degeneration that affects older adults.

In high school, she worried she wouldn’t be able to compete, but teamed up with a friend, Hannah Ticoras, who ran alongside her as a guide.

“All I wanted to do was run, and running with Hannah gave me that opportunity,” says Sami.

Blind marching band sees beyond disability  

But Hannah graduated at the end of Sami’s sophomore year, again putting Sami’s competitive future in limbo. Her mobility teacher thought she’d be a good candidate for a guide dog, and after a month of training over the summer, the Stoner family welcomed Chloe home in August.

Sami is grateful she’s still a part of the team she loves so dearly.

“I just hope people learn that just because you have a disability or some kind of disadvantage that it’s not the end of the world,” says Sami, who has a 4.0 grade point average this year. “You can still do stuff, you just have to find a way of doing it.”

Lisa A. Flam is a news and lifestyles reporter based in New York.

Discussion comments

Olahraga yang Tepat Setelah Melahirkan


(Foto: thinkstock)Jakarta, Sebagian besar perempuan pasti ingin memiliki bentuk tubuh kembali normal seperti sebelum hamil dan setelah ia melahirkan. Tapi olahraga apa saja yang boleh dilakukan setelah hamil?

Studi menunjukkan kebanyakan perempuan akan mengalami peningkatan berat badan sebanyak 13 kg selama kehamilan, meski ada pula perempuan yang berat badannya naik kurang atau justru melebihi angka tersebut.

Namun rata-rata sebanyak 8-9 kg berat badan akan hilang dalam waktu 1 bulan setelah memiliki bayi yang biasanya disebabkan oleh kesibukkan mengurus sendiri buah hatinya. Tapi ada pula yang melakukan olahraga secara konsisten agar bisa kembali ke bentuk semula.

Olahraga setelah melahirkan bisa mempercepat proses pemulihan, membantu menurunkan berat badan, meningkatkan kekuatan otot, membantu ibu bersantai dan melepaskan stres serta memberi energi lebih.

Idealnya waktu yang tepat untuk memulai olahraga adalah 6 minggu setelah melakukan pemeriksaan awal pasca melahirkan. Tapi hal ini tergantung dari kondisi si ibu, lebih baik olahraga dimulai jika tubuh secara fisik mampu melakukannya. Selain itu olahraga sebaiknya dilakukan setelah menyusui bayi.

Kuncinya adalah mulai pada saat yang tepat dan meningkatkan aktivitas secara perlahan serta sebaiknya jangan tidak sabaran. Berikut adalah olahraga yang bisa dilakukan setelah hamil, seperti dikutip dari Lifemojo, Kamis (20/10/2011) yaitu:

1. Jalan santai dan jogging
Jalan santai atau jogging bisa dilakukan ibu kapan pun tanpa memberikan beban yang berat bagi tubuh, serta kegiatan ini bisa dilakukan sambil membawa bayi menggunakan kereta dorong.

2. Yoga
Posisi-posisi yoga merupakan cara yang bagus untuk membantu peredarah darah sekaligus mengurangi stres, meski ada beberapa posisi yang sebaiknya dihindari. Kegiatan ini bisa dilakukan di tempat kebugaran khusus bagi ibu-ibu yang baru melahirkan (gym postpartum) atau di klub kesehatan.

3. Olahraga di rumah
Ada banyak olahraga yang bisa dilakukan di rumah sambil menjaga bayi seperti treadmill atau sepeda statis atau menggunakan DVD olahraga aerobik low impact yang dilakukan ketika bayi sedang tidur.


ver/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Can't keep the pounds off? It's your hormones

Any dieter knows that it's hard to keep off weight you've lost. Now a study finds that even a year after dieters shed a good chunk of weight quickly, their hormones were still insisting, "Eat! Eat! Eat!"

The findings suggest that dieters who have regained weight are not just slipping back into old habits, but are struggling against a persistent biological urge.

"People who regain weight should not be harsh on themselves, as eating is our most basic instinct," Joseph Proietto of the University of Melbourne in Australia, an author of the study, said in an email. The research appears in Thursday's issue of the New England Journal of Medicine.

Vitals: Desperate to qualify for weight loss surgery, some pile on the pounds

Weight regain is a common problem for dieters. To study what drives it, Proietto and his colleagues enrolled 50 overweight or obese patients in a 10-week diet program in Australia. They wanted to see what would happen in people who lost at least 10 percent of their body weight. Ultimately, only 34 people lost that much and stuck with the study long enough for analysis.

The program was intense. On average, the participants lost almost 30 pounds during the 10 weeks, faster than the standard advice of losing 1 or 2 pounds a week. They took in 500 to 550 calories a day, using a meal replacement called Optifast plus vegetables for eight weeks. Then for two weeks they were gradually reintroduced to ordinary foods.

Despite counseling and written advice about how to maintain their new weights, they gained an average of 12 pounds back over the next year. So they were still at lower weights than when they started.

The scientists checked the blood levels of nine hormones that influence appetite. The key finding came from comparing the hormone levels from before the weight-loss program to one year after it was over. Six hormones were still out of whack in a direction that would boost hunger.

The dieters also rated themselves as feeling hungrier after meals at the one-year mark, compared to what they reported before the diet program began.

Experts not connected to the study said the persistent effect on hormone levels was not surprising, and that it probably had nothing to do with the speed of the weight loss.

People who lose less than 10 percent of body weight would probably show the same thing, though to a lesser degree, said Dr. George Bray of the Pennington Biomedical Research Center in Baton Rouge, La.

A key message of the study is that "it's better not to gain weight than to try to lose it," Bray said.

Why would a dieter's body rebel against weight loss? It's an evolutionary holdover from earlier times, when weight loss could threaten survival and reproduction, says Dr. Rudolph Leibel, an obesity expert at Columbia University in New York. So "it's not surprising at all" that our bodies would fight back for at least a year, he said. "This is probably a more or less permanent response."

People who lose significant weight not only gain bigger appetite but also burn fewer calories than normal, creating "a perfect storm for weight regain," Leibel said.

He said avoiding weight regain appears to be a fundamentally different problem from losing weight in the first place, and that researchers should pay more attention to it.

The study was supported by the Australian government, medical professional groups and a private foundation. Proietto served on a medical advisory board of Nestle, maker of Optifast, until last year.

Discussion comments

Friday, October 28, 2011

Cara Memberi Makan Anak Agar Tidak Kegemukan


(Foto: thinkstock)Jakarta, Mungkin sulit untuk menjaga anak-anak untuk tetap memiliki berat badan normal atau sehat. Para ahli mengatakan bahwa, cara terbaik adalah dengan membiasakan anak untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat.

Dan diet makanan sehat tersebut juga berlaku untuk diri kita sendiri, agar dapat menjadi contoh yang baik bagi anak-anak. Namun, biasanya anak-anak cenderung menyukai makanan yang tampilannya menarik atau makanan manis yang sering diiklankan di berbagai media.

Makanan manis mengandung gula yang tinggi, sehingga tidak sedikit jumlah anak yang mengalami obesitas. Seorang anak dianggap menderita obesitas bila berat badannya sudah 20 persen melebihi berat badan sehatnya.

Penyebab obesitas dapat karena akibat mengonsumsi kalori melebihi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan. Selain itu mungkin juga karena aktivitas fisik anak terlalu sedikit. Faktor-faktor penyebab obesitas antara lain:

1. Faktor keturunan
Apabila salah satu atau kedua orang tua obesitas, maka anak-anak mereka juga cenderung juga akan mengalami obesitas.

2. Aktivitas fisik kurang
Jika anak banyak menghabiskan waktu di depan televisi, games, atau komputer dapat menyebabkan kalori yang tidak terpakai diubah menjadi lemak

3. Kelebihan makan
Obesitas pada keluarga yang anggota keluarganya tidak ada riwayat obesitas, umumnya disebabkan karena kelebihan makan.

Untuk mencegah anak menjadi obesitas memang harus diajarkan untuk mengonsumsi makanan yang sehat sedini mungkin. Menurut American Academy of Family Physicians cara orangtua untuk mengajarkan mengonsumsi makanan yang sehat untuk anaknya agar tidak kegemukan seperti yang dikutip dari Epharmapedia, Kamis (20/10/2011) adalah:

1. Memberikan diet makanan sehat pada anak
Diet tersebut meliputi makanan yang sehat bergizi dan seimbang, termasuk banyak mengonsumsi buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian. Pastikan untuk menghitung asupan kalori, sesuai dengan usia anak.

2. Batasi minuman manis tidak lebih dari satu porsi per hari.
Anjurkan anak untuk lebih banyak minum air putih, agar anak tidak terlalu banyak mengonsumsi minuman manis.

3. Buatlah kebiasaan diet makanan sehat untuk keluarga.
Makan bersama di meja makan dengan menu makanan sehat dapat membiasakan anak untuk mengonsumsi makanan sehat. Tentunya diet makanan sehat tersebut juga berlaku untuk semua anggota keluarga agar dapat menjadi contoh yang baik bagi anak-anak.

4. Jangan menyuruh anak untuk makan ketika tidak lapar atau untuk menghabiskan semua makanan yang sudah ada di piring
Biarkan anak makan secara perlahan-lahan dan berhenti makan ketika mereka mulai merasa kenyang. Jangan dipaksa untuk menghabiskan makanan yang sudah diambil anak ke piring yang ia pakai.

5. Jika ingin memberikan hadiah untuk anak, tawarkan hadiah selain makanan.
Jika memberikan hadiah pada anak berupa makanan mungkin dapat membuat anak terlalu berorientasi terhadap makanan. Sehingga sebaiknya jika akan memberikan hadiah pada anak jangan berupa makanan.

6. Batasi makanan cepat saji.
Pada makanan cepat saji biasanya mengandung kalori tinggi. Sehingga apabila anak sering mengonsumsi makanan cepat saji, dapat menyebabkan obesitas.


ir/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Pria dan Wanita Memiliki Gejala Maag yang Berbeda


(Foto: thinkstock)Jakarta, Pria dan wanita kadang memiliki perbedaan dalam menanggapi gejala suatu penyakit. Pada penyakit maag misalnya wanita mengalami sakit lebih parah daripada pria. Lebih kesulitan menelan makanan padat dan lebih sering mengonsumsi obat untuk mengobati maag dibandingkan dengan pria.

Sebuah studi baru menunjukkan bahwa pria dan wanita mengalami gejala sakit maag dan refluks asam yang berbeda. Studi tersebut telah diterbitkan dalam Archives of Surgery. Peneliti melakukan survei hampir pada 3.000 orang dewasa di Australia yang tinggal dalam komunitas dan lebih dari 2.000 pria dan wanita yang menjalani operasi untuk gastroesophageal reflux disease (GERD).

Para wanita yang menjalani operasi mengeluh mengalami sakit maag yang lebih sering dan lebih parah daripada pria. Para wanita juga lebih kesulitan menelan makanan padat. Para wanita tersebut juga lebih sering mengonsumsi obat untuk mengobati maag dibandingkan dengan pria.

Sedangkan pada pria, ketika dokter melihat karakteristik pasien menemukan bahwa pria benar-benar memiliki lebih banyak manifestasi fisik dari penyakit maag dan GERD.

Pada pasien bedah pria dengan usia 7 tahun lebih muda dibandingkan dengan pasien bedah perempuan, lebih mungkin memiliki katup yang menghubungkan antara perut dan kerongkongan yang lebih lemah.

Para ahli mengatakan bahwa, lemahnya katup tersebut dapat merupakan bawaan dari lahir, tetapi kelainan tersebut juga dapat berkembang dari waktu ke waktu karena paparan asam kronis.

Pria juga lebih mungkin mengalami esofagitis atau Barrett's esophagus. Keduanya merupakan perubahan pada kerongkongan yang menghubungkan tenggorokan ke perut, yang disebabkan oleh paparan asam kronis. Hal tersebut dapat mengakibatkan peradangan dan bisul. Dalam beberapa kasus, Barrett's esophagus mungkin akan berkembang menjadi kanker kerongkongan.

Sedangkan wanita lebih cenderung memiliki masalah yang disebut hiatus hernia, dimana sebagian dari perut bagian atas melalui diafragma masuk ke dalam rongga dada. Hiatus hernia dapat dikaitkan dengan sakit maag. Perempuan yang telah melakukan operasi oleh karena GERD juga lebih cenderung menjadi gemuk daripada pria.

Para ahli mengatakan bahwa pria mungkin mengalami gejala yang signifikan dari refluks asam, tetapi tidak terlalu mengeluh atau mencari bantuan medis jika dibandingkan dengan wanita.

"Secara umum, laki-laki cenderung mengecilkan keparahan gejala yang mereka alami. Jadi saya tidak berpikir ada perbedaan gender dalam jalur sensorik yang sebenarnya," kata Anthony Starpoli, MD, seorang direktur esophageal endotherapy dari Lenox Hill Hospital, New York seperti dilansir dari WebMD, Kamis (20/10/2011).

Starpoli juga mengatakan bahwa penelitian tersebut mungkin dapat membantu menjelaskan mengapa pria yang meninggal karena kanker kerongkongan 4 kali lebih banyak dibandingkan dengan wanita.

Pria dan wanita mungkin memerlukan perawatan yang berbeda untuk memperbaiki masalah refluks asam yang dialami. Pengobatan untuk GERD perlu disesuaikan dengan gejala dan kondisi dari masing-masing pasien. Dan hal tersebut harus difokuskan pada perbedaan gender, oleh karena perbedaan gejala yang dialami.

Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengkonfirmasi apakah penyebab perbedaan gejala maag atau GERD pada pria dan wanita. Apakah hal tersebut dikarenakan oleh proses mekanis yang berbeda, perbedaan jalur sensorik ataupun perbedaan cara menanggapi suatu gejala penyakit.


ir/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Infeksi Flu Babi Pada Ibu Hamil Dapat Sebabkan Kematian Bayi


(Foto: thinkstock)Jakarta, Beberapa penyakit dapat ditularkan ibu hamil kepada bayinya. Sehingga menjaga kondisi kesehatan ibu hamil penting untuk membuat si bayi terlindungi.
Sebuah studi baru, bayi lahir dari ibu yang tertular virus flu H1N1 (flu babi) menghadapi risiko jauh lebih besar untuk bayi lahir mati.

Bayi lahir mati dari para wanita yang terinfeksi dengan strain virus flu babi 5 kali lebih tinggi dari normal. Risiko kelahiran bayi prematur juga lebih tinggi bila dibandingkan dengan ibu yang tidak terinfeksi virus tersebut.

Para praktisi kesehatan mengatakan bahwa, hasil studi tersebut memperkuat anjuran mengenai imunisasi flu babi harus dilakukan pada semua wanita hamil.
Penelitian tersebut dilakukan oleh National Perinatal Epidemiology Unit dari Oxford University.

"Vaksinasi flu babi merupakan perlindungan yang terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bukti baru dari risiko pada bayi dari ibu hamil yang terinfeksi virus flu babi. Dengan mendapatkan vaksinasi flu babi, wanita dapat mencegah resiko baik untuk diri mereka sendiri dan anak mereka yang belum lahir," kata Dr. Marian Knight yang memimpin penelitian tersebut seperti dilansir dari BBCNewsHealth, Kamis (20/10/2011).

Angka dari Health Protection Agency menunjukkan bahwa, vaksinasi flu babi pada kalangan wanita hamil di Inggris relatif rendah. Hanya sekitar setengah wanita hamil di Inggris dianggap berada dalam kelompok risiko tinggi, yang telah divaksinasi.

Wanita hamil yang mempunyai risiko tinggi, misalnya pada wanita hamil dengan kondisi seperti asma. Hanya 36,6 persen wanita hamil yang sehat dengan tidak ada kondisi kesehatan umum yang mendasari yang telah divaksinasi.

"Bayi lahir mati dan kematian bayi baru lahir (neonatal), flu musiman biasanya tidak berhubungan dengan kelahiran mati. Sehingga cukup mengkhawatirkan bahwa angka kematian bayi yang terkait dengan flu babi jauh lebih tinggi. Saya menduga banyak wanita hamil yang tidak mengetahui bahwa flu babi dapat berpotensi menjadi risiko serius bagi bayi mereka. Namun imunisasi awal adalah cara yang paling mudah dan efektif untuk ibu dalam melindungi diri dan bayi mereka terhadap potensi ancaman," kata Janet Scott yang ikut penelitian itu.

"Hasil statistik tersebut sangat mengkhawatirkan, dan oleh karena musim flu sudah semakin dekat, kami akan mendesak para ibu hamil untuk berkonsultasi ke dokter agar mendapatkan vaksinasi flu babi. Selain itu, penting bagi para penyedia layanan kesehatan untuk melengkapi stok vaksin untuk dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Hasil penelitian tersebut sangat penting utnuk mencegah peningkatan angka kematian bayi akibat infeksi flu babi pada ibunya, sehingga temuan tersebut tidak boleh diabaikan," lanjutnya.

Prof. David Salisbury, direktur imunisasi di Department of Health mendesak semua wanita hamil untuk mendapatkan vaksinasi flu babi. Studi tersebut menunjukkan bagaimana flu babi dapat berbahaya bagi bayi yang belum lahir. Hal tersebut dikarenakan ibu hamil lebih mungkin untuk mengalami perkembangan ke arah komplikasi jika mereka terinfeksi flu babi.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa vaksin dapat diberikan secara aman setiap tahap kehamilan. Bahwa ibu yang telah divaksinasi saat hamil dapat sekaligus memberikan perlindungan kepada bayinya. Perlindungan tersebut mungkin dapat berlangsung selama beberapa bulan pertama kehidupan bayinya.

Pada penelitian tersebut dilakukan pada 256 ibu telah terinfeksi dengan virus flu babi antara bulan September 2009 hingga Januari 2010. Tujuh bayi lahir mati dan 3 meninggal tak lama setelah lahir. Hal tersebut setara dengan 39 bayi dari 1.000 yang terinfeksi virus flu babi sebelum atau segera setelah lahir, dibandingkan dengan 7 dari 1.000 ibu yang tidak terinfeksi virus.


ir/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

RS Dharmais Mulai Pakai Nuklir untuk Diagnosis Kanker


Radiologi RS Dharmais (detikHealth)Jakarta, Teknologi nuklir tidak hanya dipakai sebagai pembangkit listrik maupun untuk merakit bom, tetapi bisa juga dimanfaatkan bagi kesehatan. Di RS Kanker Dharmais, diagnosis kanker sudah bisa dilakukan dengan menggunakan teknologi nuklir.

Mesin terbaru yang sudah akan dioperasikan November mendatang di RS Dharmais ini dinamakan Positron Emision Tomography - CT atau disingkat PET/CT. Dinamakan demikian krena secara prinsip alat ini menggabungkan alat PET dengan Computerized Tomography (CT).

Fungsi PET/CT memang bukan untuk deteksi dini, melainkan untuk menentukan dengan lebih akurat stadium kanker yang akan diobati. Ketika pasien sudah didiagnosis kanker, barulah stadium atau tingkat penyebarannya bisa ditentukan dengan alat berbasis teknologi nuklir ini.

"Dengan alat biasa mungkin kankernya cuma stadium II, tapi dengan PET/CT bisa saja lompat ke stadium III karena memang lebih peka," ungkap Kepala Departemen Radiologi RS Dharmais, dr Kardinah dalam jumpa pers di RS Dharmais, Rabu (19/10/2011).

PET/CT juga tidak dianjurkan bagi pasien kanker yang sudah memasuki stadium terminal atau sudah tidak mungkin disembuhkan. Sesuai fungsinya, alat ini hanya membantu penegakan diagnosis agar pengobatannya bisa lebih efektif sementara yang sudah terminal akan tetap sulit diobati.

Kelebihan lain dari PET/CT ini adalah, scan atau pemindaian tidak perlu dilakukan pada setiap bagian. PET/CT bisa memindai seluruh tubuh (whole body) sehingga risiko terpapar radiasi bisa dikurangi, meski jika dihitung satu persatu radiasi alat ini memang sangat tinggi.

Mengenai biaya pemakaian alat PET/CT, dr Kardinah tidak berani memberikan kisaran harga. Namun sebagai gambaran, ia memperkirakan harganya akan 2-3 kali lebih murah dibanding layanan serupa di luar negeri maupun di beberapa rumah sakit swasta.

RS Dharmais sebenarnya bukan yang pertama menerapkan teknologi nuklir untuk diagnosis kanker. Sebelumnya, 2 rumah sakit swasta yakni RS Gading Pluit dan MRCCC juga sudah memiliki PET/CT dan saat ini RS Hasan Sadikit di Bandung dikabarkan juga sedang merencanakan pengadaan alat ini.


up/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Indonesia Cuma Punya 30 Dokter Ahli Radiologi Nuklir


Ilustrasi (foto: Thinkstock)Jakarta, Perkembangan teknologi di bidang radiologi nuklir sangat pesat, sehingga keberadaan dokter-dokter spesialis radiologi makin dibutuhkan. Sayangnya di seluruh Indonesia saat ini baru sekitar 30-an dokter yang sudah menjadi spesialis radiologi nuklir.

"Spesialis radiologi nuklir di Indonesia belum terlalu banyak, mungkin baru sekitar 30 orang. Dengan perkembangan teknologi yang ada, kita masih butuh lebih banyak lagi," ungkap Dr Kardinah, SpRad dalam jumpa pers di RS Dharmais, Rabu (19/10/2011).

Menurut Dr Kardinah, jumlah dokter spesialis radiologi nuklir yang dibutuhkan tergantung pada jumlah rumah sakit yang memiliki peralatannya. Menurut peraturan yang berlaku, tiap rumah sakit yang memiliki alat-alat kedokteran nuklir harus punya 1 dokter spesialis radiologi nuklir.

Untuk wilayah Indonesia yang begitu besar, Dr Kardinah menilai 30 orang dokter spesialis radiologi nuklir masih kurang. Itu berarti belum semua provinsi memilikinya, padahal idealnya tiap provinsi harus punya minimal 1 dokter yang kompeten mengurusi nuklir.

Di RS Dharmais sendiri, dokter spesialis radiologi nuklir baru tersedia 1 orang. Meski begitu, beberapa dokter saat ini tengah disekolahkan dan untuk mengoperasikan alat-alat nuklir RS Dharmais juga bekerja sama dengan Pusat Pendidikan Kedokteran Nuklir.

Di bidang kedokteran, teknologi nuklir dan radiologi secara umum digunakan dalam proses diagnosis penyakit misalnya untuk mendeteksi kelainan-kelainan dalam di dalam tubuh tanpa harus mengoperasi. Sedangkan untuk pengobatan, radioterapi juga sering dipakai untuk menyembuhkan kanker.

Karena pada dasarnya efek radiasi bisa berbahaya, maka radiologi tidak boleh diberikan pada kondisi tertentu misalnya saat hamil. Sebelum menjalani prosedur radiologi, pasien perempuan pasti ditanyai kapan terakhir kali menstruasi sebab kalau ternyata hamil maka perkembangan janin bisa terganggu.



up/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Perasaan Sedih Bikin Orang Lebih Fokus dan Bertindak Cerdas


(Foto: thinkstock)Jakarta, Perasaan sedih bisa memicu stres atau bahkan depresi. Tapi rasa sedih juga ada manfaatnya karena kesedihan dapat membuat orang berpikir lebih fokus dan bertindak lebih cerdas.

Profesor di University of New South Wales di Australia telah menemukan bahwa orang sedih cenderung lebih meragukan tentang mitos dan rumor. Mereka juga cenderung melihat orang sebagai individu, bukan sebagai stereotip. Mereka bahkan memberikan presentasi yang lebih meyakinkan.

"Ketika senang, seseorang menutup mata dari kenyataan dan hanya berpikir tentang jatuh cinta. Kesedihan akan membuat orang berpikir lebih dalam, berkonsentrasi pada informasi baru, melihat ke dunia luar dan menilai kembali ide-ide lama," kata Gordon Parker, profesor psikiatri dari University of New South Wales seperti dikutip dari The Telegraph, Rabu (19/10/2011).

Sebuah kajian di AS terhadap 8.000 orang menemukan bahwa seperempat di antara orang yang dirawat karena depresi ternyata tidak benar-benar sakit. Mereka baru saja mengalami kesulitan emosional seperti kehilangan, yang mana kemudian mereka selesaikan sendiri secara alami.

Kesedihan membuat orang jadi tenang, menilai ulang dan membuat perubahan. Jika orang yang sedih merasa perlu meminum obat penenang, sebenarnya ia tidak memerlukannya. Sebab penelitian menunjukkan bahwa plasebo memiliki efek yang sama.

Sebuah uji klinis obat membandingkan antara plasebo dengan obat anti depresan. Dalam percobaan ini, plasebo ditemukan seringkali mampu menyembuhkan depresi.

Dalam 96 penelitian mengenai antidepresan dari tahun 1980 hingga 2005, efek plasebo tenyata dua kali lipat dari anti depresan dan efektif untuk enam dari 10 pasien.

Efek plasebo bekerja karena seseorang percaya bahwa obat tersebut bekerja dan ampuh seperti antidepresan asli untuk mengobati depresi yang kebanyakan dapat mereka sembuhkan sendiri.

"Kesedihan manusia membantu kita belajar dari kesalahan kita. Saya pikir, salah satu fungsi emosi negatif adalah untuk membuat kita fokus pada sesuatu yang lain untuk sementara," kata profesor psikiater Jerome Wakefield dari New York University.

Kesedihan juga dapat mencegah orang membuat kesalahan di tempat pertama. Risiko kesedihan dapat menghalangi orang dari menjadi terlalu ceroboh atau congkak, terutama dalam suatu hubungan atau dengan hal-hal lain yang dianggap bernilai.


ir/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

X Prize contest seeks secrets in DNA of the very old

George Eberhardt turned 107 last month, and scientists would love to know how he and other older folks like him made it that far. So he's going to hand over some of his DNA.

He's one of 100 centenarians taking part in a project announced Wednesday that will examine some of the oldest citizens with one of the newest scientific tools: whole-genome sequencing, the deciphering of a person's complete collection of DNA.

Scientists think DNA from very old healthy people could offer clues to how they lived so long. And that could one day lead to medicines to help the rest of us stay disease-free longer.

By the time you reach, say, 105, "it's very hard to get there without some genetic advantages," says Dr. Thomas Perls, a geriatrics expert at Boston University.

Perls is helping find centenarians for the Archon Genomics X Prize competition. The X Prize Foundation, best known for a spaceflight competition, is offering $10 million in prize money to researchers who decipher the complete DNA code from 100 people older than 100. The contest will be judged on accuracy, completeness and the speed and cost of sequencing.

The contest is a relaunch of an older competition with a new focus on centenarians, and it's the second sequencing project involving the elderly to be announced this month.

Genome pioneer J. Craig Venter says the centenarian project is just a first step in revealing the genetic secrets of a long and healthy life.

"We need 10,000 genomes, not 100, to start to understand the link between genetics, disease and wellness," said Venter, who is co-chairing the X Prize contest.

The 107-year-old Eberhardt of Chester, N.J., played and taught tennis until he was 94. He said he's participating in the X Prize project because he's interested in science and technology. It's not clear his genes will reveal much. Nobody else in his extended family reached 100, and he thinks only a couple reached 90, he said in a telephone interview.

Secret to long life? A strong marriage
So why does he think he lived so long? He credits 70 years of marriage to his wife, Marie. She in turn cites his "intense interest in so many things" over a lifetime, from building radios as a child to pursuing a career in electronics research.

But scientists believe there's more to it, and they want to use genome sequencing to investigate. Dr. Richard Cawthon of the University of Utah, who is seeking longevity genes by other means, says it may turn up genetic features that protect against multiple diseases or that slow the process of aging in general.

Protective features of a centenarian's DNA can even overcome less-than-ideal lifestyles, says Dr. Nir Barzilai of the Albert Einstein College of Medicine in New York. His own study of how centenarians live found that "as a group, they haven't done the right things."

Many in the group he studied were obese or overweight. Many were smokers, and few exercised or followed a vegetarian diet. His oldest participant, who died this month just short of her 110th birthday, smoked for 95 years.

"She had genes that protected her against the environment," Barzilai said. One of her sisters died at 102, and one of her brothers is 105 and still manages a hedge fund.

Earlier this month, Scripps Health of San Diego announced a different genome project involving the elderly. The Scripps Wellderly Study will receive the complete genomes of 1,000 people age 80 and older from a sequencing company.

A complete genome reveals not only genes but also other DNA that's responsible for regulating genes. It's "the full monty," showing DNA elements that are key for illness and health, says Dr. Eric Topol, who heads the Wellderly Study.

Participants in that study have an average age of 87 and range up to 108, and they've never had diabetes, heart disease or cancer, or any neurological disease.

"Why are these people Teflon-coated?" Topol asked. "Why don't they get disease?"

The ability to turn out lots of complete genomes is "the new-new thing" in trying to find out, he said.

"There's been too much emphasis on disorders per se and not enough on the people who are exceptionally healthy," to learn from their genomes, Topol said. "Now we have the powerful tools to do that."

Discussion comments

Thursday, October 27, 2011

Minoxidil, Obat untuk Atasi Kebotakan


Ilustrasi (foto: Thinkstock)Jakarta, Deskripsi

Minoxidil dioleskan pada kulit kepala untuk merangsang pertumbuhan rambut pada pria dewasa dan wanita akibat kebotakan. Cara kerja kerja obat ini tidak diketahui dengan pasti.

Pertumbuhan rambut akan terjadi setelah penggunaan beberapa bulan dan hanya berlangsung selama obat terus digunakan. Rambut akan mulai rontok lagi dalam beberapa bulan setelah pengobatan minoxidil dihentikan. Produk ini tersedia dalam bentuk sediaan larutan dan busa.

Dosis

Bentuk sediaan dalam larutan:
Dewasa: Gunakan 1 ml pada kulit kepala dua kali sehari.
Anak-anak: Pengunaan dan dosis harus ditentukan oleh dokter.

Bentuk sediaan busa:
Dewasa: setengah tutup botol untuk kulit kepala dua kali sehari.
Anak-anak: Penggunaan dan dosis harus ditentukan oleh dokter.

Efek Samping

Tanda dan gejala obat terlalu banyak diserap ke dalam tubuh:
1. Penglihatan kabur
2. Nyeri dada
3. Pusing
4. Pingsan
5. Denyut jantung cepat atau tidak teratur
6. Sakit kepala
7. Badan terasa ringan
8. Mati rasa atau kesemutan tangan, kaki, atau wajah
9. Pembengkakan wajah, tangan, kaki, atau kaki bagian bawah
10. Berat badan naik

Sumber: MayoClinic


ir/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Google Earth Petakan Wabah Tipus di Nepal


(Foto: thinkstock)Jakarta, Jika dulu ilmuwan memetakan penyebaran atau wabah penyakit dengan menelusuri daerah yang terkontaminasi, maka kini ilmuwan menggabungkan teknologi sekuensing DNA, sinyal GPS, dengan data peta di Google Earth. Hasilnya, sumber wabah tipus di Nepal pun bisa terlacak.

Dahulu pada pertengahan abad 19, ilmuwan John Snow harus memetakan kasus kolera di London dan menelusuri sumber wabah hingga ke pompa air yang terkontaminasi.

Tapi sekarang, para ilmuwan yang didanai oleh Wellcome Trust melakukan sebuah proyek serupa di Kathmandu Nepal dengan cara menggabungkan teknologi sekuensing genetik dan global positioning system (GPS) untuk memetakan penyebaran tipus kemudian melacak sumbernya.

Demam tipus disebabkan oleh dua bakteri, Salmonella typhi dan Salmonella paratyphi. Kedua bakteri ini ditemukan di Kathmandu dan biasanya menyebar melalui air atau makanan yang terkontaminasi tinja. Gejala penyakit ini berupa demam, sakit perut dan muntah.

Kemajuan terbaru dalam sekuensing DNA telah memungkinkan para ilmuwan untuk melacak secara akurat penyebaran penyakit dengan cara mengukur mutasi DNA bakteri penyebab penyakit ketika DNA menggandakan diri.

Namun, mutasi dalam bakteri tipus ini terjadi dalam skala kecil dan tidak akan terdeteksi jika hanya menggunakan teknik yang umum digunakan.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Open Biology dilakukan oleh ilmuwan di Wellcome Trust Major Overseas Programme di Vietnam bekerja sama dengan the Oxford University Clinical Research Units di Kathmandu, Nepal dan Ho Chi Minh, Vietnam.

Ilmuwan telah menemukan cara untuk memetakan wabah tipus secara akurat. Penelitian mereka menggabungkan teknologi sekuensing DNA, sinyal GPS, dengan data peta di Google Earth.

"Sampai sekarang, sangat sulit untuk mempelajari bagaimana organisme seperti bakteri penyebab tipus berkembang dan menyebar di tingkat lokal. Tanpa informasi ini, kemampuan kita untuk memahami penularan penyakit secara signifikan akan terhambat. Sekarang, kemajuan teknologi telah memungkinkan kita untuk pertama kalinya membuat peta geografis dan genetik penyebaran tipus yang akurat dan melacak sumbernya," jelas Dr Stephen Baker dari Unit Penelitian Klinis Universitas Oxford di Vietnam seperti dikutip ScienceDaily.com, Rabu (19/10/2011).

Untuk memperoleh informasi tersebut, petugas kesehatan mengunjungi rumah pasien dan menggunakan GPS untuk mendapat lokasinya dengan tepat. Mereka juga akan mengambil sampel darah pasien rawat inap untuk mengisolasi bakteri sehingga memungkinkan analisis gen bakteri. Dengan menggunakan teknologi sekuensing, ilmuwan mampu mengidentifikasi perubahan tunggal dalam DNA bakteri.

Para peneliti dapat mengelompokkan luasan infeksi tipus di lokasi tertentu. Namun, pengelompokan ini tidak berhubungan dengan kepadatan penduduk setempat. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang hidup dekat daerah semburan air dan orang yang hidup di tempat yang lebih rendah memiliki risiko paling besar tertular penyakit.

Wabah tipus terkait dengan kontaminasi tinja dalam air tanah selama musim hujan. Bakteri Salmonella paratyphi menyebar dari suatu titik fokus utama sehingga menempatkan orang-orang yang tinggal di daerah dengan ketinggian rendah berisiko lebih tinggi. Ketinggian pemukiman dan kedekatan dengan daerah semburan air mungkin saling berhubungan, sebab semburan air lebih banyak ditemui di daerah dataran rendah.

Perbaikan infrastruktur sangat penting untuk mengontrol dan membasmi tipus. Kualitas air yang buruk, kurangnya kebersihan, dan adanya pembawa penyakit mengindikasikan bahwa bakteri akan tetap bertahan lama dalam masyarakat meskipun terbatasi oleh kekebalan vaksin saat ini.

"Tanpa mengintegrasikan perbaikan infrastruktur dengan tindakan pengendalian lainnya seperti diagnosis, pengobatan dan vaksinasi, tidak mungkin tipus bisa dikendalikan di tempat-tempat seperti Kathmandu untuk jangka panjang," ucap Dr. Baker.

"Sama seperti John Snow yang merintis pemetaan kolera pada abad kesembilan belas, kami menunjukkan bahwa kebersihan yang buruk menyebabkan air terkontaminasi dan menyebarkan penyakit. Penelitian yang menggabungkan pemetaan akurat dengan teknologi terbaru ini memperkuat pentingnya meningkatkan kualitas pasokan air dan prasarana kebersihan jika ingin serius mengatasi penyakit seperti tipus," kata Dr Jimmy Whitworth, Kepala Kegiatan Internasional Wellcome Trust.


ir/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | fantastic sams coupons