-
-

Thursday, December 15, 2011

Pengobatan Baru untuk Eksim Karena Jamur Ditemukan


(Foto: thinkstock)Stockholm, Swedia, Eksim atopik adalah peradangan ringan sampai parah di kulit yang ditandai dengan kulit kering, kulit gatal dan bersisik yang biasanya dimulai pada anak usia dini. Meskipun bisa hilang sendiri tapi banyak yang menderitanya sampai seumur hidup. Kini pengobatan baru telah ditemukan.

Para ilmuwan di Swedia telah menemukan peptida tertentu untuk membunuh jamur Malassezia sympodialis yang dapat memicu gangguan kulit seperti eksim atopik, eksim seboroik dan ketombe, tanpa mengganggu sel-sel kulit yang sehat.

Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memperjelas mekanisme yang mendasari. Para peneliti berharap penemuan ini akan mengarah pada pengobatan baru untuk kondisi gangguan pada kulit.

Penelitian tersebut dilakukan oleh Tina Holm dan rekannya dari Stockholm University dan Karolinska Institute, dan telah dipublikasikan secara online dalam Journal Letters in Applied Microbiology edisi 21 November 2011.

"Banyak hal yang masih harus diteliti sebelum peptida dapat digunakan pada manusia. Namun, kombinasi menarik dari obat ini dapat menjadi racun bagi jamur pada konsentrasi rendah. Sehingga membuat obat ini sangat menjanjikan sebagai agen antijamur. Kami berharap bahwa peptida di masa depan dapat digunakan untuk meringankan gejala pasien yang menderita eksim atopik dan secara signifikan meningkatkan kualitas hidup mereka," kata Holm seperti dilansir dari MedicalNewsToday, Kamis (1/12/2011).

Holm dan koleganya meneliti kemampuan yang berbeda dari 21 peptida antimikroba dan sel penetrasi peptida untuk menghambat pertumbuhan M sympodialis. Peptida adalah seperti mini protein, peptida dapat dibuat dari blok bangunan yang sama, tetapi jauh lebih pendek.

Peptida antimikroba (AMP) adalah antibiotik alami yang membunuh berbagai jenis mikroorganisme, termasuk jamur, bakteri, jamur dan virus tertentu. Sel penetrasi peptida (CPP) sering diselidiki oleh perusahaan obat dalam rangka mencari cara baru untuk memberikan obat karena CPP dapat menyeberangi membran sel, meskipun mekanismenya tidak jelas.

Para peneliti menambahkan peptida dengan koloni terpisah dari M sympodialis di piring petri untuk menilai aktivitas antijamurnya. Para peneliti juga mengamati reaksi peptida pada sel-sel kulit manusia atau keratinosit untuk menilai setiap potensi kerusakan. Para peneliti menemukan bahwa, 6 dari 21 peptida berhasil membunuh jamur tanpa merusak membran dari keratinosit. Enam peptida tersebut terdiri dari 5 CPP dan 1 AMP.

Para peneliti menyimpulkan bahwa penelitian tersebut adalah pertama kalinya yang mengidentifikasi peptida sebagai agen antijamur terhadap M sympodialis. Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk dapat menjelaskan mekanisme tersebut.

mer/ir) detikhealth.com

-

0 komentar:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | fantastic sams coupons