-
-

Friday, November 04, 2011

Sekaleng Soda Bisa Bikin Remaja Jadi Pemarah


Ilustrasi (foto: Thinkstock)Jakarta, Perilaku agresif tidak hanya berhubungan dengan kebiasaan minum minuman beralkohol. Pada remaja, sekaleng minuman bersoda tiap hari sudah bisa mengubah perilaku menjadi lebih pemarah dan rentan terlibat dalam berbagai tindak kekerasan.

Sebuah penelitian di jurnal Injury Prevention membuktikan perilaku agresif pada remaja berhubungan erat dengan kebiasaan minum soda. Belum dipastikan adanya hubungan sebab akibat, namun temuan ini menguatkan dugaan bahwa nutrisi bisa mempengaruhi perilaku.

Penelitian itu dilakukan terhadap 1.878 remaja berusia 14-18 tahun dari 22 sekolah negeri di wilayah Boston, Amerika Serikat. Para peneliti mengamati perilaku para responden yang berhubungan dengan kekerasan, lalu membandingkannya dengan kebiasaan minum minuman bersoda.

Dari hasil analisis, didapatkan 2 kelompok responden berdasarkan kebiasaan minum minuman bersoda yakni kelompok high dan kelompok low. Kelompok high meminum minuman bersoda 5 kaleng atau lebih tiap pekan, sedangkan kelompok low minum 4 kaleng atau kurang tiap pekan.

Pada kelompok low, peneliti hanya menemukan perilaku agresif dan kecenderungan tindak kekerasan pada 23 persen responden. Kecenderungan ini diwujudkan salah satunya dengan pengalaman membawa senjata, baik pisau maupun pistol dalam beberapa pekan terakhir.

Sedangkan pada kelompok high, kecenderungan untuk melakukan tindak kekerasan jauh lebih tinggi yakni 43 persen. Ini berarti, cukup dengan minum soda 1 kaleng tiap hari maka perilaku remaja cenderung bisa berubah menjadi lebih agresif dan rentan melakukan tindak kekerasan.

"Penyebab tindak kekerasan pada remaja sangat kompleks, tapi penelitian ini menunjukkan interpretasi sederhana bahwa minuman bersoda ikut berperan," ungkap Prof Peter Kinderman, ahli psikologi klinis dari University of Liverpool yang tidak terlibat dalam penelitian itu, seperti dikutip dari Dailymail, Selasa (25/10/2011).

Hasil penelitian ini juga sejalan dengan beberapa penelitian terdahulu, yang mengatakan bahwa nutrisi yang buruk meningkatkan kecenderungan perilaku antisosial pada remaja. Tindak kekerasan merupakan salah satu bentuk perilaku antisosial, sedangkan minuman bersoda termasuk sumber nutrisi yang buruk.


up/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Penyelam Lebih Jarang Kena Sakit Kepala


(Foto: thinkstock)Jakarta, Meskipun tekanan air dapat menyebabkan sakit kepala, penyelam profesional ternyata lebih jarang mengalami sakit kepala dibandingkan orang sehat pada umumnya.

Tekanan air yang tinggi menempatkan seseorang dalam bahaya ketika menyelam. Kesalahan ketika naik atau turun dengan tidak benar dapat menyebabkan cedera pada organ vital karena tekanan udara dalam tubuh ikut naik turun. Teknik menyelam yang tidak benar juga dapat menyebabkan terbentuknya gelembung gas dalam aliran darah.

Penyelam juga diketahui mengalami perubahan-perubahan struktural tertentu dalam otaknya dan memiliki gumpalan kecil dalam pembuluh darah otak akibat tekanan fisik yang dialami ketika menyelam.

Untuk mengetahui apakah efek tersebut dapat menyebabkan sakit kepala, Dr Roberto Di Fabio bersama timnya merekrut 201 orang pria yang bekerja sebagai penyelam untuk instansi penyelamat dan pemadam kebakaran Italia dan satu kelompok kontrol yang belum pernah menyelam.

Kedua kelompok menjalani ujian neurologis dan diamati rincian jumlah sakit kepala dan migrainnya selama satu tahun.

Selama penelitian, 22% dari kelompok kontrol mengalami sakit kepala, sedangkan penyelam profesional hanya 16%. Selain itu, penyelam yang mengalami sakit kepala jumlah serangan sakit kepala tiap bulannya lebih sedikit daripada kelompok kontrol.

Untuk migrain, tingkat penderita migrain sama-sama rendah pada kedua kelompok, yaitu 4,5% pada kelompok penyelam dan 8% pada kelompok kontrol. Ketegangan akibat sakit kepala sedikit lebih banyak, yaitu 10% pada penyelam, dan 13,5% pada kelompok kontrol.

Temuan penelitian ini terbatasi oleh ukuran sampel yang kecil, namun Dr. Di Fabio berpikir hasilnya akan membantu menentukan bagaimana menyelam dapat mempengaruhi penyelam profesional.

Dia berspekulasi bahwa kesehatan penyelam secara keseluruhan bisa menjadi salah satu alasan mengapa penyelam lebih sedikit mengalami sakit kepala atau kegiatan menyelam itu sendiri lah yang mungkin memberi perlindungan.

"Latihan berguna membuat otak kurang sensitif terhadap stres dan menghindari rangsangan yang dapat memicu migrain. Oleh karena itu, menyelam serta olahraga aerobik lainnya dapat membantu mengurangi jumlah serangan migrain," kata Dr. Di Fabio seeprti dilansir Health24.com, Selasa (25/10/2011).

"Penyelam bekerja dalam tekanan lingkungan dan memiliki risiko tinggi mengalami gangguan otak dan pembuluh darah, kondisi yang berkontribusi menyebabkan sakit kepala umum. Sebuah studi longitudinal dapat mengungkapkan jika menyelam dapat bertindak sebagai faktor pelindung dari terjadinya sakit kepala," pungkas Dr. Di Fabio.




ir/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

New device uses light to screen for melanoma

Dermatologists will soon get some high-tech help deciding which suspicious-looking moles should be removed and checked for melanoma, the deadliest form of skin cancer.

The Food and Drug Administration on Wednesday approved a first-of-its-kind device, called MelaFind, that makes detailed, digital images of skin growths and uses a computer to analyze them for signs of cancer, offering a sort of second opinion to doctors. The device is approved only for dermatologists and only for use on growths that don't have obvious signs of cancer but still have one or two worrisome traits.

The hope is to find more melanomas sooner. Nearly all patients diagnosed with early-stage melanoma can be treated and cured, but 85 percent of patients with late-stage melanoma die from it within five years.

More than 70,000 people in the U.S. will be diagnosed with melanoma this year, and 16 percent are diagnosed only after the disease has spread to other parts of the body, according to estimates from the National Institutes of Health.

To diagnose the disease, doctors decide which moles to remove and biopsy using an entirely visual set of guidelines involving size, shape and color. Most dermatologists easily spot late-stage lesions that have obvious signs of cancer, including irregular edges, uneven color and a width greater than 6 millimeters. But many others are tough calls.

"Every day patients come in with 20 moles on their back and the dilemma is, which ones are suspicious and need to be biopsied?" said Dr. David Pariser, former president of the American Academy of Dermatology. "The diagnosis of melanoma is the most serious one a dermatologist makes, and we have sleepless nights worrying about it," said Pariser, who consulted for the device's maker, Mela Sciences Inc. of Irvington, N.Y., on its presentation to FDA.

The device's handheld attachment, about the size of a blow dryer, emits light that penetrates below the surface of the skin, taking multicolored images that reflect the depth and shape of skin growths. A computer compares these to a database of 10,000 archived images and recommends whether a biopsy should be done.

In a company-sponsored study published last year involving around 1,300 patients, some with multiple growths, doctors reported that MelaFind correctly suggested biopsies on 125 of 127 melanomas that doctors had removed. However, the device did not raise an alarm about non-melanoma growths only about 10 percent of the time; that was still better than doctors in the study who correctly ruled out melanoma in less than 4 percent of such cases, on average. The study was published in the Archives of Dermatology.

The company's study was not intended to show that screening with the device saves lives, only that it can help improve a doctor's ability to spot melanoma.

For now, experts say MelaFind will help dermatologists make better decisions on which moles to remove.

"There is no such thing as 100 percent certainty in medicine," said Dr. George Elias, a melanoma expert at Georgetown's Lombardi Comprehensive Cancer Center who had no ties to the company or the device. "Ultimately it's the responsibility of the dermatologist to use his clinical judgment to make the best decision. This machine is there to help him, not replace him."

Elias voted with the majority of an FDA panel that narrowly endorsed the device last year.

Dermatologists say it's too early to tell whether MelaFind will lead to fewer unnecessary biopsies.

"A biopsy takes a few minutes in my hands, so if there's an issue with any lesion we will always biopsy, whether we have a MelaFind picture or not," said Dr. Leonard Goldberg, a dermatologist at the Texas Medical Center and vice president of the Skin Cancer Foundation, a disease awareness group that accepts donations from makers of sunscreen.

MelaFind underwent a contentious, years-long review by the Food and Drug Administration, which initially rejected the device and concluded it could "potentially cause more harm than good."

Regulators worried that the device could give physicians a false sense of certainty, leading to fewer biopsies. Another concern was that doctors could misinterpret the device's feedback, particularly error messages when a mole cannot be scanned. About 8 percent of growths scanned in the company study came back as "unevaluable."

At a meeting last fall, FDA scientists said Mela Sciences had not shown how its device would influence day-to-day decisions by doctors. The agency also worried about its use by general doctors not accustomed to identifying suspicious skin moles. Despite these concerns, the panel of advisers narrowly backed the overall safety and efficacy of the device in a 8-7 vote.

Regulators said this week that they ultimately approved the device after Mela Sciences agreed to limit its use to board-certified dermatologists who undergo a specialized training course.

"The device is only good for certain lesions, and that's why you have to be a dermatologist to be able to classify and categorize those lesions appropriately," said Christy Foreman, director of FDA's Office of Device Evaluation.

Foreman said an FDA-required follow-up study would help determine how much of a benefit MelaFind represents for patients.

"This device represents new technology. At the end of the day I don't know that this will be the best technology out there, but it is a step forward to allow continued innovation in this area," Foreman said.

But don't expect to see a MelaFind machine at your next doctor's appointment. The company plans a limited rollout next year of just 200 dermatologists on the East coast, all of whom must undergo company training before they can begin using the device.

Doctors will pay a one-time fee of $7,500 to lease and receive training on the device. Patients will pay $150 out of pocket for a MelaFind scan, which analysts say may limit use to more affluent patients who are willing to pay extra for the latest medical care. Mela Sciences does not plan to ask insurers to cover the device until several years from now, after it is more widely used.

Mela Sciences originally developed the technology to guide military weapons systems. But the company changed course in the mid-90s after consulting with dermatologists, adapting its technology for melanoma detection.

AP Chief Medical Writer Marilynn Marchione contributed to this report.

Discussion comments

Thursday, November 03, 2011

Trik Mengontrol Kadar Trigliserida Agar Tetap Normal


(Foto: thinkstock)Jakarta, Trigliserida adalah zat lemak dalam darah yang disimpan dalam sel lemak tubuh, jika kadarnya berlebih bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit. Karenanya ketahui cara mengontrol kadar trigliserida agar tidak berlebih.

Kalori berlebih dalam tubuh yang tidak digunakan akan segera disimpan dalam jaringan lemak yang disebut dengan trigliserida. Ia memiliki fungsi menyediakan energi untuk melakukan pekerjaan sehari-hari, membentuk bantalan untuk melindungi organ vital serta membantu penyerapan vitamin.

Kadar trigliserida terbilang normal jika kurang dari 150 mg/dL, masuk kategori batas tinggi jika nilainya 150-199 mg/dL, masuk kategori tinggi jika nilainya 200-499 mg/dL dan kategori sangat tinggi jika nilainya 500 mg/dL atau lebih.

Namun jika kadarnya berlebih maka dapat meningkatkan risiko beberapa penyakit seperti:
1. Pengerasan arteri yang menyebabkan kondisi arterosklerosis sehingga memicu terjadinya penyakit jantung dan stroke.

2. Diabetes, karena jika kadar trigliserida meningkat dalam sel lemak akan merangsang pelepasan sel-sel inflamasi tertentu yang disebut cytokine ke aliran darah. Nantinya akan mempengaruhi kemampuan tubuh dalam mengendalikan tingkat gula darah darah yang meningkatkan risiko diabetes.

3. Sindrom metabolik yang merupakan kombinasi dari penyakit jantung, diabetes, obesitas dan tekanan darah tinggi.

4. Fatty liver disease, jika kadar trigliserida tinggi akan menyebabkan berlebihnya sel-sel lemak dalam tubuh yang akan disimpan dalam hati sehingga memicu fatty liver disease yang bisa menyebabkan komplikasi hati.

5. Xanthoma, kadar trigliserida yang berlebih memicu terjadinya gatal, jerawat (xanthomas) pada tangan, kaki, lengan dan bokong.

Beberapa faktor diketahui bisa berkontribusi terhadap tingginya kadar trigliserida seperti pola makan, kondisi medis tertentu, hormon yang tidak seimbang, merokok, kurangnya aktivitas fisik, obesitas dan keturunan.

Untuk itu ketahui langkah-langkah apa yang diperlukan dalam mengontrol kadar trigliserida agar tidak berlebih, seperti dikutip dari Lifemojo, Senin (24/10/2011) yaitu:

1. Pilihlah lemak yang tepat, hindari daging merah, mentega serta lemak trans yang ada dalam makanan cepat saji yang digoreng seperti kentang goreng.

2. Pilihlah karbohidrat yang tepat, seperti gandum, oats dan beras merah yang masuk kategori karbohidrat kompleks, serta hindari produk dari tepung olahan seperti pasta, roti dan mi.

3. Pilihlah protein yang tepat, makanan yang kaya akan omega 3 bermanfaat dalam mengendalikan pembentukan trigliserida berlebih seperti salmon, tuna, sarden dan untuk vegetarian bisa dari walnut, almond yang direndam atau biji rami.

4. Mengonsumsi buah dan sayur, karena mengandung serat baik yang larut atau tidak sehingga membantu mengontrol berat badan dan menurunkan kadar trigliserida.

5. Perhatikan berat badan yang dimiliki, hal ini karena obesitas adalah faktor penting yang mengarah pada peningkatan kadar trigliserida.

6. Melakukan olahraga untuk membantu menurunkan kadar lemak dalam tubuh yang secara otomatis turut mengurangi trigliserida berlebih.

7. Mengurangi asupan alkohol, ada studi yang menunjukkan anggur merah baik untuk jantung tapi tetap ada batas konsumsinya. Namun ketika seseorang mulai mengonsumsi alkohol meski diawali oleh anggur merah, ia bisa mengarah pada bir dan wiski. Konsumsi alkohol secara teratur dikaitkan dengan kadar trigliserida yang meningkat.


ver/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Pengobatan Rumah untuk Redakan Iritasi Kulit


(Foto: thinkstock)Jakarta, Kulit berwarna kemerahan, gatal, kering, bersisik atau meradang menunjukkan sedang terjadi iritasi pada kulit. Gejala lain dari iritasi kulit seperti benjolan, lepuh-lepuh kecil, nyeri, sensasi terbakar, menyengat, ruam dan kulit pecah-pecah.

Beberapa iritasi kulit yang paling sering adalah disebabkan oleh paparan parfum, deterjen, obat pembersih rumah tangga, sabun, suhu panas atau dingin yang ekstrem, kain sintetis dan pewarna.

Selain itu iritasi juga dapat disebabkan oleh bahan kimia yang ditemukan dalam kosmetik, produk rambut, dan perhiasan, produk lateks, karet, beberapa jenis tanaman, sengatan dan gigitan serangga, dan bahkan bulu dari hewan peliharaan.

Ruam kulit juga dapat disebabkan oleh stres, perubahan hormon, dan kondisi kulit seperti jerawat dan eksim.

Kebanyakan jenis iritasi dapat diobati dengan pengobatan rumah untuk iritasi kulit. Seperti dikutip dari HealthArticles, Senin (24/10/2011), beberapa tindakan dan pengobatan yang dapat dilakukan di rumah untuk meredakan iritasi kulit, antara lain:

1. Menempatkan kompres dingin pada daerah kulit yang sedang iritasi
Hal tersebut dapat efektif untuk meredakan pembengkakan dan nyeri. Rendam kain dalam air dingin dan menaruh kain tersebut di atas kulit yang teriritasi. Jika tidak, tutup kantong es dengan handuk dan menggunakannya sebagai kompres dingin.

2. Baking soda
Baking soda merupakan obat rumah yang efektif untuk iritasi. Buatlah pasta soda kue dengan menggabungkan baking soda atau soda kue dengan sedikit air. Kemudian pasta tersebut dapat dioleskan pada daerah iritasi.

Baking soda yang direndam dalam bak mandi dapat membantu meringankan iritasi kulit. Hindari mandi air panas dan mandi terlalu lama. Anda harus berhati-hati untuk tidak menggaruk daerah kulit yang teriritasi.

3. Oatmeal untuk mandi
Jika mengalami peradangan dan gatal-gatal, oatmeal dapat digunakan untuk mandi. Dua cangkir oatmeal, digiling hingga menjadi bubuk halus dan menambahkannya ke air mandi hangat.

Juga dapat ditambahkan beberapa susu pada air hangat untuk mandi. Rendam bagian kulit yang mengalami peradangan dan gatal-gatal dalam bak mandi tersebut setidaknya 20 menit.

4. Gel lidah buaya
Cara lain untuk meredakan iritasi adalah untuk mengoleskan gel lidah buaya ke daerah kulit yang teriritasi. Hal tersebut dapat mengurangi kemerahan, bengkak, dan gatal.

5. Sari apel
Sari apel dapat digunakan sebagai salah satu pengobatan rumah untuk iritasi kulit yang disebabkan oleh terbakar sinar matahari, pisau cukur dan ruam. Usapkan sari apel langsung ke daerah kulit yang sedang iritasi dengan kapas. Harus dilakukan beberapa kali sehari.

6. Chamomile
Minyak esensial chamomile dan larutan chamomile adalah solusi pengobatan rumah yang baik untuk iritasi kulit. Gosokkan minyak chamomile esensial langsung pada daerah yang terkena.

Jika ingin menggunakan larutan chamomile, dapat dibuat dari sejumlah chamomile. Kemudian setelah dibiarkan dingin, dapat dioleskan pada kulit yang teriritasi.

7. Campuran madu dan kayu manis
Campuran madu dan kayu manis juga bermanfaat untuk menyembuhkan iritasi kulit. Campuran 3 sendok makan madu dengan 2 sendok makan bubuk kayu manis dapat untuk membuat pasta. Gosokkan pasta tersebut ke daerah kulit yang teriritasi. Kemudian bagian kulit tersebut dicuci setelah pasta mengering.

8. Campuran madu dan telur
Campuran madu dan telur dapat digunakan sebagai masker pada wajah untuk meredakan iritasi pada daerah wajah. Biarkan di sana selama sekitar 10 menit dan kemudian mencuci muka. Hal tersebut merupakan obat alami yang baik untuk iritasi wajah.

9. Mentimun
Mentimun merupakan salah satu pengobatan rumah yang direkomendasikan untuk iritasi kulit. Tempatkan irisan mentimun pada daerah kulit yang mengalami iritasi.

Tambahkan 6 sendok makan minyak vitamin E dan 2 sendok makan jus lemon. Kemudian campuran tersebut dioleskan pada daerah kulit yang mengalami iritasi. Biarkan berada di kulit selama sekitar 15 menit. Kemudian bilas daerah kulit tersebut dengan air dingin.




ir/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Azathioprine, Obat untuk Kurangi Kekebalan Tubuh Alami


(Foto: thinkstock)Jakarta, Deskripsi

Azathioprine termasuk golongan obat yang dikenal sebagai agen imunosupresif. Obat ini digunakan untuk mengurangi kekebalan alami tubuh pada pasien yang menerima transplantasi organ.

Azathioprine adalah obat yang sangat kuat. Berkonsultasilah dengan dokter mengenai kebutuhan untuk dan risiko pengobatan. Azathioprine dapat menyebabkan efek samping yang dapat sangat serius. Azathioprine hanya tersedia dengan resep dokter.

Obat ini tersedia dalam bentuk sediaan berikut:
1. Tablet
2. Powder untuk Solusi

Indikasi

1. Rheumatoid arthritis
2. Pencegahan penolakan dalam transplantasi organ dan jaringan
3. Penyakit autoimun
4. Renal homotransplantation
5. Kondisi penyakit lainnya yang menurut dokter memerlukan obat ini

Kontraindikasi

1. Peningkatan risiko infeksi serius dan neoplasia dalam imunosupresi kronis
2. Leukopenia
3. Trombositopenia
4. Gangguan ginjal atau hati

Dosis

Dewasa:
1. Rheumatoid arthritis awal
1 mg/kg/hari selama 6-8 minggu.
Dosis dapat menyesuaikan secara bertahap menjadi 2,5 mg/kg/hari jika diperlukan.

2. Pencegahan penolakan dalam transplantasi organ dan jaringan
1-5 mg/kg/hari.

3. Penyakit autoimun
1-3 mg/kg/hari.

4. Renal homotransplantation
Awal: 3-5 mg/kg/hari dimulai pada saat transplantasi.
Pemeliharaan: 1-3 mg/kg/hari.

Efek samping

Seiring dengan efek yang diperlukan, obat dapat menyebabkan beberapa efek yang tidak diinginkan. Beberapa efek samping yang akan memiliki beberapa tanda dan gejala. Efek samping mungkin dapat muncul setelah berbulan-bulan atau bertahun-tahun setelah mengonsumsi obat ini. Efek samping yang baru terjadi setelah beberapa bulan atau tahun mungkin termasuk jenis kanker tertentu, seperti leukemia, limfoma, atau kanker kulit.

Segera hubungi dokter jika terjadi salah satu efek samping berikut ini:
1. Batuk atau suara serak
2. Demam atau kedinginan
3. Punggung bawah atau samping nyeri
4. Nyeri atau sulit buang air kecil
5. Kelelahan atau kelemahan

Sumber: MayoClinic, RxList, Drugs.com



ir/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Wednesday, November 02, 2011

Puskesmas Terapung yang Mondar-mandir di Sungai Mahakam


(Dokumentasi: Dinkes Kubar)Jakarta, Kondisi geografis di Kabupaten Kutai Barat menyulitkan masyarakat untuk pergi ke puskesmas pembantu (Pustu) karena jaraknya yang jauh. Sehingga kebanyakan masyarakat lebih memilih pengobatan ke dukun atau alternatif. Dengan puskesmas terapung yang lokasinya berpindah-pindah memudahkan masyarakat mendapat fasilitas kesehatan.

Ide awal dari Puskesmas Apung KM Mook Manaar Bulatn ini berasal dari Bupati Kutai Barat yaitu Ismael Thomas pada tahun 2006, dan puskesmas terapung ini resmi beroperasi pada November 2008.

"Tujuannya melayani masyarakat yang ada di bantaran sungai mahakam sehingga bisa menyentuh ke masyarakat banyak dan untuk melayani kesehatan ini musti jemput bola," ujar Ismael Thomas, SH dalam video mengenai puskesmas terapung yang diputar di Gedung Kemenkes, 21 Oktober 2011 seperti ditulis Senin (24/10/2011).

Selama ini kebanyakan masyarakat lebih memilih pengobatan ke dukun atau alternatif karena pergi ke puskesmas pembantu (Pustu) jaraknya jauh.

"Meski ada Pustu, jarak antar kampung A dan B jaraknya bisa mencapai 2-3 jam, jadi puskesmas terapung ini sangat membantu serta mendekatkan akses masyarakat terhadap kesehatan sehingga bisa mendapat pelayanan yang lebih baik," ujar Kadinkes Kutai Barat, Zulkarnaen, SE, MKes.

Puskesmas terapung ini terbilang lengkap karena bisa melayani kesehatan umum, gigi, ibu dan anak serta keluarga berencana (KB) dan ada dokter spesialis yang datangs ecara berkala.

Meski puskesmas ini berada di dalam kapal, tapi peralatan yang dimiliki terbilang cukup lengkap seperti ada alat USG, peralatan bedah minor, laboratorium serta rontgen portable yang standarnya sama seperti pelayanan kesehatan di darat.

Di kabupaten Kutai Barat ini ada sekitar 50 kampung yang terdiri dari 166 ribu jiwa, sedangkan biaya operasional yang diperlukan untuk puskesmas terapung ini sekitar Rp 1,7 miliar per tahunnya.

Rute perjalanan dari puskesmas terapung ini dimulai dari Pelabuhan Melak yang berada di tengah-tengah dari kabupaten Kutai Barat lalu menuju daerah hulu sungai, kemudian balik lagi ke Pelabuhan Melak untuk mengambil kebutuhan logistik lalu berangkat menuju daerah hilir sungai.

Setiap kali puskesmas ini merapat di dermaga maka tidak ada waktu yang pasti berapa lama puskesmas ini berada di daerah tersebut. Hal ini karena tergantung dari jumlah pasien yang datang ke puskesmas tersebut.

Masyarakat biasanya sudah mengetahui kapan jadwal puskesmas terapung akan merapat ke daerahnya, sehingga ketika puskesmas terapung ini datang maka warga sudah menunggu di dermaga. Sebagian besar pasien dari puskesmas terapung ini adalah anggota Jamkesda dan Jamkesmas.

"Masalah yang banyak dihadapi oleh masyarakat disini adalah hipertensi (tekanan darah tinggi), maag serta penyakit infeksi tenggorokan seperti batuk pilek," ujar dokter PTT yang bekerja di puskesmas terapung ini, dr Aditya Nugraha.

Sedangkan untuk masalah persalinan masih banyak masyarakat yang percaya dengan dukun, kalau terjadi perdarahan atau bayinya meninggal baru meminta bantuan tenaga kesehatan. Meski begitu setiap kali puskesmas terapung ini merapat, maka masyarakat akan memilih berobat ke puskesmas.

Pasien yang mendatangi puskesmas terapung ini terbilang banyak bahkan pernah dalam 1 hari melayani hingga 200 pasien dengan waktu kerja sekitar 20-24 hari dalam sebulan tergantung dari kondisi cuaca.

Meski begitu di kapal ini juga terdapat ruang santai seperti fasilitas karaoke yang bisa digunakan oleh para kru puskesmas untuk melepas lelah dan juga mengurangi tingkat stres karena harus berada di atas kapal dalam jangka waktu lama.

Saat ini baru terdapat 1 puskesmas terapung. Rencananya kabupaten Kutai Barat akan menambah 1 kapal lagi agar bisa saling mengisi serta dapat meningkatkan pelayanan kesehatan pada masyarakat.


ver/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Puskesmas Terapung yang Mondar-mandir di Sungai Mahakam


(Dokumentasi: Dinkes Kubar)Jakarta, Kondisi geografis di Kabupaten Kutai Barat menyulitkan masyarakat untuk pergi ke puskesmas pembantu (Pustu) karena jaraknya yang jauh. Sehingga kebanyakan masyarakat lebih memilih pengobatan ke dukun atau alternatif. Dengan puskesmas terapung yang lokasinya berpindah-pindah memudahkan masyarakat mendapat fasilitas kesehatan.

Ide awal dari Puskesmas Apung KM Mook Manaar Bulatn ini berasal dari Bupati Kutai Barat yaitu Ismael Thomas pada tahun 2006, dan puskesmas terapung ini resmi beroperasi pada November 2008.

"Tujuannya melayani masyarakat yang ada di bantaran sungai mahakam sehingga bisa menyentuh ke masyarakat banyak dan untuk melayani kesehatan ini musti jemput bola," ujar Ismael Thomas, SH dalam video mengenai puskesmas terapung yang diputar di Gedung Kemenkes, 21 Oktober 2011 seperti ditulis Senin (24/10/2011).

Selama ini kebanyakan masyarakat lebih memilih pengobatan ke dukun atau alternatif karena pergi ke puskesmas pembantu (Pustu) jaraknya jauh.

"Meski ada Pustu, jarak antar kampung A dan B jaraknya bisa mencapai 2-3 jam, jadi puskesmas terapung ini sangat membantu serta mendekatkan akses masyarakat terhadap kesehatan sehingga bisa mendapat pelayanan yang lebih baik," ujar Kadinkes Kutai Barat, Zulkarnaen, SE, MKes.

Puskesmas terapung ini terbilang lengkap karena bisa melayani kesehatan umum, gigi, ibu dan anak serta keluarga berencana (KB) dan ada dokter spesialis yang datangs ecara berkala.

Meski puskesmas ini berada di dalam kapal, tapi peralatan yang dimiliki terbilang cukup lengkap seperti ada alat USG, peralatan bedah minor, laboratorium serta rontgen portable yang standarnya sama seperti pelayanan kesehatan di darat.

Di kabupaten Kutai Barat ini ada sekitar 50 kampung yang terdiri dari 166 ribu jiwa, sedangkan biaya operasional yang diperlukan untuk puskesmas terapung ini sekitar Rp 1,7 miliar per tahunnya.

Rute perjalanan dari puskesmas terapung ini dimulai dari Pelabuhan Melak yang berada di tengah-tengah dari kabupaten Kutai Barat lalu menuju daerah hulu sungai, kemudian balik lagi ke Pelabuhan Melak untuk mengambil kebutuhan logistik lalu berangkat menuju daerah hilir sungai.

Setiap kali puskesmas ini merapat di dermaga maka tidak ada waktu yang pasti berapa lama puskesmas ini berada di daerah tersebut. Hal ini karena tergantung dari jumlah pasien yang datang ke puskesmas tersebut.

Masyarakat biasanya sudah mengetahui kapan jadwal puskesmas terapung akan merapat ke daerahnya, sehingga ketika puskesmas terapung ini datang maka warga sudah menunggu di dermaga. Sebagian besar pasien dari puskesmas terapung ini adalah anggota Jamkesda dan Jamkesmas.

"Masalah yang banyak dihadapi oleh masyarakat disini adalah hipertensi (tekanan darah tinggi), maag serta penyakit infeksi tenggorokan seperti batuk pilek," ujar dokter PTT yang bekerja di puskesmas terapung ini, dr Aditya Nugraha.

Sedangkan untuk masalah persalinan masih banyak masyarakat yang percaya dengan dukun, kalau terjadi perdarahan atau bayinya meninggal baru meminta bantuan tenaga kesehatan. Meski begitu setiap kali puskesmas terapung ini merapat, maka masyarakat akan memilih berobat ke puskesmas.

Pasien yang mendatangi puskesmas terapung ini terbilang banyak bahkan pernah dalam 1 hari melayani hingga 200 pasien dengan waktu kerja sekitar 20-24 hari dalam sebulan tergantung dari kondisi cuaca.

Meski begitu di kapal ini juga terdapat ruang santai seperti fasilitas karaoke yang bisa digunakan oleh para kru puskesmas untuk melepas lelah dan juga mengurangi tingkat stres karena harus berada di atas kapal dalam jangka waktu lama.

Saat ini baru terdapat 1 puskesmas terapung. Rencananya kabupaten Kutai Barat akan menambah 1 kapal lagi agar bisa saling mengisi serta dapat meningkatkan pelayanan kesehatan pada masyarakat.


ver/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Obat Panjang Umur Hingga 150 Tahun Tapi Tetap Sehat


(Foto: thinkstock)Sydney, Berbagai cara dilakukan agar memiliki usia yang panjang. Peneliti dari Sydney kini tengah membuat obat agar seseorang bisa hidup hingga usia 150 tahun tapi tetap sehat.

Obat yang disebut dengan 'Wonder pills' ini akan membantu tubuh memperbaiki dirinya sendiri sehingga memungkinkannya untuk hidup panjang namun tetap memiliki tubuh yang sehat.

Profesor Peter Smith, dekan kedokteran dari University of New South Wales di Sydney menuturkan obat ini memang masih dalam tahap pengembangan, tapi kemungkinan bisa dihasilkan dalam dekade ini.

"Obat ini tetap bisa membuat kita hidup sehat dan aktif sampai akhirnya kita meninggal nanti," ujar Profesor Smith, seperti dikutip dari Dailymail, Senin (24/10/2011).

Prof Smith menuturkan tujuan dari obat ini tidak hanya membuat seseorang bisa berusia panjang, tapi memfasilitasi kehidupannya agar tetap sehat sehingga dapat meningkatkan harapan hidupnya.

"Kami ingin orang hidup lebih lama dengan kondisi yang baik, dan obat ini membantu proses regenerasi dalam tubuh sehingga ia bisa hidup dengan lebih baik dan lama," ujar Prof Smith.

Sementara itu pakar genetika dari Harvard, Profesor David Sinclair menuturkan tubuh manusia memiliki kemampuan luar biasa untuk memperbaiki dirinya sendiri dan resveratrol (senyawa anti-penuaan yang terdapat dalam anggur merah) tampaknya bisa memasuki mekanisme-mekanisme penyembuhan.

"Senyawa ini diaktifkan oleh enzim yang ada dalam tubuh manusia, jadi kemungkinan obat ini bisa memperlambat penuaan dan memicu proses perbaikan DNA," ujar Baroness Greenfield yang menyelidiki kondisi neurodegenerative dari Oxford.

Greenfiled menuturkan obat ini diharapkan bisa berhasil diciptakan dalam waktu dekade ini sehingga mampu menjamin seseorang dapat hidup bahagia serta sehat.


ver/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Let kids gorge on Halloween candy, dentists say

This Halloween, many dentists are telling parents that it is okay to let kids gorge themselves on candy.

There's no reason to be spooked. Dentists aren't hoping to make money on the inevitable windfall of rotting teeth. The fact is, if you're going to eat candy, gorging is far better for your teeth than rationing.

Slowly snacking on Halloween candy every few hours, day after day, keeps your teeth bathed in enamel-corroding acid, the byproduct of bacteria feeding on sugar and other carbohydrates in your mouth. This leads to dental caries, or cavities.

For example, as far as oral hygiene goes, it is better to eat five candy bars at once than to eat one every few hours. In the first scenario, acid will build up in your mouth, but your saliva will naturally neutralize this over the course of an hour or so. And then that acid is gone. In the second scenario, you are constantly exposing your teeth to acid throughout the day, too much for saliva to wash away.

Gorging also is better, because it is more likely to be followed by tooth-brushing. People, and especially children, are less likely to brush their teeth after every candy bar, particularly if they aren't at home.

Candy is not necessarily the worst thing for your teeth, anyway. The factors that really lead to cavities are stickiness and acidity. Potato chips and pretzels, for example, are worse offenders than chocolate, because these cooked carbohydrates cling to your teeth â€" giving mouth bacteria something to feast on longer and thus generating more acid.

Although it sounds counterintuitive, substituting chocolate for so-called healthier chips or fruit chews is actually worse for the teeth.

Among candy, the sticky and sour kinds are the worst for your teeth. Those gummies that stay lodged in a molar till Thanksgiving are nothing but trouble. Sour candy tends to have more acid, so sour-tasting gummies are a double-whammy. [ The Best and Worst Trick-or-Treat Candy ]

Of course, all this "good news" about candy only applies to oral health. Aside from the generous 2 percent of the recommended daily allowance of iron in a Kit Kat bar, and 1 percent vitamin A, candy is largely devoid of nutrients and constitutes empty calories. The aforementioned Kit Kat contains more than 200 calories per serving, twice the calories found in a large apple.

Some children are so obese that they suffer from pre-diabetes or even full-fledged type 2 diabetes, which traditionally only has affected adults. These children shouldn't be eating any candy.

Oral health is nothing to neglect, though. Tooth decay and gum disease are major public health problems, associated with poor digestion, heart attacks, strokes and cancers, stemming from inflammation and subsequent infections.

If you think candy is the only unhealthy element of Halloween, consider this: Halloween is one of the top three major nights for dangerous binge drinking, along with New Year's Eve and St. Patrick's Day, according to an article published last year in the Journal of American College Health.

On a positive note, 10 beers will wash away even the most stubborn gummies.

Discussion comments

Tuesday, November 01, 2011

Cara Memilih Lagu yang Tepat untuk Olahraga


Ilustrasi (foto: Thinkstock)Jakarta, Olahraga sambil mendengarkan musik bisa bikin lebih semangat jika iramanya sesuai, tetapi bisa juga melemahkan semangat jika terlalu mendayu-dayu. Agar manfaatnya bisa optimal, bagaimana cara memilih lagu yang tepat untuk olahraga?

Secara umum, musik lebih banyak manfaatnya dibanding efek sampingnya ketika didengarkan sambil olahraga. Kalau ada yang tidak merasakan manfaatnya, kesalahan biasanya terletak pada jenis musiknya karena memang tidak ada semua musik cocok didengar sambil olahraga.

Sebuah penelitian di California State University membuktikan, peserta fitness cenderung jadi lebih bersemangat ketika berolahraga dengan diputarkan musik kesukaannya. Memang tidak ada standar baku soal jenis musiknya, semua tergantung pada selera.

Masalahnya adalah, beberapa orang mempunyai selera musik yang buruk sehingga tidak tahu harus mendengarkan musik apa biar lebih semangat saat berolahraga. Dalam kondisi seperti ini, Lee Brown EdD, CSCS, FNSCA, FACSM yang melakukan penelitian itu memberikan beberapa panduan.

Pertama, jika tidak tahu musik apa yang sebaiknya didengar maka ingat-ingatlah kenangan yang bisa membuat denyut jantung meningkat misalnya saat lulus ujian atau menang lotere. Beberapa orang juga bisa memanfaatkan momen-momen negatif, misalnya saat dikhianati orang terdekat.

Langkah selanjutnya, pikirkan lagu yang cocok untuk momen-monem seperti itu. Musik yang kira-kira cocok dijadikan lagu tema untuk saat-saat seperti itu biasanya cocok juga untuk olahraga karena pada intinya tujuan olahraga dengan bersemangat adalah sama-sama untuk meningkatkan denyut jantung.

Kedua, apapun pilihan lagunya jangan didengarkan dengan volume maksimal jika memakai earphone. Penelitian sebelumnya membuktikan, tingkat kewaspadaan seseorang turun saat mendengarkan musik dengan earphone sehingga rentan mengalami kecelakan termasuk saat melakukan angkat beban.

Ketiga, setiap gerakan mungkin membutuhkan jenis musik yang berbeda. Jika demikian, sesuaikan daftar lagu dengan urutan gerakan misalnya lagu-lagu riang untuk pemanasan, lagu yang menghentak untuk latihan inti dan lagu mendayu-dayu biasanya tidak masalah didengarkan sambil pendinginan.

"Pada intinya, jika ingin mendapatkan manfaat maksimal dari apa yang Anda lakukan di ruang fitness maka sesuaikan sendiri daftar lagu yang cocok," saran Dr Brown seperti dikutip dari Menshealth.com, Minggu (23/10/2011).


up/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

7 Cara Agar Bisa Hidup Sampai Umur 100 Tahun


Ilustrasi (foto: Thinkstock)Jakarta, Umur seseorang adalah sebuah misteri, tidak seorangpun bisa meramalkannya dengan tepat. Namun bagi yang ingin meningkatkan peluang untuk mencapai usia 90 atau bahkan 100 tahun, berikut ini ada 7 cara sederhana yang bisa dilakukan.

Seorang ahli jantung dari Kanada, Dr Clyde Yancy mengatakan ada cara mudah untuk menambah harapan hidup hingga beberapa puluh tahun. Cara-cara ini diklaim bisa mengurangi risiko penyakit mematikan, sehingga orang bisa hidup lebih lama dan berkualitas.

"Melakukan 7 perubahan kecil dalam gaya hidup dapat memberikan peluang 90 persen untuk mencapai umur 90 atau 100 tahun," ungkap Dr Yancy yang akan mempresentasikan teorinya ini dalam Canadian Cardiovascular Congress pekan depan.

Ketujuh perubahan kecil yang dimaksud Dr Yancy adalah sebagai berikut, seperti dikutip dari Telegraph, Minggu (23/10/2011).

1. Berolahraga
Jarang olahraga atau melakukan aktivitas fisik lainnya dapat mengurangi harapan hidup hingga 4 tahun. Orang yang lebih suka bermalas-malasan 2 kali lebih berisiko terkena berbagai masalah jantung dan pembuluh darah, termasuk stroke yang mematikan.

Bukan hanya bagus untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah, olahraga juga bisa mencegah kegemukan dan berbagai komplikasi diabetes lainnya. Bahkan beberapa penelitian menunjukkan, olahraga secara rutin juga mengurangi risiko beberapa jenis kanker.

2. Ukur dan kendalikan kadar kolesterol
Kadar kolesterol yang tinggi bisa menyebabkan pembentukan plak atau kerak di dinding pembuluh arteri atau nadi. Plak yang terbentuk lama-kelamaan bisa menyumbat aliran darah sehingga memicu terjadinya serangan jantung maupun stroke jika terjadi di sekitar otak.

Apabila punya riwayat gangguan kolesterol dalam keluarga, lakukan tes darah untuk mengetahui kadar kolesterol sesering mungkin. Kadar optimal kolesterol jahat atau LDL tidak boleh melebihi 100 mg/dL, kolesterol baik atau HDL antara 40-60 mg/dL dan kolesterol total antara 200-239 mg/dL.

3. Jalani diet yang sehat
Pengertian diet bukan sekedar membatasi asupan makan, tetapi lebih dimaksudkan untuk mengatur pilihan menu makan. Makanan sehat yang lebih dianjurkan agar bisa berumur panjang adalah sayur dan buah-buahan, karena kaya akan vitamin dan serat.

4. Ukur dan kendalikan tekanan darah
Tekanan darah tinggi kadang-kadang tidak menimbulkan gejala sehingga disebut silent killer karena bisa meningkatkan risiko stroke sebesar 40 persen dan serangan jantung sebesar 25 persen. Selain itu, tekanan darah tinggi yang tidak tertangani juga mempercepat kerusakan otak dan memicu demensia atau pikun.

Tekanan darah yang normal untuk orang dewasa adalah sekitar 120/80 mmHg. Kurang dari angka tersebut digolongkan sebagai tekanan darah rendah atau hipotensi, sedangkan jika lebih tinggi disebut hipertensi atau tekanan darah tinggi.

5. Jaga berat badan ideal
Berat badan ideal pada masing-masing orang tidak sama, tergantung berapa tinggi badannya. Berat badan dikatakan ideal jika menghasilkan Indeks Massa Tubuh (IMT) 18,5-22,9 Kg/m2 jika dihiting dengan rumus sebagai berikut: IMT = Berat badan (kg) : Tinggi badan dikuadratkan (m2).

Seseorang dikatakan kelebihan berat badan atau obesitas jika memiliki IMT 23-29 kg/m2 dan dikatakan obesitas jika memiliki IMT di atas 30 kg/m2. Berbagai penelitian menunjukkan, obesitas dapat mengurangi usia harapan hidup hingga 4 tahun.

6. Hindari diabetes atau kendalikan jika sudah terlanjur
Diabetes atau kencing manis merupakan gangguan metabolisme karbohidrat yang membuat tubuh tidak mampu mengontrol kadar gula darah. Dalam jangka panjang, gangguan ini bisa meningkatkan risiko serangan jantung, memicu komplikasi pada mata dan pada laki-laki bisa menyebabkan impotensi.

Kadar gula darah dikatakan normal jika angkanya 70-99 mg/dL, dengan catatan diukur setelah puasa atau tidak makan selama 8 jam. Kadar gula darah yang diukur 2 jam setelah makan dikatakan normal jika berkisar antara 70-145 mg/dL, sedangkan jika mengabaikan jadwal makan maka rentang normalnya adalah 70-125 mg/dL.

7. Hindari rokok
Kebiasaan merokok diklaim memicu 90 persen kematian pada penderita kanker paru, 80 persen kematian pada bronkitis dan emphysema, serta 17 persen kematian akibat serangan jantung. Orang yang berhenti merokok, dalam seketika akan mengalami penurunan risiko serangan jantung dan stroke.


up/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Bayi Baru Lahir Perlu Ibu di Sampingnya Saat Tidur Malam


(Foto: thinkstok)Jakarta, Bayi yang baru lahir seharusnya tidak dipisahkan dari orangtuanya. Studi menemukan bayi yang baru lahir perlu berada di dekat ibunya bahkan saat tidur di malam hari.

Sebuah studi yang dilaporkan dalam Biological Psychiatry menemukan adanya stres fisiologis yang signifikan dan bisa mengganggu pola tidur dialami oleh bayi yang berusia 2 hari dan secara fisik terpisah dari ibunya, meskipun berada pada ruangan yang sama.

Hasil studi ini menunjukkan bahwa kontak erat antara ibu dan bayi yang baru lahir dalam beberapa jam pertama kehidupannya sangatlah penting. Selain itu juga diketahui kondisi ini secara signifikan bisa meningkatkan keberhasilan menyusui.

Dalam studi ini peneliti memonitor detak jantung dari 16 bayi Afrika Selatan yang baru lahir dengan 10 bayi laki-laki dan 6 perempuan serta sang ibu berusia 17-40 tahun yang tidak memiliki komplikasi pasca persalinan.

Partisipan ini dibagi menjadi 2 kelompok yaitu bayi yang kontak langsung dengan ibunya serta bayi yang dipisahkan karena berada di box bayi dan menghadap ke arah ibunya.

Diketahui adanya kenaikan hampir 3 kali lipat dalam aktivitas sistem saraf otonom termasuk perubahan denyut jantung dan pernapasan pada bayi yang dipisahkan dari ibunya, serta bayi mengalami tidur yang tidak nyenyak.

Peneliti mengungkapkan pemisahan ini bisa menurunkan suhu tubuh yang berpengaruh pada pola tidurnya. Kondisi ini bisa mempengaruhi perkembangan selanjutnya dari si bayi, seperti dikutip dari Foxnews, Sabtu (22/10/2011).

Jika ibu berada dekat dengan si bayi maka ia akan berusaha untuk menyusui bayinya sehingga si bayi kemungkinan besar bisa mendapatkan kolostrum yang sangat bermanfaat untuk sistem imun dan meningkatkan keberhasilan menyusui. Serta bayi yang berada dalam dekapan ibunya akan jauh merasa nyaman dan tenang, terutama dalam dekapan dada sang ibu.


ver/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Olahraga Tak Bisa Cegah Kegemukan Pada Ibu Hamil


(Foto: thinkstok)Jakarta, Olahraga aman bagi ibu hamil dan janinnya. Meski demikian, jangan harap ibu hamil akan tetap langsing. Sebab fitness ataupun latihan fisik di rumah tidak akan mengamankan ibu hamil dari kenaikan berat badan.

Dalam kajian yang dilansir Health24.com, Sabtu (22/10/2011) ini, tim peneliti Brazilia yang dipimpin oleh Simony Nascimento dari UNICAMP Medical School di Campinas merekrut 82 orang perempuan gemuk yang sudah hamil selama tiga hingga lima setengah bulan.

Peneliti membagi para wanita menjadi dua kelompok. Kelompok pertama mengikuti latihan fisik mingguan dan mendapatkan konseling mengenai nutrisi, berat badan, dan latihan rumah yang bisa dilakukan setiap hari. Kelompok lainnya mendapat perawatan standar, tetapi tidak mendapat informasi tambahan mengenai latihan fisik.

Hasilnya, sekitar setengah dari wanita tersebut mengalami pertambahan berat badan lebih dari batas atas yang direkomendasikan. Rata-rata peserta penelitian naik berat badannya 10 sampai 11 kg pada kedua kelompok.

Para wanita hamil itu mengalami kenaikan rata-rata 10 kg ketika berolahraga dan 36 kg ketika tidak berolahraga. Meskipun demikian, para peneliti mengingatkan bahwa penemuan ini didasarkan pada kelompok kecil dengan jumlah sampel sebanyak 14 wanita.

"Temuan ini tidak mengejutkan. Banyak kajian yang tidak menunjukkan efektifitas pencegahan kenaikan berat badan ketika hamil, baik dengan diet ataupun olahraga," kata Dr Patrick Catalano, peneliti pengobatan untuk ibu dan janin dari Case Western Reserve University School of Medicine di Cleveland yang tidak berpartisipasi dala penelitian ini.

"Tambahan lagi, wanita yang mengalami kenaikan berat badan selama kehamilan cenderung mempertahankan berat badannya itu bahkan setelah melahirkan. Memulai latihan atau program diet pada pertengahan kehamilan mungkin tidak akan berguna jika dibandingkan intervensi yang sangat dini pada kehamilan, atau lebih baik lagi jika dilakukan sebelumnya," kata Catalano.

Praktisi medis merekomendasikan agar wanita yang kelebihan berat badan sebaiknya mengalami kenaikan berat badan antara 7 hingga 11 kilogram selama kehamilan, dan wanita gemuk mengalami kenaikan 5 sampai 9 kilogram, lebih rendah dari jumlah yang direkomendasikan untuk wanita dengan berat badan normal.

Kenaikan berat badan yang banyak selama kehamilan akan meningkatkan kemungkinan memiliki bayi yang besar sehingga membutuhkan operasi caesar. Hal itu juga meningkatkan risiko bayi akan mengalami cacat lahir atau tumbuh menjadi gemuk.

Dalam penelitian ini, mayoritas bayi dilahirkan melalui bedah caesar, tetapi tidak ada perbedaan kondisi kesehatan saat lahir didasarkan pada apakah ibu berolahraga atau tidak.

Catalano mengatakan bahwa ketika usia kehamilan semakin tua, semakin sulit bagi ibu hamil untuk tetap konsisten menjalani program latihan. Itulah mengapa mulai berolahraga dan perbaikan diet di awal kehamilan sangatlah penting.

"Kehamilan bukan merupakan kondisi yang mengekang ataupun memanjakan. Ini merupakan waktu yang ideal untuk memodifikasi perilaku demi kepentingan ibu dan bayi. Pada umumnya wanita lebih rentan untuk mengadopsi gaya hidup sehat pada kehamilan karena kepedulian terhadap anak yang belum lahir," kata Dr Raul Artal, kepala jurusan kebidanan, ginekologi, dan kesehatan wanita di Saint Louis University School of Medicine yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Dr Artal menganggap kehamilan adalah kesempatan untuk mengatasi perilaku tidak sehat pada ibu hamil. Tim Nascimento juga menunjukkan bahwa perempuan biasanya akan lebih banyak memiliki kontak dengan penyedia layanan kesehatan ketika sedang hamil.

Para peneliti merekomendasikan 30 menit latihan fisik dalam tahap sedang setiap hari disertai dengan peregangan dan konseling gizi untuk ibu hamil yang kelebihan berat badan dan obesitas.


ir/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Redakan Gejala Flu dengan Bahan-bahan di Dapur


(Foto: thinkstok)Jakarta, Gejala awal demam atau flu tidak harus disembuhkan dengan obat. Di dapur sebenarnya terdapat beberapa bahan makanan atau bumbu-bumbuan yang dapat membantu meringankan gejala demam dan flu, sekaligus dapat mempercepat pemulihan.

Bila mengalami gejala awal flu atau demam, tidak ada salahnya untuk melirik bahan-bahan yang terdapat di dapur. Seperti dikutip dari Epharmapedia, Sabtu (22/10/2011), beberapa bahan makanan dan bumbu dapur yang dapat meringankan gejala demam dan flu, antara lain:

1. Lemon
Lemon dapat melegakan atau meringankan gejala sakit tenggorokan, membersihkan darah, dan mengencerkan lendir. Tambahkan setengah lemon dan satu sendok teh sirup maple dalam secangkir air hangat.

2. Sup ayam
Penggunaan sup ayam untuk meredakan pilek dan flu seperti kembali pada abad 12. Dimana pada abad ke 12 seorang dokter dan filsuf, Maimonides pernah merekomendasikan sup ayam untuk mengobati pilek dan flu.

3. Mustard
Mustard dapat meredakan demam, menghilangkan racun, dan membantu menyembuhkan selaput lendir di paru-paru.

4. Jahe
Minuman jahe dapat membantu membunuh kuman, dapat sebagai antivirus, dan juga dapat meredakan sakit perut. Rebus dua sendok makan parutan jahe segar dalam dua cangkir air selama 15 menit. Setelah direbus hingga mendidih, tunggu 10 menit, kemudian diminum sesuai kebutuhan.

Menambahkan jahe untuk mandi juga merangsang getah bening dan merangsang kecepatan drainase getah bening. Untuk menambahkan jahe ke dalam air mandi, maka hancurkan terlebih dahulu seperempat cangkir jahe segar. Kemudian tempatkan ke dalam kain katun tipis dan rendam dalam bak air mandi.

5. Bawang putih
Bawang putih yang sangat sering digunakan sebagai bumbu dapur, dapat digunakan sebagai pencegahan dan sebagai pengobatan untuk pilek dan flu. Bawang putih mentah memiliki sifat anti jamur, antibakteri, dan antivirus.

Para peneliti di Inggris menemukan bahwa, bawang putih dapat mempercepat pemulihan dari flu dan dapat meningkatkan resistensi. Bawang putih dapat menyebabkan meningkatnya perdarahan, sehingga bagi yang sedang mengonsumsi obat untuk perdarahan harus berhati-hati saat menambahkan bawang putih untuk diet.

6. Peppermint
Minuman dengan tambahan mint dapat menghangatkan dan membantu untuk dapat berkeringat. Membuat minuman dengan tambahan mint dan tidur lebih cepat, dapat membuat tubuh cepat berkeringat. Sehingga minuman yang mengandung mint dapat menurunkan demam.

7. Minyak castor
Minyak castor dalam kemasan dapat ditempatkan pada dada. Hal tersebut dapat membuka gelombang udara dan membawa sirkulasi ke paru-paru. Minyak castor dapat diletakkan di dada, dengan menutup dengan kain muslin atau flanel, dan tempat botol air hangat panas di atas dada.

8. Jeruk
Penelitian telah menunjukkan bahwa, vitamin C ditemukan dalam jus jeruk, yang dapat diminum setiap hari, sehingga dapat mempersingkat durasi flu. Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa, 1.000 mg vitamin C setiap 6 jam dapat secara efektif mengurangi, atau bahkan mencegah gejala flu.

9. Horehound
Horehound sering digunakan sebagai bahan dari sirup obat batuk. Minuman yang mengandung horehound juga dapat digunakan untuk meredakan batuk.

10. Madu
Madu memiliki efek menyembuhkan yang luar biasa. Madu dapat digunakan untuk meredakan batuk dan meningkatkan imunitas. Sebuah sirup obat batuk sederhana dapat dibuat dengan beberapa sendok madu dan sedikit jus lemon segar.

11. Garam
Larutan garam dapat digunakan untuk kumur-kumur dan dapat meredakan sakit tenggorokan. Gunakan air hangat dan mungkin dapat juga ditambahkan sedikit kunyit yang memiliki efek anti inflamasi. Penggunaan lain dari larutan garam dapat untuk irigasi hidung.

Dengan cara menggunakan air garam hangat yang dihirup melalui sinus untuk membantu dekongestan hidung. Penelitian baru menunjukkan bahwa, kecepatan pemulihan dari infeksi sinus dapat meningkat oleh karena irigasi hidung dengan air garam.

12. Kiwi
Kiwi dapat bermanfaat untuk mengobati infeksi saluran pernapasan bagian atas (ISPA). Kiwi memiliki kandungan vitamin C yang tinggi.

13. Air atau hidroterapi
Mandi dapat meningkatkan sirkulasi darah. Mandi air hangat dapat membantu menurunkan demam. Atau cobalah mandi dengan air jahe.

14. Chamomile
Chamomile telah digunakan sebagai obat selama ribuan tahun, chamomile dapat diambil sebagai minuman atau inhalansia. Menghirup uap dari ekstrak chamomile telah dilaporkan dapat membantu meringankan gejala flu.

Carilah bantuan medis jika gejala flu atau demam menetap atau memburuk. Apalagi pada tanda-tanda kelemahan mendadak, atau demam tinggi harus segera mencari perawatan darurat.


ir/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | fantastic sams coupons