-
-

Saturday, August 27, 2011

Herbal Secang yang Serbaguna


(dok: ipb.ac.id)Jakarta, Deskripsi

Secang telah lama dikenal oleh masyarakat Jawa sebagai bahan untuk membuat minuman yang disebut wedang secang. Konon, wedang secang memiliki khasiat yang menyehatkan dan dianggap sebagai minuman keraton. Saat ini, parutan kayu secang banyak dijual dalam kemasan untuk dibuat minuman atau campuran minuman bersama rempah-rempah lainnya untuk meningkatkan stamina dan kesehatan.

Secang (Caesalpinia sappan L.) berasal dari Asia Tenggara dan mudah ditemukan di Indonesia. Di Nusantara, secang dikenal dengan berbagai nama seperti seupeueng (Aceh), sepang (Gayo), sopang (Toba), lacang (Minangkabau), secang (Sunda), secang (Jawa), secang (Madura), sepang (Sasak), supa (Bima), sepel (Timor), hape (Sawu), hong (Alor), sepe (Roti), sema (Manado), dolo (Bare), sapang (Makasar), sepang (Bugis), sepen (Halmahera selatan), savala (Halmahera Utara), sungiang (Ternate), roro (Tidore), sappanwood (Inggris), dan suou (Jepang). Kerabat dekatnya, kayu brazil (C. echinata), juga dimanfaatkan untuk hal yang sama.

Tumbuhan secang berbentuk pohon atau perdu dengan tinggi mencapai 6 meter. Kayunya berbentuk silinder berwarna hijau kecoklatan. Daunnya majemuk menyirip ganda dengan panjang 25-40 cm. Anak daun terdapat 10-20 pasang, berbentuk lonjong dengan panjang 10-25 mm dan lebar 3-11 mm berwarna hijau.

Bunga tersusun majemuk berbentuk malai sepanjang 10-40 cm dan terletak di ujung batang. Kelopak bunganya berjumlah lima, berwarna hijau. Benang sarinya sepanjang 15 mm dan putik 18 mm. Mahkota bunga berbentuk tabung dan berwarna kuning. Buahnya berbentuk polong dengan panjang 8-10 cm dan lebar 3-4 cm, ujungnya seperti paruh berisi 3-4 biji berwarna hitam. Biji berbentuk bulat panjang 15-18 mm dan lebar 8-11 mm dengan tebal 5-7 mm.

Kandungan kimia

Tanaman secang kaya akan kandungan kimia antara lain brazilin, alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, fenil propana dan terpenoid. Selain itu juga mengandung asam galat, brasilein, delta-α phellandrene, oscimene, resin dan resorsin. Sementara daunnya mengandung minyak atsiri tidak kurang dari 0,20% yang beraroma enak dan tidak berwarna.

Bagian yang digunakan:
Kayu. Panen kayu dapat dilakukan mulai umur 1-2 tahun.

Khasiat

Efek farmakologis tanaman secang antara lain penghenti pendarahan, pembersih darah, pengelat, penawar racun, dan obat antiseptik. Kayu secang dapat dimanfaatkan untuk pengobatan diare, disentri, batuk darah pada TBC, muntah darah, sifilis, malaria, tetanus, pembengkakan (tumor), dan nyeri karena gangguan sirkulasi darah. Kayunya bila direbus memberi warna merah gading. Dapat digunakan untuk pengecatan, memberi warna pada bahan anyaman, kue, minuman atau sebagai tinta.

Sumber: LiveStrong.com, Drugs.com, Pubmed


ir/ir) detikhealth.com

-

0 komentar:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | fantastic sams coupons