-
-

Thursday, November 17, 2011

Yang Perlu Dihindari Agar Kekebalan Tubuh Tidak Drop


(Foto: thinkstok)Jakarta, Sistem kekebalan tubuh yang baik bisa menghindari orang dari berbagai penyakit. Untuk itu hindari kebiasaan berikut ini agar sistem kekebalan tubuh tidak memburuk.

Menjaga tubuh tetap sehat tidak hanya menggunakan pembersih tangan dan menghindari orang yang sakit, karena ada beberapa kebiasaan kecil yang bisa memperburuk kekebalan tubuh sehingga mudah terkena penyakit.

Hindari kebiasaan-kebiasaan berikut ini agar kekebalan tubuh tidak memburuk, seperti dikutip dari Foxnews, Sabtu (5/11/2011) yaitu:

1. Sering merasa lelah
Kelelahan yang dialami akibat terlalu banyak pekerjaan atau kurang tidur bisa merugikan sistem kekebalan tubuh dan menurunkan jumlah sel-sel pembunuh yang berfungsi melawan kuman.

2. Memiliki suasana hati yang buruk
Suasana hati dapat mempengaruhi kekebalan tubuh yang dimiliki, jika sering bertengkar dengan pasangan, memiliki suasana hati yang berubah-ubah dan menyimpan masalah bisa membuat sel-sel pembunuh T menjadi kurang aktif sehingga kekebalan tubuh akan berkurang.

3. Terus menerus merasa stres
Stres setiap hari akibat pekerjaan atau hubungan dengan orang lain bisa mempengaruhi imunitas. Periode stres yang ekstrem bisa mengakibatkan jumlah sel pembunuh alami menurun, sel T lebih lamban bekerja dan aktivitas makrofag berkurang yang membuat orang lebih mudah sakit.

4. Tidak pernah berolahraga
Orang yang tidak pernah olahraga atau tidak aktif akan memicu terjadinya kelebihan berat badan yang nantinya berdampak terhadap penurunan sistem kekebalan tubuh dalam melawan kuman serta penyakit.

5. Memiliki teman yang perokok
Rokok tidak hanya merugikan orang yang mengonsumsi tapi juga orang-orang disekitarnya karena asap dari rokok tetap mengandung racun dan masuk ke dalam tubuh. Asap rokok bisa memicu infeksi saluran pernapasan, serangan asma, memperburuk alergi dan menurunkan sistem kekebalan tubuh.

6. Selalu mengonsumsi antibiotik
Antibiotik adalah obat yang butuh resep dokter, jika dikonsumsi sembarangan maka akan membuat penyakit resisten dan infeksi yang lebih serius. Studi menemukan pasien yang sering minum antibiotik tertentu bisa mengurangi tingkat sitokin yaitu hormon utusan dari sistem kekebalan tubuh.

7. Terlalu serius
Peneliti menemukan emosi positif bisa menurunkan hormon stres dan meningkatkan sel-sel kekebalan tertentu, tapi jika seseorang terlalu serius dan jarang tertawa bisa memicu hormon stres yang mempengaruhi imunitas.ver/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Ciri-ciri Berkurangnya Pendengaran


(Foto: thinkstock)Jakarta, Pendengaran cenderung memburuk dengan bertambahnya usia. Masalah pendengaran tersebut biasanya terjadi pada kedua telinga. Bahkan perubahan pendengaran dapat dimulai dari awal masa dewasa dan seterusnya. Berikut ciri-ciri berkurangnya pendengaran.

Remaja mampu mendengar suara bernada sangat tinggi, namun kemampuan tersebut mulai hilang ketika memasuki usia 30 tahun. Padahal tanpa indera yang berfungsi baik, menyebabkan setiap aktivitas dalam kehidupan sehari-hari menjadi lebih sulit.

Apapun penyebab terjadinya penurunan fungsi indera sensoris, namun ada cukup banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencegah penurunan fungsi indera tersebut. Sekarang telah ada alat bantu dengar digital yang moderen. Alat bantu dengar tersebut sangat efektif dan sangat diskrit.

Penurunan pendengaran terkait dengan usia disebut dengan presbyacusis dan biasanya akibat degenerasi saraf pendengaran dan organ-organ telinga bagian dalam.

Hal tersebut merupakan kehilangan bertahap rambut seperti sel-sel kecil di telinga bagian dalam yang bertindak sebagai sensor untuk mendeteksi gelombang suara. Hal tersebut juga dapat diperparah oleh kerusakan pada pembuluh darah, terutama bila seseorang memiliki kondisi seperti aterosklerosis atau tekanan darah tinggi.

Sesekali suara gelombang tidak dapat dilakukan dengan mudah melalui sistem pendengaran. Hal tersebut kemungkinan karena kerusakan pada tulang-tulang kecil di telinga bagian tengah.

Ciri gangguan pendengaran oleh karena bertambahnya usia antara lain:

1. Sering dirasakan pertama kali ketika mendengar suara pembicaraan, terutama konsonan yang bernada lebih tinggi tidak dapat lagi dideteksi atau terdistorsi.

Distorsi suara tersebut dapat menyebabkan suara bergumam dan meracau, khususnya suara perempuan dan anak-anak, yang memiliki suara yang lebih tinggi.

2. Sering juga seseorang dengan gangguan pendengar merespons suara keras menjadi menjengkelkan atau tidak nyaman.

3. Semakin sulit untuk mendengar apabila ada lebih dari satu pembicara, atau berada di lingkungan yang bising.

Beberapa orang menderita presbyacusis lebih karena genetik, namun riwayat paparan suara keras selama hidup juga menyebabkan banyak kerusakan. Selain faktor genetik, faktor lain yang dapat menyebabkan presbyacusis, antara lain:

1. Infeksi kronis telinga bagian tengah
2. Penggunaan obat tertentu dalam jangka waktu lama
3. Osteoporosis

Presbyacusis akan semakin memburuk dan penurunan pendengaran tersebut cenderung berhenti sekitar usia 70 tahun. Seperti dikutip dari BBCHealth, Jumat (4/11/2011), hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi penurunan fungsi pendengaran yang berkaitan dengan usia, antara lain:

1. Segera periksa ke dokter jika terjadi perubahan atau penurunan fungsi penglihatan.
2. Mencari tahu mengenai layanan dukungan pendengaran dan perangkat lainnya seperti telephone amplifiers.
3. Tanyakan kepada dokter untuk memeriksa kondisi pasca penggunaan lilin telinga (ear candle), yang mungkin dapat memperparah masalah.
4. Selalu melindungi dan menjaga telinga, menghindari suara keras dan menggunakan headphone dengan hati-hati.


ir/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Pasien Bipolar Cenderung Punya Kreatifitas Tinggi


(Foto: thinkstock)Jakarta, "Tidak ada jenius besar yang pernah hidup tanpa memiliki suatu jenis kegilaan," kata Aristoteles. Sekarang psikiater telah menemukan nampaknya ucapan filsuf Yunani tersebut ada benarnya.

Para peneliti mempelajari 300.000 orang yang dirawat di rumah sakit karena penyakit mental dan menemukan pasien yang memiliki gangguan bipolar lebih cenderung bekerja pada profesi kreatif.

Keluarga pasien bipolar yang tidak memiliki gangguan mental juga lebih mungkin terlibat dalam pekerjaan kreatif sebagai desainer, artis, musisi, penulis atau dosen universitas.

Gangguan bipolar, juga dikenal sebagai gangguan manik depresi dan mempengaruhi sekitar 1 persen dari populasi di AS. Bipolar ditandai dengan perubahan suasana hati ekstrim yang sangat tidak stabil dari sangat senang kemudian tiba-tiba menjadi sangat sedih atau depresif.

Gangguan bipolar dapat berlangsung berhari-hari bahkan berbulan-bulan. Tidak seperti perubahan suasana hati biasa, perubahan suasana hati pada penderita bipolar sangat hebat sehingga mengganggu kinerja.

"Kebanyakan orang yang kreatif tidak memiliki penyakit mental, dan kebanyakan orang yang sakit mental biasanya tidak kreatif. Namun ada tingkat yang tidak proporsional dari gangguan jiwa, terutama gangguan bipolar, pada individu yang sangat kreatif," kata peneliti Profesor Kay Redfield dari Johns Hopkins University of Medicine seperti dukutip dari The Independent, Jumat (4/11/201).

"Tidak diketahui mengapa hal itu terjadi, tapi mungkin ada suatu gen kreativitas yang tidak hanya berperan pada jenis profesi tertentu, tetapi dalam bipolar juga," kata Dr Lori Altshuler dari UCLA Mood Disorders Research Program yang tidak ikut dalam penelitian.

"Pasien bipolar memiliki anatomi otak yang tidak biasa. Berkurangnya pengaturan otak bagian frontal yang berperan dalam kemampuan afektif mempengaruhi amigdala dan striatum sehingga meningkatkan ketidakstabilan afektif serta kompulsifitas," kata Katherine P. Rankin, Ph.D. dari University of California-San Francisco.

Gagasan mengenai berkurangnya pengaturan tersebut nampaknya menyebabkan pasien bipolar lebih peka dan reaktif terhadap rangsangan dari luar.

"Otak orang-orang kreatif tampaknya lebih terbuka terhadap rangsangan yang masuk dari lingkungan sekitarnya," pungkas Katherine.


ir/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Hentikan Kecanduan Rokok dengan Merangsang Otak


(Foto: thinkstock)Jakarta, Untuk mengatasi kecanduan rokok, merangsang bagian tertentu pada otak dapat memanipulasi keinginan untuk merokok. Temuan ini diyakini bisa menjadi metode pengobatan baru untuk membantu orang mengusir kebiasaan itu.

Menggunakan teknologi scan otak, para peneliti dari Duke University Medical Center mengidentifikasi daerah otak yang menjadi aktif ketika mencandu rokok, yaitu korteks serebral dan sistem limbik yang berperan dalam pengaturan emosi. Berdasarkan penelitian ini, peneliti kemudian menggunakan stimulasi magnetik ke daerah-daerah otak untuk memanipulasi hasrat merokok.

"Kami langsung merangsang wilayah otak frontal menggunakan medan magnet dan memperlihatkan bahwa hal itu menjadi isyarat untuk membangkitkan keinginan yang sangat untuk merokok ketika melihat hal yang berhubungan dengan rokok," kata salah satu penulis peneltiian, Dr Jed Rose.

"Dengan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana otak mempengaruhi respon keinginan, strategi untuk memblokir respon ini dapat dibuat dan perawatan untuk menghentikan kebiasaan merokok yang lebih efektif dapat dikembangkan," imbuhnya seperti dilansir Healthday, Jumat (4/11/2011).

Penelitian yang dimuat di Biological Psychiatry ini menjelaskan bahwa stimulasi otak pada frekuensi rendah tidak akan mengurangi ketagihan perokok, namun stimulasi frekuensi tinggi memiliki efek yang lebih besar ketika perokok melihat isyarat untuk tidak merokok. Stimulasi otak frekuensi tinggi juga mampu mengurangi keinginan untuk merokok dan menghentikan kecanduan rokok.

"Penelitian ini berimplikasi pada pengendalian dari serangkaian keinginan. Penelitian tambahan akan diperlukan untuk menentukan nilai potensi pengulangan agar dpat diterapkan sebagai pengobatan untuk mengatasi kebiasaan merokok," kata Dr John Krystal, editor Biological Psychiatry.


ir/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Alasan Orang Susah Turunkan Berat Badan


(Foto: thinkstock)Jakarta, Tak sedikit orang yang sudah mencoba berbagai cara untuk menurunkan berat badan namun angka di timbangan tak kunjung turun. Setidaknya ada 6 alasan yang membuat orang sulit menurunkan berat badan. Apa saja?

Menurunkan berat badan bukanlah hal yang mudah bagi beberapa orang. Banyak yang sudah mencoba berbagai cara diet dan olahraga namun belum menunjukkan hasil yang memuaskan.

Berikut 6 alasan yang membuat orang susah menurunkan berat badan, seperti dilansir huffingtonpost, Jumat (4/11/2011):

1. Suka mengandalkan transportasi yang nyaman
Beberapa orang sudah mencoba berbagai macam cara diet, tetapi dia tidak bisa meninggalkan transportasi yang membuatnya nyaman dan malas bergerak, misalnya lebih memilih menggunakan lift ketimbang naik tangga meski hanya 1 atau 2 lantai dan parkir sangat dekat dengan pintu masuk kantor.

Orang menganggap remeh hal-hal kecil ini, padahal jika Anda terbiasa naik tangga di tempat kerja, mall atau di rumah, itu sudah bisa membakar lemak hingga 225 kalori atau lebih. Berjalan sedikit jauh dari tempat parkir sudah membakar 30 kalori.

2. Tak bisa meninggalkan diet soda
Banyak orang yang ingin menurunkan berat badan lebih memiliki diet soda karena menganggap minuman bersoda tersebut tidak mengandung kalori dan bisa membantu diet. Sayangnya, penelitian saat ini menunjukkan kemungkinan adanya hubungan antara konsumsi pemanis buatan pada diet soda dan berat badan.

Sebuah penelitian di jurnal Diabetes Care menemukan bahwa konsumsi harian diet soda dikaitkan dengan risiko 36 persen lebih besar terkena sindrom metabolik dan 67 persen risiko lebih besar terkena diabetes tipe 2 dibandingkan dengan orang yang tidak mengonsumsi diet soda. Studi lain dalam jurnal Behavioral Neuroscience menemukan bahwa konsumsi produk yang mengandung pemanis buatan menyebabkan kenaikan berat badan akibat perubahan proses normal fisiologis tubuh.

3. Terbiasa mencium makanan dan makan di depan televisi
Mencium dan merasakan makanan adalah salah satu kenikmatan utama dari kehidupan. Sayangnya, sebuah studi 2010 di Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa menambahkan rangsangan selama waktu makan tidak hanya meningkatkan jumlah makanan yang dikonsumsi tetapi juga meningkatkan jumlah kalori.

Selanjutnya, sebuah studi 2004 di American Journal of Lifestyle Medicine menemukan hubungan antara menonton televisi, obesitas dan sindrom metabolik. Makan di meja makan bersama keluarga dan rekan kerja bisa mengurangi jumlah kalori yang masuk ke tubuh Anda.

4. Teman Anda tidak mendukung
Meski Anda giat melakukan usaha untuk menurunkan berat badan, namun bila teman-teman tetap menggoda dan tidak mendukung program diet Anda, maka Anda akan sangat sulit dan butuh usaha ekstra untuk bisa menurunkan berat badan.

5. Menjadi 'liar' saat akhir pekan
Anda mungkin melakukan diet ketat selama hari kerja namun menjadi 'liar' dan makan apa saja yang mengandung kalori tinggi di akhir pekan. Penurunan berat badan adalah masalah angka, ketika Anda mengonsumsi lebih sedikit kalori dari kalori yang Anda keluarkan, maka Anda akan berhasil menurunkan berat badan.

Tapi ketika di akhir pekan Anda menjadi 'liar' dengan makan banyak kalori sedangkan tak banyak energi yang Anda keluarkan untuk menonton televisi atau hanya sekedar tidur-tiduran, maka jelas berat badan Anda akan naik kembali.

6. Tidur kurang dari 5 jam
Tidur sangat baik untuk menyegarkan otak, kulit dan membantu menurunkan berat badan. Sejumlah besar penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur mengubah hormon pencernaan yang bertanggung jawab untuk kelaparan dan sinyal kenyang. Kurangnya tidur dapat menyebabkan hilangnya kontrol terhadap rasa kenyang sehingga membuat Anda akan makan lebih banyak. Tidurlan 6-8 jam setiap malam untuk mendapatkan produktivitas tubuh yang baik, termasuk membantu menurunkan berat badan.


mer/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Keluarga Terbesar di Dunia, 1 Suami dengan 39 Istri


Keluarga Ziona Chana (dok.dailymail)Baktwang, India, Keluarga terbesar di dunia berasal dari India. Sang suami punya 39 istri dan 94 anak. Kamar istri termuda berjarak paling dekat dengan kamar tidur suami dan istri paling tua ada di kamar dengan jarak terjauh. Si suami menerapkan sistem rotasi kepada istri untuk mengunjungi kamarnya.

Tak heran bila India memiliki jumlah penduduk yang besar. Sebuah keluarga terbesar di dunia berasal dari India dengan anggota keluarga 181 orang yang tinggal dalam 1 rumah dengan 100 kamar, dan merupakan keturunkan dari 1 suami dan 39 istri.

Keluarga ini adalah milik Ziona Chana (67 tahun), seorang pekerja konstruksi yang berasal dari desa Baktwang, India. Ke-181 anggota keluarganya terdiri dari dirinya, 39 istri, 94 anak, 14 menantu dan 33 cucu bahkan tinggal dalam 1 rumah dengan 4 lantai dan 100 kamar, dilansir Dailymail.

Ziona merasa terberkati karena memiliki 39 istri dan dapat hidup rukun dalam 1 rumah. Bahkan Ziona yang sudah memiliki banyak cucu masih memiliki anak yang usianya baru 5 tahun.

"Saya menganggap diri saya seorang pria beruntung menjadi suami dari 39 kepala keluarga terbesar di dunia," jelas Ziona Chana, seperti dilansir CNN, Jumat (4/1/2011).

Pria India ini bahkan pernah menikahi 10 istrinya dalam 1 tahun, ketika ia masih dalam usia produktif. Ia bahkan tidak peduli dengan jumlah penduduk dunia yang telah mencapai angka 7 miliar, khususnya di India dengan populasi terpadat kedua di dunia.

"Saya tidak peduli dengan over-populasi di India, saya percaya Tuhan telah memilih saya seperti ini (memiliki keluarga besar). Mereka lahir dalam keluarga ini dan saya tidak ingin meninggalkan tradisi," jelas Ziona.

Keluarga besar Ziona tinggal di rumah berjarak 4 jam dari bandara Mizoram di desa terpencil Baktwang. Di rumah ungu cerah milik Ziona ini, memiliki 22 kamar tidur.

Kamar istri termuda berjarak paling dekat dengan kamar tidurnya dan istri paling tua ada di kamar dengan jarak terjauh. Namun ia menerapkan sistem rotasi kepada istri untuk mengunjungi kamarnya.

"Kami tinggal di sekitar dia karena dia adalah orang yang paling penting di rumah. Dia adalah orang yang paling tampan di desa," jelas Chana (35 tahun) salah seorang istrinya.

Keluarganya tumbuh dengan disiplin mirip militer, dengan istrinya Zathiangi (istri tertua) mengorganisir istri-istri lainnya untuk melakukan pekerjaan rumah tangga seperti membersihkan rumah, mencuci dan menyiapkan makanan.

Istrinya yang lain, Huntharnghanki, mengatakan seluruh keluarga bisa bergaul dengan baik. Sistem keluarga didasarkan pada cinta dan saling menghormati.

Dengan jumlah anggota keluarga yang besar, jelas makanan yang harus dipersiapkan juga besar. Dalam sekali makan malam, keluarga ini bisa menghabiskan 30 ekor ayam, 60 kg kentang dan hampir 100 kg beras.



mer/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Wednesday, November 16, 2011

Age Related Macular Degeneration, yang Bikin Buta


(Foto: thinkstock)Jakarta, Deskripsi

Age Related Macular Degeneration (AMD) adalah penyebab paling umum kebutaan di Inggris. AMD adalah penyakit makula, yaitu daerah di tengah retina. Retina adalah membran untuk mendeteksi cahaya di belakang mata.

Makula berisi kepadatan yang sangat tinggi dari reseptor cahaya, terutama reseptor cahaya kerucut. Reseptor cahaya kerucut merupakan reseptor yang mendeteksi warna. Sehingga makula sangat penting untuk melihat detail halus dan benda-benda langsung di depan mata.

Makula memainkan peran penting dalam membantu orang untuk membaca, menulis, mengemudi dan melakukan tugas-tugas rinci lainnya. Makula juga memungkinkan orang untuk dapat mengenali wajah dan melihat warna.

Ada dua jenis AMD, yaitu:

1. Dry AMD
Merupakan bentuk paling umum dari kondisi tersebut. Sel-sel reseptor cahaya di retina berfungsi kurang baik seiring bertambahnya usia. Sel-sel tidak mengambil nutrisi yang cukup penting dan menjadi kurang efisien dalam berfungsi.

Hal tersebut menyebabkan deposito abnormal kecil, yang disebut drusen, yang berada di bawah retina. Seiring berjalannya waktu sel-sel retina mengalami degenerasi dan mati, sehingga menyebabkan hilangnya penglihatan.

Hal tersebut terjadi secara bertahap selama bertahun-tahun. Dry AMD memiliki 3 tahapan, yaitu:
a. AMD awal: drusen kecil hingga menengah, tanpa gejala atau tanpa kehilangan penglihatan.
b. AMD menengah: gejala awal seperti kabur pada pusat penglihatan, dan membutuhkan cahaya yang lebih terang ketika membaca.
c. AMD lanjutan: kerusakan lebih luas dari sel-sel peka cahaya dan penglihatan memburuk.

2. Wet AMD
Wet AMD dialami sejumlah 10 hingga 15 persen dari kasus AMD. Wet AMD juga dikenal sebagai neovascular AMD karena melibatkan pertumbuhan pembuluh darah baru di belakang retina.

Pembuluh darah baru yang sangat rapuh tersebut mungkin akan mengalami kebocoran cairan atau darah, mengangkat, dan mendistorsi retina. Hal tersebut menyebabkan distorsi penglihatan dan jaringan parut yang menyebabkan hilangnya penglihatan cepat.

Setiap orang yang memiliki kondisi yang mengarah pada perkembangan wet AMD mengalami dry AMD terlebih dahulu. Wet AMD dapat berkembang sangat cepat dan sulit diprediksi.

Penyebab

Tidak jelas apa yang menyebabkan AMD, tetapi mungkin AMD disebabkan oleh kombinasi dari kerentanan genetik dengan faktor lingkungan. Orang-orang dengan riwayat keluarga memiliki peningkatan risiko, karena dapat membawa gen yang sama.

AMD menjadi lebih mungkin pada orang lanjut usia, karena AMD berkembang dari waktu ke waktu. Penyakit lain dapat memperparah proses penyakit AMD dan menyebabkan kerusakan sel-sel di makula.

Gejala

Gejala yang mungkin terjadi pada AMD, antara lain:

1. Biasanya mengenai dua mata, meskipun satu mata mungkin akan terkena terlebih dulu.
Mata yang baik biasanya mengkompensasi untuk mata yang telah terkena selama bertahun-tahun. Sehingga hal tersebut dapat menyamarkan fakta bahwa terdapat masalah pada penglihatan.

2. Tidak ada rasa sakit atau kemerahan pada mata.

3. Mempengaruhi penglihatan sentral.
Hal tersebut disebabkan karena makula terletak di tengah. Sehingga orang hanya bisa melihat dari bagian tepi mata saja. Fokus dan ketajaman warna di daerah tepi sangat kurang.

4. Setiap aktivitas yang memerlukan penglihatan yang detail dan jelas sangat terganggu.

5. Pada tahap akhir yang telah parah, pasien dapat mengalami kebutaan.

Pengobatan

Saat ini, tidak ada perawatan medis yang telah terbukti handal untuk mengobati dry AMD. Namun, beberapa hal yang dapat meminimalkan keparahan AMD, antara lain:

1. Tidak merokok dan makan makanan yang sehat dapat membantu untuk memperlambat laju kerusakan.

Suplemen diet secara teratur, seperti vitamin C, vitamen E, dan seng dapat membantu untuk memperlambat hilangnya penglihatan bagi sebagian orang yang sudah didignosa AMD. Dua zat makanan yang dikenal sebagai karotenoid lutein dan zeaxanthin, dalam beberapa kasus tampaknya dapat mengurangi perkembangan AMD.

2. Pencahayaan tambahan dapat membantu penderita AMD kering untuk dapat mengoptimalkan penggunaan sisa penglihatan mereka.

Ketika AMD berkembang, disarankan pengobatan sesegera mungkin. Pengobatan wet AMD dalam banyak kasus, dapat mencegah kerusakan lebih lanjut dari penglihatan, dan dalam beberapa kasus membawa beberapa perbaikan penglihatan. Pengobatan wet AMD bertujuan untuk mengontrol pembentukan pembuluh darah baru yang bocor.

Ada 3 jenis pengobatan untuk wet AMD, antara lain :

1. Photocoagulation
Metode tersebut menggunakan laser panas untuk menutup kebocoran pembuluh darah, tetapi hanya dapat digunakan dalam sebagian kecil kasus di mana kebocoran tidak langsung di tengah makula.

Metode ini termasuk pengobatan destruktif yang dapat merusak jaringan sehat di sekitarnya, dan pembuluh darah baru sering tumbuh kembali sesudahnya, sehingga memerlukan perawatan berulang.

2. Photodynamic therapy (PDT)
Menggunakan pengobatan berbasis cahaya untuk menutup kebocoran pembuluh darah. Metode ini melibatkan penyuntikan obat yang disebut verteporfin yang beredar dalam aliran darah dan melapisi bagian dalam pembuluh darah yang abnormal.

Metode ini tidak merusak jaringan sekitarnya tetapi perawatan berulang mungkin diperlukan.

3. Terapi dengan VEGF inhibitor
Dalam beberapa tahun terakhir pengobatan baru telah dikembangkan ditujukan untuk mengganggu proses pembangunan yang merusak pembuluh darah baru (neo angiogenesis) yang merupakan fokus pengobatan untuk wet AMD.

Beberapa obat menargetkan protein yang terlibat dalam proses tersebut, yang disebut faktor pertumbuhan endotel vaskular atau VEGF. Tingginya kadar VEGF dapat menyebabkan proliferasi pembuluh darah dan kebocoran cairan.

Obat-obatan, yang dikenal sebagai VEGF inhibitor atau anti VEGF, perlu disuntikkan ke mata, tepatnya di bawah makula, jumlah suntikan bervariasi. Meskipun dalam percobaan suntikan diberikan baik setiap 4 atau 6 minggu, pada prakteknya dokter harus memutuskan pengobatan yang paling tepat berdasarkan penilaian respon pasien terhadap obat.

Terapi dengan VEGF inhibitor telah ditujukan untuk menghentikan hilangnya penglihatan dan dalam beberapa kasus untuk mengembalikan penglihatan.

Sumber: BBCHealth

ir/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Remaja Gampang Halusinasi Jika Kurang Vitamin D


Ilustrasi (foto: Thinkstock)Jakarta, Halusinasi atau mendengar suara-suara aneh yang tidak terdengar oleh orang lain tidak selalu berarti punya indra keenam. Bisa juga karena gizinya tidak seimbang, sebab kekurangan vitamin D bisa bikin remaja lebih mudah berhalusinasi.

Fakta ini terungkap dalam penelitian yang telah dipresentasikan dalam pertemuan tahunan American Academy of Child and Adolescent Psychiatry. Para ilmuwan membuktikan, asupan nutrisi khususnya vitramin D bisa mempengaruhi kondisi kejiwaan seseorang.

Pada remaja khususnya, kekurangan vitamin D bisa dikaitkan dengan peningkatan risiko depresi. Selain itu, berbagai gejala gangguan kejiwaan yang bersifat psikotik seperti halusinasi dan delusi (tidak bisa membedakan antara khayalan dengan kenyataan) juga ikut meningkat.

Penelitian itu mengungkap bawah risiko delusi dan halusinasi meningkat 400 presen pada remaja yang kekurangan vitamin D. Data ini teramati dari hasil pengamatan terhadap sejumlah remaja yang mengunjungi klinik psikiatri di University of Rochester, new York.

Di kalangan psikiater, delusi dan halusinasi merupakan gangguan kejiwaan yang paling sering dikeluhkan para remaja yang punya riwayat depresi. Dengan adanya temuan ini, pencegahan bisa dilakukan dengan lebih efektif daripada hanya sekedar pendampingan psikologis.

Pemberian obat-obatan psikotropika untuk gangguan kejiwaan hingga kini juga masih diperdebatkan. Seperti dikutip dari Foxnews, Kamis (3/11/2011), banyak ahli meragukan efektivitasnya karena kadang-kadang kondisi pasien juga bisa membaik meski hanya diberi plasebo atau obat kosong.

Hubungan antara faktor nutrisi dengan kesehatan jiwa sendiri bukan kali ini saja dibuktikan dalam penelitian. Sebelumnya, para ahli jika mengungkap bahwa asam folat dalam minyak ikan bisa meredakan gangguan suasana hati (mood disorder) yang juga banyak dialami remaja.


up/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Alergi Aneh, Gadis Ini Bisa Mati Bila Makan Buah dan Sayur


Chrissie Roberts (dok. dailymail)Wells, Somerset, Dokter sering menganjurkan pasien untuk memperbanyak makan sayur dan buah agar tubuh tetap sehat. Tapi bagi Chrissie Roberts, makan buah dan sayur ibarat pisau yang dapat membuatnya terbunuh.

Chrissie Roberts (22 tahun) mengalami alergi aneh terhadap semua buah dan beberapa sayur sejak usia 15 tahun. Jika tidak sengaja menelan buah, ia akan mengalami reaksi alergi mulai dari ruam merah di wajah, sesak napas bahkan tidak bisa bernapas karena tenggorokannya serasa tertutup, yang bisa mengancam nyawa.

Tak hanya makan buah segar, Chrissie juga akan mengalami reaksi alergi ketika menggunakan produk kosmetik atau shampo yang menggunakan bahan dasar buah. Kini untuk mencukupi nutrisi tubuhnya, Chrissie yang sedang menempuh pendidikan di bangku kuliah ini harus mengonsumsi multivitamin.

Dokter mendiagnosis Chrissie dengan 'oral allergy syndrome', yang membuatnya mengembangkan sekelompok reaksi pada mulut bila memakan buah-buahan segar dan sayuran. Sindrom ini biasanya berkembang pada penderita hay fever tetapi dapat meningkat di kemudian hari.

"Dulu kami selalu makan melon setiap hari pada saat waktu istirahat. Suatu hari saya sedang bermain dengan teman-teman dan menempatkan seluruh wajah saya ke dalam buah. Setelah 10 menit saya mengalami ruam merah di wajah dan tenggorokanku mulai menutup. Saya suka melon dan saya mencoba memakannya lagi, tapi reaksi kedua bahkan lebih ektrem dan saya sadar bahwa saya mengalami alergi," jelas Chrissie Roberts, yang berasal dari Wells, Somerset, saat ia pertama kali mengalami alergi buah, seperti dilansir Dailymail, Jumat (4/11/2011).

Sejak saat itu, Chrissie mulai mengalami rekasi terhadap semua buah dan beberapa sayuran. Kondisinya begitu buruk sehingga memaksanya tidak boleh lagi makan buah atau sayur, bahkan harus mengontrol setiap produk kosmetik yang digunakannya.

"Orang-orang menuduh saya mengada-ada dan mengatakan saya sebagai pemakan yang rewel atau hanya ingin mencari perhatian. Tapi itu tidak benar. Kalian tidak tahun betapa sulitnya untuk menghindari makan buah atau kontak dengan produk yang mengandung buah," jelas Chrissie.

Chrissie menceritakan bagaimana pengalaman buruknya ketika bereksperimen dengan kosmetik dan tidak sengaja menggunakan kondisioner yang mengandung ekstrak buah.

"Saya sedang mengalami malam yang girly dengan teman-teman dan kami memutuskan untuk menggunakan perawatan rambut baru. Tapi setelah beberapa menit, saya merasakan sensasi terbakar di punggung dan bilur-bilur merah karena kondisioner menetes dari rambut. Saya berlari ke kamar mandi dan segera membilasnya. Ketika saya membaca kemasan ternyata saya menemukan ada alpukat di dalamnya," kenang Chrissie.

Ibunya Michelle dan ayah tirinya Kevin keduanya adalah seorang apoteker. Mereka selalu memastikan Chrissie untuk membawa antihistamin untuk setiap kali dia kembali ke universitas.




mer/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Rahasia Cegah Cedera Otak ala Burung Pelatuk


(Foto: thinkstock)Jakarta, Burung pelatuk saat mematuk-matuk batang pohon dengan sangat cepat mengalami tekanan serius yang sudah pasti akan mencederai kepala jika terjadi pada manusia, namun nyatanya burung pelatuk tidak mengalami cedera sama sekali. Terinspirasi dari burung pelatuk, ilmuwan menemukan pendekatan baru untuk mencegah dan mengobati cedera kepala pada manusia.

Terdorong rasa penasaran, para peneliti di China telah menyelidiki bagaimana cara burung pelatuk melindungi otaknya kerusakan ketika mematuk kayu. Harapannya, peneliti ingin menemukan pendekatan baru untuk mencegah dan mengobati cedera kepala pada manusia.

Trauma kepala merupakan salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia. Cedera pada otak dialami sebesar sekitar 15 persen dari semua kematian dan cacat. serta mewakili penyebab utama kematian di kalangan dewasa muda.

Cedera otak dapat disebabkan karena perubahan kecepatan mendadak dalam kepala. Namun, burung pelatuk tidak mengalami efek sakit meskipun paruhnya memukul batang pohon 6-7 meter per detik dengan percepatan sebesar 1.000 G.

Adalah Fan Yubo dari Beihang University di Beijing dan Ming Zhang dari Hong Kong Polytechnic University yang meneliti bagaimana burung-burung melakukan kebiasaan aneh tersebut. Peneliti berkonsentrasi pada sejumlah besar burung pelatuk yang dijumpai di seluruh Eurasia dan spesies burung yang paling umum dijumpai di Inggris.

Seperti dilansir The Independent, Kamis (3/11/2011), para peneliti menggunakan kamera video berkecepatan tinggi dan men-scan kepala burung untuk memeriksa struktur tulangnya. Hasil penelitian yang diterbitkan hari ini di jurnal ilmiah PLoS ONE menunjukkan bahwa burung pelatuk memiliki peredam kejut yang kompleks di dalam tengkoraknya.

Tulang tengkorak dan paruh yang berbentuk seperti spon pada tempat yang berbeda pada tengkorak dan panjang yang tidak merata pada bagian atas dan bawah paruh nampak penting untuk mencegah dampak cedera.

Para peneliti menyimpulkan bahwa sistem peredam kejut burung pelatuk tidak didasarkan pada faktor tunggal saja, tetapi merupakan gabungan dari karakteristik tubuh yang berbeda. Kombinasi ini mungkin berguna dalam menuntun rancangan pelindung kepala baru.


ir/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Tuesday, November 15, 2011

Dokter Juga Tanya Google untuk Tangani Pasien


(Foto: getty images)Jakarta, Jangan terkejut jika ternyata banyak dokter yang juga bertanya kepada paman Google untuk membantu mendiagnosa dan merawat pasien. Sebuah survei baru-baru ini yang dilakukan oleh Wolters Kluwer Health menunjukkan bahwa 46 persen dokter sering menggunakan situs seperti Google dan Yahoo untuk mengobati, mendiagnosa atau merawat pasien.

Sebagai perbandingan, terdapat 68 persen dokter yang mengatakan bahwa mereka sering membaca jurnal profesional dan 60 persen dokter sering berkonsultasi dengan rekan-rekannya.

Sebanyak 42 persen dokter mengatakan bahwa mereka sering mendapatkan informasi medis dari konferensi dan acara kesehatan, dan 42 persen mengatakan bahwa mereka sering mendapatkan informasi dari situs-situs kesehatan online.

Temuan survei juga mencatat bahwa 63 persen dari dokter melakukan perubahan diagnosis awal berdasarkan informasi baru yang diakses secara online. Sebanyak 90 persen dari dokter berpikir bahwa kemudahan akses terhadap sumber pengetahuan online tersebut telah meningkatkan kemampuan mereka dalam memberikan perawatan. Di lain pohak, sebanyak 12 persen dokter justru berpikir sebaliknya.

Seperti dilansir HuffingtonPost, Kamis (3/11/2011), survei ini melibatkan lebih dari 300 orang dokter yang menjadi anggota American Medical Association. Sekitar setengah dari responden adalah dokter perawatan primer dan setengah lainnya adalah dokter spesialis seperti spesialis radiologi, pengobatan darurat, neurologi, onkologi dan kebidanan atau ginekologi.

Pada tahun 2006, British Medical Journal mempublikasikan sebuah kajian yang menunjukkan bahwa Google adalah alat yang berguna dalam pelayanan dokter, terutama ketika sulit mendiagnosis suatu penyakit.

Para peneliti menemukan bahwa keakuratan Google dalam mendiagnosis penyakit sebesar 58 persen dan mengakui bahwa orang yang melakukan Googling sebenarnya juga memiliki pengetahuan dasar yang luas untuk mengetahui apa yang harus mencari.

Wall Street Journal juga mengomentari hasil survei tersebut. "Tidak ada yang mengatakan Google dan Yahoo tidak menunjukkan orang-orang berton-ton informasi yang berguna, hanya saja bisa jadi sulit untuk memilah gandum dari sekam. Namun sokter dapat menilai kualitas informasi kesehatan yang dicari lebih baik daripada rata-rata orang".

Dan tentu saja dokter bukanlah yang satu-satunya meng-googling informasi-informasi kesehatan. Sebuah survei yang dilakukan oleh Pew Research Center di AS menunjukkan bahwa 61 persen orang Amerika mencari informasi yang berkaitan dengan kesehatan secara online.



ir/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Dokter Juga Tanya Google untuk Tangani Pasien


(Foto: getty images)Jakarta, Jangan terkejut jika ternyata banyak dokter yang juga bertanya kepada paman Google untuk membantu mendiagnosa dan merawat pasien. Sebuah survei baru-baru ini yang dilakukan oleh Wolters Kluwer Health menunjukkan bahwa 46 persen dokter sering menggunakan situs seperti Google dan Yahoo untuk mengobati, mendiagnosa atau merawat pasien.

Sebagai perbandingan, terdapat 68 persen dokter yang mengatakan bahwa mereka sering membaca jurnal profesional dan 60 persen dokter sering berkonsultasi dengan rekan-rekannya.

Sebanyak 42 persen dokter mengatakan bahwa mereka sering mendapatkan informasi medis dari konferensi dan acara kesehatan, dan 42 persen mengatakan bahwa mereka sering mendapatkan informasi dari situs-situs kesehatan online.

Temuan survei juga mencatat bahwa 63 persen dari dokter melakukan perubahan diagnosis awal berdasarkan informasi baru yang diakses secara online. Sebanyak 90 persen dari dokter berpikir bahwa kemudahan akses terhadap sumber pengetahuan online tersebut telah meningkatkan kemampuan mereka dalam memberikan perawatan. Di lain pohak, sebanyak 12 persen dokter justru berpikir sebaliknya.

Seperti dilansir HuffingtonPost, Kamis (3/11/2011), survei ini melibatkan lebih dari 300 orang dokter yang menjadi anggota American Medical Association. Sekitar setengah dari responden adalah dokter perawatan primer dan setengah lainnya adalah dokter spesialis seperti spesialis radiologi, pengobatan darurat, neurologi, onkologi dan kebidanan atau ginekologi.

Pada tahun 2006, British Medical Journal mempublikasikan sebuah kajian yang menunjukkan bahwa Google adalah alat yang berguna dalam pelayanan dokter, terutama ketika sulit mendiagnosis suatu penyakit.

Para peneliti menemukan bahwa keakuratan Google dalam mendiagnosis penyakit sebesar 58 persen dan mengakui bahwa orang yang melakukan Googling sebenarnya juga memiliki pengetahuan dasar yang luas untuk mengetahui apa yang harus mencari.

Wall Street Journal juga mengomentari hasil survei tersebut. "Tidak ada yang mengatakan Google dan Yahoo tidak menunjukkan orang-orang berton-ton informasi yang berguna, hanya saja bisa jadi sulit untuk memilah gandum dari sekam. Namun sokter dapat menilai kualitas informasi kesehatan yang dicari lebih baik daripada rata-rata orang".

Dan tentu saja dokter bukanlah yang satu-satunya meng-googling informasi-informasi kesehatan. Sebuah survei yang dilakukan oleh Pew Research Center di AS menunjukkan bahwa 61 persen orang Amerika mencari informasi yang berkaitan dengan kesehatan secara online.



ir/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Obat untuk Stop Penuaan Makin Menjanjikan


(Foto: thinkstock)Jakarta, Munculnya kerutan, melemahnya otot dan katarak dapat ditunda bahkan dihilangkan pada percobaan tikus. Caranya dengan menyingkirkan atau membunuh sel tua yang telah berhenti membelah. Teknik ini pula yang dikembangkan untuk pembuatan obat anti tua.

Jika obat-obat ini telah berhasil dibuat diyakini akan banyak menarik perhatian banyak orang. Bahkan obat tersebut dapat menjadi obat yang paling laris.

Meskipun temuan tersebut masih merupakan temuan awal dan baru diujicobakan pada tikus laboratorium, namun diharapkan penelitian tersebut dapat menjadi cikal bakal ditemukannya obat anti penuaan di masa mendatang.

Jumlah sel tua yang telah berhenti membelah akan semakin menumpuk secara alami seiring dengan bertambahnya usia. Para ilmuwan percaya bahwa temuan ini akan dapat bermanfaat untuk perawatan orang lanjut usia.

Para ahli mengatakan hasil penelitian tersebut menarik, namun tetap harus diterapkan dengan sangat hati-hati. Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan di Nature.

Penelitian tersebut berfokus pada apa yang dikenal sebagai senescent cells. Sel tersebut berhenti membelah untuk menjadi sel-sel baru dan memiliki peran penting dalam mencegah perkembangan tumor.

Sel-sel tersebut disingkirkan oleh sistem kekebalan tubuh, tetapi jumlah sel tersebut semakin banyak seiring bertambahnya usia. Para peneliti memperkirakan sekitar 10 persen dari sel-sel pada orang lanjut usia merupakan senescent cells.

Para ilmuwan dari Mayo Clinic di Amerika Serikat telah menemukan cara untuk membunuh atau menyingkirkan semua senescent cells pada percobaan tikus yang direkayasa secara genetis. Tikus-tikus tersebut akan lebih cepat menua daripada biasanya.

Ketika tikus-tikus tersebut diberi obat, senescent cells akan mati. Para peneliti mengamati pada 3 gejala usia tua, yaitu:

Pembentukan katarak di mata Melemahnya jaringan otot Hilangnya timbunan lemak di bawah kulit
Seperti dilansir dari BBCNewsHealth, Kamis (3/11/2011), para peneliti mengatakan timbulnya gejala-gejala penuaan tersebut secara signifikan dapat tertunda ketika tikus-tikus penelitian diberi obat tersebut.

Obat tersebut diberikan setelah tikus memenuhi kriteria usia, sehingga ada peningkatan fungsi otot. Salah satu peneliti Dr. Jan van Deursen mengatakan pihaknya sangat terkejut dengan efek yang sangat signifikan tersebut.

Pengobatan tidak berpengaruh pada umur, tetapi hal tersebut mungkin karena jenis tikus yang digunakan dalam penelitian adalah tikus rekayasa genetika. Penelitian tersebut sangat menarik bagi banyak orang karena dapat memperlambat tanda-tanda penuaan pada manusia. Namun, senescent cells tidak dapat hanya disingkirkan sepenuhnya dari manusia.

"Saya sangat optimis bahwa obat tersebut benar-benar dapat memiliki efek positif yang signifikan. Sebenarnya tiap orang yang masih cukup muda telah membunuh atau menyingkirkan senescent cells mereka, karena hal tersebut merupakan mekanisme alami tubuh. Jika seseorang dapat mengutamakan sistem kekebalan tubuh, atau meningkatkan sistem kekebalan tubuh meskipun sedikit. Hal tersebut dapat menyebabkan mekanisme penyingkiran senescent cells. Atau dengan mengembangkan obat yang menargetkan senescent cells," kata Dr. Deursen.

Sementara Dr Yesus Gil dari Medical Research Council's clinical science centre mengatakan temuan tersebut harus diterapkan dengan hati-hati karena masih merupakan temuan awal. Tentunya penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengkonfirmasi dan mendukung temuan tersebut.

"Namun penelitin tersebut merupakan sebuah studi yang menarik. Karena berdasarkan temuan tersebut berarti dengan menyingkirkan senescent cells maka dapat meningkatkan sifat fisik (fenotip) yang berhubungan dengan penuaan dan meningkatkan kualitas hidup pada orang usia lanjut," kata Dr Gil.




ir/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Awas, Stres Bisa Memicu Timbulnya Reaksi Alergi


(Foto: thinkstock)Jakarta, Stres diketahui bisa berdampak terhadap tubuh. Tapi jika stres yang dialami cenderung parah maka kondisi ini bisa memicu timbulnya reaksi alergi dari dalam tubuh.

Hampir sebagian besar orang tahu bahwa stres bisa mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, tapi ternyata stres emosional dan mental bisa bernar-benar berdampak terhadap reaksi fisik termasuk alergi.

Beberapa penelitian sudah berusaha mencari tahu mengapa stres dapat memicu reaksi alergi, hasilnya diperkirakan sel mast sebagai pelaku dari kondisi yang timbul.

Ketika alergi, sel mast turut berpengaruh setelah antibodi immunoglobulin E bergabung dan memicu keluarnya zat defensif seperti antihistamin terhadap rangsangan dari alergen (pemicu alergi) seperti protein makanan dan serbuk sari.

Dalam Journal of Heuroimmunology tahun 2004 diketahui ketika seseorang stres, suatu immunoglobulin menyebabkan sel mast melepaskan histamin dan zat-zat lain yang dapat menciptakan alergi, seperti dikutip dari Livestrong, Kamis (3/11/2011).

Para peneliti dari Ohio State University telah menemukan stres dapat meningkatkan keparahan alergi yang ada. Tidak hanya reaksi kulit yang lebih besar tapi memicu reaksi lainnya yang lebih parah sehingga sulit untuk diobati.

Reaksi alergi yang paling sering dialami adalah gatal-gatal pada kulit yang kadang bisa membuat orang tersebut menjadi frustasi dalam mengetahui penyebabnya. Padahal University of Maruland Medical Center mencatat gatal-gatal ini bisa jadi sebagai respons dari stres itu sendiri.

Selain bisa memicu dan memperburuk reaksi alergi yang sudah ada, stres juga dapat memperburuk asma seperti berkontribusi dalam meningkatkan serangan asma.

Untuk itu jika gatal-gatal yang muncul di kulit tak juga diketahui penyebabnya atau reaksi alergi yang semakin parah, kemungkinan hal ini disebabkan oleh stres yang dialami. Salah satu cara mencegahnya adalah mencaritahu cara mengelola stres dengan baik.


ver/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Bakteri Vampir Berpotensi Jadi Antibiotik Super


Ilustrasi (foto: Thinkstock)Jakarta, Bakteri yang banyak ditemukan dalam air limbah bisa merevolusi pengobatan moderen. Bakteri ini pada dasarnya serupa bakteri vampir, yaitu menghabiskan waktu dengan cara memburu bakteri lain dan mengisap semua nutrisinya.

Bakteri tersebut bernama Micavibrio aeruginosavorus. Para ilmuwan telah mengetahui hal ini selama tiga puluh tahun terakhir, tapi terbukti sangat sulit untuk mempelajarinya dengan teknik konvensional. Peneliti dari Universitas Virginia baru saja berhasil memecahkan kode genetiknya kemudian mencari tahu cara kerja bakteri tersebut.

Micavibrio aeruginosavorus bertahan dengan menemukan strain bakteri lain. Ia kemudian menempel pada dinding sel mangsanya dan mulai menghisap nutrisi korban. Sebagian besar bakteri memang bertahan hidup dengan mengambil nutrisi dari lingkungan sekitarnya. Tapi bakteri Micavibrio aeruginosavorus hanya menggantungkan keselamatannya dengan cara menemukan dan menghancurkan bakteri lain.

Salah satu mangsa yang disukainya adalah musuh manusia, seperti Pseudomonas aeruginosavorus yang menyebabkan infeksi paru-paru serius pada pasien cystic fibrosis. Meskipun masih dini, para peneliti mengatakan bahwa akan ada kemungkinan untuk menggunakan Micavibrio aeruginosavorus melawan patogen yang mematikan. Tinggal menyuntikkannya ke area tubuh terdekat dengan sumber infeksi dan membiarkanya memburu dan menghancurkan bakteri menular.

"Ahli penyakit mungkin akhirnya dapat menggunakan bakteri ini untuk melawan api dengan api, sehingga bakteri yang agresif akan berburu dan menyerang bakteri tertentu lain yang sangat berbahaya bagi manusia," kata kepala peneliti, Martin Wu, seperti dikutip dari io9.com, Kamis (3/11/2011).

Wu juga menambahkan bahwa bakteri vampir ini berpotensi mengurangi ketergantungan manusia pada antibiotik tradisional dan membantu mengurangi masalah resistensi obat yang sekarang dihadapi dunia medis.

Antibiotik umum bekerja dengan cara menghambat reproduksi bakteri atau menghancurkan dinding selnya. Masalahnya adalah bahwa strain bakteri tertentu telah kebal terhadap antibiotik tersebut dan menciptakan jenis baru yang disebut 'super bug'. Micavibrio aeruginosavorus merupakan alternatif menarik karena bakteri tidak dapat membangun ketahanan terhadap predator dengan cara yang sama seperti pada antibiotik tradisional.

Dan karena bakteri ini hanya memburu strain bakteri tertentu, maka tidak akan menimbulkan ancaman pada bakteri menguntungkan yang penting dalam tubuh manusia. Bakteri vampir ini juga bisa bekerja dalam lingkungan yang sulit, seperti pada lapisan lendir kental yang dibuat oleh Pseudomonas aeruginosavorus, dan menyerang target di mana antibiotik tradisional secara signifikan kurang efektif.

Namun tentu saja, bakteri ini belum siap disuntikkan ke dalam tubuh manusia. Masih dibutuhkan rekayasa genetik yang signifikan agar bakteri vampir ini dapat memburu strain bakteri yang diinginkan dan membiarkan bakteri yang lain. Meskipun dmeikian, penemuan ini berpotensi menjadi terobosan besar dan kenyataan bahwa ilmuwan sudah memiliki pemetaan gen adalah awal yang sangat menggembirakan.


ir/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | fantastic sams coupons