-
-

Tuesday, September 20, 2011

Gagal Sumbang Ginjal Karena si Pendonor Digerogoti Kanker


(Foto: thinkstock)Birmingham, Seorang pria ingin berbuat baik dengan menjadi donor ginjal hidup untuk kerabatnya. Namun saat operasi, dokter justru menemukan kanker di organ tersebut. Batal menjadi donor, pria itu malah meninggal beberapa jam setelah dokter berhasil membuang tumor ganas dari tubuhnya.

Kasus meninggalnya donor hidup ini merupakan yang pertama di Inggris. Saat menjalani pembedahan transplantasi ginjal, dokter justru menemukan tumor ganas (kanker) yang tak terduga pada organnya sang pendonor.

Dokter terpaksa menghentikan proses transplantasi dan diganti dengan operasi darurat untuk mengeluarkan tumor ganas dari organ ginjal calon pendonor. Sayangnya, pria yang tidak menyadari bahwa dirinya sakit itu justru meninggal karena serangan jantung saat masa pemulihan di bangsal rumah sakit.

Sementara, saat saudaranya (yang mendapatkan donor) terbangun di ruang operasi yang berdampingan di Queen Elizabeth Hospital, Birmingham, ia sangat terkejut karena saudara yang menjadi donor ginjalnya justru meninggal dunia.

"Ini adalah situasi yang sangat tragis. Jelas merupakan pukulan yang mengerikan ketika sang pendonor dan yang mendapatkan organ donor harus berdampingan di ruang operasi dan mendapatkan donornya meninggal begitu tiba-tiba," jelas seorang sumber di rumah sakit Queen Elizabeth Hospital yang tidak mau disebutkan identitasnya, seperti dilansir Dailymail, Jumat (16/9/2011).

Dalam 12 bulan terakhir, Queen Elizabeth Hospital telah berhasil melakukan operasi transplantasi lebih dari 50 pasien ginjal melalui donor hidup. Pada tahun lalu, lebih dari 1.000 orang telah menerima ginjal dengan cara ini di Inggris.

"Seorang pasien sedang dipersiapkan sebagai donor ginjal hidup ditemukan memiliki tumor ginjal yang sebelumnya tidak terdeteksi pada operasi. Pasien akhirnya menjalani operasi spesialis uro-onkologi untuk mengangkat tumor. Prosedur berjalan dengan baik dan tumor itu berhasil diangkat. Sayangnya pasien mengalami serangan jantung pasca operasi, yang merupakan komplikasi yang tidak biasa, tetapi memang bisa terjadi dari setiap operasi besar. Sayangnya, dalam hal ini pasien mengalami jantung fatal, meskipun mendapatkan resusitasi awal dan perawatan suportif di unit perawatan kritis," ujar juru bicara University Hospitals Birmingham NHS Foundation Trust.

Pada dasarnya, prosedur ini dianggap sangat aman dan tidak ada kematian diketahui dari donor hidup yang telah dimulai lebih dari 10 tahun yang lalu. Tapi calon donor selalu diperingatkan akan beberapa risiko yang mengintai pada saat operasi.

"Donor hidup potensial harus menjalani tes selama sebulan dan pemeriksaan medis untuk memastikan apakah mereka cukup sehat untuk menjadi donor dan memastikan tidak ada masalah dengan ginjalnya," jelas juru bicara UK Blood and Transplant.

Menurutnya pasien ginjal (baik donor dan yang mendapatkan donor ginjal) harus di scan sebelum proses transplantasi, namun proses tersebut tidak selalu bisa mengetahui segalanya.

"Ahli bedah selalu mengatakan bahwa Anda tidak pernah bisa yakin semuanya akan baik-baik saja sampai pasien 'dibuka' dan Anda dapat melihat ginjalnya," ujarnya.

Namun juru bicara UK Blood and Transplant mengingatkan bahwa kasus ini seharusnya tidak menghalangi orang untuk menjadi donor hidup.

"Ada risiko kapan saja ketika Anda menjalani operasi dan diketahui bahwa serangan jantung dapat terjadi setelah operasi. Tapi ada ribuan transplantasi donor hidup yang berhasil tanpa komplikasi," jelasnya.


mer/ir) detikhealth.com

-

0 komentar:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | fantastic sams coupons