-
-

Tuesday, April 26, 2011

Soal Gizi Balita, Indonesia Kalah dari Malaysia


foto: ThinkstockJakarta, Soal keragaman budaya, Indonesia boleh bangga karena lebih kaya dibandingkan Malaysia. Namun soal gizi balita, kasus kekurangan yodium dan vitamin A masih banyak dialami balita Indonesia sementara di Malaysia sudah tidak jadi masalah.

Secara umum, masalah gizi balita yang dihadapi negara-negara di Asia Tenggara adalah kurang gizi, kekurangan vitamin A, kekurangan yodium dan anemia. Kurang gizi tidak hanya dihadapi oleh Indonesia, beberapa negara lain juga masih mengalaminya.

Namun dibandingkan dengan Malaysia, Dr Sandjaja dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) mengatakan Indonesia kalah dari Malaysia. Dilihat dari jumlah kasusnya, gizi buruk lebih banyak menimpa balita Indonesia dibanding negeri jiran tersebut.

Sementara dibandingkan negara lain seperti Thailand dan Vietnam, perbandingan balita dengan gizi buruk di Indonesia tidak jauh berbeda. Dibandingkan kedua negara tersebut, Indonesia hanya kalah dalam hal penanganan kasus kekurangan yodium dan vitamin A.

"Data tahun 2003 menunjukkan 9,8 persen balita Indonesia masih kekurangan vitamin A. Di negara lain seperti Malaysia sudah tidak ada, sementara di Vietnam masih ada tetapi tidak terlalu menjadi masalah," ungkap Dr Sandjaja dalam jumpa pers di fX Plasa, Senayan, Selasa (26/4/2011).

Dr Sandjaja yang kini tengah memimpin riset National Nutrition Assesment of Children Age 6 Month - 12 Years Old in Indonesia ini mengatakan ada beberapa faktor yang memicu kekurangan yodium dan vitamin A. Di antaranya adalah infeksi penyakit dan kurang asupan.

Infeksi berbagai penyakit menyebabkan penyerapan tubuh terhadap berbagai nutrisi tidak optimal, sehingga balita mengalami kurang gizi khususnya gizi mikro seperti vitamin A dan yodium. Sementara jika asupannya kurang, otomatis penyerapannya juga tidak banyak.

Sementar itu, ahli gizi dari Klinik Gizi MRCC dr Samuel Oetoro, MS, SpGK mengatakan kekurangan yodium dapat mengganggu pertumbuhan sehingga tinggi badannya tidak optimal. Sementara dampak kekurangan vitamin A lebih banyak dirasakan pada mata.

"Kurang yodium menyebabkan sakit gondok atau tiroid, lalu saat besar jadi kuntet (pendek). Vitamin A juga berperan dalam proses pertumbuhan, namun dampaknya lebih banyak dirasakan pada mata misalnya jadi buta senja," ungkap dr Samuel.

Bersama dengan Malaysia, Thailand dan Vietnam, Indonesia menjadi bagian dalam riset gizi balita berskala regional yang didanai oleh Frisian Flag Nutrition Institute. Riset ini bersifat koprehensif, yakni meneliti seluruh aspek gizi mulai dari gizi mikro hingga gizi makro.

Secara keseluruhan, riset yang direncanakan akan keluar hasilnya pada kuartal kedua 2012 ini melibatkan 16.000 anak usia 6 bulan -12 tahun. Dari Indonesia sendiri, responden yang dilibatkan berjumlah 7.200 balita yang tersebar di 48 ka
(up/ir)

-

0 komentar:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | fantastic sams coupons