-
-

Saturday, October 29, 2011

Orang Bertubuh Tinggi Lebih Disukai Sebagai Pemimpin


(Foto: thinkstock)Jakarta, Orang yang tinggi tak hanya mencolok, namun juga ternyata lebih disukai sebagai pemimpin. Para psikolog percaya bahwa kecenderungan itu berasal dari pandangan evolusi terhadap fisik pemimpin yang dianggap bisa mendominasi musuh.

Kecenderungan tersebut bisa dilihat dari kemenangan Barack Obama (6 kaki 1inci) atas John McCain (5 kaki 8 inci). Sebuah penelitian juga pernah menegaskan bahwa kandidat Partai Republik dan Demokrat yang lebih tinggi menang dalam 58 persen pemilihan presiden AS antara tahun 1789 dan 2008.

Kecenderungan ini menggelitik rasa penasaran Dr Gregg Murray di Texas Tech University di Lubbock, Texas, dengan apa yang disebut 'indeks tinggi presiden' ini.

"Nenek moyang kita hidup dalam kelompok-kelompok yang terus-menerus terlibat dalam konflik yang diselesaikan melalui kekerasan fisik. Jika ada gerombolan musuh yang datang dari atas bukit, anggota kelompok ingin agar musuhnya melihat orang besar di depan sehingga musuh tahu bahwa mereka akan menghadapi pertempuran yang sulit," kata Dr Murray seperti dikutip dari The Guardian, kamis (20/10/2011).

Kajian Dr Murray ini dimuat dalam jurnal Social Science Quarterly. Ia meminta 467 orang mahasiswa di universitas AS untuk menjelaskan dan menggambarkan sosok 'pemimpin nasional yang ideal' dibandingkan dengan 'warga biasa'.

Hampir dua pertiga atau 64% di antara peserta penelitian menggambarkan sosok pemimpin lebih tinggi daripada rata-rata warga negara, yaitu rata-rata 12% lebih tinggi dari warga biasa. Peserta penelitian yang terlibat dalam penelitian ini adalah siswa dari Amerika, Afrika, Asia, Eropa dan Amerika Latin.

"Awalnya mungkin ada pendapat bahwa efek ini bisa saja disebabkan oleh budaya. Namun kami menemukan hasil yang sama pada budaya yang berbeda, menunjukkan bahwa evolusi adalah penyebabnya," kata Dr Murray.

"Beberapa sifat dan naluri yang telah diperoleh melalui evolusi terus menampakkan diri dalam kehidupan modern, yang tampaknya tidak rasional. Sebuah ketakutan yang universal ketika berhadapan dengan ular dan kesukaan terhadap makanan berlemak yang tidak sehat telah berkembang jauh sejak saat ular masih menjadi ancaman dan tidak pastinya asupan kalori. Kami percaya, ciri-ciri yang sama dijumpai pula dalam politik," jelas Dr Murray.

Dalam penelitian tahap kedua, 238 orang dari kelompok mahasiswa yang sama diminta untuk menilai kesesuaian mereka sendiri atas posisi kepemimpinan dan setelah terpilih dalam suatu organisasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pria tinggi melihat diri mereka sebagai pemimpin yang lebih baik dalam, tapi tinggi badan tidak mempengaruhi persepsi perempuan atas potensi kepemimpinan mereka sendiri.

Studi lain menunjukkan bahwa tubuh yang tinggi memicu pikiran bawah sadar yang positif, terutama bagi pria. Kebanyakan orang tampaknya melihat pria tinggi lebih persuasif, mengesankan dan lebih mampu dari rata-rata.

Suatu survei di Amerika menemukan bahwa 500 CEO laki-laki di dunia hampir 10 kali lebih disukai jika tingginya 6 kaki 2 inci atau lebih tinggi dibandingkan dengan pria Amerika rata-rata.

"Jelas ada beberapa penjelasan biologis bawaan mengenai bagaimana kita berperilaku, tetapi perspektif psikologi evolusioner tidak boleh berlebihan. Setidaknya orang akan berharap bahwa kemampuan kita untuk berpikir dan mengevaluasi argumen secara aktif juga memainkan peran yang signifikan," kata Richard Kwiatkowski, dosen senior psikologi organisasi di Cranfield University di Inggris.


ir/ir)

email : sales[at]detik.com


detikhealth.com

-

0 komentar:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | fantastic sams coupons