-
-

Sunday, September 25, 2011

Belitung Butuh Banyak Dokter Spesialis


Pantai Tanjung Tinggi, Belitung (detikhot) Jakarta, Kabupaten Belitung mengalami kemajuan yang pesat terutama sektor pariwisatanya. Tapi sayangnya masih mengalami kekurangan tenaga kesehatan terutama untuk dokter-dokter spesialis.

"Tenaga medis yang tersedia saat ini untuk dokter spesialis baru 3 yaitu kandungan, anak dan bedah, yang lainnya belum ada," ujar wakil bupati Belitung, Sahani Saleh di kantor bupati Belitung, Selasa (20/9/2011).

Sahani menuturkan meski begitu saat ini ada kemitraan dengan rumah sakit swasta yang mana didalamnya terdapat dokter spesialis, sedangkan untuk perawat disini sudah ada akademi keperawatan.

"Kalau bidan kita bisa tutupi dengan PTT daerah, sedangkan untuk sanitarian masih sangat kurang," ujar dr wiryati husin Kadinkes Belitung.

dr Wiryati menuturkan seharusnya setiap Puskesmas memiliki 2 sanitarian, tapi dari 9 Puskesmas di 5 kecamatan yang ada belum setengahnya yang memiliki sanitarian.

"Selain itu cakupan jamban juga masih rendah, karenanya kami memicu masyarakat untuk membuat jamban sendiri dan bukan disubsidi oleh pemerintah, serta memicu masyrakat untuk malu buang air besar secara sembarangan," ungkapnya.

Sementara itu dr Wiryati menuturkan untuk dokter saat ini bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Unpad untuk dokter spesialis bedah, tapi diharapkan bisa memiliki dokter spesialis yang tetap.


ver/ir) detikhealth.com

Ibu-ibu Hamil di Desa Aktif Ikut Kelas Hamil


Kelas hamil di Pangkallalang (detikHealth)Belitung, Kelas-kelas hamil yang menjamur di kota-kota besar, kini juga sudah muncul di pelosok desa. Seperti kelas hamil di Poskesdes Pangkallalang Belitung yang aktif memberikan informasi penting menjaga kehamilan yang sehat hingga bersalin yang aman, yang sesekali diselingi senam hamil.

Seperti terlihat di sebuah ruangan berukuran sedang di Poskesdes Pangkallalang Belitung, duduk 10 ibu hamil yang menyimak penjelasan dari seorang bidan desa.

Masih tingginya angka kematian ibu dan anak saat hamil atau melahirkan, membuat kelas hamil ini menjadi bagian penting untuk kesehatan masyarakat desa. Kehamilan merupakan suatu proses yang kompleks dan kadang tidak semua ibu hamil mengerti kondisinya.

"Kelas ibu hamil dilaksanakan bertujuan memberi pendidikan dan ilmu pengetahuan tentang kesehatan ibu dan anak," ujar Bidan Huzini, di Poskesdes kelas ibu hamil desa Pangkallalang, Belitung, Selasa (20/9/2011).

Kelas ibu hamil ini mulai dicanangkan pada November 2009 dan mulai dilaksanakan pada Januari 2010. Kelas ibu hamil ini juga mengayomi dan mendidik ibu hamil agar tidak khawatir lagi serta mengetahui tanda-tanda persalinan.

Bidan yang akrab disapa Eny ini menuturkan kelas ibu hamil ini dibagi menjadi 3 bagian yaitu:

Kelas hamil untuk ibu hamil usia 0-3 bulan (trimester I) digelar pada Jumat minggu pertama Kelas hamil untuk ibu hamil usia 4-6 bulan (trimester II) digelar pada Jumat minggu kedua Kelas hamil untuk ibu hamil usia 6 bulan ke atas (trimester III) digelar pada Jumat minggu ketiga.
Ibu hamil ini diberibuku panduan dari Puskesmas dan Dinas kesehatan, buku acuan ini nantinya bisa dipelajari oleh si ibu hamil di rumah. "Kita juga kadang mengikutsertakan suami atau anggota keluarga lainnya agar bisa sama-sama siap menghadapi masalah kehamilan dan persalinan," ungkapnya.

Selain materi tentang kehamilan, disini juga ada narasumber dari dokter gigi untuk memberikan pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut, serta ada juga tim gizi untuk semua masing-masing kelas. Bagi ibu hamil yang tidak mampu akan diberikan pemberian makanan tambahan seperti susu.

"Salah satu bonus yang didapatkan ibu hamil adalah mendapatkan 1 kelambu untuk 1 ibu hamil sebagai bentuk pencegahan malaria," ujar Bidan Eny.

Salah satu ibu hamil yang mengikuti kelas ini, Hermenilastri (38 tahun) mengaku merasa mendapatkan banyak ilmu mengenai kehamilan. "Anak saya yang paling kecil sudah 15 tahun, jadi dengan kelas ini alhamdulilah saya bisa mendapatkan manfaat seperti mengatasi masalah ngidam," ungkapnya.


ver/ir) detikhealth.com

Remaja Lebih Sukses Berhenti Merokok Jika Rajin Olahraga


foto: ThinkstockJakarta, Berhenti merokok tidak selalu mudah, pasti ada yang gagal meski sudah mengikuti program yang sangat ketat. Penelitian terbaru menunjukkan, penambahan aktivitas fisik secara rutin bisa meningkatkan keberhasilan program berhenti merokok.

Menurut sebuah penelitian yang didanai oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC), menambahkan aktivitas fisik di kalangan remaja laki-laki yang tergabung dalam program berhenti merokok dapat meningkatkan hasil program tersebut. Penelitian tersebut telah dipublikasikan pada 19 September 2011 di dalam journal Pediatrics. Namun, dari hasil penelitian tersebut juga diperoleh data bahwa, gadis remaja yang mengikuti program ini lebih berhasil tanpa tambahan aktivitas fisik.

"Dalam konteks program berhenti merokok, penelitian ini menunjukkan bahwa sedikit tambahan waktu yang digunakan untuk memotivasi remaja laki-laki untuk meningkatkan aktivitas fisik mereka, mungkin akan dapat meningkatkan hasilnya," kata penulis studi Kim Horn, dari West Virginia University. Menurut CDC, sebagian besar perokok dewasa memulai kebiasaan merokok sebelum usia 18 tahun seperti dilansir dari CNNHealth, Selasa (20/9/2011).

Para peneliti di West Virginia University mempelajari 233 mahasiswa berusia 14-19 tahun, yang dibagi menjadi tiga kelompok. Salah satunya diberi pengarahan atau konseling singkat 15 menit, yang terdiri dari instruksi umum mengenai alasan mengapa sangat penting untuk berhenti merokok.

Kelompok kedua diinstruksikan untuk tidak merokok sama sekali sesuai program N-O-T (Not On Tobacco), sedangkan kelompok ketiga menjalani program yang sama dengan kelompok 2 tetapi ditambah olahraga rutin. Kelompok 3 juga diberi pengarahan soal pentingnya olahraga dan mengelola berat badan.

Setelah program berjalan selama 3 bulan, para partisipan ditanyai soal riwayat merokoknya dalam 7 hari terakhir. Hasil pengamatan menunjukkan, partisipan dari kelompok 3 yang melakukan olahraga rutin 4 kali lebihh berpeluang berhenti merokok dibanding 2 kelompok lainnya.

Horn mengatakan, adanya materi olahraga secara teori dan praktik yang ditambahkan dalam program berhenti merokok hanya berpengaruh pada partisipan laki-laki. Partisipan perempuan tidak terlalu terpengaruh, namun tidak diketahui pasti mengapa demikian.



ir/ir) detikhealth.com

Saturday, September 24, 2011

Antibiotik Baru Ditemukan dalam Hati Hiu


foto: ThinkstockJakarta, Sebuah senyawa yang berfungsi sebagai antibiotik ditemukan dalam hati hiu. Antibiotik dari ikan hiu ini menjadi terobosan penting karena bisa melindungi manusia dari berbagai penyakit.

Antibiotik yang ditemukan pada hiu dapat digunakan sebagai obat melawan virus manusia dan merevolusi obat-obatan. Senyawa yang ditemukan dalam hati hiu ini dapat digunakan sebagai obat untuk mengobati penyakit mulai dari demam berdarah, penyakit kuning hingga hepatitis B, C dan D.

Antibiotik yang disebut dengan squalamine ini sudah aman untuk digunakan pada manusia sebagai obat antivirus.

"Squalamine yang berpotensi memiliki sifat antivirus yang luas ini sangat menarik, terutama karena kita sudah tahu begitu banyak dari penelitian yang sedang berlangsung tentang cara kerjanya terhadap manusia," kata Dr. Michael Zasloff dari Georgetown University yang memimpin penelitian seperti dikutip dari Dailymail (20/9/2011).

Dalam percobaan laboratorium dan hewan, squalamine terbukti menghasilkan aktivitas antivirus melawan patogen manusia pada penyakit seperti hepatitis yang saat ini belum dapat diobati.

Penemuan ini diharapkan dapat memecahkan misteri bagaimana hiu dengan sistem kekebalan primitif dapat begitu efektif melawan virus yang mengganggu semua makhluk hidup.

"Saya percaya bahwa squalamine adalah salah satu senyawa yang melindungi hiu dan beberapa vertebrata laut primitif lainnya dari virus. Squalamine muncul untuk melindungi tubuh terhadap virus yang menyerang hati dan jaringan darah. Senyawa serupa lainnya yang ada pada hiu mungkin melindungi tubuh terhadap infeksi virus pernapasan," kata Dr. Zasloff berkata.

"Kita dapat memanfaatkan sistem kekebalan hiu untuk mengubah senyawa antivirus menjadi obat yang dapat melindungi manusia terhadap berbagai macam virus. Obat ini akan menjadi revolusioner. Sedangkan ada banyak agen antibakteri yang dimiliki oleh dokter dan beberapa obat antivirus untuk membantu pasien, hanya beberapa dari mereka yang aktif secara luas," lanjutnya.

Dr. Zasloff menemukan squalamine pada tahun 1993 dan telah diuji secara klinis mampu mengobati kanker dan beberapa gangguan mata. "Saya tertarik pada hiu karena meskipun tampaknya primitif, sistem kekebalan tubuh mereka efektif. Tidak ada yang bisa menjelaskan mengapa hiu itu begitu kuat," katanya.

Ia menemukan bahwa senyawa itu mampu menghambat pesatnya pertumbuhan pembuluh darah seperti yang ditemukan pada tumor tumor dan penyakit retina. Tapi untuk penelitian itu, Dr. Zasloff tidak lagi menggunakan hiu hidup. Sejak tahun 1995, Dr. Zasloff telah mensintesis squalamine di laboratorium daripada mengambil jaringan hiu di alam bebas.

Dr Zasloff mengaku masih tertarik dengan cara kerja jenis molekul kolesterol alami yang memiliki muatan listrik positif dapat bertindak sebagai zat kekebalan pada hiu.

Ketika memasuki sel, squalamine hanya dapat mengakses sel-sel tertentu di pembuluh darah, kapiler dan hati. Squalamine mengusir protein bermuatan positif yang terikat ke permukaan sel dari membran dalam sel.

Beberapa protein yang dikeluarkan ini biasanya digunakan oleh virus untuk berkembang biak. Tanpa protein, siklus hidup virus terganggu. Artinya, squalamine tampaknya dirancang untuk melawan infeksi virus tertentu.

"Bagi saya, kunci efektivitas squalamine adalah bahwa sekali ia digunakan dalam tubuh, maka ia akan menyesuaikan siklus hidup virus yang paling banyak. Kebanyakan virus membutuhkan waktu berjam-jam untuk menyelesaikan siklus hidupnya. Waktu yang sama dibutuhkan oleh squalamine untuk membuat jaringan dan organ tahan virus setelah pemberian," ujar Dr. Zasloff.

Selain bertindak cepat dalam menghentikan perkembang biakan virus, squalamine membersihkan tubuh dari predator dalam beberapa jam. Selanjutnya, karena cara kerja squalamine membuat jaringan inang menolak infeksi, bukan dengan menargetkan protein virus tertentu, maka munculnya resistensi virus tidak dapat diantisipasi.

Dalam penelitian kultur jaringan, squalamine mampu menghambat infeksi pada sel-sel pembuluh darah manusia oleh virus demam berdarah dan sel hati manusia yang terinfeksi hepatitis B dan D yang menyebabkan gagal hati dan kanker.

Dalam penelitian hewan, para ilmuwan dari seluruh Amerika Serikat menemukan bahwa squalamine mampu mengendalikan infeksi sakit kuning, virus estern equine encephalitis dan murine cytomegalovirus dan pada beberapa kasus dapat menyembuhkan binatang.


ir/ir) detikhealth.com

Alasan Dukun Beranak Lebih Disukai Ketimbang Bidan


(Foto: thinkstock)Bangka, Profesi dukun beranak masih punya tempat istimewa di banyak masyarakat Indonesia terutama di pedesaan. Meski sudah ada bidan, penduduk desa lebih suka melahirkan ke dukun beranak. Apa alasannya?

Dukun adalah seorang perempuan yang diakui oleh masyarakat dalam mendampingi ibu hamil, pertolongan persalinan serta perawatan bayi baru lahir secara spiritual.

Umumnya masih banyak masyarakat yang mempercayakan dukun untuk membantu proses persalinannya. Hal itu diakui Bidan Yulia yang bekerja di Poskesdes Mangka, Puskesmas Bakam, Sungailiat Bangka. Menurutnya dibutuhkan sosialisasi yang terus menerus agar bidan bisa diterima warga.

Bidan Yulia menuturkan ada beberapa faktor yang membuat masyarakat masih percaya dukun yaitu:
1. Mitos kepercayaan pada dukun masih kuat, masyarakat beranggapan kalau bidan itu selesai pendidikan,ia masih muda dan belum ada pengalamannya.
2. Mitos yang ada dimasyarakat adalah kalau dibantu oleh bidan pasti dijahit, sementara masyarakat takut dengan jahitan.
3. Turunan dalam keluarga yang menggunakan dukun untuk membantu melahirkan.
4. Masalah biaya, umumnya dukun tidak menarik pungutan jadi secara sukarela saja, sedangkan bidan ada tarifnya.
5. Dukun juga biasanya memberikan ramuan-ramuan yang dipercaya bisa mempermudah persalinan dan diurut yang sangat dipercaya masyarakat.

"Rata-rata 1 desa minimal ada 1 dukun, tapi kadang ada yang 2 atau 3 dukun," ujar Bidan Yulia disela-sela acara pertemuan dengan nakes teladan di Hotel Santika, Bangka, Senin (19/9/2011).

Karenanya diperlukan sosialisasi secara terus menerus bahwa ada subsidi yang bisa diberikan jika ibu hamil mau melahirkan dibantu oleh tenaga kesehatan.

Untuk meningkatkan jumlah ibu yang melahirkan dengan bantuan tenaga kesehatan, Bidan Yulia pun mulai melakukan pendekatan dengan para dukun pada tahun 2008. Saat itu ia meminta para dukun untuk mengikutsertakan dirinya jika ada ibu yang melahirkan.

"Saya bilang dengan dukun 'tolong ya ajak saya kalau ada pasien melahirkan' meskipun saat itu saya hanya sebagai cadangan saja," ujar bidan yang lahir di Tempilang, Bangka Barat 3 Desember 1979.

Setelah berhasil mendekati dukun, maka tahun 2009 terbentuk kemitraan antara bidan dan dukun melalui pernyataan di atas materai, termasuk pembagian pembayaran seperti bidan tidak mengurangi pendapatan dukun.

Selain itu ada pula kelas ibu yang berisi penyuluhan mengenai segala hal tentang kehamilan, dan berusaha pula melibatkan para suami. Sehingga saat ini kesadaran masyarakat semakin tinggi dan tidak perlu lagi susah payah merujuk pasien, karena mereka dengan sendirinya sudah datang ke poskosdes.

"Alhamdulilah di desa saya saat ini sudah tidak ada ibu yang meninggal saat melahirkan, sedangkan kematian bayi terakhir terjadi pada tahun 2009," ungkap Yulia yang hampir 12 tahun menjadi bidan.


ver/ir) detikhealth.com

Diabetes Gandakan Risiko Terkena Alzheimer


(Foto: thinkstock)Jakarta, Diabetes sudah lama dikenal mampu meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke pada usia dini. Tapi bukan hanya itu yang perlu dikhawatirkan. Diabetes juga secara signifikan meningkatkan risiko Alzheimer atau penyakit kehilangan memori yang sangat parah di kemudian hari.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Neurology mengungkap hubungan tersebut. Peneliti menemukan bahwa penderita diabetes dua kali lebih besar berisiko mengidap penyakit Alzheimer dalam waktu 15 tahun.

Penderita diabetes juga 1,75 kali lebih lebih berisiko mengalami pikun atau demensia. Penelitian itu dilakukan terhadap lebih dari 1.000 pria dan wanita yang berusia di atas 60 tahun.

Para peneliti berpendapat, diabetes berkontribusi terhadap demensia (pikun) dalam beberapa cara. Resistensi insulin penyebab gula darah tinggi dan pemicu diabetes tipe 2 dapat mengganggu kemampuan tubuh memecah protein yang membentuk plak otak yang berhubungan dengan Alzheimer.

Tingginya gula darah (glukosa) juga menghasilkan oksigen dengan kandungan molekul tertentu yang dapat merusak sel-sel atau dikenal juga sebagai proses stres oksidatif.

Selain itu, tingginya gula darah dan kolesterol pada penderita diabetes menyebabakan pengerasan serta penyempitan pembuluh darah di otak. Kondisi yang dikenal sebagai aterosklerosis ini dapat menyebabkan demensia vaskular, yaitu demensia yang terjadi karena penyumbatan arteri (termasuk stroke) membunuh jaringan otak.

"Kadar glukosa yang tinggi memicu tekanan terhadap sistem saraf dan pembuluh darah. Beberapa informasi berkaitan penyakit Alzheimer dan kadar glukosa ini menunjukkan kepada kita bahwa kita perlu tetap mewaspadai kadar gula darah saat kita bertambah tua," kata David Geldmacher, MD, profesor neurologi di University of Alabama di Birmingham seperti dilansir dari CNN, Selasa (20/9/2011).

Penelitian yang dipimpin oleh Yutaka Kiyohara MD, peneliti kedokteran lingkungan dari Kyushu University di Fukuoka ini menggunakan standar emas diagnosis diabetes, yaitu tes toleransi glukosa oral.

Caranya adalah memberikan seseorang minuman gula setelah berpuasa setidaknya selama 12 jam. Kadar glukosa dalam darah mereka kemudian diukur dua jam kemudian.

Pada awal penelitian, tes menunjukkan bahwa 15% dari peserta memiliki diabetes, sedangkan 23% memiliki kondisi pradiabetes yang juga dikenal sebagai gangguan toleransi glukosa.

Para peserta tidak mengalami demensia sama sekali ketika tes dilakukan. Namun 15 tahun kemudian, 23% peserta mendapat diagnosis demensia. Hanya setengah dari kasus demensia tersebut yang dianggap sebagai penyakit Alzheimer.

Sedangkan sisanya adalah gabungan antara demensia vaskuler dan demensia karena penyebab lain. Diagnosis dikonfirmasi dengan scan otak pasien yang amsih hidup dan otopsi otak pada pasien yang sudah meninggal.


ir/ir) detikhealth.com

Mengenal Operasi Katup Mitral Jantung


(Foto: thinkstock)Jakarta, Sering merasa cepat lelah atau sesak napas? Segeralah periksakan diri ke dokter, karena mungkin saja merupakan gejala kelainan katup mitral jantung. Karena kelainan pada katup mitral merupakan kelainan katup jantung paling sering terjadi.

Katup mitral menghubungkan antara atrium (serambi) kiri dan ventrikel (bilik) kiri jantung. Kelainan ini meliputi mitral regurgitasi (MR) berupa kebocoran pada katup mitral dan mitral stenosis (MS) berupa penyempitan katup mitral.

Kebocoran pada katup mitral biasanya terjadi karena putusnya jaringan penunjang (chordae) katup atau karena penyakit degeneratif. Sedangkan penyempitan katup mitral paling sering diakibatkan karena proses infeksi rematik yang berlangsung lama.

Biasanya pasien datang berobat karena keluhan cepat lelah atau sesak napas.

Lakukan Pemeriksaan

Bila terdapat keluhan-keluhan di atas, segeralah periksakan diri ke dokter. Biasanya pada pemeriksaan fisik akan ditemukan bunyi atau irama jantung tambahan, atau bahkan gangguan irama jantung, bila penyakit katupnya sudah berlangsung lama.

Selain itu, akan dilakukan pemeriksaan penunjang berupa foto toraks, rekam jantung atau EKG dan ekokardiografi. Pada foto toraks biasanya akan ditemukan ukuran jantung yang lebih besar, sebagai akibat kompensasi yang dilakukan oleh jantung.

Untuk memastikan jenis kelainan katupnya, maka dilakukan pemeriksaan ekokardiografi. Pada pemeriksaan ini dapat ditemukan apakah terjadi kebocoran atau penyempitan katup jantung.

Pada pasien berusia di atas 40 tahun, biasanya juga dilakukan angiografi koroner untuk memastikan tidak terdapat penyakit penyerta berupa penyakit jantung koroner.

Pemeriksaan ini penting, apalagi jika terdapat perbedaan antara gambaran klinis dan hasil pemeriksaan non-invasive. Angiografi ventrikel kiri dapat mendeteksi adanya kebocoran katup jantung serta tingkat keparahannya.

Gejala Penting dan Tindakan

Pada keadaan lanjut, biasanya pasien akan mengalami keluhan gagal jantung, bila tidak mendapat pengobatan yang cepat dan cukup. Keluhan ini timbul karena jantung mempunyai batas toleransi untuk melakukan 'perlawanan' terhadap kelainan yang timbul.

Bila ambang batas ini dilewati, maka pasien akan jatuh ke dalam gagal ganjung. Ukuran jantung akan membesar dan terdapat kongesti (pembengkakan) pada tubuh bagian bawah.

Sebagai langkah awal, dokter akan memberi obat-obat anti-kongesti untuk mengurangi beban jantung. Penanganan medikamentosa merupakan terapi awal untuk membuat kondisi pasien lebih baik dan lebih optimal, yaitu dengan dilakukannya operasi untuk memperbaiki katup atau bahkan mengganti katup mitral yang telah rusak dengan jenis katup mekanikal atau bioprothesis, tergantung indikasi dan permintaan pasien.

Operasi ini akan dilakukan oleh ahli bedah jantung berkolaborasi dengan kardiolog yang akan melakukan ekokardiografi untuk memastikan jenis dan letak kelainan. Strategi operasi ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan ekokardiografi itu.

Sejarah Operasi Katup Mitral Jantung

Operasi pertama penggantian katup mitral dengan prosthesis dilakukan oleh Starr pada tahun 1960. Ini merupakan langkah maju penanganan kasus kelainan katup yang sebelumnya hanya diatasi dengan obat-obatan. Teknik mitral valve repair (MV repair) yang lebih maju dimulai pada tahun 1970-an oleh Carpentier dan Duran.

Teknik pembedahan katup mitral yang saat ini sering digunakan untuk mengoreksi kelainan katup mitral, yaitu: MV repair (memperbaiki katup) dan mitral valve replacement (mengganti dengan prosthesis, baik katup mekanikal atau bioprosthesis). Masing-masing prosedur memiliki kelebihan dan kekurangan, dengan indikasi yang juga berbeda.

Pada kebanyakan kasus, MV repair menjadi pilihan penting, ketika kelainan katup memungkinkan untuk dilakukan repair dengan kemampuan spesialis bedah yang memadai. Repair katup saat ini menjadi pilihan utama pada 70%-90% kasus yang didominasi oleh MR karena penyakit degeneratif.

Keunggulan MV repair telah banyak diakui, meliputi bentuk geometri bilik kiri jantung yang tetap terjaga secara anatomis, tidak menggunakan antikoagulan lama, sehingga terhindar dari komplikasinya. Juga berkurangnya risiko endocarditis (infeksi pada jantung) serta durabilitas atau kestabilan jangka panjang yang baik.

Tingkat mortalitas (kematian) pasien yang menjalani operasi mitral di bawah 5%. Risiko akan bertambah bila pasien datang dalam keadaan lanjut. Pasca operasi, pasien akan dirawat di Intensive Care Unit (ICU) selama 1-2 hari. Setelah itu pasien akan dipindahkan di ruang rawat biasa. Rata-rata lama perawatan sekitar 7-10 hari.

Pasien yang menjalani penggantian katup dengan katup mekanikal, harus mengonsumsi obat pengencer darah seumur hidup, sedangkan untuk katup bioprothesis biasanya hanya diwajibkan minum obat selama 3 bulan. Angka ketahanan pada katup mekanikal biasanya lebih lama dibandingkan dengan katup bioprothesis.

Setelah pasien pulang ke rumah, dianjurkan melakukan kontrol rutin ke dokter untuk memeriksakan darah dan menyesuaikan dosis obat yang akan diminum. Setelah proses operasi dijalani, biasanya pasien dapat beraktivitas kembali seperti biasa. Produktivitas dan kualitas hidup dapat meningkat.

Penulis
Dr. Sugisman, Sp. BTKV
Tim Ahli Bedah Jantung, Paru dan Pembuluh Darah Eka Hospital BSD Tangerang


ir/ir) detikhealth.com

Excuse me! Foods with freaky side effects

It's likely happened to you â€" an unexplained gas attack, smelly or discolored pee during a routine bathroom break, or a sudden urge to "go, now!" Or maybe you've suffered a painful brain freeze after sipping a delicious chocolate milkshake. There's a scientific reason for the surprising and quirky side effects from everyday foods.

Why beans make you 'toot'

Beans, beans, the magical fruit … the more you eat, the more you toot! Of course, they’re not actually magical, because there’s a simple explanation for beans’ undesirable side effects. Beans contain sugars called oligosaccharides that humans can’t digest, but the bacteria in our gut can. Bacteria feast on these sugars and break them down into gasses, which eventually get expelled you-know-how. Please don’t let a little flatulence deter you.  Beans are so nutritionally dense that they’re well worth the aftermath.

Why you get the coffee rush

Ever had to rush for the bathroom after your morning java break? The caffeine in coffee is a powerful stimulant, and in addition to waking you up, it can accelerate the rate of muscle contractions in your colon and bring on the urge to defecate. It’s just one more way coffee can invigorate you! Â 

Why grapefruit messes with your meds

Grapefruit and its juice, though rich in vitamin C and other nutrients, can interfere with certain prescription medicines, including some blood pressure and cholesterol-lowering meds.  Compounds in grapefruit inhibit the enzymes that break down certain medications, which prevents the drugs from being eliminated from the body in the intended way. This can cause a harmful buildup of the drugs in the body, possibly leading to serious side effects. Ask your doctor or pharmacist if any of your medications interact with grapefruit. If they do, no worries, get your citrus fix from oranges instead.

Red runs? Why it may be the beets

If you ate beets recently, don’t be alarmed when you look into the toilet bowl to discover a sea of red! It’s not blood â€" it’s just the result of the deep red pigments, called betacyanins, that give beets their ruby color.

Like TODAY Health stories? 'Like' us on Facebook!

Many factors impact whether or not the pigments survive the journey through the digestive tract, which explains why only some people get “the reds” after munching on beets. Other foods containing red pigments such as tomatoes, watermelon, and pomegranates can produce a similar effect, so don’t run to your primary care physician just yet!

Why asparagus makes your pee smell

Enjoying a side of asparagus with dinner can cause your urine to take on an unpleasant odor that̢۪s reminiscent of rotten eggs or boiled cabbage. Why the stink? When sulfur-containing amino acids in asparagus are digested by the body, aromatic sulfur compounds are produced and then excreted into the urine, thus giving your pee a foul smell. (These sulfur compounds are similar to the odor molecules responsible for a skunk̢۪s stinky fragrance.) Scientists have discovered that only some individuals are equipped with the genetic ability to produce these smelly compounds; likewise, only some people can detect the odor.

Peeling onions? Why they make you weep

A series of chemical reactions explains why the simple act of chopping onions can bring on a fit of sobs. Slicing an onion ruptures the vegetable’s cell membranes, which releases an enzyme called “lachrymatory-factor synthase” and sets in motion a series of events that ultimately produces a volatile sulfur gas. When the gas drifts into the eyes, it causes a burning sensation which triggers the tear ducts to wash away the irritant. Freezing an onion for 10 to 15 minutes before slicing can slow down the enzymatic reaction and help you avoid tearing up. Or, follow my lead: I wear onion goggles while chopping. I may look dorky, but at least I can see!

Ow! Why ice cream freezes your brain

Nothing ruins a delicious bite of ice cream or sip of smoothie like sphenopalatine ganglioneuralgia â€" or, more commonly, brain freeze! Scientists theorize that those awful seconds of shooting pain to the head are triggered by a cluster of nerves on the roof of the mouth that are highly sensitive to abrupt changes in temperature.  When these nerves come into direct contact with cold food, they send signals that rapidly alter blood flow in your brain, and an intense, pounding headache results. To avoid this annoying problem, try to eat and drink cold foods slowly and, if you’re using a straw, aim it away from the roof of your mouth.

Why that nightcap wrecks your sleep

A drink or two in the evening may help you get to sleep faster (hence the term nightcap), but it definitely won’t help you get a solid night’s rest. Alcohol causes the brain to spend a greater proportion of time in the lighter stages of sleep versus the deeper, restorative stages.  After an evening of imbibing, you may find you wake up earlier than usual or feel less rested the next day. In fact, sleep deprivation (along with dehydration) is one of the main contributors to the dreaded hangover.

For more health tips, visit joybauer.com and follow Joy on Facebook and  twitter.

Reprints

Discussion comments

Pria Lajang Punya Jantung Sehat


(Foto: thinkstock)Jakarta, Banyak anggapan bahwa pria yang lajang cenderung liar dan tidak sehat dibandingkan pria yang sudah menikah. Fakta ilmiah juga banyak menyetujui anggapan tersebut. Kasus-kasus pernikahan sering membuat orang-orang menyangka bahwa pria yang menikah tampak lebih baik dibanding pria lajang. Benarkah seperti itu?

Bagi pria, banyak manfaat kesehatan pernikahan dapat disimpulkan dalam satu ungkapan 'lebih sedikit melakukan kebiasaan bodoh seperti pria lajang'. Istri tidak hanya mencegah minum, merokok, dan mengebut, tetapi juga memasak makanan rendah lemak atau rendah kolesterol, menambah lebih banyak buah dan sayuran untuk makanan keluarga, dan mendorong kebiasaan tidur teratur.

Tapi ketika orang kehilangan istri, baik karena kematian atau perceraian, para pria sekali lagi melanjutkan kebiasaan lajangnya.

"Banyak penelitian tersebut salah dalam penafsirannya sehingga memperlihatkan seolah-olah mereka yang menikah lebih baik sedangkan mereka yang melajang terlihat buruk," ujar Bella DePaulo PhD, psikolog sosial dan penulis buku 'Singled Out: How Singles are Stereotyped, Stigmatized, and Ignored, and Still Live Happily Ever After'.

Dari hasil penelitian yang dilakukan selama 8 tahun terhadap 9.000 orang pria usia 51-60 tahun ditemukan risiko penyakit jantung pria lajang lebih rendah ketimbang pria menikah.

Penyakit jantung ditentukan berdasar diagnosis dokter terhadap serangan jantung, penyakit jantung koroner, angina, gagal jantung kongestif atau masalah jantung lainnya atau stroke.

Probabilitas penyakit jantung pada pria seperti penelitian yang dilakukan oleh Zhenmei Zhang dari Michigan State University dan Mark D. Hayward dari Pennsylvania State University adalah:

Pria selalu lajang (29%) Duda (33%) Pria menikah lagi (42%) Pria yang meneruskan pernikahan (46%) Pria bercerai (50%)
"Laki-laki yang meneruskan pernikahannya memiliki 46% kemungkinan mengidap penyakit jantung, lebih besar daripada bagi kelompok lain laki-laki kecuali laki-laki yang bercerai. Sedangkan pria lajang memiliki probabilitas yang lebih baik, hanya 29%," ujar Bella seperti dikutip dari Psychology Today, Selasa (20/9/2011).

Penelitian nasional tentang penyakit jantung ini diterbitkan dalam Journal of Marriage and Family.

"Saya menyadari pengalaman saya mungkin tidak representatif dan pendapat saya mungkin bias. Namun saya percaya bahwa kebanyakan pria lajang memiliki jantung yang sangat baik," tutup Bella.

Ketika penelitian dimulai pada tahun 1992, para peserta penelitian berusia sekitar 51-60 tahun. Para peserta dihubungi sebanyak lima kali dari tahun 1992 hingga tahun 2000. Status perkawinan, status kesehatan jantung, dan perilaku kesehatan dinilai. Informasi lain seperti status sosial ekonomi juga dicatat.

Peneliti mengelompokkan lima status perkawinan yang berbeda:

Meneruskan pernikahan (yaitu menikah sekali seumur hidup) Menikah lagi Duda/Janda Bercerai Selalu lajang.
Peneliti kemudian melihat prevalensi penyakit jantung pertama kalinya pada awal penelitian.


ir/ir) detikhealth.com

Lubang Bekas Tambang Timah di Babel Bisa Jadi Sarang Nyamuk


Ilustrasi (Foto: thinkstock)Bangka, Provinsi Bangka Belitung (Babel) dulunya terkenal sebagai tempat penambangan timah. Setelah sumber tambang timahnya habis, tinggal lubang-lubang besar yang tersisa. Lubang besar ini ditakutkan menjadi tempat perindukan nyamuk malaria.

Lubang bekas penambangan timah atau biasa dikenal dengan kolong ini memang memiliki potensi sebagai tempat perindukan nyamuk. Tapi kondisi ini dipengaruhi oleh kekeruhan air dan juga nilai pH yang dimiliki air dalam kolong tersebut.

"Hasil penelitian menunjukkan untuk tambang baru tidak ditemukan jentik, tapi kalau kolong tersebut ditumbuhi rumput maka ia berpotensi ada jentik nyamuk," ujar Harmendo, SKM, Mkes selaku kabid P2PL Bangka di Puskesmas Sungailiat, Bangka, Senin (19/9/2011).

Sementara itu Kadinkes propinsi Bangka Belitung, Hendra Kusumajaya menuturkan semakin tua kolong tersebut maka kemungkinan muncul jentik nyamuk semakin besar. Hal ini karena sudah ditumbuhinya rumput, ganggang atau lumut di dalam dan sekitar kolong tersebut.

"Sedangkan pada kolong yang masih muda, nyamuk tidak bisa hidup karena ada kandungan logam berat dalam air tersebut, nyamuk bisa mati," ujar Hendra.

Hendra menuturkan umumnya daerah yang berisiko malaria adalah yang dekat dari tempat perindukan hingga berjarak 2 km dari tempat perindukan nyamuk tersebut.

Faktor lain seperti perilaku juga turut mempengaruhi terutama para pendatang musiman yang membangun kamp-kamp disitu.

Selain malaria, beberapa masalah dari kolong juga bisa muncul seperti penyakit cikungunya, kecelakaan (beberapa waktu lalu ada 4 anak meninggal akibat mandi di kolong) hal ini karena air yang tercemar, serta juga bisa menyebabkan penyakit kulit.

Meski begitu, kolong-kolong ini bisa dimanfaatkan seperti memberikan bibit ikan-ikan di dalamnya serta memanipulasi air tersebut dengan cara dialirkan. Seperti halnya di Bangka Tengah yang menjadikan kolong-kolong tersebut sebagai tempat peternakan ikan air tawar.

"Diperlukan intervensi perilaku untuk mencegah malaria seperti pakai kelambu, perilaku Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada diri sendiri dan juga sekeliling rumah serta menggunakan lotion," ungkap Hendra.


ver/ir) detikhealth.com

Friday, September 23, 2011

95 Persen Anak SD di Bangka Giginya Berlubang


Ilustrasi (Foto: thinkstock)Bangka, Akibat tingginya kadar asam (pH rendah) dalam air dan kandungan flour yang rendah, sekitar 95 persen anak-anak SD di Bangka diketahui mengalami karies gigi (gigi berlubang atau keropos).

"Sekitar 95 persen murid SD karies gigi akibat pH air dan kandungan flour yang rendah," ujar Kepala Dinkes Bangka drg Mulyono Susanto di Puskesmas Sungailiat, Bangka, Senin (19/9/2011).

drg Mulyono menuturkan hal tersebut dikarenakan memang kondisi geografis dari daerah ini. Selain itu air yang digunakan juga berasal dari tadahan hujan yang diketahui mengandung nilai pH rendah. Jika gigi semakin sering terkena asam, maka ia akan menjadi keropos.

"Dalam pasta gigi biasanya terkandung flour untuk melindungi gigi, kondisi disini kandungan flournya kecil, jika biasanya 1 ppm maka disini hanya 0,1 ppm," ujar drg Mulyono.

Untuk mencegah banyaknya anak yang mengalami karies gigi, maka pemerintah pun melakukan berbagai tindakan pencegahan yaitu melalui program Fit For School dan juga Pusling.

Pada program Fit for school ini, setiap minggunya anak-anak SD kelas 2 harus menyikat gigi dan ditunggui atau diawasi oleh guru. Peralatan seperti sikat, pasta gigi dan juga gelas disediakan. Lalu setiap sebulan sekali dicek apakah sudah menyikat gigi dengan benar atau belum.

Sedangkan untuk program Pusling, disediakan 3 mobil Pusling gigi yang nantinya setiap 2 kali seminggu memeriksa kondisi gigi anak-anak SD, seperti kalau ada gigi yang harus dicabut. Pemeriksaan ini dilakukan oleh dokter gigi dan perawat.

Masalah gigi merupakan salah satu dari 10 penyakit terbesar yang ada di Bangka, yaitu:
1. ISPA
2. Darah tinggi atau hipertensi
3. Penyakit pada sistem otot dan jaringan pengikat
4. Penyakit lain pada saluran pernapasan bagian atas
5. Penyakit kulit alergi
6. Diare
7. Penyakit kulit infeksi
8. Penyakit pulpa dan jaringan periapikal
9. Malaria dan pemeriksaan laboratorium
10. Infeksi penyakit usus lain


ver/ir) detikhealth.com

Perempuan dengan Kaki Raksasa Karena Penyakit Langka


Sellars (dok. Mirror)Jakarta, Dari pinggang ke atas, tubuh Mandy Sellars (36 tahun) terlihat sangat normal dan tidak gemuk. Tapi dari pinggang ke bawah postur tubuhnya sangat besar karena ia memiliki kaki-kaki raksasa dengan berat masing-masing mencapai 45,36 kg.

Perempuan asal Manchester Inggris ini memang sejak kecil kakinya tidak pernah berhenti tumbuh karena ia mengalami kondisi langka yang disebut-sebut mirip dengan Sindrom Proteus. Sindrom ini sebelumnya pernah teridentifikasi pada seorang laki-laki bernama Joseph Merrick yang kakinya juga tidak pernah berhenti tumbuh.





Pada kasus yang menimpa Sellars, kedua kaki mengalami pertumbuhan yang sangat pesat hingga masing-masing mencapai berat 100 pound atau sekitar 45,26 kg. Kondisi ini tentu menyulitkan Sellars untuk berjalan, sehingga ke mana-mana harus mengunakan kursi roda.

"Sejak saya lahir, perawat sudah tahu ada yang tidak beres dengan saya. Mereka tidak ingin orangtua saya tahu sampai-sampai saya disembunyikan dari ibu saya sendiri hingga 10-14 hari," ungkal Sellars seperti dikutip dari Foxnews, Senin (19/9/2011).

Setelah puluhan tahun hidup dengan 2 kaki raksasa, Sellars akhirnya harus merelakan kaki kirinya diamputasi karena mengalami infeksi selulitis yang mengancam jiwanya. Operasi dilakukan dengan sukses pada Januari 2010, lalu dilanjutkan dengan masa perawatan hingga 5 bulan berikutnya.

Meski menjadi cacat, Sellars mengaku tidak takut atau menyesal karena sudah mempersiapkan diri dengan baik. Ia bahkan mengaku lebih mudah bergerak setelah salah satu kakinya dipotong, karena beban seberat puluhan kilogram yang selama ini dibawanya ke mana-mana sudah berkurang.

Hingga kini, para dokter belum berhasil mengungkap penyebab pasti di balik pertumbuhan kaki Sellars yang tidak normal. Yang jelas, Sellars mengalami penumpukan jaringan lemak dalam jumlah berlebihan di area bawah pinggang khususnya di kaki raksasanya tersebut.


up/ir) detikhealth.com

Lidah Geografik, Permukaan Lidah Seperti Gambar Pulau-pulau


(Foto: gastrohep)Jakarta, Deskripsi

Lidah geografik (Geographic tongue) adalah suatu kondisi kelainan yang terdapat pada permukaan lidah. Lidah biasanya ditutupi oleh papila tipis dan berwarna merah muda keputih-putihan yang menyerupai gambaran pulau-pulau.

Gambaran pulau-pulau yang muncul pada permukaan lidah dapat hilang dan muncul sebagai papila halus, merah, dan sering dengan batas sedikit terangkat. Gambaran pulau-pulau tersebut seringkali juga berpindah-pindah dan berubah-ubah.

Dengan gambaran klinis pada lidah geografis yang menyerupai pulau-pulau tersebut, sehingga secara keseluruhan pada permukaan lidah mempunyai gambaran seperti peta. Kondisi tersebut sering sembuh dalam satu area dan kemudian pindah (migrasi) ke bagian lain pada permukaan lidah.

Lidah geografik juga biasa disebut sebagai benign migratory glossitis.

Meskipun lidah geografik mungkin terlihat mengkhawatirkan, hal itu tidak menyebabkan masalah kesehatan dan tidak berhubungan dengan infeksi atau kanker. Lidah geografik kadang-kadang dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada lidah dan meningkatkan sensitivitas pada zat tertentu.

Penyebab

Penyebab lidah geografik tidak diketahui, dan tidak ada cara untuk mencegah kondisi tersebut. Kondisi lidah geografik pada permukaan lidah kemungkinan merupakan hasil dari aktivitas jenis tertentu dari sel darah putih yang biasanya menginduksi peradangan pada area penyakit atau cedera. Hal ini dikaitkan dengan kesalahan sistem kekebalan tubuh, namun belum diketahui dengan pasti.

Beberapa orang dengan lidah geografik memiliki riwayat keluarga dengan kondisi yang sama. Oleh karena itu, genetika mungkin menjadi faktor dalam beberapa kasus.

Gejala

Tanda dan gejala lidah geografik, antara lain:
1. Permukaan lidah dan samping lidah halus kemerahan dengan pola yang tidak teratur.
2. Sering terjadi perubahan lokasi, ukuran dan bentuk dari pola tersebut.
3. Ketidaknyamanan, rasa sakit atau sensasi terbakar dalam beberapa kasus, paling sering berhubungan dengan makanan panas, makanan pedas, asin atau asam.

Lidah geografik dapat bertahan selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Kondisi tersebut dapat menghilang dengan sendirinya, namun dapat muncul lagi sewaktu-waktu.

Pengobatan

Lidah georafik biasanya tidak membutuhkan pengobatan secara khusus. Meskipun lidah geografik kadang-kadang dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada lidah, namun kondisi tersebut tidak membahayakan.

Dokter mungkin akan meresepkan obat untuk mengelola ketidaknyamanan atau sensitivitas yang merupakan pengobatan simptomatik (pengobatan untuk gejala), antara lain:
1. Obat penghilang nyeri (analgesik) yang dijual bebas
2. Larutan kumur dengan anestesi (obat bius)
3. Larutan kumur yang mengandung antihistamin
4. Salep atau larutan kumur kortikosteroid

Karena kondisi dapat sembuh dengan sendirinya, mungkin lidah geografik tidak benar-benar memerlukan pengobatan simptomatik (pengobatan untuk gejala).

Sumber: MayoClinic


ir/ir) detikhealth.com

Chondroitin Sulfate, Bantu Atasi Gejala Osteoarthritis


Chondroitin Sulfate (dok. ist)Jakarta, Deskripsi

Chondroitin pertama kali diekstraksi dan dimurnikan pada tahun 1960. Chondroitin saat ini diproduksi dari sumber alami, yaitu dari tulang rawan hiu atau trakea sapi. Selain dari sumber alami, chondroitin juga dapat diperoleh dengan cara sintetik.

Menurut pendapat ahli dan industri yang mendukung penggunaan chondroitin dan glukosamin, yang dapat untuk meringankan gejala dan menghentikan proses degeneratif osteoarthritis.

Indikasi

1. Untuk meringankan gejala osteoarthitis, seperti nyeri dan kelemahan fungsi akibat osteoarthritis
2. Mengontrol fungsi kandung kemih
Beberapa studi telah menjanjikan untuk menggunakan kondroitin untuk interstitial cystitis, yang merupakan peradangan kronis kandung kemih. Chondroitin sulfat juga dapat membantu pada pasien dengan kandung kemih terlalu aktif atau kontrol kandung kemih yang tidak stabil. Masih diperlukan studi lebih lanjut untuk memastikan kesimpulan ini.
3. Pencegahan sekunder penyakit arteri koroner
4. Interstitial cystitis
5. Penyerapan zat besi tambahan
6. Untuk pengobatan penyakit mata, seperti keratoconjunctivitis.
7. Psoriasis
8. Nyeri otot

Kontraindikasi

1. Pasien kanker prostat atau pada pasien dengan peningkatan risiko kanker prostat
2. Kehamilan dan Menyusui

Dosis

1. Dewasa (>18 tahun)
Per oral (melalui mulut)
a. 200-400 mg 2 kali atau 3 kali sehari
b. 800-1,200 mg 1 kali sehari
c. Dosis yang lebih tinggi (hingga 2.000 mg)

2. Anak-anak (Keamanan penggunaan

Pada pasien alergi

Gunakan hati-hati jika alergi atau hipersensitif terhadap produk kondroitin sulfat. Gunakan hati-hati pada pasien dengan alergi kerang, karena kemungkinan juga akan mengalami reaksi alergi pada penggunaan chondroitin. Alergi tersebut dapat menimbulkan gejala, antara lain: gatal-gatal, ruam, sensitivitas kulit pada matahari, dan asma.

Efek Samping dan Peringatan

Chondroitin sulfat tampaknya dapat ditoleransi dengan baik selama tiga tahun.
Efek samping tersebut, dapat meliputi:

1. Sakit kepala
2. Gelisah
3. Euforia
4. Gatal-gatal
5. Ruam
6. Fotosensitifitas
7. Rambut rontok
8. Kesulitan bernapas
9. Eksaserbasi asma
10. Nyeri dada
11. Tekanan darah tinggi
12. Ekstremitas bawah edema
13. Nyeri pencernaan/dispepsia
14. Mual
15. Diare
16. Sembelit
17. Peningkatan risiko perdarahan

Sumber: MayoClinic


ir/ir) detikhealth.com

Kembar Siam dengan Kepala Menyatu Bisa Dipisahkan


Rital-Ritag (dok: Dailymail)London, Sepasang kembar siam asal Sudan kini bisa hidup normal setelah operasi pemisahan berjalan sukses di sebuah rumah sakit di Inggris. Sebelumnya, kembar siam ini memiliki kepala yang menyatu di bagian ubun-ubun sehingga sulit bergerak.

Bukan itu saja, kedua bayi yang masing-masing bernama Rital dan Ritag Gaboura ini juga saling berbagi aliran darah di otak. Separuh darah yang mengalir di otak Rital dipompa dari tubuh saudara kembarnya sehingga rentan mengalami kerusakan saraf akibat terkanan berlebih.

Kembar siam dengan kepala menyatu atau craniopagus terbilang langka, hanya terjadi pada 5 persen dari kelahiran bayi kembar siam. Tak banyak yang bertahan hidup, diperkirakan 40 persen langsung meninggal ketika dilahirkan maupun saat masih dalam kandungan.

Kondisi yang menimpa Rital dan Ritag lebih langka lagi karena masing-masing saling berbagai aliran darah di otak. Oleh tim dokter yang menanganinya, kondisi ini dikategorikan sebagai Total Craniopagus Type III dan biasanya sangat sulit dipisahkan.

Namun kerja keras para dokter dari Great Ormond Street Hospital di Inggris berbuah manis. Operasi yang dilakukan 4 tahap akhirnya bisa diselesaikan dengan baik pada 15 Austus 2011, sehingga kini kembar siam tersebut bisa hidup normal dan terbebas dari risiko kerusakan otak.

"Dalam beberapa hari ke depan Rital dan Ritag sudah bisa dipindah ke bangsal perawatan reguler. Tawa mereka menjadi inspirasi saat melewati beberapa bulan terakhir," ungkap Dr David Dunaway, dokter bedah yang memimpin operasi pemisahan seperti dikutip dari Reuters, Senin (19/9/2011).

Sejauh ini para dokter mengklaim tidak ada efek samping pada sistem saraf dan otak kedua bayi tersebut. Jika kedua bayi tetap sehat hingga tumbuh dewasa, maka keberhasilan ini cukup mengesankan mengingat harapan hidup pada kasus craniopagus terbilang rendah.

Rital dan Ritag lahir di Khartoum, Sudan bulan September 2010. Kedua orangtuanya, Abdelmajeed dan Enas Gaboura yang sama-sama berprofesi sebagai dokter lantas mencari bantuan untuk bisa menerbangkannya ke Inggris agar bisa mendapat penangananan yang lebih baik.

Sekitar bulan April 2011, kembar siam ini diterbangkan ke Inggris dengan bantuan biaya dari sebuah lembaga amal, Facing the World. Sesampainya di Inggris, keduanya langsung mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit Great Ormond, tempat operasi pemisahan dilakukan.

Operasi dilakukan dalam 4 tahap, 2 di antaranya dilakukan pada bulan Mei 2011. Operasi tahap ketiga adalah pemasangan jaringan pemisah yang dilakukan pada Juli 2011, sedangkan tahap akhirnya dilakukan dengan sukses pada tanggal 15 Agustus 2011.



up/ir) detikhealth.com

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | fantastic sams coupons