-
-

Monday, September 12, 2011

Bocah Ethiopia Berwajah Ngeri Karena Membesarnya Pembuluh Darah


Samirawit (dok. Foxnews)Addis Ababa, Ethiopia, Sekilas saat melihat wajah Samirawit, orang akan merasa ngeri. Ada benjolan besar di mulut sebelah kiri, tapi itu bukan tumor atau kanker. Bocah 4 tahun asal Ethiopia ini dilahirkan dengan kondisi venous malformation yakni membesarnya pembuluh darah.

Kondisi venous malformation yang dialami Samirawit Hallemariam sangat serius yang jika tidak diobati bisa mematikan. Kondisi venous malformation yang dialami Sami juga langka, karena biasanya venous malformation terjadi di kaki seperti varises.

Tapi Sami mengalami pembesaran pembuluh darah di wajah yang terus berkembang. Untunglah dengan operasi yang super hati-hati, kini wajah seram Sami bisa hilang setelah ia melakukan operasi di AS.

Sami tinggal di sebuah desa yang memiliki perawatan medis sangat terbatas atau bahkan bisa dibilang tidak tersedia. Namun ia beruntung karena ditemukan secara tidak sengaja oleh Michelle Sorscher di sebuah klinik di Israel saat Sami sedang berobat disana.

Michelle Sorscher adalah manajer perawat untuk Dr Alejandro Berenstein dari Vascular Birthmarks Institute of New York yang waktu itu tengah berada di Tel Aviv untuk membantu anak-anak lainnya.

"Ketika Michelle datang ia hanya berkata bahwa saya harus melihat anak ini. Ketika kami melihat anak ini, kita segera tahu apa yang terjadi dengannya," ujar Berenstein, kepala radiologi di St. Luke's-Roosevelt Hospital Center, seperti dikutip dari Foxnews, Kamis (8/9/2011).

Berenstein menuturkan orang biasanya berpikir venous malformation seperti varises yang ada di kaki, tapi kumpulan pembuluh darah ini terdapat di wajah yang tidak bisa mengosongkan darah sehingga ia tetap berkembang.     Butuh pekerjaan yang besar untuk mengatasi kondisi Sami, hingga akhirnya ia dibawa ke Amerika Serikat pada bulan Juni untuk melakukan pengobatan agar bisa menyelamatkan nyawanya. Kondisi ini membuat Sami harus meninggalkan keluarganya di Ethiopia.

Selama di AS, Sami memiliki ibu angkat yang bernama Beverly Brandwine. Selama 2 bulan menjalani perawatan untuk mempersiapkan operasi, Sami dan Brandwine tidak pernah terpisahkan.

"Venous malformation sangat berbeda dengan lesi lainnya karena kondisi ini dipenuhi oleh pembuluh darah besar. Jika dilakukan dengan tidak tepat bisa berakibat fatal karena kehilangan banyak darah dalam waktu singkat," ujar Dr Milton Waner yang bekerja sama dengan Berenstein.

Dalam operasi ini, Berenstein menyuntikkan sclerosants di daerah yang mengalami venous malformation tersebut sehingga terjadi pembekuan pada pembuluh darah besar. Ketika darah sudah membeku, maka Dr Waner mulai menghilangkannya.

Pengobatan dengan sclerotheraphy ini melibatkan suntikkan langsung ke pembuluh darah. Pada kasus Sami ini ia menjalani 3 sesi suntikkan untuk memastikan hanya sedikit sekali darah yang hilang selama prosedur tersebut.

Operasi dilakukan pada 31 Agustus 2011 dan berlangsung kurang lebih sekitar 3 jam untuk menghilangkan massa (benjolan) tersebut karena ukurannya yang tipis. Tapi semua yang terlibat dalam operasi ini merasa sangat senang dengan hasilnya.

"Sami bisa melewati operasi ini dengan baik, dan saya pikir ia akan segera bangkit kembali. Dia mungkin memiliki penyakit sisa di bawah kulitnya, tapi itu tidak akan menjadi masalah besar dan ia akan terlihat baik-baik saja," ujar Dr Waner.

Untuk beberapa bulan ke depan, Sami akan diawasi dengan ketat untuk melihat apakah ia membutuhkan tambahan prosedur agar membuat wajahnya terlihat simetri. Setelah itu ia akan kembali ke Ethiopia dan pergi ke sekolah dengan ceria sama seperti anak-anak lainnya.
ver/ir) detikhealth.com

-

0 komentar:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | fantastic sams coupons