-
-

Sunday, May 22, 2011

Sepeda Ambulans Solusi Macet untuk Gawat Darurat


Sepeda Ambulans (dok: Guardian)London, Kepadatan lalu lintas di kota-kota besar menjadi masalah tersendiri bagi paramedis untuk mengatasi kondisi gawat darurat. Ketika mobil ambulans tidak berdaya melawan kemacetan, sepeda ambulans bisa jadi solusi untuk pertolongan pertama.

Bukan hanya di Jakarta, kepadatan lalu lintas juga dialami kota lain seperti London. Di kota ini, sepeda sudah lama diberdayakan untuk memberikan layanan publik di tengah kemacetan misalnya lewat patroli bersepeda oleh petugas kepolisian.

Tak terkecuali untuk layanan gawat darurat, sejak tahun 2000 beberapa rumah sakit dan fasilitas kesehatan di London mulai menggunakan sepeda untuk mendatangi pasiennya. Sepeda ambulans ini dipakai jika mobil ambulans tidak mungkin menjangkau lokasinya.

"Ide awalnya untuk menjangkau pasien dengan lebih cepat, sebab di tengah padatnya lalu lintas di pusat kota London selalu ada ribuan panggilan gawat darurat tiap tahun," ungkap Tom Lynch, manajer Cycle Response Unit seperti dikutip dari Medicalnewstoday, Minggu (23/5/2011).

Sebagai salah satu operator sepeda ambulans, Cycle Response Unit melayani rata-rata 1.000 panggilan gawat darurat tiap tahun. Dengan jumlah panggilan sebanyak itu, diperkirakan sepeda ambulans mampu menghemat waktu sekitar 5.000 jam tiap tahun.

Belum lagi jika dihitung konsumsi bahan bakar, sepeda ambulans jauh lebih hemat dan tentunya ramah lingkungan. Lynch memperkirakan, bahan bakar yang bisa dihemat kurang lebih setara dengan 20.000 perjalanan mobil ambulans jika ditotal sejak tahun 2000.

Memang tidak semua jenis panggilan gawat darurat bisa diatasi dengan sepeda ambulans. Mengingat keterbatasan peralatan yang bisa dibawa, 97 persen panggilan untuk sepeda ambulans hanya berasal dari pasien serangan jantung yang benar-benar membutuhkan pertolongan secepatnya.

Tiap unit sepeda ambulans di London dioperasikan oleh tenaga terlatih, dengan dilengkapi berbagai peralatan standar kecuali tandu karena tidak mungkin mengangkut pasien. Namun alat-alat seperti pacu jantung dan Electrocardiograph (ECG) cukup berguna untuk memberikan pertolongan pertama.

Bukan hanya kota besar seperti London, sepeda ambulans juga bisa ditemui di kota-kota lain di negara berkembang. Negara-negara di wilayah Afrika sub-Sahara misalnya, banyak yang sudah menerapkan sepeda ambulans untuk menjangkau desa-desa yang tidak mungkin didatangi mobil.

Salah satu negara di Afrika yang memanfaatkan sepeda ambulans adalah Malawi. Di negara yang 50 persen kelahiran bayinya belum dilakukan oleh tenaga medis ini, kehadiran sepeda ambulans sangat membantu mengurangi tingkat kematian ibu dan anak.

up/ir)

Redaksi: redaksi[at]detikhealth.com
Informasi pemasangan iklan
Ines - 7941177 ext.523
Elin - 7941177 ext.520
email : iklan@detikhealth.com

-

0 komentar:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | fantastic sams coupons