-
-

Sunday, July 03, 2011

Perempuan Tidak Boleh Hamil dengan Kondisi Terpaksa


foto: ThinkstockJakarta, Kehamilan merupakan suatu proses panjang yang membutuhkan persiapan dan juga rencana yang baik. Karenanya seorang perempuan tidak boleh hamil dalam kondisi terpaksa.

"Perempuan yang hamil harus dalam kondisi prima dan siap, jangan hamil karena terpaksa dan stres," ujar dr Mathew T Puspanjono, SpA dalam acara talkshow Philips Avent Memberikan Pilihan terbaik bagi Ibu dan Anak di JCC, Sabtu (2/7/2011).

dr Mathew menuturkan jika ibu hamil dalam keadaan terpaksa atau stres, maka ia akan melepaskan hormon-hormon yang sifatnya bisa merugikan. Zat yang dilepaskan ini akan masuk ke dalam sirkulasi darah bayi sehingga mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin yang dikandung.

"Tapi kalau ibunya senang dengan kehamilannya, maka anak yang dilahirkan juga nantinya akan menjadi easy child, karenanya ibu yang sedang hamil tidak boleh stres," ungkap dokter yang juga menjadi staf pengajar di FK UPH.

Untuk itu dr Mathew menyarankan agar semuanya dipersiapkan sejak sebelum menikah. Persiapan bisa dimulai dengan melakukan skrining awal sebelum menikah, lalu menjaga nutrisi dan pola hidup dalam mempersiapkan kehamilan.

Setelah hamil berikan stimulasi pada janin sejak dini, misalnya dengan sering mengelus-elus perut, mengajaknya berbicara atau sekedar mengucapkan salam pada janin serta bisa juga mendengarkan si janin musik yang menenangkan.

Dalam hal ini bayi tidak harus mendengarkan musik Mozart, yang penting musik tenang dan bukan yang cadas. Karena musik tenang yang didengarkan oleh telinga bayi bisa menstimulasi otak.

"Kalau suka gamelan jawa juga tidak apa-apa, ada studi hasilnya tidak kalah dengan musik Mozart. Anak menjadi lebih siap dalam menghadapi dunia luar," ujar dokter yang berpraktek di Siloam Hospital.

dr Mathew mengungkapkan setelah bayi lahir tetap memerlukan stimulasi dari luar, misalnya memberikan mainan dengan warna cerah untuk merangsang inderanya serta mengajaknya bermain.

Untuk itu jika ingin mendapatkan hasil yang baik, sebaiknya kehamilan yang terjadi bukan karena terpaksa tapi memang sudah dipersiapkan dengan baik serta dibutuhkan dukungan dari lingkungan dan orang-orang di sekitarnya.
ver/ir)



detikhealth.com

Minum Pereda Nyeri Saat Menyusui Bisa Bikin Bayinya Teler


foto: ThinkstockSydney, Tidak semua obat aman dikonsumsi saat menyusui karena bisa ikut terminum oleh bayi. Salah satunya adalah obat-obat pereda nyeri yang mengandung kodein, sejenis narkotika yang bisa bikin bayi keracunan jika terminum bersama air susu ibu.

Peringatan ini disampaikan dalam pertemuan para ahli anestesi yang berlangsung di Sydney baru-baru ini. Para ahli mengatakan, kodein merupakan obat golongan narkotika yang tidak boleh sembarangan digunakan pada ibu-ibu yang sedang menyusui.

Di dalam tubuh, kodein baru akan bekerja setelah diproses menjadi morfin oleh hati. Efek yang diharapkan dari morfin adalah meredakan nyeri sedang hingga berat, sedangkan efek samping yang sereing muncul dan tentunya tidak diharapkan adalah rasa kantuk.

Morfin yang dihasilkan dari metabolisme kodein di hati jumlahnya tidak selalu sama, kadang-kadang terlalu banyak sehingga tidak terpakai. Pada ibu menyusui, morfin yang tidak terpakai ini bisa mencemari Air Susu Ibu (ASI) dan terminum oleh bayinya.

Tidak hanya membuat bayinya mengantuk, morfin dalam jika terminum dalam jumlah banyak juga berisiko menyebabkan keracunan pada bayi. Risiko paling buruk akibat overdosis morfin pada bayi seperti disampaikan dalam pertemuan tersebut adalah kematian.

"Ibu menyusui tidak boleh minum pereda nyeri yang mengandung kodein lebih dari 4 hari. Segeralah periksa jika merasakan kantuk yang tidak wajar, lalu periksakan juga bayinya ke dokter," ungkap Dr Gavin Patullo, ahli anestesi dari Sydney's Royal North Hospital seperti dikutip dari Xinhua, Minggu (3/7/2011).

Kodein merupakan obat golongan narkotika yang dapat memicu adiksi atau ketagihan dan sering disalahgunakan, sehingga hanya boleh dibeli dengan resep dokter. Selain dipakai sebagai obat pereda nyeri, kodein juga sering dipakai sebagai campuran obat batuk.
up/ir)



detikhealth.com

Konsumsi Garam Pada Anak-anak Mulai Mengkhawatirkan


foto: ThinkstockJakarta, Hampir semua jenis makanan yang dikonsumsi anak mengandung garam di dalamnya. Jika tidak dibatasi, konsumsi garam yang berlebihan dikhawatirkan akan memicu berbagai masalah jantung dan pembuluh darah saat anak-anak itu tumbuh dewasa.

Sebuah lembaga pemerhati kesehatan jantung di Inggris, Consensus Action on Salt and Health memperkirakan rata-rata anak mengonsumsi garam 50 persen lebih banyak dari batas maksimal. Beberapa bahkan mengonsumsinya 2 kali lipat dari batas yang dianjurkan.

Diperkriakan, sebagian anak-anak di Inggris mengonsumsi garam sebanyak 9,6 gram/hari sementara batas yang dianjurkan untuk usia 7-10 tahun hanya 5 gram/hari. Jumlah ini mencapai 92 persen atau nyaris 2 kali lipat dari asupan yang maish bisa dikategorikan sehat.

Anak-anak tersebut mengonsumsi garam dalam makanan sehari-harinya. Dalam menu sarapan misalnya, 30 gram sereal dicampur dengan 125 gram susu sudah memberikan asupan garam sebanyak 0,82 gram. Ditambah sepotong kue muffin, asupan garam bertambah 0,6 gram.

Kemudian saat makan siang, sandwich atau roti isi daging dan keju memberikan tambahan garam sebanyak 2,2 gram, keripik kentang dan segala macamnya menambah asupan garam sebanyak 1,3 gram, sementara cemilan biskuit menambah garam sebanyak 0,2 gram.

Saat makan malam, kroket kentang mengandung garam sebanyak 1 gram, kacang panggang 1,58 gram, ayam 1,4 gram dan saus kecap 0,5 gram. Total dalam sehari, anak-anak bisa mengonsumsi hingga 9,6 gram garam atau hampir 2 kali lipat dari anjuran pola makan yang sehat.

Kelebihan asupan garam itu dikhawatirkan akan memicu berbagai masalah kardiovaskular, yang dalam jangka panjang akan meningkatkan risiko serangan jantung. Di seluruh dunia, serangan jantung masih tercatat sebagai penyebab kematian paling besar.

"Garam harus dibatasi karena bisa meningkatkan tekanan darah. Makin tinggi tekanan darah waktu kecil, risiko untuk mengalami masalah kardiovaskular saat dewasa makin besar," ungkap Katharine Jenner dari Consensus Action on Salt and Health seperti dikutip dari Dailymail, Minggu (3/7/2011).

Batas maksimal konsumsi garam yang dianjurkan untuk anak-anak menurut Consensus Action on Salt and Health adalah sebagai berikut:



Usia Maksimal 0-6 bulan di bawah 1 gram 6-12 bulan 1 gram 1-3 tahun 2 gram 4-6 tahun 3 gram 7-10 tahun 5 gram 11 tahun ke atas 6 gram  
up/ir)



detikhealth.com

Saturday, July 02, 2011

Kolesterol Tinggi Bisa Bikin Cepat Capek


(Foto: thinkstock)Jakarta, Kolesterol tinggi sering dijuluki 'silent killer' karena sering tak bergejala tapi berakibat fatal. Namun, meski tidak menunjukkan gejala khusus, orang yang memiliki kadar kolesterol tinggi akan lebih mudah merasa lelah alias capek.

Kolesterol tinggi memiliki berbagai efek pada tubuh, salah satunya adalah kelelahan. Ketika plak terbentuk di dinding arteri, bisa menyebabkan kondisi seperti atherosclerosis, penyakit jantung koroner (PJK) dan penyakit mikrovaskuler koroner atau coronary microvascular disease (CMD). Kondisi-kondisi seperti inilah yang menyebabkan badan terasa cepat capek.

Meskipun kolesterol tinggi itu sendiri tidak secara langsung menyebabkan kelelahan, tapi kondisi-kondisi yang ditimbulkan dapat membuat orang lebih mudah lelah, seperti dilansir Livestrong, Sabtu (2/7/2011).

Kolesterol memang dibutuhkan oleh tubuh, tapi sebenarnya tanpa asupan kolesterol dari luar pun kebutuhannya sudah terpenuhi dengan baik. Karena 80 persen kolesterol dihasilkan dari dalam tubuh (organ hati) dan 20 persen sisanya dari makanan.

Seseorang dikatakan memiliki kadar kolesterol normal jika ukurannya 160-200 mg sedangkan masuk kondisi berbahaya jika sudah di atas 240 mg karena bisa menyebabkan stroke.

Ciri-ciri tubuh menumpuk kolesterol tinggi adalah rasa sakit atau pegal di tengkuk kepala bagian belakang. Pegal ini juga sampai ke pundak, kaki bengkak dan mudah capai dan ngantuk.

Aterosklerosis adalah penyakit akibat penumpukan plak di dinding arteri akibat tingginya kolesterol. Faktor risiko utama aterosklerosis adalah kolesterol tinggi. Plak terdiri dari zat-zat kolesterol, lemak dan kalsium yang akhirnya mempersempit dinding arteri, menghambat aliran darah ke jantung dan area lain dari tubuh.

Aterosklerosis dapat menyebabkan penyakit jantung koroner (PJK) tetapi juga merupakan faktor risiko untuk penyakit mikrovaskuler koroner (CMD).

Penyakit mikrovaskuler koroner terjadi karena terbentuk plak di arteri yang lebih kecil mengarah ke jantung. Tidak seperti PJK, plak CMD tidak selalu menyebabkan penyumbatan, tapi penyakit-penyakit itulah yang memicu kelelahan tubuh.

Wanita lebih mungkin menderita CMD dibandingkan laki-laki, karena penurunan kadar estrogen selama menopause. Meskipun CMD dan PJK meningkatkan risiko untuk serangan jantung, gejala keduanyanya sedikit berbeda.

Nyeri dada dari PJK cenderung memburuk selama aktivitas dan mereda ketika beristirahat. Rasa sakit dari CMD berlangsung setidaknya 10 menit dan sering berlangsung lebih lama dari 30 menit. Gejala lain yang terkait dengan CMD termasuk kelelahan, kekurangan energi dan masalah tidur.
mer/ir)



detikhealth.com

Virus Hendra, Infeksi Pada Kuda yang Bisa Menular ke Manusia


(Foto: thinkstok)Deskripsi
Infeksi Hendra adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Hendra atau pernah juga disebut equini morbillivirus yang menyebabkan penyakit pada kuda di Australia. Tapi infeksi ini bisa terjadi pada manusia jika terjadi paparan dari sekresi kuda yang terinfeksi virus Hendra.

Menurut Prof dr Tjandra Yoga Aditama SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE selaku Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI dalam rilis yang diterima detikHealth, Sabtu (2/7/2011) di Australia kasus pada kuda terus terjadi secara sporadik, meski jumlah kasusnya tidak terlalu banyak dan infeksi pada manusia sangat jarang. Berdasarkan data yang ada kasus infeksi pada manusia dari tahun 1996-2007 diketahui ada 7 kasus dari total 13 kali outbreak yang ada yaitu:

Januari 1999 di Trinity Beach, Queensland Oktober 2004 di Gordonvale, Queensland Desember 2004 di Townsville, Queensland Juni 2006 di Peachester, Queensland Oktober 2006 di Murwillumbah, New South Wales Juni 2006 di Peachester, Queensland Juli 2007 di Clifton Beach, Queensland.
Penyebab
Penyakit ini disebabkan oleh virus Hendra yang merupakan anggota dari keluarga Paramyxoviridae, genus Henipavirus yang memiliki anggota virus Hendra serta virus Nipah. Virus Hendra pertama kali diisolasi pada September 1994 dari spesimen kuda dan manusia di Hendra, pinggiran Brisbane Australia. Sedangkan virus Nipah ditemukan di Malaysia tahun 1999 yang menyebabkan penyakit pada lebih dari 100 orang.

Gejala
Kasus pada manusia sangat jarang ditemukan. Namun dari kasus yang ada ditemukan gejalanya sama seperti gejala penyakit pernapasan berat. Untuk mendiagnosisnya menggunakan tes antibodi dengan ELISA (IgG dan IgM), RT-PCR dan isolasi virus.

Pengobatan
Pengobatan yang dilakukan untuk mengatasi infeksi Hendra ini adalah dengan menggunakan Ribavirin. Obat Ribavirin telah terbukti efektif melawan virus secara in vitro.

Cara pencegahannya adalah dengan menghindari hewan yang diketahui telah terinfeksi virus Hendra dan menggunakan alat pelindung diri yang aman bila akan melakukan kontak dengan hewan yang dicurigai berpotensi terinfeksi.

Sehubungan dengan adanya laporan kasus di Queensland Australia, maka Kementerian Kesehatan telah berkomunikasi dengan Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengamati penyakit ini. Sampai saat ini laporan hanya ada di Australia.

Sumber: Kementerian Kesehatan RI
ver/ir)



detikhealth.com

Lari Bikin Orang Tambah Pintar


(Foto: thinkstok)Jakarta, Lari merupakan olahraga yang cukup mudah dilakukan oleh masyarakat. Ternyata lari tidak hanya membuat tubuh menjadi sehat, tapi juga membuat seseorang bertambah pintar.

Para peneliti dari UCLA memantau gelombang otak yang terkait dengan proses belajar yaitu gamma rhythms. Studi pada tikus menemukan bahwa gelombang tersebut akan semakin kuat ketika tikus tersebut berlari. Hasil ini telah dipublikasikan dalam PLoS ONE.

"Ketika kita belajar, maka bahan kimia tertentu akan dilepaskan di otak untuk membentuk gamma rhythms. Bahan kimia yang sama juga dilepaskan ketika seseorang berlari," ujar Mayank Mehta, PhD selaku profesor neuroscience di UCLA, seperti dikutip dari Menshealth.com, Sabtu (2/7/2011).

Peneliti berharap dengan ditemukannya hal ini bisa mencari hubungan yang lebih kuat bahwa berlari bisa meningkatkan kekuatan otak, meskipun masih membutuhkan sedikit waktu lebih banyak dilaboratorium untuk membuktikannya.

Pada penelitian sebelumnya telah ditunjukkan bahwa berolahraga secara teratur bisa meningkatkan keterampilan kognitif seseorang dan menurunkan risiko yang berkaitan dengan penurunan mental. Dan studi tahun 2007 di Neurobiology of Memory and Learning menemukan bahwa peserta akan belajar kosa kata 20 persen lebih cepat setelah berolahraga.

Selain itu olahraga lari secara rutin bisa memperbaiki memori yang ada di otak serta memerangi depresi. Kondisi ini menunjukkan bahwa lari tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan tubuh saja tapi juga pada otak.

Diharapkan suatu hari nanti peneliti bisa membantu dokter dan menemukan cara bahwa berlari atau jogging bisa membantu pasien Alzheimer dalam meningkatkan fungsi kognitifnya, atau penyakit lain yang berhubungan dengan penurunan kemampuan otak.

Para ahli menuturkan bahwa melakukan olahraga lari selama 5-30 menit bisa meningkatkan kemampuan otak. Jika memang tidak memiliki waktu yang banyak, maka cobalah untuk mengambil waktu disela-sela kegiatan atau bangun lebih awal dari biasanya.
ver/ir)



detikhealth.com

Kenapa Ibu Hamil Sangat Sensitif dengan Bau?


(Foto: thinkstok)Jakarta, Ketika hamil seorang perempuan bisa menjadi sangat sensitif terhadap bau-bau tertentu yang sebelumnya bisa diterima dengan baik. Kenapa bisa begitu?

Seperti halnya beberapa perubahan lain yang terjadi selama hamil, maka ibu hamil biasanya juga mengalami perubahan terhadap indera penciuman yang menjadi lebih sensitif. Kondisi ini disebabkan oleh meningkatkan kadar hormon estrogen di dalam tubuhnya.

Studi tahun 2002 yang dilakukan oleh Philadelphia's Monell Chemical Senses Center menunjukkan bahwa perempuan dengan kadar hormon estrogen tinggi memiliki sensitivitas yang lebih besar. Kondisi ini juga bisa terjadi pada perempuan saat masa subur, seperti dikutip dari Health.Howstuffworks, Sabtu (2/7/2011).

Para peneliti menuturkan bahwa kepekaan yang lebih tinggi terhadap bau dan rasa yang dialami oleh ibu hamil kadang bisa memicu terjadinya morning sickness, serta ia menjadi lebih selektif dalam memilih.

Meski begitu di lain sisi peneliti beranggapan hal ini bisa jadi menguntungkan karena akan melindungi ibu hamil dari makanan yang mengandung bahan kimia dan racun yang berbahaya bagi janin.

Kondisi ini umumnya terjadi pada awal kehamilan saat tubuh masih harus beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi selama hamil terutama fluktuasi hormon di dalam tubuh. Namun tidak semua ibu hamil memiliki sensitifitas yang tinggi terhadap bau tertentu.

Sebuah studi menunjukkan beberapa bau dari makanan atau minuman seperti bau kopi, daging, beberapa produk susu dan makanan berbumbu tajam umumnya tidak disukai oleh ibu hamil di masa-masa awal kehamilannya.

Untuk mengatasinya ibu hamil sebaiknya mencoba untuk menghindari aroma yang bisa memperburuk kondisinya, misalnya meminta pasangan untuk tidak menggunakan parfum yang tidak disukai atau menghindari bau makanan tertentu.

Serta bisa juga diatasi dengan membuka jendela agar memberikan ventilasi yang baik sehingga memungkinkan terjadinya pertukaran udara atau menyium aroma menenangkan seperti mint, lemon atau bau lain yang disukainya.
ver/ir)



detikhealth.com

Sumber Serat Terbaik Bukan Buah Tapi Sayuran


(Foto: thinkstock)Jakarta, Buah dan sayur merupakan adalah 2 jenis bahan makanan yang paling banyak mengandung serat. Namun jangan mengandalkan buah saja untuk memenuhi kebutuhan serat, beri porsi lebih banyak untuk sayuran karena sayur adalah sumber serat terbaik.

Dalam sehari, manusia idealnya membutuhkan asupan serat sebanyak 20-25 gram. Sebutir apel berukuran sedang yang dimakan bersama kulitnya rata-rata mampu memberikan serat hingga 3,8 gram atau kurang lebih 20 persen dari kebutuhan serat harian.

Artinya dengan 5 butir apel saja, kebutuhan serat harian sebenarnya sudah bisa dipenuhi. Namun ahli gizi dari RS Siloam Karawaci, Dr Endang Darmoutomo, MS, SpGK menyarankan sebaiknya kebutuhan serat tidak semuanya dipenuhi dari buah-buahan.

"Pada tanaman, buah adalah tempat menyimpan kelebihan energi. Kalau manusia menyimpan kelebihan energi dalam bentuk lemak, tumbuhan menyimpannya dalam bentuk gula," ungkap dr Endang dalam jumpa pers "Pfizer 3 Ring Peduli Kolesterol" di Senayan City.

Jika kebutuhan serat seluruhnya dipenuhi dari buah-buahan, maka bukan hanya serat yang didapatkan tetapi juga gula. Masalahnya adalah, manusia juga sudah mendapatkan gula dalam bentuk karbohidrat maupun gula-gula lain yang ada dalam makanan dan minuman.

Kelebihan gula jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik akan menyebabkan kadarnya dalam darah meningkat dan berisiko memicu hiperglikemia pada pengidap diabetes. Gula yang berlebihan juga akan memicu kegemukan karena kelebihan energi di dalam tubuh akan diubah menjadi lemak.

Lain halnya jika kebutuhan serat juga dipenuhi lewat sayuran yang gulanya tak sebanyak pada buah-buahan. Sebanyak apapun sayuran yang dimakan, efeknya hanyalah rasa kenyang namun tidak bikin gemuk karena serat tidak akan dicerna oleh tubuh.

Anjuran dr Endang untuk memperbanyak makan sayur tidak bermaksud untuk membatasi makan buah, karena bagaimanapun ada kandungan lain yang dibutuhkan misalnya vitamin. Hanya saja untuk urusan serat, dr Endang menegaskan bahwa sayur harus diberi porsi lebih banyak dari buah.
up/ir)



detikhealth.com

FDA panel: Avastin not effective for breast cancer

A panel of cancer experts has ruled for a second time that Avastin, the best-selling cancer drug in the world, should no longer be used in breast cancer patients, clearing the way for the U.S. government to remove its endorsement from the drug.

The unprecedented vote Wednesday by the Food and Drug Administration advisory panel comes less than a year after the same panel reached the same conclusion.

In three unanimous votes, the six members of the FDA oncology drug panel voted that Avastin is ineffective, unsafe and should have its approval for breast cancer withdrawn.

"I think we all wanted Avastin to succeed but the reality is that these studies did not bear out that hope," said Natalie Compagni-Portis, the lone patient representative on the FDA panel

The vote is not binding and FDA Commissioner Margaret Hamburg will make the final decision. The drug is approved for multiple cancers and will still be available for breast cancer, though most insurers are expected to drop coverage if it loses FDA approval

The FDA began steps to remove Avastin's breast cancer approval in December, but Swiss drug maker Roche took the rare step of appealing that decision and lobbied the agency and Congress for a second hearing.

The dramatic, contentious tone of the two-day hearing underscored the difficulty of removing an option for cancer patients, even when backed by scientific evidence.

Immediately after the final vote, patients in the audience erupted in shouts against the FDA and its panelists.

"What do you want us to take!? We have nothing else!" shouted Christi Turnage, of Madison, Miss. Turnage said her cancer has been undetectable for more than two years since starting therapy with Avastin.

A spokesman for the Abigail Alliance, which advocates for patient access to experimental medicine, said the vote should be overruled.

"This was a kangaroo court," said Steven Walker, the group's co-founder. "There wasn't one dissenting thought up there, let alone one dissenting vote."

Assuming the FDA follows through on the withdrawal, drugmaker Roche could lose up to $1 billion in revenue for its best-selling product, which generates over $6 billion per year. Avastin is FDA-approved for various types of colon, lung, kidney and brain cancer, which are not part of the debate. Doctors will still be allowed to prescribe Avastin for breast cancer, though insurers may not pay for it. When administration fees are included, a year's treatment of Avastin can cost $100,000.

Roche's Genentech unit argued the drug should remain available while it conducts more research on which patients benefit most from the injectable drug. The drug is approved for breast cancer that has spread, or metastasized, to other parts of the body. Such cancer is generally considered incurable.

"The data tell us it is better for women diagnosed with metastatic breast cancer to have Avastin as an approved treatment option," said Hal Barron, Roche executive vice president.

Wednesday's vote came after two days of hearings that often resembled a courtroom trial, complete with testimony, cross-examination and a final jury verdict. In a public comment period Tuesday, Avastin patients and their families took the role of witnesses against the FDA.

"Make no mistake, this hearing is a death trial not of Avastin but of these women who rely on Avastin to say alive," said Terry Kalley, whose wife takes Avastin for breast cancer. "You are each personally responsible for the consequences of your own vote."

Kelley formed a group called Freedom of Access to Medicines to protest and lobby the FDA. Kelley says the group does not receive funding from Roche.

After more than 14 hours of discussion, panelists ultimately sided with the government, saying that Avastin's ability to slow tumor growth, which is measured through medical imaging scans, has not translated into meaningful benefit for breast cancer patients.

"I think as treating clinicians we have to ask ourselves: What are we doing in terms of helping patients? Simply delaying a change in a CT scan for a month or two is not significant unless it's accompanied by other improvements in how the patients are doing or overall survival improvement," said panelist Dr. Wyndam Wilson of the National Cancer Institute.

Friday, July 01, 2011

Bayi 3 Bulan Sudah Bisa Bedakan Orang Sedih dari Suaranya


(Foto: thinkstock)London, Apapun masalah yang sedang dihadapi, sebaiknya jangan mengeluh di depan bayi yang sudah berusia 3 bulan. Jangan bebani perasaan sang bayi karena pada usia tersebut ia sudah bisa mengenali perasaan sedih dari suara-suara yang didengarnya.

Penelitian yang dilakukan oleh 2 universitas di London mengungkap, bayi bisa membedakan suara manusia seperti tangis atau batuk, dengan suara-suara yang berasal dari benda mati termasuk mainan. Hebatnya lagi, bayi bisa membedakan perasaan sedih hanya dari suara tersebut.

Pada orang dewasa, kemampuan ini bukan hal yang aneh karena otak sudah tumbuh dengan optimal khususnya di bagian temporal cortex yang berfungsi mengenali perasaan. Yang mengejutkan, bagian ini ternyata matang lebih awal dari yang diduga yakni sejak umur 3 bulan.

"Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa temporal cortex pada bayi lebih matang dari yang kami duga," ungkap salah satu peneliti, Evelyne Mercure dari University College London seperti dikutip dari Telegraph, Jumat (1/7/2011).

Dalam penelitian tersebut para ahli memindai otak bayi dengan Magnetic Resonance Imaging (MRI). Aliran darah ke bagian tertentu di otak diamati untuk mengidentifikasi bagian mana yang lebih aktif ketika bayi-bayi itu mendengarkan suara-suara tertentu.

Diduga, kemampuan untuk membedakan suara berdasarkan perasaannya saat itu berkembang lebih cepat karena suara sangat berperan dalam komunikasi sosial. Artinya sejak usia sangat dini, bayi sudah mulai mengembangkan kemampuannya untuk berinteraksi dengan lingkungannya.

Peneliti lainnya dari King's College London, Declan Murphy mengatakan penelitian ini bisa dikembangkan untuk mengidentifikasi gangguan perilaku pada anak. Jika kemampuan bayi mengenali suara berkembang terlalu lambat, ada kemungkinan saat tumbuh dewasa akan mengalami autis.

Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal Current Biology baru-baru ini.
up/ir)



detikhealth.com

Ini Dia Penyebab Sakit Perut Anak yang Paling Umum


(Foto: thinkstock)Jakarta, Sakit di bagian perut bisa menjadi keluhan umum bagi anak-anak dan membuatnya tidak nyaman. Tapi sakit ini bisa disebabkan oleh banyak hal, untuk itu ketahui penyebab umum anak mengalami sakit perut.

Dalam menentukan penyebab sakit perut pada anak terbilang rumit, karena tidak hanya melihat di bagian mana sakit tersebut muncul tapi juga memperhatikan gejala lain yang menyertainya.

Jika si kecil mengalami sakit perut ketika berada di sekolah, bisa jadi disebabkan oleh stres. Jika ia mengeluh sakit perut setelah makan berlebihan, bisa jadi akibat terlalu banyak makan. Tapi jika rasa sakit ini disertai dengan gejala lain seperti mual, muntah atau demam maka kemungkinan menjadi tanda sesuatu yang serius.

Berikut ini beberapa penyebab umum sakit perut pada anak seperti dikutip dari Babycenter, Jumat (1/7/2011) yaitu:

1. Gastroenteritis
Jika anak mengalami muntah atau diare saat merasa sakit perut ada kemungkinan ia mengalami gastroenteritis (radang usus) yang disebabkan oleh infeksi virus (rotavirus, adenovirus, calicivirus dan astrovirus) atau bakteri (Salmonella, Shigella, Staphylococcus, Campylobacter atau E. coli).

Jika kondisi ini menyebabkan muntah, diare, demam dan kehilangan nafsu makan maka pastikan anak mengonsumsi cairan yang banyak untuk menghindari dehidrasi. Selain itu tak ada salahnya membawa ke dokter untuk mencegah kondisi yang semakin serius.

2. Alergi susu dan intoleransi laktosa
Alergi susu paling sering terjadi pada bayi dan anak-anak dengan gejala meliputi muntah, diare, sakit perut dan muncul ruam di kulit akibat sistem kekebalan tubuh merespons protein yang terkandung dalam susu. Sedangkan intoleransi laktosa terjadi karena tubuh tidak memproduksi enzim untuk mencerna laktosa dengan gejala meliputi diare, mual, kram perut, kembung dan gas.

Biasanya dokter akan merekomendasikan untuk menghentikan pemberian semua produk susu selama beberapa hari dan secara perlahan memberikannya lagi. Jika sakit perut timbul lagi, maka produk susu bisa diduga sebagai pelakunya.

3. Sembelit dan perubahan dalam makanan
Kondisi ini merupakan yang paling umum terjadi pada anak-anak. Jika anak mengalami sakit perut yang disertai dengan sulitnya buang air besar (BAB) maka bantulah ia dengan memberikan makanan yang bisa memudahkan ia BAB seperti aprikot, pir dan kacang polong serta hindari pisang, apel, wortel dan beras. Selain itu olahraga juga bisa membantu pergerakan usus sehingga mengurangi sembelit.

4. Radang usus buntu
Gejala klasik yang muncul adalah nyeri perut terutama di bagian bawah sebelah kanan perut, demam dan muntah. Jika diberikan acetaminophen tapi demamnya tak berkurang dan rasa sakitnya memburuk sebaiknya segera dibawa ke dokter karena ada kemungkinan ia mengalami radang usus buntu.

5. Perut kembung oleh gas
Jika si kecil mengalami sakit perut setelah banyak mengonsumsi jus seperti jus apel dan cherry yang mengandung sorbitol (bentuk gula yang sulit dicerna), makanan dengan kandungan gas tinggi, bisa jadi sakit perut yang timbul akibat perut yang kembung oleh gas.
ver/ir)



detikhealth.com

Kebanyakan Makan Serat Bisa Bikin Kentut Mendadak dan Diare


(Foto: thinkstock)Jakarta, Serat sangat penting untuk menjaga kesehatan pencernaan dan tubuh secara keseluruhan. Tetapi bukan berarti makan serat boleh berlebihan, karena kebanyakan serat bisa bikin orang sering kentut secara mendadak dan diare.

Gas perut sering merupakan hasil dari karbohidrat yang dicerna, seperti gula, pati dan serat. Setiap orang bereaksi terhadap makanan secara berbeda dan beberapa orang mungkin akan lebih rentan untuk mengalami perut kembung ketika makanan tertentu.

MedlinePlus menyatakan bahwa orang dewasa rata-rata dianjurkan makan serat antara 20 dan 35 gram per hari. Dan bila berlebihan, maka kentut mendadak dan diare adalah dua gejala paling umum, seperti dilansir Livestrong, Jumat (1/7/2011).

Gas dalam perut dapat terbentuk karena terlalu banyak udara atau interaksi bakteri dalam usus. Sejumlah kecil udara memasuki sistem pencernaan ketika orang makan, tetapi jika menelan terlalu banyak udara dapat menyebabkan sakit perut.

Kebanyakan jenis gas dikeluarkan melalui sendawa. Tetapi bakteri dalam usus besar menjadi tidak terbiasa dengan jumlah serat yang Anda telan, yang akan menghasilkan gas dalam jumlah berlebihan.

Makan terlalu banyak serat juga bisa membuat orang diare. Serat membantu membuat gerakan usus menjadi teratur, tetapi bisa berlebihan maka usus pun bergerak secara berlebihan, yang pada akhirnya dapat membuat feses berbentuk cair. Bila diare berlangsung lebih dari 3 hari, segera konsultasikan dengan dokter.

Serat larut adalah serat yang paling menyebabkan gas dalam tubuh, karena menyerap air dalam sistem pencernaan. Sedangkan serat tak larut tidak bisa menyerap air selama di pencernaan sehingga membantu mengatur gerakan usus.

MayoClinic mengidentifikasi beberapa makanan tinggi serat yang paling umum, seperti raspberry, apel, pisang, buah ara, gandum, pasta, oatmeal, popcorn, kacang polong, kacang lima, almond, pecan, brokoli dan jagung manis.
mer/ir)



detikhealth.com

Perempuan Lebih Tahan Terhadap Flu Dibanding Laki-laki


(Foto: thinkstock)Queensland, Penyakit flu memang bisa menyerang siapa saja dan usia berapa pun. Tapi bila ada virus flu di udara, maka perempuan akan mampu untuk bertahan sedangkan laki-laki akan jatuh sakit terkena flu.

Peneliti dari Australia menemukan bahwa sukarelawan perempuan memiliki respon sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat terhadap rhinovirus, yaitu virus yang bisa menyebabkan flu biasa dibandingkan laki-laki. Kondisi ini memicu munculnya istilah man flu.

Hal ini dipengaruhi oleh hormon yang dimiliki kaum perempuan, sehingga membuat laki-laki lebih mungkin sakit jika terinfeksi virus tersebut. Tapi perlindungan terhadap perempuan akan hilang ketika ia memasuki menopause.

"Kami melihat ketika perempuan mencapai menopause, maka kemampuannya untuk menahan rhinovirus memudar. Jadi jelas terlihat bahwa hormon memainkan peran besar dalam membantu melawan virus," ujar Prof John Upham dari University of Queensland, seperti dikutip dari Telegraph, Jumat (1/7/2011).

Selama ini istilah 'man flu' hanya dianggap sebagai mitos belaka, tapi peneliti justru menemukan bahwa hal tersebut adalah nyata. Laki-laki memang lebih rentan dan mudah terkena flu dibanding perempuan.

Peneliti menyimpulkan studi ini menunjukkan bahwa perempuan pra-menopause memiliki respons imun adaptif yang lebih kuat terhadap infeksi rhinovirus daripada laki-laki dan orang yang sudah tua.

Dalam studi ini, peneliti memeriksa respons sistem kekebalan tubuh dari 63 partisipan yang sehat. Hasil studi ini juga telah dilaporkan dalam jurnal Respiratory Research.

Meskipun virus ini hanya akan mengganggu pada orang sehat, tapi jika menyerang orang yang memiliki penyakit asma atau penyakit paru-paru kronis bisa sangat mengganggu dan bahkan berbahaya.
ver/ir)



detikhealth.com

September 2011, Puskesmas Sudah Bisa Pakai Resep Elektronik


(Foto: thinkstock)Jakarta, Jika selama ini resep obat di sebagian besar Puskesmas masih dilakukan secara manual, maka per September 2011 seluruh Puskesmas di Indonesia akan memiliki layanan resep elektronik. Fasilitas ini dapat membantu dan sangat menghemat waktu bagi pasien maupun petugas kesehatan.

E-Prescription atau resep elektronik merupakan transmisi elektronik resep obat dari komputer pembuat obat ke komputer bagian farmasi. Ini merupakan komponen dari SIKDA (Sistem Informasi Kesehatan Tingkat Kabupaten) elektronik (Puskesmas dan rumah sakit).

"Kita bisa masukkan semua aturan obat, jadi kalau ada dokter yang mungkin salah memberi resep atau kelebihan dosis itu bisa ada warning kalau salah," jelas dr Jane Soepardi, MPH, DSc, Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI, dalam acara media briefing 'Pengembangan & Penguatan Sistem Informasi Kesehatan' di Gedung Kemenkes, Jakarta, Jumat (1/7/2011).

Dengan berlakunya resep elektronik tersebut, maka banyak keuntungan yang dirasakan petugas kesehatan maupun pasien, antara lain:

Mempercepat pelayanan pasien atau mengurangi waktu tunggu pasien (efisien) Menghindari kesalahan menulis dan membaca nama obat dan dosis obat Mencegah kemungkinan terjadinya alergi dan interaksi obat Memberikan peringatan terhadap obat-obat tertentu yang bisa menimbulkan reaksi merugikan Mempermudah pemantauan ketersediaan (stok) dan kebutuhan obat Mempromosikan pemakaian obat generik Menghemat tempat penyimpanan arsip Mempermudah analisis penyakit dan pemakaian obat.
"Jika dulu pasien harus berkali-kali antre di Puskesmas, antre periksa dan antre apotek, maka nantinya bisa menghemat waktu. Begitu pasien datang data administrasinya sudah tersambung ke dokter dan begitu dokter memberikan resep, resepnya langsung disampaikan ke apotek, jadi nanti pasien tinggal ambil saja tidak perlu antre lagi. Hemat waktu jadinya," jelas dr. Jane.

Resep elektronik hanyalah bagian kecil dari SIKDA (Sistem Informasi Kesehatan Tingkat Kabupaten) elektronik, yaitu pusat data yang bisa diakses oleh semua Puskesmas dan rumah sakit yang ada di Kabupaten. Dengan SIKDA elektronik, semua data administrasi dari seluruh Puskesmas tidak lagi ditulis secara manual tetapi sudah terkomputerisasi dan terhubung dengan satu jaringan wireless atau internet yang terpusat di kabupaten atau dinas kesehatan setempat.

"Untuk saat ini baru ada 40 persen kabupaten di Indonesia yang sudah memiliki SIKDA elektronik, namun pada September 2011 akan dibagikan SIKDA generik secara gratis kepada seluruh Puskesmas yang ada di Indonesia. Dan tahun 2012 diharapkan semua unit pelayanan baik Puskesmas dan RS, pemerintah maupun swasta sudah terjalin dengan SIKDA," lanjut dr Jane.

SIKDA sendiri mencakup berbagai pelayanan elektronik, tidak hanya resep elektronik (e-prescription), tetapi ada juga e-archive, e-radiologi, e-laboratorium dan lain-lain.

SIKDA secara keseluruhan juga memiliki manfaat, yaitu:

Terhadap masyarakat Waktu tunggu pasien berkurang Mengurangi medical error Pelayanan kesehatan lebih efektif dan efisien
Terhadap penyelenggara pelayanan

Mengurangi beban administrasi petugas kesehatan sehingga lebih banyak waktu untuk pasien Pembuat keputusan mempunyai informasi yang tepat dan cepat.
Sejak tahun 1990-an, sebenarnya ada banyak RS, kabupaten/kota dan provinsi yang sudah mengembangkan sendiri SIKDA. Inisiatif SIKDA elektronik yang sudah ada di Indonesia antara lain:

Provinsi DIY Kab. Bantul Kab. Purworejo Kab. Ngawi kota Bandung Kota Jembrana, Bali Provinsi NTB Provinsi Aceh Kota Batam Kab. Padang Pariaman Kota Balik Papan Kota Tomohon Dan hampir semua RS tipe A, RS vertikal dan RS swasta
"Nantinya kalau sudah berlaku SIKDA elektronik, kalau RS atau kabupaten punya software sendiri yang lebih canggih itu boleh saja dipakai, asal datanya bisa tersambung ke SIKDA," ujarnya.
mer/ir)



detikhealth.com

Diet sodas don't help with dieting

Two new studies have linked drinking diet soda to poorer health compared with those who don't drink the beverage.

People who said they drank two or more diet sodas a day experienced waist size increases that were six times greater than those of people who didn't drink diet soda, according to researchers from the University of Texas Health Science Center at San Antonio.

A second study that found the sweetener aspartame raised blood sugar levels in diabetes-prone mice.

"Data from this and other prospective studies suggest that the promotion of diet sodas and artificial sweeteners as healthy alternatives may be ill-advised," said study researcher Helen P. Hazuda, professor and at the university's school of medicine. "They may be free of calories, but not of consequences."

The human study was based on data from 474 participants in a larger, ongoing study called the San Antonio Longitudinal Study of Aging. In that study, the participants were followed for nearly 10 years.

Diet soft drink drinkers, as a group, experienced 70 percent greater increases in waist circumference compared with those who don't drink diet soda. [Related: 5 Experts Answer: Is Diet Soda Bad for You?]

Abdominal fat is a major risk factor for diabetes, cardiovascular disease, cancer and other chronic conditions, the researchers said.

In the mouse study, researchers fed aspartame, a calorie-free sweetener used in some diet sodas, to diabetes-prone mice. One group of mice ate chow to which both aspartame and corn oil were added; another other group ate chow with only corn oil added.

After three months, the mice that ate aspartame showed elevated blood sugar levels.

"These results suggest that heavy aspartame exposure might potentially directly contribute to increased blood glucose levels, and thus contribute to the associations observed between diet soda consumption and the risk of diabetes in humans," said study researcher Gabriel Fernandes, professor of rheumatology and clinical immunology at the university.

The studies were presented Saturday (June 25) at the meeting of the American Diabetes Association.

Pass it on: A new study links the consumption of diet soda to poorer health.

  • Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

     
    Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | fantastic sams coupons