-
-

Friday, September 16, 2011

Menkes: Flu Burung Masih Mengancam


foto: ThinkstockJakarta, Saat ketakutan terhadap flu brung mulai mereda, penyakit ini muncul lagi dan menewaskan seorang gadis di Kamboja pertengahan bulan lalu. Menkes RI mengatakan, bangkitnya flu burung memang perlu diwaspadai meski kasusnya mulai berkurang.

Wabah flu burung yang merebak beberapa tahun lalu sudah mulai dilupakan orang. Meski kasusnya pada manusia memang berkurang, Menkes mengingatkan penyakit ini masih mengancam karena bisa bermutasi sehingga jadi lebih mudah ditularkan.

Hal itu disampaikan Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, usai membuka Lokakarya dan Table-top Exercise Kolaborasi Multisektoral Publik dan Swasta tetang Keamanan Kesehatan Global di Hotel JW Marriott, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (13/8/2011).

Menurut Menkes, endemi flu burung atau H5N1 saat kini masih terjadi khususnya pada ternak ayam. Kasus pada manusia memang berkurang, tahun ini saja sampai bulan September 2011 baru ada 7 kasus dari berbagai daerah yang terdata di Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Flu burung masih mengancam. Pada manusia kasusnya memang cuma sekali-sekali, tapi tetap harus diwaspadai. Waspadanya itu takut virusnya bermutasi jadi lebih mudah menular dari orang ke orang," ungkap Menkes kepada wartawan.

Untuk mencegah terjadinya endemi pada manusia, Menkes menilai kemampuan surveilans atau pendeteksian kasus memegang peran yang sangat penting. Artinya setiap ada kasus harus terpantau, jangan sampai kecolongan sehingga tahu-tahu jatuh korban.

Faktor berikutnya yang juga harus diperkuat adalah kerjasama yang baik antara sektor kesehatan manusia dengan sektor kesehatan hewan. Mutasi H5N1 pada hewan jauh lebih cepat dibandingkan pada manusia sehingga kewaspadaan tidak hanya dibutuhkan pada manusia saja.

Selain itu, kemampuan untuk mengatasi kasus pada manusia juga tidak kalah penting. Kemampuan ini juga harus diimbangi dengan riset yang berkelanjutan, sehingga dibutuhkan laboratorium yang memadai untuk sequencing atau pendataan virus seperti yang tengah dirintis oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemenkes.


up/ir) detikhealth.com

-

0 komentar:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | fantastic sams coupons