-
-

Wednesday, September 14, 2011

Sering Mimpi Buruk Tandanya Terlalu Banyak Bergadang


foto: ThinkstockVan, Turki, Mimpi adalah bunga tidur yang kadang-kadang isinya tidak bisa ditebak. Namun jika merasa sering bergadang, bersiaplah untuk lebih sering memimpikan hantu atau hal-hal menyeramkan lainnya yang akan membuat kasur basah oleh keringat dingin.

Hubungan antara pola tidur dengan frekuensi mengalami mimpi buruk diungkap baru-baru ini oleh para ilmuwan dari Yuzuncu Yil University di Turki. Penelitian yang dipimpin oleh Yavuz Selvi ini memastikan, tidur larut malam membuat seseorang lebih sering dihantui mimpi buruk.

Para ilmuwan menyimpulkan hal itu setelah meneliti kecenderungan mimpi buruk pada 264 mahasiswa dengan metode Van Dream Anxiety Scale. Metode ini memiliki 4 skala, mulai dari 1 untuk menunjukkan seseorang sangat jarang mimpi buruk hingga 4 yang artinya sangat sering mimpi buruk.

Hasil pengamatan kemudian dibandingkan dengan kecenderungan pola tidur yang diamati lewat kuisioner. Berdasarkan pola tidurnya, partisipan dikelompokkan dalam 2 kategori yakni morning-type atau lebih banyak beraktivitas di siang hari dan evening-type yang lebih banyak beraktivitas di malam hari.

Partisipan yang lebih banyak beraktivitas di siang hari memiliki pola tidur yang relatif normal dan memiliki skor mimpi buruk rata-rata 1,23. Sementara partisipan yang banyak bergadang karena lebih sering beraktivitas di malam hari, skor mimpi buruknya lebih tinggi yakni 2,1.

Belum diketahui pasti mengapa pola tidur bisa memicu perbedaan pada kecenderungan untuk mengalami mimpi buruk. Sebagian ahli menghubungkannya dengan jam biologis atau circadian rhythm, namun kebanyakan lebih tertarik mengaitkannya dengan tingkat stres.

"Prinsipnya, ketika seseorang tidur terlalu larut maka kadar kortisol (hormon stres) akan meningkat dan ini bisa memicu mimpi buruk, mimpi aneh maupun mimpi-mimpi yang menyeramkan," ungkap pakar tidur dari University of Notre Dame, Jessica Payne yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut seperti dikutip dari Livescience, Minggu (11/9/2011).

Laporan hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Sleep and Biological Rhythms edisi terbaru.


up/ir) detikhealth.com

-

0 komentar:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | fantastic sams coupons