-
-

Wednesday, October 26, 2011

Struktur Otak Pengaruhi Jumlah Teman di Facebook


Ilustrasi (foto: Gettyimages)London, Jumlah teman di jejaring sosial seperti Facebook tidak hanya ditentukan oleh popularitas seseorang. Struktur otak juga berpengaruh, sebab orang-orang yang punya banyak teman memiliki ukuran otak yang lebih besar di bagian tertentu.

Menurut penelitian terbaru di University College London, orang-orang yang punya banyak teman di jejaring sosial cenderung memiliki grey matter atau area di otak besar yang lebih besar. Bagian otak ini berhubungan dengan kemampuan berinteraksi dengan lingkungan sosial.

Dilihat dari ukuran atau volume grey matter, maka seharusnya perbedaan jumlah teman akan teramati baik di internet maupun di dunia nyata. Asumsi ini juga terbukti benar dalam penelitian itu, berdasarkan hasil pengamatan terhadap sedikitnya 125 mahasiswa.

Namun ada juga perbedaan struktur yang khas yang membuat beberapa orang suskes berteman di internet, tetapi tetap sulit bergaul di kehuidupan nyata. Secara kasat mata, orang-orang ini tampak memiliki ribuan orang di Facebook tetapi sering kesepian dalam kesehariannya.

Penelitian yang dilakukan lewat pemindaian otak ini menunjukkan, sedikitnya ada 3 area di otak yang tampak lebih besar pada orang-orang dengan jumlah teman lebih banyak di Facebook. Ketiganya adalah right superior temporal sulcus, left middle temporal gyrus dan right entorhinal cortex.

Right superior temporal sulcus dalah bagian otak untuk mengenali obyek bergerak, sedangkan left middle temporal gyrus menentukan kemampuan navigasi. Satu-satunya yang berhubungan langsung dengan pergaulan adalah right entorhinal cortex, yang fungsinya untuk mengenali simbol-simbol sosial.

"Tidak jelas apakah struktur otak yang seperti ini terbentuk karena banyak teman. Bisa jadi seseorang punya banyak teman karena struktur otaknya memang demikian," ungkap Dr Geraint Rees yang memimpin penelitian ini seperti dikutip dari Healthday, Rabu (19/10/2011).


up/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Percobaan Vaksin Malaria Memberikan Harapan yang Bagus


(Foto: thinkstock)Jakarta, Pembuatan vaksin Malaria hingga kini belum ada yang berhasil alias selalu gagal. Padahal vaksin ini diperlukan untuk mencegah ganasnya malaria di banyak negara yang kadang menimbulkan kematian. Tapi perkembangan percobaan vaksin malaria terbaru menunjukkan hasil yang menjanjikan.

Setiap tahun, di seluruh dunia terdapat sekitar 225 juta orang menderita malaria dengan angka kematian sekitar 800.000 jiwa terutama pada anak-anak di Afrika.

Malaria disebabkan oleh parasit yang disebut Plasmodium, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi. Dalam tubuh manusia, parasit berkembang biak dalam hati dan kemudian menginfeksi sel darah merah.

Pengobatan yang tepat dan efektif untuk malaria adalah yang berbasis artemisinin dengan terapi kombinasi. Namun, pencegahan malaria tetap lebih baik jika dibandingkan dengan pengobatan penyakit tersebut maka itu terus diusahakan pembuatan vaksinnya.

Kabar terbaru dari percobaan vaksin malaria ini telah menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam uji klinis di Afrika. Dalam uji coba itu, bayi yang diberi vaksin prototipe dapat menurunkan sekitar setengah risiko terjangkit malaria dibandingkan dengan bayi yang tidak divaksin.

Vaksin yang dikenal sebagai RTS, S adalah salah satu dari dua vaksin malaria eksperimental yang sedang diuji di seluruh dunia. Penelitian tersebut dilakukan selama 1 tahun dan telah melibatkan lebih dari 15.000 anak yang berusia di bawah 18 bulan. Penelitian tersebut telah diterbitkan dalam The New England Journal of Medicine.

Percobaan vaksin malaria tersebut telah dilakukan pada 7 negara di Afrika. Pada penelitian telah dibagi menjadi 2 kelompok bayi yang berusia 6-12 minggu dan bayi berusia 5-17 bulan.

Satu tahun kemudian, ada sekitar setengah jumlah kasus malaria pada kelompok anak-anak yang diberikan vaksin, dibandingkan dengan anak-anak dalam kelompok kontrol yang menerima vaksin untuk penyakit lainnya.

"Data hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa telah ditemukan vaksin malaria pertama di dunia," kata Andrew Witty, ketua British pharmaceutical company seperti dilansir dari BBCNewsHealth, Rabu (19/10/2011).

Vaksin tersebut telah dikembangkan bersama lembaga non-profit PATH Malaria Vaccine Initiative. Pada penelitian vaksin malaria tersebut telah melibatkan tim internasional yang terdiri dari puluhan ilmuwan dari Afrika, Amerika Serikat dan Eropa.

"Hasil awal menunjukkan bahwa RTS, S/AS01 menurunkan setengah risiko malaria pada anak usia 5-17 bulan selama 12 bulan setelah vaksinasi. Selain itu, vaksin tersebut berpotensi untuk memiliki dampak penting pada pemberantasan malaria pada anak-anak di Afrika," kata para peneliti.

Hasil pemberian vaksin pada bayi yang lebih muda masih dianalisis. Para ahli kesehatan dunia mengatakan vaksin tersebut kurang efektif jika dibandingkan dengan vaksin yang lain untuk infeksi umum seperti polio dan campak, dan biaya vaksin malaria tersebut juga belum jelas.

Tsiri Agbenyega, seorang peneliti utama dalam uji vaksin di Ghana mengatakan vaksin malaria tersebut akan memberikan kontribusi pada pengendalian malaria daripada tidak menggunakan vaksin sama sekali.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan kemajuan yang dicapai pada perkembangan vaksin malaria termasuk luar biasa untuk dapat memerangi penyakit tersebut. Dengan penggunaan vakin malaria tersebut dapat terjadi penurunan hampir 20 persen dalam jumlah kematian di seluruh dunia selama 10 tahun terakhir.

Sebuah pengujian dan pembahasan vaksin potensial lainnya baru-baru ini menunjukkan hasil yang menjanjikan. Pengujian dan pembahasan tersebut dirancang untuk menguji keamanan.

Namun para peneliti menemukan bahwa 45 anak yang diberikan vaksin MSP3 memiliki tingkat perlindungan tinggi terhadap penyakit tersebut. Hasil pengujian dan pembahasan di Burkina Faso juga telah dipublikasikan dalam The New England Journal of Medicine.

Penelitian vaksin malaria RTS, S tersebut didanai oleh GSK dan PATH Malaria Vaccine Initiative, serta dibantu oleh sumbangan dari Bill dan Melinda Gates Foundation.


ir/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Siswa di AS Cuma Boleh Izin ke Toilet 3 Kali Tiap Semester


Ilustrasi (foto: Thinkstock)Chicago, Gangguan ginjal dan saluran kemih bakal menjadi ancaman serius bagi sebagian siswa di Chicago. Bagaimana tidak, sebuah sekolah di Chicago memberi batasan bagi para siswa untuk minta izin ke toilet maksimal 3 kali dalam satu semester.

Kebijakan ini diterapkan oleh Evergreen High School, sebuah sekolah swasta setingkat SMA di Chicago. Menurut kepala sekolahnya, Bill Sanderson, kebijakan ini diambil agar para siswa tidak terlalu sering meninggalkan kelas saat pelajaran berlangsung.

Jika batas minta izin sebanyak 3 kali dalam 1 semester sudah terlewati, maka siswa harus menunggu pelajaran selesai untuk sekedar buang air kecil. Pelanggaran terhadap kebijakan ini bisa membuat para siswa tidak diizinkan masuk kemabli ke dalam kelas.

Namun para orangtua merasa keberatan, sebab anak-anaknya jadi merasa sungkan untuk meminta izin ketika benar-benar tidak bisa menahan hasrat untuk buang air kecil. Apalagi menurut penelitian, terlalu sering menahan buang air kecil bisa berbahaya bagi kesehatan.

Linda Gigliello misalnya, mengatakan bahwa anak perempuannya Dominique (15 tahun) punya masalah infeksi saluran kemih. Dengan kondisinya yang seperti ini, Monique tidak bisa berlama-lema menahan diri jika swaktu-waktu merasa ingin buang air kecil.

Air seni yang memenuhi kandung kemih dapat memberikan tekanan berlebih, sehingga merusak ginjal dan kandung kemih. Selain itu, bakteri yang mungkin ada di air kencing juga bisa memicu infeksi serius jika ditahan-tahan untuk tidak dikeluarkan.

Selain berbahaya, larangan untuk pergi ke toilet juga tidak bisa diterapkan pada kondisi tertentu. Jika dipaksa menahan kencing, para siswa dengan masalah inkonsistensi urin atau beser bisa ngompol di celana misalnya saat berteriak atau terbahak-bahak.

"Susah bagi anak-anak untuk menahan pipis jika ada masalah dengan kandung kemihnya. Mereka tidak boleh sungkan untuk minta izin pergi ke toilet," ungkap Dr David Zumerchik dari Southwest Urology Associates seperti dikutip dari Dailymail, Rabu (10/10/2011).


up/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Radiop, Obat untuk Bantu Diagnosis Sinar-X


(Foto: thinkstock)Jakarta, Deskripsi

Radiop atau agen radiopak adalah obat-obat digunakan untuk membantu mendiagnosa masalah medis tertentu. Obat-obat tersebut mengandung yodium yang dapat menghalangi sinar-X.

Penggunaannya tergantung pada bagaimana agen radiopak akan diberikan, melokalisasi atau dikumpulkan di daerah-daerah tertentu tubuh. Yodium tingkat tinggi memungkinkan sinar-X untuk membuat 'gambaran' dari daerah tersebut.

Daerah tubuh yang telah dilokalisasi dengan agen radiopak akan tampak putih pada film sinar-X sehingga akan menciptakan kontras yang diperlukan untuk membedakan antara satu organ dan jaringan lain. Hal itu juga membantu dokter melihat kondisi-kondisi khusus yang pada suatu organ atau bagian tubuh.

Agen-agen radiopak lokal yang digunakan dalam diagnosis antara lain:
1. Untuk penyakit saluran kencing : Diatrizoates, iohexol, Iothalamate
2. Untuk penyakit uterus dan tuba fallopi : Diatrizoate dan Iodipamide, Diatrizoates, iohexol, Ioxaglate.

Kateter atau jarum suntik dapat digunakan untuk memasukkan cairan radiopak ke dalam kandung kemih atau ureter untuk membantu mendiagnosa penyakit ginjal dan saluran kemih.

Bisa juga ditempatkan ke dalam rahim dan tuba falopi untuk membantu mendiagnosa penyakit organ-organ. Setelah tes dilakukan, pasien membuang cairan radiopak melalui buang air kecil.

Agen radiopak diklasifikasikan sesuai ukuran konsentrasinya atau disebut osmolalitas. Agen dengan osmolalitas rendah lebih baru dan lebih mahal daripada yang tinggi osmolalitasnya. Untuk sebagian besar pasien, agen dengan osmolalitas tinggi adalah pilihan yang baik dan aman.

Ada beberapa pasien yang berisiko besar tubuhnya mengalami reaksi parah terhadap agen radiopak, yaitu pasien dengan riwayat asma atau alergi. Untuk pasien ini, agen radiopak osmolalitas rendah dapat menjadi pilihan.

Dosis

Dosis agen radiopak berbeda untuk pasien yang berbeda dan tergantung pada jenis tes. Kekuatannya ditentukan oleh seberapa banyak kandungan yodium. Tes yang berbeda memerlukan kekuatan yang berbeda dan jumlah larutan tergantung pada usia pasien, kontras yang dibutuhkan, dan peralatan sinar-x yang digunakan.

Untuk tes ginjal dan daerah saluran kemih, jumlah larutan yang akan digunakan tergantung pada ukuran kandung kemih.

Agen radiopak harus digunakan hanya di bawah pengawasan dokter radiologi atau ahli radiologi. Untuk kenyamanan dan untuk hasil terbaik, pasien mungkin diminta buang air kecil dahulu tepat sebelum prosedur.

Efek samping

Perut nyeri dan merasa tidak nyaman Menggigil Demam Mual dan muntah
Sumber: MayoClinic




ir/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Selasa Hari Terlarang Buat Memulai Diet


(Foto: thinkstock)Jakarta, Selasa adalah hari terburuk dalam seminggu untuk memulai program diet. Sedangkan diet yang dimulai pada hari Minggu atau Senin jauh lebih mungkin untuk berhasil menurunkan berat badan.

Sebuah perusahaan konsultan program diet Tesco Diet, menggelar jajak pendapat terhadap 2000 wanita di Inggris yang telah melakukan diet tahun lalu. "Secara psikologis, pelaku diet lebih termotivasi untuk melanjutkan diet jika dimulai di awal minggu," kata juru bicara Tesco Diet.

Orang yang memulai program dietnya di hari Minggu rata-rata kehilangan berat badan sebesar 3,6 kg setelah tiga minggu dan 88 persen di antaranya tetap mempertahankan berat badannya tersebut.

Rata-rata perempuan menjalankan program diet itu tiga kali dalam setahun. Sebagian besar pelaku diet menyerah pada hari Jumat setelah mengalami stres di tempat kerja selama seminggu.

Juru bicara Tesco Diet mengatakan mengubah kebiasaan makan dapat menjadi tantangan yang sulit pada hari apapun dalam seminggu. Untuk perempuan yang sibuk dengan pekerjaannya, persiapan mental dan fisik adalah yang paling penting.

Penelitian yang dilansir DailyMail, Selasa (18/10/2011) ini juga menemukan bahwa orang yang memulai dietnya pada hari Sabtu memiliki tujuan yang lebih jelas dan cenderung lebih berkomitmen melakukan diet hingga selesai untuk memenuhi target berat badannya.

Godaan diet yang paling umum adalah kurangnya motivasi, rasa bosan, dan kecocokan dengan menu makan. Seperempat dari peserta penelitian mengaku justru bertambah berat badannya setelah mencoba melakukan diet, rata-rata sebesar 2,7 Kg.

Juru bicara Tesco Diet menambahkan, ada banyak hambatan yang menghalangi perempuan untuk mengontrol berat badannya. Kebosanan adalah sesuatu yang coba kami perangi melalui pilihan makanan yang cocok, disusun oleh para ahli untuk mendukung tuntutan gaya hidup.


ir/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Tuesday, October 25, 2011

Satu Saja Anak Tak Diimunisasi Efeknya Bisa Memicu Wabah


(Foto: thinkstock)Jakarta, Kampanye imunisasi tambahan polio dan campak dimulai serentak Selasa 18 Oktober ini. Menkes berharap semua anak balita ikut imunisasi, sebab jika
masih ada satu saja yang tidak diimunisasi maka anak itu bisa memicu wabah atau Kejadian Luar Biasa (KLB).

"Ketika ada anak yang tidak diimunisasi, dampaknya tidak hanya dirasakan anak itu sendiri. Anak itu juga berpotensi memicu KLB," ungkap Menteri Kesehatan (Menkes) Endang Rahayu Sedyaningsih dalam pencanangan Kampanye Imunisasi Tambahan Campak dan Polio di Gedung BKOW, Jakarta Timur, Selasa (18/10/2011).

Menkes mengatakan, anak yang tidak diimunisasi juga bisa membahayakan anak-anak lain yang sudah diimunisasi karena bisa memberi tempat bagi kuman suatu penyakit untuk tumbuh. Pada suatu saat, kuman itu mungkin bermutasi lalu menulari anak lain yang sudah diimunisasi.

Kuman yang sudah bermutasi itu strukturnya akan berubah sehingga anak yang sudah diimunisasi tetap bisa tertular dari yang tidak diimunisasi. Karena itu, Menkes berpesan bahwa semua anak harus diimunisasi agar sama sekali tidak ada tempat bagi kuman untuk tumbuh dan bermutasi.

Kerugian yang harus ditanggung ketika terjadi KLB sangat besar, baik dilihat dari jumlah korban maupun biaya yang harus dikeluarkan.

Menkes mencontohkan, ketika terjadi KLB suatu daerah rata-rata harus mengeluarkan anggaran ekstra Rp 8 miliar dan masih harus ditalangi anggaran dari pusat sebesar Rp 13-14 miliar.

Kampanye Imunisasi Campak dan Polio Gratis Dimulai

Bagi yang ingin mendapatkan imunisasi tambahan campak dan polio, orangtua yang memiliki anak balita bisa mendatangi pusat-pusat layanan kesehatan dasar seperti Puskesmas. Imunisasi ini bisa diperoleh dengan gratis selama kampanye berlangsung yakni 18 Oktober - 18 November 2011, di 17 Provinsi sebagai berikut.

Kalimantan Timur Kalimantan Barat Kalimantan Selatan Kalimantan Tengah Sulawesi Utara Sulawesi Tenggara Sulawesi Tengah Sulawesi Barat Sulawesi Selatan Gorontalo Papua Nusa Tenggara Barat Lampung Jawa Timur Jawa Tengah Jawa Barat DKI Jakarta
Dalam sejarah penyakit menular, dunia pernah melenyapkan satu penyakit yakni cacar. Indonesia sebenarnya juga sudah berhasil melenyapkan polio, namun imunisasi polio masih diperlukan untuk mewaspadai virus polio liar (wild polio virus) dari beberapa negara lain di dunia termasuk India.


up/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

1.000 Kasus Stroke Bisa Dicegah Dengan Obat Pengencer Darah


(Foto: thinkstock)Jakarta, Stroke merupakan salah satu penyakit yang bisa dicegah. Seorang ahli saraf di Inggris menuturkan sekitar 1.000 kasus stroke setiap tahunnya bisa dicegah jika seseorang mengonsumsi obat pengencer darah.

"Saat ini terlalu sedikit pasien dengan atrial fibrilasi (AF) yang merupakan salah satu faktor risiko untuk stroke mendapatkan perawatan yang mereka butuhkan," ujar Prof Martin Cowie dari National Heart and Lung Institute di Imperial College London, seperti dikutip dari Telegraph, Senin (17/10/2011).

AF adalah suatu kondisi yang bisa menyebabkan koagulasi darah di jantung sehingga membentuk gumpalan yang kemudian memicu terjadinya serangan stroke. Keadaan ini bisa meningkatkan risiko stroke hingga 20 kali lipat.

Prof Cowie menuturkan ada perbaikan besar-besaran dalam mengobati tekanan darah tinggi dan kolesterol (faktor risiko terhadap stroke). Tapi tidak ada perbaikan yang sama pada orang-orang dengan AF, karena hanya 1 dari 4 orang yang didiagnosis AF yang menerima pengencer obat warfarin.

Sifat dari obat pengencer darah ini begitu kuat sehingga bisa menyebabkan perdarahan berbahaya, sehingga pasien harus terus dipantau secara teratur di rumah sakit. Akibatnya kadang dokter enggan meresepkan warfarin, ironisnya terutama pada pasien yang paling berisiko.

"Setidaknya 1 juta orang di Inggris memiliki AF dan banyak dari mereka yang tidak mendapatkan warfarin seperti yang seharusnya. Saya akan mengatakan 1.000 pasien atau lebih pasien yang mengalami stroke setiap tahun dapat dicegah jika pasien mendapatkan obat pengencer darah," ujar Prof Cowie.

Saat ini ada obat baru yang lebih efektif daripada warfarin yang berfungsi mencegah stroke, tapi tidak berinteraksi dengan obat lain atau makanan sehingga tidak terlalu memerlukan pemantauan berkala.

"Namun harganya lebih mahal sehingga mungkin tidak terjangkau bagi banyak orang yang membutuhkan pengencer darah. Untuk itu sekitar 10-20 persen pasien harus dipertimbangkan menerima warfarin," ungkapnya.


ver/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Kenapa Penyakit Paru Bikin Orang Kurus?


(Foto: thinkstock)Jakarta, Penderita penyakit paru obstruktif kronik (COPD/Cronic Obstructive Pulmonary Disease) umumnya mengalami penurunan berat badan terlalu banyak, yang bisa berdampak buruk. Sekitar 1 dari 4 orang penderita COPD berbadan kurus. Apa penyebabnya?

Tidak ada yang benar-benar yakin mengapa penderita COPD cenderung mengalami penurunan berat badan. Namun para dokter menduga penurunan berat badan drastis penderita COPD terutama yang memiliki emfisema (penapasan kronis) harus mengeluarkan energi lebih banyak untuk bernapas.

Faktor lain adalah kehilangan nafsu makan akibat obat atau depresi. Emfisema adalah penyakit pernapasan kronis di mana terdapat inflasi yang berlebihan pada kantung udara (alveoli) di paru-paru, sehingga menyebabkan penurunan fungsi paru-paru, dan seringkali mengalami sesak napas.

Apapun penyebabnya, penderita penyakit paru yang mengalami penurunan berat badan drastis perlu upaya ekstra untuk makan makanan yang bergizi. Hal tersebut sebaiknya dilakukan agar dapat mempertahankan berat badan yang sehat.

Karena terlalu banyak kehilangan berat badan akan menyebabkan pemecahan otot yang akan membuat semakin lemah. Hal tersebut dapat menyebabkan sesak napas bahkan saat melakukan aktivitas fisik yang tidak terlalu berat. Seiring berjalannya waktu, penderita COPD dapat menjadi sangat lemah sehingga akan bergantung pada orang lain untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Bahkan penderita COPD berat yang juga mengalami emfisema memiliki kemungkinan meninggal lebih cepat dibandingkan dengan penderita COPD yang memiliki berat badan normal. Penyebab penurunan berat badan dan kehilangan otot pada penderita COPD tidak sepenuhnya dipahami.

Tetapi para ahli percaya bahwa, penyebab penurunan berat badan pada penderita COPD dapat terjadi karena kombinasi dari banyak hal lain. Seperti dikutip dari Health, Senin (17/10/2011), penyebab penurunan berat badan pada penderita COPD dapat termasuk, antara lain:

1. Menggunakan lebih banyak energi dan nutrisi
Mungkin karena dibutuhkan lebih banyak energi untuk bernapas atau melakukan aktivitas fisik.

2. Kebutuhan kortikosteroid oral lebih sering
Obat kortikosteroid oral dapat meningkatkan kerusakan jaringan otot.

3. Nafsu makan berkurang
Penderita COPD dapat makan lebih sedikit karena mereka mengalami depresi, sehingga dapat menyebabkan berkurangnya nafsu makan. Mengonsumsi obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan berkurangnya nafsu makan.

4. Terlalu sedikit oksigen
COPD dapat menyebabkan terlalu sedikit oksigen yang masuk ke dalam darah.

5. Kebiasaan makan yang buruk
Oleh karena kebiasaan makan yang buruk tentunya juga dapat menyebabkan penurunan berat badan. Penderita COPD terkadang tidak ingin makan terlalu banyak, karena:

a. Perut yang terlalu penuh dapat menekan diafragma dan membuat lebih sulit untuk bernapas. Menahan napas ketika mengunyah atau menelan mungkin tidak nyaman jika sudah merasa sesak napas.
b. Jika penderita COPD adalah seorang lansia yang telah hidup sendirian, mungkin tidak akan makan dengan benar karena tidak ada yang mengawasi atau mengingatkan.
c. Biaya makan yang mahal dapat menyebabkan kebiasaan makan yang buruk pada orang yang memiliki penghasilan terbatas.

Menghindari penurunan berat badan

Makan dengan baik adalah penting untuk:
a. Menjaga berat badan dan kekuatan agar tetap aktif.
b. Menjaga sistem kekebalan tubuh agar tetap kuat.
Hal tersebut dapat membantu penderita COPD melawan infeksi paru-paru yang umum pada mereka yang menderita COPD.

Seorang ahli gizi dapat membantu penderita COPD untuk mengetahui berapa banyak dan jenis makanan apa yang perlu dikonsumsi agar tetap kuat.


ir/ir) detikhealth.com

Bayi Prematur Lima Kali Lebih Berisiko Jadi Autis


(Foto: thinkstock)Jakarta, Bayi yang lahir lebih awal dan memiliki tubuh yang kecil alias prematur berisiko lima kali lebih mungkin menjadi autis dibandingkan bayi normal. Sampai saat ini, bayi prematur memang diketahui berisiko terserang sejumlah gangguan kesehatan.

Seperti dilansir AFP, Senin (17/10/2011), para peneliti di AS memantau 862 orang anak sejak dilahirkan hingga menjadi dewasa muda. Anak-anak tersebut lahir antara tahun 1984 dan 1987 di tiga kabupaten di New Jersey AS.

Ketika dilakukan penimbangan saat lahir, anak-anak ini memiliki berat badan berkisar antara 500 hingga 2.000 gram. Seiring waktu, 5 persen dari bayi yang memiliki berat badan rendah didiagnosis mengidap autisme. Jumlah ini lebih tinggi dibanding populasi umum, yaitu sebanyak satu persen yang mengidap autis.

"Gangguan mental dan kecerdasan pada anak-anak ini dapat menjadi pertanda autisme. Kami mendesak orang tua agar anak mereka menjalani tes jika mencurigai munculnya gangguan autisme. Intervensi dini akan meningkatkan hasil untuk penanganan jangka panjang dan dapat membantu anak-anak menjadi lebih baik di sekolah dan di rumah," kata Jennifer Pinto-Martin, direktur Center for Autism and Developmental Disabilities Research and Epidemiology di University of Pennsylvania School of Nursing.

Autisme adalah istilah atas berbagai kondisi gangguan pada anak-anak mulai dari rendahnya interaksi sosial, tindakan yang diulang-ulang dan menjadi sangat pendiam. Kondisi ini terutama mempengaruhi anak laki-laki dan penyebabnya yang masih diperdebatkan sampai sekarang.


ir/ir) detikhealth.com

Ask Jenna: TODAY correspondent answers your fitness questions

TODAY correspondent Jenna Wolfe isn't just a fitness buff who loves to work out (and has the muscles to show for it). She's also a personal trainer in her spare time. And now, she's your trainer â€" on Facebook, at least. Every week, she will be answering reader workout questions. Got a fitness query? Head over to our Facebook page and ask away.

Q: I work out 5+ days a week and have a pretty strict diet of 1200-1400 calories (protein, carbs and good fat). I have 20 more pounds to lose and I can't seem to lose one! Any suggestions on how to trick my body into losing more weight? Thanks! â€" Brenda McKinnon Kraack

A: I don̢۪t know what workouts you̢۪re doing, but if you̢۪ve reached a plateau with weight loss and your caloric intake has remained consistent, then I̢۪d have to assume that your body has gotten used to the exercise you̢۪re doing and is no longer responding as you̢۪d like. You always have to shake things up. Add weights to your workout. Try interval training. Work in a new cardio routine. Mix things up to surprise your body and force your muscles to work harder. Instead of 45 minutes on the elliptical, try 15 min on the treadmill, 15 on the rowing machine, and 15 on the stair climber. The shorter time will force you to work harder and the new equipment will target different muscles.

Q: What are some good indoor workouts? I run outside but now that fall and winter are coming I'm often stuck indoors (Chicago winters are harsh!) I can't afford a gym membership but don't want to slack off. â€" Makara Nicole Fairman

A: There are so many different workouts you can do without a gym membership. If you run outside, you probably have strong, healthy knees. How about a jumping-based workout? Try 100 jumping jacks followed by 10 push-ups (or as many as you can do), then immediately pop up and do 90 jacks followed by 10 push-ups â€" then 80, 70, 60 and so on, down to 10. You can also substitute the push-ups with squats, sit-ups, lunges, air punches etc.

Q: Jenna, what kind of workouts do you do when traveling for the TODAY show? â€" Mike Wilder

A: I̢۪m on the road a lot and often times I end up staying at hotels which don̢۪t have good gym facilities. As a result, I̢۪ve put together a series of workouts that require nothing more than a small space and some heart. I mix up a bunch of exercises that target every big muscle group: jogs, jumping jacks, butt kickers, high knees, squats, side lunges, push-ups, hand stands, upper cuts, tricep dips from the floor and planks. If you take all of those and combine them into different little groups, you can put together a perfectly balanced 60-min workout that combines both cardio and strength training. Trust me, I do that workout at least three times a week, and it̢۪s tough!

Q: Jenna, I have had two children ... And I don’t want to be back to my pre-birth weight, but I’d like to lose my stomach fat, and was wondering will the treadmill do that along with healthy eating? Or is there something else I need to be doing? I love my sweets and I home cook/bake everyday of the week. â€" Tracy Cerra

A: Yes, yes, yes!!! The combination of the treadmill and healthy eating can definitely get you back on track. And you don̢۪t need to run to be able to do that. There are plenty of walking workouts that̢۪ll do the trick. Play around with the incline and the speed to really challenge yourself. If you can commit an hour on the treadmill 3-4 days a week along with a pretty healthy diet, you can definitely find your way back to your pre-baby weight. And as far as the sweets, everything is OK in moderation.

Discussion comments

Monday, October 24, 2011

Keliru Bila di Akhir Masa Kehamilan Tak Kontrol ke Dokter


(Foto: thinkstock)Jakarta, Meski kandungan sudah cukup kuat hingga menunggu waktu persalinan, ibu hamil tetap perlu kontrol ke dokter di akhir masa kehamilannya. Masih ada risiko kurangnya air ketuban mengancam janin di akhir masa kehamilan.

"Keliru bila ada ibu hamil di akhir masa kehamilan lantas tidak kontrol ke dokter. Karena masih ada risiko habisnya air ketuban," jelas Dr. Sri Pudyastuti, SpOG (K), dokter spesialis kandungan dan konsultas fetomaternal di RS Bunda Aliyah, dalam acara seminar 'Get Ready for Miracles' di Gedung Prodia, Jakarta seperti ditulis Senin (17/10/2011).

Kehamilan merupakan sebuah grafik. Yang menjadi faktor utama lingkungan kehamilan adalah air ketuban, yang menurut Dr Sri berhenti berproduksi pada usia kandungan 36 minggu.

"Air ketuban berhenti pada usia kandungan 36 minggu, maka setelah ia berhenti yang tinggal hanya sisanya," jelas Dr Sri.

Jika sudah demikian, biasanya dokter akan merekomendasikan pasiennya untuk lebih sering berkonsultasi bila usia kandungan sudah lebih dari 37 minggu.

"Kadang-kadang, karena sudah tidak berproduksi terus tinggal sisanya, diminum dikencingi diminum (oleh janin), habis aja tiba-tiba," jelas Dr Sri.

Akibatnya, jika janin sudah kehabisan air ketuban dan kekeringan, tentu saja akan mengganggu kehidupan janin, bahkan dapat mengakibatkan kondisi gawat janin.

Janin tidak bisa bergerak bebas jika air ketuban sudah kering. Pada kasus ekstrem, bukan tidak mustahil terjadi kecacatan karena anggota tubuh janin. Dampak lainnya, janin kemungkinan memiliki cacat bawaan pada saluran kemih, pertumbuhannya terhambat, bahkan meninggal sebelum dilahirkan.

"Jadi begitu lebih dari 36 minggu, keliru kalau sudah tidak perlu ke dokter," tutup Dr Sri.


mer/ir) detikhealth.com

21 Cara Menyegarkan Diri Hanya dengan 10 Menit


(Foto: thinkstock)Jakarta, Jenuh dengan aktivitas sehari-hari adalah sinyal agar tubuh istirahat dan perlu melakukan hal-hal yang dapat menyegarkan pikiran. Hanya dengan 10 menit cara menyegarkan diri dapat meningkatkan energi dan membuat orang merasa segar kembali atau recharge.

Jadi siapa bilang untuk merasa segar kembali orang harus menghabiskan waktu yang lama? Bagi yang sangat sibuk pun tetap masih mungkin melakukan hal-hal yang membuat segar kembali hanya dengan 10 menit sehingga dapat meningkatkan energi dan suasana hati.

21 cara yang dapat dilakukan agar segar kembali secara instan seperti dikutip dari WebMD, Minggu (16/10/2011) antara lain:

1. Dapatkan sinar matahari
Jika bekerja di bawah cahaya lampu sepanjang hari, maka gunakan 10 menit untuk mendapatkan sinar matahari. Mendapatkan sinar matahari dapat memberikan efek menyegarkan.

Selain itu, mendapatkan sinar matahari juga memiliki manfaat yang nyata. Hal tersebut dapat membantu tubuh memproduksi vitamin D, yang penting untuk kesehatan. Paparan sinar matahari juga dapat meningkatkan kadar serotonin, yang dapat meningkatkan mood dan membantu tidur lebih baik pada malam hari.

2. Naik turun tangga
"Naik turun tangga selama 10 menit adalah cara yang bagus agar jantung dapat memompa darah dengan lebih baik," kata Christine Gerbstadt, MD, RD, juru bicara American Dietetic Association.

3. Istirahat sambil minum kopi sejenak
David Leopold, MD, direktur Integrative Medical Education di Scripps Center for Integrative Medicine, San Diego merekomendasikan espresso khusus. "Espresso Brewing merupakan ekstrak semua rasa kopi yang juga memiliki sifat antioksidan terkuat," kata Leopold.

4. Mengisi teka-teki silang (TTS)

5. Melakukan peregangan
Jika badan terasa kaku setelah duduk di meja kerja seharian, melakukan peregangan dapat membuat badan terasa lebih segar.

6. Membuat minuman smoothie atau jus buah

7. Menutup mata dan membayangkan liburan ke tempat yang kita sukai.

8. Membaca sejenak misalnya membaca novel, komik, majalah dan lain-lain.

9. Jalan-jalan sejenak

10. Jangan ngemil makanan yang mengandung gula dan karbohidrat terlalu banyak, lebih baik memilih cemilan yang mengandung sejumlah protein.

11. Menulis di buku harian atau blog pribadi.

12. Tertawa.
Belum terdapat bukti pasti apakah tertawa dapat bermanfaat untuk kesehatan, namun setidaknya tertawa dapat membuat merasa lebih baik.

13. Membasuh muka menggunakan air dingin.

14. Beralih ke teh hijau
Teh hijau memiliki tingkat tertinggi antioksidan seperti senyawa EGCG (epigallocatechin-3-gallate) yang memungkinkan dapat mendukung kesehatan, menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan beberapa jenis kanker.

15. Mencoba aromaterapi.

16. Pertimbangkan mengonsumsi suplemen.

17. Mendengarkan musik
Musik yang tepat benar-benar dapat memperbaiki mood.

18. Mengonsumsi cokelat.
Cokelat merupakan stimulan ringan, dan mungkin juga memiliki banyak manfaat kesehatan lainnya, seperti meningkatkan daya ingat dan menurunkan risiko kardiovaskular.

19. Menata ruang kerja dan meja kerja

20. Menyempatkan makan sesuai jadwal makan

21. Menarik napas dalam-dalam
Mengambil napas dalam-dalam dapat meredakan stres dan ketegangan.

Cara-cara diatas sebenarnya merupakan hal yang sangat sepele, tetapi mungkin justru tidak diperhatikan oleh sebagian orang. Namun, memang tidak ada salahnya untuk mencoba mempraktikkan.

Jangan membuang waktu istirahat 10 menit dengan kegiatan yang pasif. Waktu 10 menit akan sangat berguna jika digunakan untuk kegiatan aktif yang positif. Hal tersebut dapat membuat badan dan pikiran segar kembali.ir/ir) detikhealth.com

Perbanyak Protein Dapat Hentikan Kebiasaan Ngemil


(Foto: thinkstock)Jakarta, Tak dapat dipungkiri kebiasaan ngemil identik dengan obesitas. Baru-baru ini, para peneliti menemukan bahwa kebiasaan ngemil tersebut disebabkan terlalu sedikitnya kadar protein dalam makanan. Maka itu memakan makanan kaya protein seperti daging, ikan, telur dan kacang-kacangan lebih banyak akan menghentikan kebiasaan ngemil tersebut.

Peneliti dari Cambridge University dan University of Sydney merekrut 22 relawan dengan berat badan yang sehat dan berusia antara 18 dan 51 tahun kemudian meminta mereka tinggal dan makan di fasilitas yang telah disediakan.

Kesemua relawan diberi makanan yang terlihat sama, namun sebenarnya memiliki kadar protein yang berbeda. Makanan yang diberikan untuk sarapan adalah muffin gurih, tuna panggang dengan salad untuk makan siang dan pastel isi daging sapi atau spaghetti bolognaise dengan sayuran bersama makanan penutup untuk makan malamnya.

Jumlah lemak diatur agar tetap konstan pada kadar 30 persen dari total kalori dalam makanan, namun kadar karbohidrat disesuaikan pada kadar 45, 50 atau 60 persen dari makanan yang dikonsumsi.

Semua relawan melakukan jumlah latihan fisik yang sama, yaitu berjalan kaki selama satu jam sambil diawasi dan melakukan kegiatan yang sama agar mereka tidak makan karena bosan atau stres.

Masing-masing relawan diminta untuk menilai rasa lapar yang dirasakan pada waktu satu jam setelah makan. Hasilnya, kelompok yang memakan 15 persen protein merasa kenyang dua jam lebih lama dari kelompok yang memakan 10 persen protein.

Orang yang mengkonsumsi 10 persen protein memakan rata-rata 1.036 kalori ekstra per hari atau 260 kalori lebih banyak dibandingkan dengan mereka yang memakan protein 15 persen. Tidak hanya makan lebih banyak, 70 persen dari kalori tambahan tersebut berasal dari camilan yang dikonsumsi di luar jam makan.

Rata-rata orang dewasa di Inggris memakan sekitar 12 persen protein dari asupan makanan hariannya. Jumlah ini telah dianggap menurun oleh banyak orang akibat digantikannya asupan protein oleh karbohidrat dari makanan olahan.

"Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manusia memiliki nafsu makan yang sangat kuat terhadap protein. Ketika kadar protein dalam makanan rendah, nafsu makan yang kuat ini dapat mendorong asupan energi yang berlebihan," kata Alison Grosby, peneliti dari University of Sydney.

Untuk menurunkan berat badan, ahli gizi merekomendasikan pengaturan menu makanan dengan komposisi: seperempat dari makanan adalah protein, seperempatnya lagi adalah karbohiodrat dan setengahnya adalah sayuran.

"Memakan sejumlah besar karbohidrat dan lemak seperti yang terkandung dalam minuman bersoda adalah faktor risiko utama obesitas dan mengencerkan kandungan protein sehingga akan meningkatkan nafsu makan. Kami tidak menganjurkan untuk memakan sejumlah besar protein atau menghilangkan asupan karbohidrat sama sekali," kata Dr. Susan Jebb, rekan penulis penelitian sekaligus Kepala Unit Penelitian Nutrisi Manusia di Cambridge.

"Asupan protein sebesar 15 persen dari jumlah makanan harian pasti cukup untuk mencegah orang makan berlebihan dan membantu menurunkan berat badan," imbuh Dr. Jebb seperti dilansir DailyMail, Minggu (16/10/2011).


ir/ir) detikhealth.com

5 'bad' foods you should be eating

Heidi's Klum's catchphrase -- "One day you're in, and the next day you're out" -- applies as much to food as it does fashion. Over the years, we've all had favorite eats hit the healthy-food blacklist, but thankfully, some of them are making a return. In fact, recent research has not only redeemed once-taboo foods such as steak, eggs (yolks included), and peanut butter but also found that when eaten in moderation, some of them may actually help you conquer the scale.

Guilt-Free Fast Food


EGGS

Then: Yolks were considered tiny cholesterol bombs.

Now: Numerous studies, including one in a 2011 issue of the European Journal of Clinical Nutrition, have debunked the link between eggs and heart disease. Although a single yolk contains nearly the recommended daily limit for dietary cholesterol, it is the most nutrient-rich part, packed with zinc, iron, vitamins A and D, and choline, which may help reduce breast-cancer risk. Plus, the yolk contains nearly half of an egg's hunger-quashing protein, which is why white-only omelets aren't as satisfying.

"Because you feel full, you're less likely to overeat later on," says Nikhil V. Dhurandhar, Ph.D., an associate professor at Pennington Biomedical Research Center in Baton Rouge, Louisiana.

Bring it back: A hardboiled egg makes a great snack with staying power -- and has only around 70 calories. Just beware fattening companions that often accompany eggs, such as butter, bacon, and cheese.

Snag More Energy with Healthy Breakfast Recipes

BANANAS

Then: Higher in calories than most fruits, bananas were considered carbs that packed on pounds.

Now: Bananas contain a type of dietary fiber known as resistant starch that your body can't absorb, so it fills you up temporarily without the risk of filling you out permanently. Other research has linked resistant starch to an increase in post-meal fat-burning, says Janine Higgins, Ph.D., nutrition research director at the Colorado Clinical and Translational Sciences Institute. One of the by-products of the unabsorbed carbohydrates in your system is butyrate, a fatty acid that may inhibit the body's ability to burn carbs, forcing it to incinerate fat instead.

Bring it back: Choose a greener banana; once it has turned totally yellow, the starch inside has broken down and is no longer resistant to digestion. If you don't like to eat bananas when they're that firm, toss one into the blender for a hunger-dampening smoothie. And take a deep whiff before sipping it: Research from The Smell Taste Treatment and Research Foundation in Chicago shows that the smell of banana helps reduce appetite, so you may not want to eat as much anyway.

Hungry? Great 100-Calorie Options


COCONUT OIL

Then: Because it's high in saturated fat, coconut oil was demonized by dieters.

Now: Turns out, coconut oil is swimming in medium-chain triglycerides, fats that can be metabolized faster than the long-chain variety found in other oils like sunflower. "They're rarely stored as fat because the body prefers to use them for energy," says Jonny Bowden, Ph.D., author of The 150 Healthiest Foods on Earth. A 2009 study in Lipids found that supplementing women's diets with about two tablespoons of coconut oil per day fueled a reduction in abdominal obesity while helping elevate HDL (good) cholesterol levels. (Other studies have confirmed there is no negative impact on LDL cholesterol or blood pressure.)

Bring it back: Because coconut oil is calorie dense -- about 120 calories per tablespoon --you still want to watch how much you down. Bowden suggests swapping oils high in omega-6, like corn or vegetable, for virgin or extra-virgin coconut oil.

Enjoy The Health Benefits of These Oils

RED MEAT

Then: Beef had a reputation for contributing to heart disease and wide waistlines.

Now: New research suggests that saturated fat—at least in moderation—may not be the evil heart attacker it's been made out to be. And today you can buy cuts of meat that are leaner than what was available a decade ago. Red meat is a stellar source of satisfying protein, a known ally in weight management. "It requires more time and energy to digest and can help you gain metabolically active muscle, which burns more calories at rest than fat does," says Wendy Bazilian, D.P.H., R.D., author of The SuperFoodsRx Diet. Plus, particularly the grass-fed variety contains high concentrations of conjugated linoleic acid (CLA), which is associated with a lower body-fat percentage. Early research indicates that CLA may disrupt enzymes that help deposit and store fat.

Bring it back: The cut of beef is the deciding factor. Extra-lean ones include top sirloin select, sirloin tip, top round, and eye of round roast. They all have fewer than five grams of total fat and two grams of saturated fat per three-ounce serving, but avoid anything labeled prime, which tends to be fatty. Shoot for a three-to four-ounce portion—the size of a BlackBerry—and grill, roast, or bake it (panfrying only soaks it in butter or oil).


PEANUT BUTTER

Then: This sandwich staple has been shunned as high-fat and high-cal.

Now: True, peanut butter contains 16 grams of fat per two-tablespoon serving, but it's the heart-healthy, monounsaturated kind. "Peanut butter helps with appetite regulation without your even trying," says Bazilian. "It's so nutrient dense that we simply end up consuming fewer calories overall." A study in the International Journal of Obesity found that people who remained on a diet that included peanut butter for 18 months lost an average of nine pounds.

Show more text

Discussion comments

Sunday, October 23, 2011

Warga Paling Ingat Cuci Tangan Sebelum Makan dan Sehabis BAB


(Foto: thinkstock)Jakarta, Kebiasaan mencuci tangan bisa mencegah berbagai penyakit terutama yang berkaitan dengan saluran napas dan pencernaan. Di Indonesia kesadaran untuk sering-sering cuci tangan paling tinggi saat orang usai Buang Air Besar (BAB) dan sebelum makan.

Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan Prof dr Tjandra Yoga Aditama SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE, mencatat data tahun 2010 yang menunjukkan pola kebiasaan cuci tangan warga yaitu:
- Lebih dari 145 juta penduduk Indonesia mempunyai kebiasaan dan cara mencuci tangan dengan benar setelah buang air besar (BAB).
- Lebih dari 80 juta penduduk Indonesia mencuci tangan dengan benar sebelum makan
- Sebesar 52 persen ibu menyusui mencuci tangan dengan benar sebelum menyusui.

"Peningkatan kebiasaan dan perilaku CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun) tersebut berdampak terhadap penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan cuci tangan dengan sabun, seperti Diare, ISPA dan cacingan sampai ke Flu Burung," kata Prof Tjandra dalam rilis usai Puncak Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS) Sedunia ke-4 Tahun 2011 di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Sabtu (15/10/2011) yang juga dihadiri oleh Menteri Kesehatan RI , Menteri PU, Ketua dan anggota SIKIB dan pimpinan organisasi internasional di Indonesia.

6 titik kritis dimana orang harus membiasakan cuci tangan adalah dilakukan pada:
1. Sebelum mengolah makanan
2. Sebelum makan
3. Setelah BAB (buang air besar)
4. Sebelum mengurus bayi dan menyusui
5. Setelah menceboki anak
6. Setelah memegang hewan.

Setiap tanggal 15 Oktober diperingati sebagai Hari Cuci Sedunia. Pengumuman penunjukan Hari Cuci Tangan dengan Sabun Sedunia pada tanggal 15 Oktober pertama kali dilakukan pada Pertemuan Tahunan Air Sedunia (Annual World Water Week) yang berlangsung pada tanggal 17-23 Agustus 2008 di Stockholm, Swedia, seiring dengan penunjukkan tahun 2008 sebagai Tahun Internasional Sanitasi oleh Rapat Umum PBB.

Pada kegiatan pertama HCTPS tahun 2008, Indonesia adalah salah satu dari 20 negara di dunia yang menyelenggarakan kegiatan HCTPS Sedunia. Hingga saat ini diperkirakan lebih dari 120 juta anak di 70 negara di 5 benua berpartisipasi dalam kampanye ini.

Puncak peringatan HCTPS keempat hari ini diikuti oleh lebih dari ribuan anak Sekolah Dasar yang bersama-sama melakukan Tari Cuci Tangan yang mendapat Rekor Dunia dari MURI. Sebanyak 5000 anak-anak secara serentak melakukan gerakan cuci tangan pakai sabun bersama Ibu Ani Yudhoyono.

Peringatan hari cuci tangan sedunia juga digelar oleh oleh Dettol salah satu merek antiseptic produksi PT Reckitt Benckiser Indonesia yang fokus memberikan perlindungan terhadap kuman dan infeksi agar anak-anak muda yang di usianya rentan terhadap infeksi tetap hidup sehat.

"Saat usia masih muda, sangat penting menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat. Hal ini juga menjadi penting bagi Dettol, yang dianggap sebagai standar emas untuk perlindungan terhadap kuman dan infeksi, untuk menjadikan para pelajar dapat hidup lebih bersih dan sehat dengan mengikuti tujuh langkah dasar membersihkan tangan," kata Presiden Direktur PT Reckitt Benckiser Ratanjit Das.


ir/ir) detikhealth.com

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | fantastic sams coupons